Connect with us

Berita

Pedagang Pasar Presiden Kota Bogor Tolak Pengosongan

Published

on

Pedagang Pasar Presiden Kota Bogor Tolak Pengosongan
Suasana Pasar Presiden di kawasan Jalan Merdeka, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah.

KlikBogor – Pedagang Pasar Presiden di kawasan Jalan Merdeka, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, mendapatkan imbauan pengosongan lapak atau kios dari Satpol PP Kota Bogor.

Surat itu dua kali diterima pedagang pada 24 dan 29 Oktober 2024 lalu, namun pedagang memilih menolak imbauan tersebut.

Perwakilan Pedagang, Nana (42) mengatakan, dalam surat imbauan itu mereka diminta mengosongkan sampai 31 Oktober. Bila Imbauan itu tidak dipenuhi maka akan dilakukan pengosongan paksa dari Satpol PP.

“Saya bersama pedagang merasa keberatan adanya surat yang dikeluarkan Kasatpol PP kepada pedagang,” katanya, Kamis, 31 Oktober 2024.

Ia mengungkapkan, pedagang hanya diimbau secara lisan dan tertulis, namun tidak pernah dipanggil untuk mediasi.

Padahal, sambung dia, seharusnya hal seperti ini disertai dengan sosialisasi dan juga solusi kedepannya.

Setahu pedagang, kata Nana, pemilik tanah tidak mempermasalahkan atas keberadaan mereka.

“Setahu kami juga yang mempunyai tanah tidak mempermasalahkan. Jadi sama sekali nggak ada masalah,” sebutnya.

Saat ini, tercatat ada 35 pedagang yang menempati pasar tersebut. Mereka semua telah bersepakat untuk menolak dan memperjuangkan tempat tersebut.

“Kami ingin kalau mau ditata yah panggil kami agar tempat ini bisa dirapikan dan dikelola secara bersama-sama,” tandasnya.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syah membenarkan adanya imbauan tersebut. Ia mengatakan, pengosongan ini merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya di tahun 2022 lalu.

“Kita pernah lakukan pada 2022 tapi ada perlawanan dari oknum preman jadi belum selesai. Mereka saat itu hanya mengatakan ingin membongkar sendiri sisanya,” kata Agustian Syah, Jumat, 1 November 2024.

Ia mengungkapkan dari hasil kajiannya menunjukkan kalau masalah PKL, gangguan keamanan sampai pungli diduga masih terjadi di situ.

Sehingga tempat itu harus dikosongkan, selain itu tempat itu disebut tidak memenuhi aturan sebagai pasar.

“Selama lahan itu belum dikosongkan maka belum selesai masalah. Apalagi posko keamanan sudah habis masanya 31 Oktober kemarin,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan akan melanjutkan rencana pembongkaran pada lahan tersebut. Walau pemilik lahan tidak masalah dengan adanya pasar, namun pendirian pasar tidak sesuai dengan aturan.

“Silahkan saja kalau mau mediasi tapi kami sudah punya dasar kuat untuk membongkar. Soal solusi ada tempat di Pasar Mawar yang disediakan, jadi saya tetap lanjut,” katanya.

Sementara itu, Pengacara Pedagang Pasar Presiden, Banggua Togu Tambunan menyebut bila Satpol PP mempermasalahkan tempat karena tidak memiliki IMB itu merupakan kesalahan. Sebab, bangunan telah berdiri sebelum aturan IMB belum ada, yaitu awal perang kemerdekaan.

“Kalau disebutkan harus dirobohkan tidak memiliki IMB maka salah besar, karena memang pembangunan sebelum UU diberlakukan tidak berlaku surut,” ujarnya.

Menurutnya, proses pengosongan ini harus dilakukan lewat kajian legalitas. Sehingga Satpol PP harus mengkaji ulang surat yang dikeluarkan karena berpotensi sebagai penyalahgunaan wewenang.

“Kami akan bersurat Pj Wali Kota Bogor untuk meminta beliau mengundang kami, Satpol PP dan pihak terkait untuk duduk bersama terkait pasar ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Banggua menyebut mengetahui siapa saja ahli waris atas tanah tersebut. Sehingga ia meminta agar tidak ada pihak yang secara sepihak mengakui dan menerbitkan sertifikat tanah tempat itu.

“Jangan sampai ada yang berupaya mensertifikat tanah ini tanpa bisa membuktikan kalau dia ahli waris. Saya harap penegak hukum menghentikan itu karena kalau bukan ahli waris maka batal demi hukum,” bebernya.

Terpilih, Kepala Bagian Hukum dan HAM pada Setda Kota Bogor, Alma Wiranta mengatakan telah menerima aduan pedagang ini. Dirinya akan menindaklanjuti laporan ini dengan menguji validitas dan legalitas tanah yang di tempati saat ini.

“Jadi kita belum tahu nih tanah siapa ini. Kalau tanah warga maka mereka punya hak atas tempat ini,” katanya.

Alma sendiri akan menjadi mediator antara pedagang dan Satpol PP untuk memastikan masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Menurutnya, tak boleh langsung pembongkaran karena bisa terjadi konflik.

“Kami bagian hukum datang ngecek ke lapangan dan akan tindak lanjuti laporan ini,” katanya.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

MWA IPB Umumkan Lini Masa Pemilihan Rektor PAW 2023-2028

Published

on

By

MWA IPB Umumkan Lini Masa Pemilihan Rektor PAW 2023-2028
Koin IPB. Dok. IPB University

KlikBogor – Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University mengumumkan lini masa pemilihan Rektor Pengganti Antarwaktu (PAW) periode 2023–2028.

Langkah tersebut diambil setelah Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Sebagai tindak lanjut, MWA IPB University menggelar Sidang Paripurna pada Jumat, 23 Oktober 2026, dengan agenda khusus membahas pengunduran diri rektor dan penetapan tata cara pemilihan Rektor PAW.

Sidang ini menindaklanjuti surat pengunduran diri Alim yang diterima MWA pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Baca juga: Kebakaran Ruko di Surya Kencana Bogor, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

Berdasarkan jadwal, pemilihan Rektor PAW akan berlangsung melalui sejumlah tahapan. Pada 26 Oktober 2026, MWA menyerahkan surat kepada Senat Akademik (SA) tentang perubahan Peraturan MWA dan Surat Keputusan Pemberhentian Rektor. Pemberhentian Rektor efektif berlaku pada 26 November 2026 setelah Rektor PAW terpilih dilantik.

Pada 26 Oktober sampai 9 November 2026, proses pemilihan calon Rektor PAW di SA. Selanjutnya, SA menyerahkan surat pengajuan calon Rektor PAW kepada MWA pada 9 November 2026.

Pada 19 November 2026, MWA menggelar Sidang Paripurna Pemilihan Rektor PAW periode 2023–2028. Adapun MWA melantik Rektor PAW terpilih dalam Sidang Paripurna MWA pelantikan Rektor PAW periode 2023–2028 pada 26 November 2026.

Baca juga: MWA Tetapkan Alim Setiawan Slamet jadi Rektor IPB University PAW 2025-2028

Ketua MWA, Prof. Hardinsyah, mengatakan, koordinasi dengan empat pilar pimpinan IPB telah dilakukan. Selain itu juga telah dilakukan konsultasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Ia menambahkan, seluruh tahapan pemilihan Rektor PAW akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik.

“MWA memastikan seluruh tahapan pemilihan Rektor PAW berjalan sesuai ketentuan yang berlaku; dan pengambilan keputusan mengutamakan musyawarah dan mufakat. Proses ini penting untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan tata kelola IPB University tetap berjalan dengan baik,” ujar Prof. Hardinsyah dalam keterangannya dikutip Senin, 26 Oktober 2026.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Ruko di Surya Kencana Bogor, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

Published

on

By

Kebakaran Ruko di Surya Kencana Bogor, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api
Petugas Damkar tengah memadamkan api dalam kebakaran ruko di kawasan Jalan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu, 25 Oktober 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota dan Kabupaten Bogor berjibaku memadamkan api dalam kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Surya kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu, 25 Oktober 2026.

Laporan kebakaran diterima petugas sekira pukul 01.30 WIB dan petugas langsung bergegas menuju lokasi. Di lokasi, api yang berasal dari dalam sebuah rumah toko (ruko) sudah membesar dan menjalar ke bangunan di sebelahnya karena posisi bangunan yang saling berdempetan.

Banyaknya benda yang mudah terbakar di dalam toko mainan, toko sepeda, dan toko alat tulis menyebabkan api dengan cepat menjalar. Tidak adanya jalur evakuasi dan akses darurat membuat petugas harus menerobos masuk melalui pintu depan hingga ke ruang tengah bangunan.

Baca juga: Guru Besar IPB Ungkap Kunci Kemandirian Mekanisasi Pertanian

Untuk memadamkan api di bangunan bertingkat, petugas bahkan harus menggunakan mobil tangga pemadam kebakaran atau aerial ladder atau turntable ladder.

Hingga pagi hari, api masih menyala. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, berangkat seorang diri dari kediamannya menggunakan sepeda motor menuju lokasi kebakaran.

Di sana, Dedie Rachim memastikan keamanan dan keselamatan para penghuni maupun pemilik ruko serta petugas yang masih berjibaku melakukan pemadaman. Ia juga memetakan titik-titik api yang berpotensi menyala kembali.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau langsung penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah.

Dedie Rachim mengatakan, dari luar bangunan, sejumlah bagian yang terbakar terlihat mulai padam. Namun, di bagian dalam, mulai dari ruang tengah hingga lorong menuju bagian belakang bangunan, api masih menyala besar.

“Iya dari posisi di belakang lorong itu petugas masih melakukan pemadaman, karena masih ada api. Isi bangunannya itu banyaknya adalah mainan, pakaian, terus ada kembang api, baju, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca juga: Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern

Hingga pukul 06.00 WIB, petugas masih terus melakukan pemadaman, baik melalui penyisiran maupun dengan menggunakan mobil tangga.

“Karena posisi bangunannya itu cukup panjang. Intervensinya agak susah, jadi posisi mulai tadi dari setengah dua subuh, mobil dari kabupaten ada empat, kota ada delapan, ditambah dengan rescue dan mobil tangga. Kabupaten juga ada mobil tangga juga. Kurang lebih total ada lima belasan kendaraan, tanpa rescue ada empat belasan kendaraan,” ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, satu unit ruko terbakar habis, sedangkan dua ruko lainnya terdampak. Dengan demikian, total terdapat tiga unit ruko yang terdampak, yakni Sinar Harapan, Ruko Gloria, dan Ruko Setia Bakti.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Guru Besar IPB Ungkap Kunci Kemandirian Mekanisasi Pertanian

Published

on

By

Guru Besar IPB Ungkap Kunci Kemandirian Mekanisasi Pertanian

KlikBogor – Guru Besar Teknik Mesin Pertanian IPB University, Prof. Wawan Hermawan menegaskan bahwa kemandirian mekanisasi pertanian Indonesia hanya dapat dicapai melalui kemampuan bangsa mendesain mesin yang sesuai dengan karakteristik agroekosistem lokal.

Gagasan tersebut disampaikan dalam Orasi Ilmiah Guru Besar berjudul Desain Mesin sebagai Jantung Inovasi Mekanisasi Pertanian Indonesia di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dalam orasinya, Prof. Wawan menegaskan bahwa adopsi langsung mesin-mesin impor tanpa penyesuaian sering kali gagal di lapangan. Tingginya keragaman agroekosistem Indonesia, mulai dari sawah berlumpur dalam, kawasan sawah terasering, hingga beragam karakteristik tanaman dan produk pertanian, menuntut pendekatan rekayasa spesifik.

“Desain mesin pertanian bukanlah sekadar merangkai komponen mekanis, melainkan seni menerjemahkan karakteristik fisik, mekanik, aliran, aerodinamik, dan lingkungan kerja objek hayati menjadi parameter rekayasa teknik yang presisi. Mesin yang berhasil adalah mesin yang ‘memahami’ perilaku tanah, tanaman, produk pertanian, dan kondisi lingkungan tempat ia bekerja,” kata Prof. Wawan.

Menurutnya, titik awal desain mesin pertanian bukanlah gambar teknik, melainkan pengukuran karakteristik objek kerja yang akan ditangani mesin. Pada tanah, karakterisasi difokuskan pada sifat fisik dan mekanik, sedangkan pada tanaman, bagian tanaman, benih, dan produk pertanian mencakup sifat fisik, mekanik, aliran, dan aerodinamik.

Data tersebut kemudian diterjemahkan menjadi parameter desain, kapasitas kerja, kebutuhan daya, dan kriteria kinerja mesin yang sesuai dengan karakteristik objek yang ditangani dan kondisi operasionalnya.

Tiga Terobosan Rekayasa Mesin Pertanian Berbasis Biosistem

Berbekal pengalaman riset hampir empat dekade, Prof. Wawan memaparkan, tiga kelompok inovasi utama yang dikembangkannya bersama tim peneliti Divisi Teknik Biosistem IPB University.

Pertama, rekayasa traksi pada tanah sawah berlumpur. Inovasi ini mencakup pengembangan Movable Lug Wheel atau roda bersirip gerak berpegas dan Track Wheel atau roda tipe trek berbasis interaksi mekanika tanah dan roda (terramechanics).

Dalam pengujian kinerja menunjukkan bahwa roda bersirip gerak berpegas terbukti mampu menekan tingkat slip hingga 11,54 persen dibandingkan roda kaku konvensional sebesar 20,89 persen serta meningkatkan efisiensi lapang hingga 76,33 persen.

Sementara itu, pada lahan lumpur ekstrem, roda tipe trek berhasil menahan ketenggelaman (sinkage) hingga 7,32 sentimeter dengan efisiensi traksi mencapai 68,46 persen.

Kedua, sistem budidaya presisi terintegrasi dan vacuum seeder. Inovasi ini mengintegrasikan pengolahan tanah jalur (strip tillage), pemupukan, dan penanaman presisi dalam satu lintasan kerja bertenaga traktor roda dua 8,5 hp.

Pengembangan Four-Row Precision Vacuum Seeder kedelai ini berhasil mencapai kapasitas kerja 0,31 ha per jam dengan efisiensi lapang 87,9 persen tanpa merusak kulit benih, dan tingkat singulasi (penempatan satu benih pada setiap titik tanam) mencapai 100 persen.

Ketiga, integrasi sistem mekanisasi biosistem di peternakan. Perancangan Integrated Feed Conditioning Machine memiliki tiga fungsi untuk meratakan, membalik atau mengondisikan pakan, serta mengumpulkan sisa pakan (feed refusals) secara pneumatik pada bak pakan sapi dengan efisiensi hisap mencapai 94-97 persen.

Satu mesin mampu mengerjakan tiga fungsi yang efektif dan efisien untuk penanganan pakan sapi pada bak pakan sehingga meningkatkan efisiensi operasi peternakan dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja harian di peternakan skala besar.

Peran Strategis Pendidikan Tinggi Teknik

Selama karier akademiknya, Prof. Wawan telah membimbing puluhan mahasiswa sarjana, magister, dan doktor yang kini berkiprah sebagai dosen, peneliti, birokrat, dan praktisi industri mekanisasi pertanian di berbagai lembaga nasional.

Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa keberlanjutan dan kemandirian mekanisasi pertanian nasional pada akhirnya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang disiapkan melalui pendidikan tinggi.

Menurutnya, pendidikan tinggi di bidang teknik memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga ahli dan rekayasawan yang mampu mendesain mesin serta menerjemahkan kompleksitas sistem pertanian menjadi solusi rekayasa yang efisien dan adaptif.

“Karya terbesar seorang akademisi bukanlah sekadar prototipe mesin yang berhasil dibuat, melainkan lahirnya generasi inovator dan tenaga ahli desain yang siap melanjutkan pengembangan teknologi nasional secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Prof. Wawan.

Pesan Strategis bagi Masa Depan Mekanisasi Pertanian

Menutup orasi ilmiah tersebut, Prof. Wawan merumuskan tiga pesan strategis bagi pemangku kebijakan dan insan akademis. Pertama, kebutuhan strategis, yakni mekanisasi pertanian merupakan instrumen mutlak untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja muda pertanian.

Kedua, kemandirian berawal dari desain, yakni kemajuan teknologi tidak diukur dari jumlah mesin yang diimpor, melainkan dari kemampuan bangsa mendesain mesin yang sesuai agroekosistem lokal.

“Ketiga, investasi pendidikan teknik yakni pendidikan tinggi teknik merupakan investasi jangka panjang paling strategis untuk mencetak perancang mesin pertanian modern,” urai Prof. Wawan.

Ke depan, imbuhnya, agenda riset mekanisasi nasional perlu difokuskan pada tiga arah utama, yaitu pengembangan sistem traksi adaptif berbasis karakteristik tanah, sistem budidaya presisi otonom berbasis sensor, serta integrasi sistem mekanisasi biosistem yang sirkular dan berkelanjutan.

Menurut Prof. Wawan, masa depan mekanisasi pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengoperasikan mesin, tetapi terutama oleh kemampuan merancang teknologi yang lahir dari kebutuhan dan karakteristik pertanian Indonesia sendiri.

Oleh karena itu, penguatan pendidikan teknik, riset desain mesin, dan inovasi berbasis biosistem menjadi fondasi penting menuju kemandirian teknologi pertanian nasional.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer