Berita
Disdik Kota Bogor Imbau Perpisahan Siswa Digelar Sederhana di Sekolah
KlikBogor – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengimbau sekolah agar melaksanakan kegiatan perpisahan siswa secara sederhana dan digelar di lingkungan sekolah. Imbauan yang dikeluarkan Disdik Kota Bogor ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah.
Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi memaparkan, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan untuk perpisahan ini, mengacu pada SE Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah.
“Saya berpegang pada Surat Edaran Pak Gubernur. Jadi memang perpisahan sebaiknya tetap dilaksanakan, tapi di sekolah saja. Saya sepakat dengan itu karena sudah banyak sekolah yang mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut di sekolah masing-masing,” ungkap Herry di ruang kerjanya, Senin, 18 Mei 2026.
Baca juga: Sekolah Energi Diluncurkan di Kota Bogor, Siapkan Green Talent
Ia menambahkan, kegiatan perpisahan yang digelar di sekolah akan memberikan kesan yang lebih mendalam bagi para siswa di masa mendatang.
“Saya yakin itu akan lebih berkesan karena nanti saat mereka bertambah usia, 10 tahun atau sampai 20 tahun kemudian mereka akan mengenang sekolahnya saat SD dan SMP dahulu,” katanya.
Ia mengatakan bahwa setiap SMP Negeri di Kota Bogor dipastikan memiliki ruang kelas maupun lapangan yang memungkinkan untuk digelar perpisahan.
“Paling SMP Negeri 1 Kota Bogor saja yang terbatas yah, karena berbagi lapangan dengan SMA Negeri 1 Kota Bogor. Kan bisa di dalam ruangan kelas maupun di lapangan yang terbuka,” katanya.
Baca juga: SPMB 2026 Gunakan Sistem Data Terpadu, DPRD Kota Bogor Perkuat Pengawasan
Sementara bagi sekolah swasta, kegiatan di luar sekolah masih dimungkinkan apabila sekolah memiliki keterbatasan fasilitas atau ruang.
“Kalau ada sekolah yang menggunakan tempat lain karena ruangannya kecil atau fasilitasnya terbatas, tidak apa-apa. Tapi intinya jangan sampai memberatkan orang tua siswa,” ujar Herry.
Pihak sekolah juga tidak diperbolehkan melakukan pungutan ataupun iuran tambahan yang dapat membebani orang tua siswa.
“Jangan ada pungutan dan iuran tambahan yang membuat orang tua siswa terbebani dengan kegiatan itu. Kan untuk makan minum sudah ada Makanan Bergizi Gratis (MBG). Jadi hanya membutuhkan biaya sedikit kalau di sekolah,” katanya.
(hrs)
Berita
RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13
KlikBogor – Rumah Sakit UMMI Bogor meluncurkan layanan Cath Lab atau kateterisasi jantung pada puncak peringatan milad rumah sakit ke-13.
Peluncuran layanan yang berlangsung di Lapangan Sempur, Kota Bogor, ditandai dengan penandatanganan prasasti. Rangkaian acara diawali dengan Fun Run 5 Km dan senam bersama Yayasan Jantung Indonesia.
Direktur Utama RS UMMI Bogor, dr. Najib Askar menjelaskan, peluncuran layanan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan pihak rumah sakit dengan BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu.
“Bulan lalu kami melakukan audiensi kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat yang baru. Pada saat itu kami menanyakan perihal layanan kateterisasi jantung. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya untuk kondisi emergensi, rumah sakit yang tidak bekerja sama pun harus melayani pasien hingga tuntas untuk penanganan kegawatdaruratannya,” ujar dr. Najib Askar, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menambahkan, RS UMMI sendiri telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, meskipun layanan cath lab sebelumnya belum terintegrasi secara khusus.
“Apalagi Rumah Sakit UMMI memang sudah bekerja sama dengan BPJS, hanya layanan cath lab-nya saja yang belum bekerja sama. Oleh karena itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat menyampaikan bahwa Rumah Sakit UMMI harus melakukan tindakan apabila mendapati pasien dengan kasus kegawatdaruratan jantung,” jelasnya.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Gula dan Tips Konsumsi yang Bijak
Ia menuturkan bahwa pasien dengan kondisi emergensi jantung yang dijamin BPJS Kesehatan dapat memperoleh pelayanan secara penuh.
“Dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat itu menyampaikan apabila pasien datang dengan kondisi emergensi jantung dan memiliki jaminan BPJS Kesehatan, itu harus dilayani dan di-cover secara penuh,” katanya.
Pihak RS UMMI berharap ke depan layanan kateterisasi jantung tidak hanya dapat digunakan untuk kasus emergensi, tetapi juga untuk penanganan kasus elektif.
“Harapannya mudah-mudahan ke depan layanan ini tidak hanya untuk kasus emergensi saja, tapi juga bisa untuk kasus-kasus yang elektif,” kata dr. Najib Askar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena menyampaikan apresiasi atas inovasi layanan yang terus dikembangkan RS UMMI selama 13 tahun terakhir.
“Kami Pemerintah Kota Bogor mengucapkan selamat milad ke-13 untuk Rumah Sakit UMMI. Luar biasa, selama 13 tahun ini sudah bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan layanan kesehatan terbaik. Selalu berinovasi, melakukan pengembangan layanan, dan hari ini yang di-launching layanan kateterisasi jantung,” ujarnya.
Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026
Menurutnya, layanan tersebut sangat relevan dengan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung.
“Ini tentu sangat relate dengan program prioritas pemerintah untuk layanan kesehatan, fokus pada kanker, jantung, stroke, dan urologi. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik adanya pengembangan layanan ini,” katanya.
Ia berharap layanan kateterisasi jantung di RS UMMI dapat membantu menangani kasus-kasus jantung yang bersifat life saving atau penyelamatan nyawa.
“Dengan adanya layanan ini di Rumah Sakit UMMI, harapannya bisa mengatasi kasus jantung, terutama kasus-kasus yang sifatnya menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari DPRD Kota Bogor. Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyampaikan bahwa layanan ini menjadi ikhtiar penting untuk menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan seperti kasus jantung di instalasi gawat darurat (IGD).
“Kami dari DPRD Kota Bogor mendukung dan men-support launching hari ini menjadi ikhtiar bagaimana nanti kasus-kasus di IGD bisa terselesaikan,” kata Endah.
(ckl/hrs)
Berita
Jenal Mutaqin Gowes Bareng Komunitas, Soroti Parkir Liar di Jalur Sepeda
KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengikuti gowes santai bersama komunitas sepeda pada Jumat, 15 Mei 2026.
Gowes santai dimulai dari Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah dan berakhir di Kopi Nako Daur Baur, Jalan Binamarga 2, Kecamatan Bogor Timur.
Jenal Mutaqin mengatakan, kegiatan ini berawal dari banyaknya keluhan warga yang masuk melalui media sosial pribadinya saat mengunggah aktivitas bersepeda menuju kantor.
“Kegiatan gowes santai ini terinspirasi dari aspirasi masyarakat yang merespons postingan Instagram saya waktu bersepeda ke kantor. Mereka mengeluhkan hak-hak mereka justru terambil oleh parkir liar. Akhirnya mereka harus mengalah ke tengah jalan dan dimarahi kendaraan yang melaju kencang,” ujar Jenal.
Baca juga: Sempur Jemput Bola Perekaman e-KTP Pemula hingga Malam
Dalam perjalanan, Jenal mengaku masih menemukan kendaraan yang parkir di jalur sepeda. Namun, para pelanggar disebut langsung bergegas pergi ketika melihat rombongan pesepeda dalam jumlah besar melintas.
“Sepanjang perjalanan tadi ditemukan juga parkir liar. Mereka agak geram ketika melihat pengguna sepeda dalam jumlah banyak, lalu langsung bergegas pergi. Tapi kalau pesepeda perorangan memang agak susah,” ucapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun berencana menjadikan kegiatan gowes bersama komunitas sebagai agenda rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak pengguna jalur sepeda.
“Ke depan mungkin dua minggu sekali atau bagaimana nanti kita komunikasikan lagi melalui grup,” ungkap Jenal.
Terkait pelanggaran penggunaan jalur sepeda, Jenal menegaskan bahwa sanksi sebenarnya sudah diatur dalam perda dan perwali berupa penggembokan hingga penderekan kendaraan yang melanggar.
“Di perda dan perwali sudah jelas ada sanksi administrasi seperti penggembokan dan penderekan ketika memang dilakukan pelanggaran,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui keterbatasan jumlah petugas menjadi kendala dalam pengawasan jalur sepeda, terlebih pada masa libur panjang saat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) juga fokus mengatur rekayasa lalu lintas.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu penegakan aturan dengan melaporkan pelanggaran melalui media sosial maupun kanal digital lainnya.
“Dengan laporan melalui media sosial itu lebih cepat direspons. Partisipasi publik sangat kita harapkan dalam penegakan perda,” katanya.
Baca juga: Mengayuh Koleksi Sepeda Onthel Ala ASN Bogor, Harganya Selangit!
Selain masalah parkir liar, Jenal juga menyoroti kondisi sejumlah jalur sepeda yang mulai rusak, seperti genangan air, marka yang memudar, hingga jalur yang terangkat akar pohon.
Langkah perbaikan jalur sepeda akan diupayakan melalui rencana kerja perangkat daerah (RKPD) perubahan dengan fokus pada jalur-jalur utama seperti Jalan Pajajaran, Otista, dan sistem satu arah (SSA).
“Insyaallah di RKPD perubahan saya coba berikan treatment terbaik untuk jalur-jalur sepeda yang sudah mulai memudar. Edukasi juga akan diperluas melalui plang larangan parkir,” tuturnya.
Selain berolahraga bersama, rombongan gowes juga melihat proses pengolahan dan daur ulang sampah.
“Sekalian kita belajar proses daur ulang sampah dari salah satu kafe di nako baur. Tadi kita lihat langsung prosesnya dan cukup menarik,” ucap Jenal memungkas.
(ckl/hrs)
Berita
Tebing di Belakang Eks Pabrik Tahu di Ciparigi Longsor
KlikBogor – Tebing di belakang bangunan bekas pabrik tahu di Kampung Neglasari II, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor mengalami longsor pada Jumat, 15 Mei 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyampaikan longsor tersebut terjadi sekira pukul 04.30 WIB.
Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026
Kejadian itu terjadi akibat tanah yang terus tergerus aliran Kali Cibuluh. Longsoran ini memiliki panjang sekitar 5 meter dengan tinggi mencapai 3 meter.
“Penyebab kejadian akibat tanah yang tergerus oleh Kali Cibuluh,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, longsor terjadi di belakang bangunan bekas pabrik tahu yang sudah tidak aktif. Kejadian itu mengakibatkan material longsoran menutup sebagian Kali Cibuluh.
BPBD Kota Bogor telah menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi tanggap darurat kejadian dengan pihak kelurahan dan pengurus wilayah setempat.
“Assessment, dokumentasi, serta koordinasi tanggap darurat kejadian dengan pihak terkait telah selesai dilaksanakan,” katanya.
Baca juga: Longsor Susulan, Jembatan Warga di Pasirjaya Putus
BPBD Kota Bogor juga mencatat kebutuhan mendesak di lokasi berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT) serta evakuasi material longsor agar kondisi bantaran kali kembali aman.
“Saat ini sedang dilakukan upaya evakuasi (material longsoran) oleh Keltana Ciparigi dan warga sekitar,” katanya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi6 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
