Berita
Gerakan Pangan Murah di Sempur Diserbu Warga, ASN Diminta Ikut Belanja
KlikBogor – Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus menyemarakkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 serta menyambut Road To Karya Kreatif Jawa Barat 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) resmi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Mengusung tema “GPM Hadir, Harga Stabil, Rakyat Senang”, kegiatan yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, DKPP Jabar, dan Badan Pangan Nasional ini berpusat di Lapangan Sempur, Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, hadir secara langsung untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Hari pertama Gerakan Pangan Murah diserbu warga yang mayoritas ibu-ibu.
Dalam arahannya, Jenal menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, mulai dari aparat wilayah, pelaku UMKM, hingga instansi vertikal seperti Bank Indonesia dan Pegadaian yang telah menyukseskan program ini.
Ia menegaskan bahwa esensi dari perayaan HJB kali ini adalah menghadirkan program nyata yang menyentuh dan melibatkan masyarakat secara langsung, bukan sekadar seremonial belaka.
Terkait keberpihakan terhadap UMKM dan pemenuhan kebutuhan pangan, Jenal melontarkan gagasan inovatif berupa instruksi wajib belanja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor.
Berkaca dari pengalamannya mempelajari tata kelola di Surabaya pada 2021, ia meminta Camat Bogor Tengah agar menggerakkan seluruh ASN di wilayahnya untuk berbelanja di arena GPM selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
”Jadi kami meminta dan memohon pak camat dalam dua hari ini jangan dulu berbicara masyarakat, kita dulu pelaku kebijakan pemerintah. Seluruh ASN wajib belanja di Sempur di Gerakan Pangan Murah,” tegas Jenal, Selasa, 2 Juni 2026.
Ia menambahkan, kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng merupakan kebutuhan rutin bulanan bagi ASN. Oleh karena itu, dari pada membelinya di tempat lain, ia mendorong ASN untuk meramaikan produk binaan DKPP dan Dinas UMKM.
Jenal bahkan membagikan cita-citanya untuk menerapkan sistem digitalisasi komoditas pangan khusus ASN dengan target minimal belanja Rp500 ribu per bulan.
Jika regulasi ini berjalan secara konsisten, ia meyakini ekonomi lokal akan cepat naik kelas dan kesejahteraan pelaku usaha kecil dapat melonjak signifikan.
Di tempat yang sama, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Siti Muarofah, menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian Kota Bogor yang kini genap berusia 544 tahun.
Ia berharap momentum ini mampu mempercepat berbagai agenda pembangunan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Siti memaparkan bahwa perekonomian Kota Bogor tergolong sangat impresif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,45 persen pada 2025, angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan agregat Provinsi Jawa Barat sebesar 5,3 persen.
Siti juga menjelaskan bahwa di tengah dinamika geopolitik global termasuk konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan komoditas domestik Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Salah satu instrumen efektif yang terus digalakkan adalah pelaksanaan operasi pasar dan gerakan pangan murah guna memotong rantai pasokan yang panjang.
”Gerakan Pangan Murah ini tentunya diharapkan sangat efektif untuk menjaga kestabilan harga. Berdasarkan pantauan, pada bulan Mei kemarin terdapat kenaikan beberapa harga di Kota Bogor, antara lain untuk produk hortikultura seperti komoditas cabai dan bawang merah, sementara produk pangan lainnya relatif stabil,” urainya.
Guna memitigasi
dampak kenaikan biaya logistik akibat fluktuasi harga BBM, Siti membocorkan bahwa Bank Indonesia Jawa Barat tengah menginisiasi sebuah pilot project kerja sama strategis.
Program ini dirancang agar distribusi barang pokok penting ke tangan masyarakat tetap berjalan lancar tanpa dibebani tambahan ongkos angkut yang tinggi.
Sementara itu, Sekretaris DKPP Kota Bogor, Wina menuturkan bahwa agenda GPM ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa dan Rabu.
Program ini sengaja didesain untuk menyediakan pangan berkualitas tinggi dengan harga yang sangat terjangkau di bawah harga pasar, sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah.
Berbagai komoditas esensial mulai dari daging ayam, daging sapi, tepung, minyak goreng, hingga aneka cabai dan bawang merah langsung diserbu oleh emak-emak sejak pagi hari.
Tak hanya sekadar pasar murah, ia menjelaskan bahwa perhelatan ini dikemas dengan beragam aktivitas sosial dan edukatif yang menarik minat warga.
“Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan PAUD di wilayah Kelurahan Sempur. Selain itu, ada juga pemberian bantuan ikan nila bioflok untuk keluarga berisiko stunting,” katanya.
Melalui pemberian bantuan pangan bergizi tersebut, DKPP berharap dapat berkontribusi langsung dalam menurunkan angka stunting di Kota Bogor, serta berencana memperluas cakupan program serupa ke wilayah kecamatan lainnya.
Wina menutup laporannya dengan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Pegadaian Kota Bogor, serta seluruh kelompok tani dan pelaku usaha olahan pangan yang telah berkolaborasi aktif demi terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh di Kota Bogor.
(hrs/ckl)
Berita
PWI, PFI dan AMSI Kecam Dugaan Kekerasan pada Jurnalis Metropolitan di Bogor
KlikBogor – Dugaan kekerasan oleh oknum aparat terhadap awak media saat liputan demo di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor pada Rabu 28 Oktober 2026 malam, mendapat sorotan tajam banyak pihak.
Berbagai organisasi profesi hingga organisasi perusahaan pers ramai-ramai mengecam dugaan insiden yang dialami jurnalis Metropolitan tersebut, mulai dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Pewarta Foto Indonesia (PFI) hingga Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Diketahui, dugaan tindakan represif dari oknum aparat dialami jurnalis Metropolitan, R, saat meliput demonstrasi di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor pada Rabu 28 Oktober 2026 malam.
Dalam keterangannya, R mengaku dipiting, diseret, dan ditampar saat merekam dugaan pengeroyokan.
R juga mengaku sudah berulang kali menyatakan dirinya sebagai jurnalis, tetapi tetap dibawa paksa.
“Gua ngotot, gua pers, gua pers. Nggak percaya, disangkanya gua pers mahasiswa kali,” kata dia, Rabu 28 Oktober 2026.
R pun telah menunjukkan kartu pers dan menjelaskan bahwa dirinya bekerja untuk Metropolitan. Namun, pemeriksaan identitas tersebut tidak langsung membuatnya dilepaskan.
Selain itu, R mengaku dibawa ke sejumlah titik, termasuk ke bawah jembatan berwarna biru. Di sana, ia kembali ditanya mengenai asal kampusnya meski sudah menjelaskan statusnya sebagai pekerja media.
Selain mengalami dugaan kekerasan, R menyebut telepon genggamnya sempat hendak diambil. Ia juga mengaku diminta menghapus video dugaan pengeroyokan yang direkamnya, tetapi menolak.
“Dia minta video, video suruh dihapus, gua nggak mau,” katanya.
Hal itu pun mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi.
Pria yang karib disapa Kang Aldho itu mengecam dugaan perlakuan yang dilaporkan dialami R ketika menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami mengecam dugaan tindakan represif kepada videografer Metropolitan yang tengah meliput aksi demonstrasi,” kata dia, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut dia, kerja-kerja jurnalistik dilindungi Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999.
Ia pun menegaskan PWI Kota Bogor mengecam dugaan tindakan represif oknum aparat dalam peliputan aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Kujang Kota Bogor itu.
“Kami juga akan mencari infomasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut,” ujar dia.
Aldho berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
“Kami berharap ini tidak terulang kembali,” imbuh Aldho.
Senada, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor, Andi M Ridwan, mengecam tindakan represif aparat terhadap jurnalis Metropolitan.id yang tengah menjalankan tugas peliputan demo di Kota Bogor.
Ia menegaskan, segala bentuk intimidasi maupun kekerasan terhadap jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik tidak dapat dibenarkan.
Menurutnya, pers bukanlah musuh, melainkan mitra dalam menyampaikan fakta dan informasi kepada publik.
“Kebebasan pers wajib dihormati, bukan diintimidasi apalagi sampai mengalami tindak kekerasan atau diminta menghapus rekaman,” tegas Andi.
Ia menilai, kerja jurnalistik mendapat perlindungan hukum sehingga setiap tindakan yang menghambat atau menghalangi tugas peliputan perlu ditangani secara serius.
Andi pun mendesak kepolisian mengusut kejadian tersebut secara transparan, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memberikan penjelasan resmi kepada publik.
Menurutnya, apabila terdapat persoalan terkait aktivitas peliputan, penyelesaiannya harus dilakukan sesuai prosedur hukum, bukan melalui tindakan represif di lapangan.
“Melindungi jurnalis berarti melindungi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi,” ujarnya.
Andi mengingatkan, tindakan oknum aparat tidak boleh dibiarkan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sekaligus mengancam kebebasan pers
Kecaman juga dilayangkan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat, Satrya Graha Laksana.
AMSI Jabar menilai tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dilindungi oleh undang-undang.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi maupun kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan di lapangan tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun.
“Kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menghalang-halangi kerja jurnalistik, apalagi dengan memaksa menghapus hasil liputan, bukan hanya mencederai profesi pers, tetapi juga mencederai hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar dan berimbang,” kata Satrya, Kamis 29 Oktober 2026.
Atas insiden tersebut, AMSI Jawa Barat pun mendesak Kapolda Jawa Barat serta Kapolresta Bogor Kota untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan dan berkeadilan.
Satrya menekankan bahwa tindakan oknum aparat berpakaian sipil yang merampas identitas pers dan memaksa penghapusan file rekaman harus diproses secara etik maupun hukum yang berlaku.
“Tindakan ini tidak boleh dianggap sebagai ‘kesalahan prosedur biasa’, melainkan pelanggaran hukum yang nyata terhadap kebebasan pers,” ujar dia.
Selain itu, AMSI Jawa Barat meminta jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat untuk segera mengevaluasi cara-cara pengamanan unjuk rasa di ruang publik.
“Kehadiran jurnalis di lokasi aksi bukanlah ancaman atau pihak yang harus dimusuhi, melainkan pilar keempat demokrasi yang memastikan seluruh peristiwa terekam dan tersampaikan secara objektif kepada masyarakat,” kata Satrya.
Sebagai bentuk penegakan keadilan dan solidaritas profesi, AMSI Jawa Barat menyatakan dukungan penuh kepada manajemen serta kru jurnalis Metropolitan.
Pihaknya memastikan siap memberikan pendampingan moral maupun organisasi untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang tidak boleh ditekan oleh siapa pun, termasuk oleh aparat penegak hukum yang seharusnya bertugas mengayomi dan melindungi masyarakat,” kata dia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dan keterangan resmi dari kepolisian maupun aparat terkait dugaan kekerasan terhadap jurnalis Metropolitan tersebut.
(rls/hrs)
Berita
Pohon Setinggi 8 Meter Tumbang Timpa 2 Kendaraan di Bantarjati
KlikBogor – Hujan deras disertai angin kencang menumbangkan pohon di Jalan Raya Pajajaran, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu, 28 Oktober 2026.
Pohon jenis karsen ini tumbang menimpa satu unit mobil dan satu unit sepeda motor yang tengah parkir di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, pohon tumbang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut sekira pukul 15.14 WIB.
Baca juga: Kejar Aktivasi IKD, Kelurahan Cilendek Timur Jemput Bola
Akibat kejadian itu, pohon dengan inggi sekitar 8 meter dan berdiameter sekitar 20 sentimeter tersebut tumbang menimpa satu unit mobil dan satu unit sepeda motor.
“Kejadian ini mengakibatkan pohon karsen tumbang menimpa satu unit mobil Nissan Grand Livina karyawan Mie Gacoan dan menimpa satu unit motor milik dealer AION sebelah Mie Gacoan,” katanya.
Baca juga: BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Sawojajar Kota Bogor
Dimas Tiko mengatakan, tidak ada korban dalam kejadian itu. Pihaknya telah melakukan penanganan pohon yang tumbang tersebut dengan melibatkan unsur Damkar Kota Bogor dan warga sekitar.
“Assessment dan pemangkasan pohon tumbang sudah selesai dilakukan di lokasi kejadian,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
Berita
Kejar Aktivasi IKD, Kelurahan Cilendek Timur Jemput Bola
KlikBogor – Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terus berupaya meningkatkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan jemput bola atau door to door serta pelayanan langsung di kantor kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengaktifkan IKD sekaligus mendukung pencapaian target aktivasi yang ditetapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor.
Baca juga: Kadishub Sujatmiko Ungkap 3 Fokus Penataan Transportasi
Lurah Cilendek Timur, Dedy Rusmana mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan aktivasi IKD kepada warga yang didatangi langsung ke wilayah maupun masyarakat yang datang ke kantor kelurahan.
“Selama ini kami melakukan door to door ke wilayah. Warga yang datang ke kantor kelurahan juga kami layani. Kebetulan ada agen, operator, dan kepala seksi pemerintahan yang membantu pelayanan tersebut,” ujar Dedy, Rabu, 28 Oktober 2026.
Selain melakukan pelayanan secara langsung, pihak kelurahan juga telah mengimbau pengurus RT dan RW agar turut mendorong warga melakukan aktivasi IKD.
Baca juga: Datangi RW, Kelurahan Cilendek Barat Jemput Bola Aktivasi IKD
Berdasarkan informasi Disdukcapil Kota Bogor, target aktivasi IKD sebesar 30 persen dari sekitar 800.000 jiwa penduduk wajib KTP di Kota Bogor. Hingga saat ini, jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD mencapai 111.664 jiwa atau sekitar 13,14 persen.
Sementara itu, di Kelurahan Cilendek Timur, tercatat sebanyak 1.447 jiwa telah melakukan aktivasi IKD atau sebesar 9,78 persen dari jumlah penduduk wajib KTP di wilayah tersebut.
Dedy mengakui, pihaknya masih terus berupaya meningkatkan capaian aktivasi IKD. Namun, ia belum dapat memastikan apakah target yang ditetapkan dapat tercapai seluruhnya pada tahun ini.
Meski demikian, Kelurahan Cilendek Timur tetap menjalankan upaya sosialisasi dan pelayanan kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang memanfaatkan IKD sebagai bagian dari transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi12 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan