Berita
Polisi Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu, Kurir Ditangkap di Tanah Sareal
KlikBogor – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat satu kilogram. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap seseorang berinisial AR (25) yang diduga berperan sebagai kurir.
Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Ali Jupri mengatakan, penangkapan berawal dari informasi yang diterima polisi terkait rencana peredaran sabu.
“Tersangka mendapat perintah dari seseorang untuk pergi ke Salabenda, Kabupaten Bogor. Di situ sudah disiapkan satu unit motor Honda Beat dengan kunci menempel,” ujar Ali Jupri di Mapolresta Bogor Kota, Selasa, 12 Mei 2026.
Setelah mengambil motor tersebut, tersangka kemudian membawa kendaraan itu ke rumahnya di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor. Polisi kemudian bergerak cepat dan mengamankan tersangka di kediamannya beserta barang bukti sabu seberat 1 kilogram.
“Sabu disimpan di dalam kotak Honda Beat, lalu tersangka membawa motor tersebut ke rumahnya. Alhamdulillah tidak berapa lama kami mendapat informasi bahwa bersangkutan akan mengedarkan sabu tersebut,” ujarnya.
Ali Jupri menjelaskan, AR bukan pertama kali terlibat dalam peredaran narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sudah tiga kali mengedarkan sabu dengan jumlah yang terus meningkat.
“Dia sudah mengedarkan atau menjual sabu sebanyak tiga kali, sebelumnya mulai dari 10 gram, naik ke 1 ons, lalu 3 ons, dan yang terakhir 1 kilogram ini yang berhasil kami amankan,” ungkapnya.
Polisi menduga jaringan tersebut menggunakan modus baru dengan menyediakan motor berikut narkobanya. Bandar yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kemudian memberikan instruksi kepada tersangka melalui komunikasi jarak jauh.
“Bandar yang DPO sudah kontak dengan tersangka, memberi petunjuk untuk ambil motor,” katanya.
Rencananya, sabu tersebut akan diedarkan di sejumlah titik di wilayah Kota Bogor dengan sistem tempel sesuai arahan bandar.
“Barang rencananya akan dijual di wilayah Kota Bogor. Tersangka mendapat perintah untuk menempel barang tersebut di beberapa tempat,” tambah Ali Jupri.
Saat ini polisi masih memburu bandar yang diduga mengendalikan peredaran sabu tersebut. Penelusuran dilakukan termasuk melalui pendalaman bidang teknologi informasi (IT).
“Status pelaku adalah kurir. Untuk bandarnya saat ini masih dalam pengejaran dan kami dalami melalui bidang IT,” tegasnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun.
(ckl/hrs)
Berita
Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter, Wanita di Parung Dievakuasi Selamat
KlikBogor – Petugas pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi seorang wanita yang tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter di Kampung Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 23 Agustus 2026 dini hari.
Wakil Komandan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Sektor Parung, Iskandar mengatakan, korban berusia 40 tahun diduga terjatuh secara tidak sengaja saat berada di sekitar bibir sumur.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
“Korban ditemukan berada di dasar sumur dalam kondisi lemas dan mengalami sesak napas. Proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik mountaineering dengan sistem hauling,” kata Iskandar dalam keterangannya dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Proses evakuasi yang melibatkan petugas Sektor Cibinong dan Parung berlangsung selama sekitar 25 menit. Korban berhasil dievakuasi ke permukaan dalam keadaan selamat.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Setelah dievakuasi, korban diketahui mengalami luka ringan dan selanjutnya diserahkan kepada petugas medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
(hrs/ckl)
Berita
Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
KlikBogor – Penurunan daya ingat dan kemampuan gerak kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu. Perbedaan antara perubahan akibat usia dan gejala awal penyakit neurodegeneratif dapat dipetakan melalui pola aktivitas sel saraf.
Pendekatan inilah yang dikembangkan Prof Agus Kartono, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, melalui pemodelan biofisik untuk diagnosis dan pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 20 Agustus 2026, Prof Agus menjelaskan bahwa pemodelan biofisik dikembangkan untuk memahami perubahan pola aktivitas listrik sel saraf sekaligus membantu menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.
Ketertarikannya berawal dari meningkatnya penelitian mengenai Parkinson dan Alzheimer. Saat membahas hasil penelitian bersama mahasiswa S2 dalam sebuah seminar, ia semakin menyadari bahwa kedua penyakit tersebut ternyata cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Dari seminar tersebut, salah satu moderator menyampaikan bahwa ibunya terkena Alzheimer. Kemudian audiens lain mengatakan mama dan neneknya juga mengalami hal serupa. Dari situ saya melihat bahwa penyakit ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita,” ujar Prof Agus dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Menurutnya, salah satu tantangan penting adalah membedakan perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pertambahan usia dengan gangguan neurodegeneratif. Pemodelan biofisik kemudian digunakan untuk menyimulasikan aktivitas sel saraf dan melihat pola rangsangan yang terjadi.
Simulasi juga dapat digunakan untuk menguji pola pemberian obat Parkinson, khususnya Levodopa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pemberian 125 mg sebanyak empat kali sehari mampu menghasilkan pola aktivitas saraf yang mendekati kondisi normal.
Sebaliknya, pemberian dosis lebih besar dalam frekuensi yang lebih sedikit dapat menghasilkan perubahan frekuensi aktivitas saraf yang lebih jauh dari kondisi normal.
“Yang bagus itu dosisnya kecil-kecil tetapi kontinu, supaya obatnya selalu ada di dalam tubuh untuk menggantikan jembatan antara dua sel saraf tadi,” jelas Prof Agus.
Selain terapi obat, pemodelan juga dikembangkan untuk menyimulasikan imunoterapi. Pada Parkinson, pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan pemulihan pola aktivitas listrik sel saraf melalui modulasi sistem imun.
Sementara pada Alzheimer, pemodelan digunakan untuk memahami interaksi obat dengan plak amiloid-beta yang menghambat komunikasi antarsel saraf.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
Prof Agus juga melihat peluang pemodelan biofisik untuk mendukung diagnosis lebih dini. Ke depan, data dari perangkat medis seperti Deep Brain Stimulation (DBS) akan dibandingkan dengan hasil simulasi untuk melihat apakah pola aktivitas saraf tertentu dapat menjadi indikator awal Parkinson atau Alzheimer.
“Ini masih berkembang. Kami baru serius sekitar dua sampai tiga tahun untuk Parkinson. Berikutnya, kami akan mencoba menggabungkan data dari DBS yang ada di rumah sakit dengan simulasi yang kami kembangkan,” katanya.
Menurut Prof Agus, pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan untuk penyakit diabetes. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemodelan biofisik ke penyakit neurodegeneratif.
Ia menegaskan, pemodelan biofisik bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menyediakan informasi ilmiah yang dapat membantu pengambilan keputusan medis secara lebih terukur.
Dengan pengembangan dan validasi data klinis lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang diagnosis yang lebih dini sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi bagi pasien Parkinson dan Alzheimer.
(rls/hrs)
Berita
Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
KlikBogor – Satu unit rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terbakar, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 15.28 WIB.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekira pukul 15.32 WIB dan langsung mengerahkan tim dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 20 menit petugas berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
“Lama pemadaman sekitar 20 menit. Kemudian dilakukan proses pendinginan selama kurang lebih 40 menit,” ujar Ade saat dikonfirmasi via aplikasi perpesanan.
Baca juga: Gudang Eks Pabrik Tekstil di Kota Bogor Terbakar, 10 Unit Pemadam Dikerahkan
Berdasarkan informasi di lokasi, ia mengatakan, api pertama kali diketahui berasal dari ruang tengah rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Akibat kejadian tersebut, dua wanita mengalami luka bakar ringan dan seorang anak mengalami luka ringan. Sementara kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Polresta Bogor Kota Ungkap 82 Kasus Narkoba, 65 Tersangka Ditangkap
Pingback: Sempur Jemput Bola Perekaman e-KTP Pemula hingga Malam