Serba Serbi
Mayapada Hospital Bogor Gandeng PAPDI Bogor Gelar Workshop Intra-Articular Injection
KlikBogor – Guna mendukung peningkatan kompetensi tenaga medis di bidang penyakit dalam dan manajemen muskuloskeletal, Mayapada Hospital Bogor bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Bogor menggelar workshop bertajuk “Mastering Intra-Articular Injection: A Practical Approach” pada Minggu, 3 Mei 2026.
Workshop yang digelar di Mayapada Hospital Bogor ini menjadi wadah pembelajaran praktis bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk memperdalam keterampilan dalam prosedur intra-articular injection, yaitu teknik injeksi ke dalam sendi yang umum digunakan dalam penanganan nyeri sendi, inflamasi, serta berbagai kondisi muskuloskeletal lainnya.
Direktur Mayapada Hospital Bogor, dr Andreas Wijaya, MARS, FISQua, CPC mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembelajaran berkelanjutan bagi dokter.
“Dokter memiliki kewajiban untuk belajar sepanjang hayat, sehingga kami bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan (PAPDI) untuk menyediakan wadah agar para dokter bisa berkembang secara keilmuan dan keahlian. Tujuannya satu kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, workshop ini berfokus pada dokter spesialis penyakit dalam karena injeksi intraartikular merupakan salah satu kompetensi mereka. Kegiatan ini juga menjadi sarana penyegaran pengetahuan dengan perkembangan ilmu terbaru.
Selain itu, dr Andreas mengatakan bahwa penggunaan teknologi turut ditekankan dalam teknik penyuntikan, khususnya pemanfaatan USG (ultrasonografi) untuk meningkatkan akurasi tindakan medis.
“Dengan teknologi imaging seperti USG, dokter bisa melihat secara langsung posisi penyuntikan hingga ke jaringan otot dan tulang, sehingga lebih akurat dan tepat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PAPDI Cabang Bogor, dr Erwin, SpPD, FINASIM mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi kedua antara kedua pihak. Ia menegaskan, workshop ini bukan untuk menambah kompetensi, melainkan sebagai upaya penyegaran terhadap kemampuan yang sudah dimiliki para dokter.
“Ini kedua kalinya kami bekerja sama dengan Mayapada Hospital Bogor. Kegiatan ini lebih ke me-review dan me-refresh apa-apa yang sudah didapat, menambah pengetahuan juga mungkin ada ilmu dan teknologi terbaru untuk praktik nanti,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu kompetensi yang harus terus diasah adalah injeksi intraartikular. Ia menekankan seluruh anggota PAPDI harus tetap mahir agar kualitas layanan kepada pasien tetap terjaga.
“Kompetensi ini tidak boleh hilang. Semua anggota PAPDI harus mahir dan bisa. Kami selalu me-refresh ilmu serta teknologi terbaru, karena terus berkembang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa PAPDI fokus terhadap 12 subdivisi yang harus terus dipertahankan kompetensi untuk menambah pengetahuan. Karena itu, kolaborasi lintas bidang juga menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan saat ini.
“Kami kerja sama semua, karena sekarang cabang ilmu pengetahuan itu kalau punya kompetensi bukan saling sikut-sikutan, tapi saling berkolaborasi. Semua sama, kita kerjakan sesuai kompetensi untuk kemaslahatan umat manusia,” katanya.
Ketua Panitia, dr Fahrenheit, SpPD menambahkan, workshop ini diikuti oleh 64 peserta yang sebagian besar dari PAPDI Cabang Bogor serta Jakarta, Tangerang, Malang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi atau imunologi ternama, serta narasumber multidisiplin berpengalaman di bidangnya.
Peserta akan memperoleh pembelajaran komprehensif mulai dari teori, clinical approach, hingga praktik langsung yang aplikatif.
Selain sebagai sarana edukasi medis, workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen Mayapada Hospital Bogor dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran berkelanjutan serta memperkuat jejaring kolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan di Indonesia.
(ckl/hrs)
Serba Serbi
Ini Cara Pelepasan Tukik yang Sesuai Animal Welfare
KlikBogor – Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan IPB University, Mohammad Mukhlis Kamal memberikan tanggapan terkait cara pelepasan tukik atau anak penyu yang langsung diarahkan ke laut.
Dalam video yang beredar, tukik dilepaskan dari dalam ember secara langsung ke arah gelombang laut. Hal tersebut dinilai menghilangkan tahapan alami tukik untuk melewati hamparan pasir pantai sebelum memasuki perairan.
Menurut Mukhlis, pelepasan tukik dengan cara tersebut pada prinsipnya tidak menjadi masalah, selama dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kesejahteraan tukik.
“Dengan cara melepaskannya saat ombak menghempas pantai, menurut opini saya tidak apa-apa. Gerakan dinamis air akibat hantaman ombak bukan masalah, karena tubuh tukik dengan kaki depan sebagai ‘dayung’ akan mengatasinya,” ujar Mukhlis dalam keterangannya dikutip Rabu, 16 September 2026.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pelepasan dengan cara tersebut dapat menimbulkan stres pada tukik karena tidak dilakukan secara perlahan.
Lima Prinsip Animal Welfare
Umumnya, tukik dilepaskan dengan cara diletakkan di pantai. Secara alamiah, apabila tukik ditempatkan dengan posisi berlawanan dengan arah hempasan air laut ke pantai, tukik akan berbalik arah dan bergerak menuju laut.
Mukhlis juga menanggapi banyaknya komentar negatif terhadap video yang memperlihatkan tukik dituangkan langsung ke pantai karena dinilai tidak mengikuti prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).
“Dalam prinsip animal welfare, terdapat lima aspek yang perlu diperhatikan, yakni bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa takut atau stres, bebas mengekspresikan perilaku alamiah, serta bebas dari cedera dan rasa sakit,” urainya.
Hindari Sentuhan Tangan
Menurut Mukhlis, hal yang justru perlu lebih diperhatikan adalah menghindari kontak langsung antara tukik dan tangan manusia saat akan dilepaskan. Pengalaman tersebut diperoleh saat dirinya melakukan pelepasan penyu di Pantai Pangumbahan, Jawa Barat.
“Yang justru paling perlu diperhatikan adalah hindari kontak langsung tukik dengan tangan manusia saat akan melepaskannya. Mungkin khawatir ada kontak bakteri atau virus dari tangan manusia ke tukik,” katanya.
Konservasi Tak Sekadar Lepas Liar
Mukhlis mengatakan, kegiatan penangkaran penyu yang dilakukan saat ini pada prinsipnya telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Upaya konservasi dilakukan melalui perlindungan terhadap tempat peneluran, tempat mencari makan, serta penyediaan koridor migrasi melalui marine protected area (MPA) atau kawasan konservasi perairan.
Selain perlindungan habitat, konservasi juga dilakukan melalui intervensi manusia. Telur penyu yang ditemukan di lokasi peneluran, selain dilindungi, dapat dipindahkan ke tempat penangkaran untuk dilakukan penetasan buatan dengan perlakuan suhu tertentu.
Langkah tersebut bertujuan melindungi telur penyu dari perburuan manusia serta ancaman predator, seperti babi, anjing, biawak, dan satwa lainnya. Telur kemudian ditetaskan hingga menjadi tukik dan selanjutnya dilepasliarkan kembali ke laut.
Jangan Terlalu Lama
Mukhlis mengatakan, waktu ideal untuk melepas tukik adalah sekitar satu minggu setelah menetas. “Bilamana ditahan terlalu lama, dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan nalurinya untuk ‘pulang’,” paparnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Dedie Rachim Suntik Semangat Atlet Hockey Jelang Porprov Jabar
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberikan semangat dan motivasi kepada para atlet hockey Kota Bogor yang tengah mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV yang akan digelar pada November 2026.
Hal tersebut disampaikan Dedie Rachim usai menghadiri kegiatan penanaman pohon dan senam sehat bersama Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati di SB Futsal, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Minggu, 13 September 2026.
Dedie Rachim mengharapkan cabang olahraga (cabor) hockey dapat turut menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Bogor.
Pada Porprov Jabar XV, Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kota Bogor memilih nomor hockey indoor yang akan dipertandingkan di Kota Depok sebagai tuan rumah cabor hockey.
“Semangat terus, persiapan fisik dan mental secara maksimal agar mampu meraih target yang ingin dicapai. Semoga hockey mampu memberikan sumbangan medali emas bagi kontingen Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim.
Baca juga: Motor Klasik Adu Cepat di International Classic Bike Race Sentul
Sekretaris Umum FHI Kota Bogor, Yusuf Munandar mengatakan, kehadiran dan motivasi yang diberikan Dedie Rachim menjadi modal berharga bagi para atlet untuk semakin termotivasi mengejar target prestasi yang telah ditetapkan.
“Kehadiran Pak Wali untuk memberikan sedikit motivasi dan suntikan semangat agar para atlet lebih menggeliat untuk meraih prestasi semaksimal mungkin,” ujar Yusuf.
Dengan tagline Kota Bogor, yaitu Bogor 100 Menyala Terus, ia berharap hockey Kota Bogor menjadi salah satu cabor yang mampu menyumbangkan medali emas.
Yusuf optimistis para atlet hockey Kota Bogor mampu meraih hasil terbaik dengan melihat potensi yang dimiliki dan persiapan yang telah dilakukan.
Menurutnya, target pembinaan tidak berhenti pada Porprov Jabar XV, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan atlet yang mampu berprestasi di berbagai ajang olahraga, mulai tingkat provinsi dan nasional hingga Asia dan dunia.
Baca juga: Mengenal Capung, Predator Ulung dengan Akurasi Berburu 95 Persen
Saat ini, 20 atlet hockey putra dan putri Kota Bogor dipersiapkan menghadapi Porprov Jabar. FHI Kota Bogor telah melakukan pembinaan dan persiapan selama tiga tahun terakhir.
“Dalam satu tahun terakhir kita sudah sentralkan dalam TC. Dari atlet yang ada, semua putra daerah dan beberapa sudah pernah dipanggil hockey Jabar. Kami ingin membuktikan bisa melakukan pembinaan dengan baik, memaksimalkannya dengan baik agar memiliki generasi yang baik,” jelasnya.
Dari 20 atlet yang dipersiapkan, dua orang di antaranya pernah dipanggil memperkuat FHI Jawa Barat, yang berhasil mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Selebihnya kami yakin akan ada panggilan dan kesempatan bagi atlet hockey Kota Bogor. Kita akan membuktikan bisa bersaing dengan daerah lain,” pungkas Yusuf.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Motor Klasik Adu Cepat di International Classic Bike Race Sentul
KlikBogor – Bikers Brotherhood MC (BBMC) Indonesia menggelar International Classic Bike Race 2026 di Sentul International Karting Circuit, Kabupaten Bogor, pada Sabtu hingga Minggu 12-13 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan BBMC Indonesia yang tidak hanya berfokus pada balapan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antarkomunitas sepeda motor klasik. Dalam ajang ini, panitia menyediakan hadiah uang tunai total puluhan juta rupiah serta satu unit motor klasik Eropa.
Ketua Steering Committee (SC) International Classic Bike Race 2026, Iqbal R. Siregar mengatakan, kegiatan ini digelar tidak hanya berfokus pada balapan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antarkomunitas sepeda motor klasik baik motor Eropa, Inggris, maupun Jepang atau sepeda motor yang memenuhi kategori tahun klasik.
“Total sampai hari ini ada 150 peserta dari seluruh Indonesia. Seperti Surabaya, Jakarta dan wilayah lainnya. Satu orang dari Malaysia,” kata Iqbal, Minggu, 13 September 2026.
Para peserta terbagi dalam 27 kelas balapan, mulai dari 2-tak Eropa klasik, 4-tak Eropa klasik, 2-tak Jepang klasik, 4-tak Jepang klasik, juga 4-tak Amerika klasik hingga Vespa.
Iqbal mejelaskan, peserta berasal dari berbagai klub dan tidak terbatas selama sepeda motor yang digunakan memenuhi kategori tahun vintage atau tahun tua.
“Kami terakhir main di Sentul tahun 2011. Berarti 15 tahun yang lalu. Jadi istilahnya kami sekarang 2026 ini seperti nostalgia tahun 2011,” katanya.
Baca juga: Kajian di Alam Kampoong Ecopreneur Disambut Antusias Peserta
Ketua Organizing Committee (OC) International Classic Bike Race 2026, Bayu Pradana menambahkan, event sebelumnya digelar pada 2024 di Brigif, Bandung. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi karena konsep balap motor klasik berbeda dengan balapan pada umumnya.
“Klasik ini tersendiri, satu hobi yang luar biasa. Mereka juga ingin menyalurkan balap di sirkuit. Namun motor klasik ini antik, jadi kami juga melihatnya tidak balap seperti motor yang lain. Tapi inilah mewariskan budaya dari keklasikannya,” katanya.

Pembukaan International Classic Bike Race 2026 yang digelar Bikers Brotherhood MC (BBMC) Indonesia di Sentul International Karting Circuit, Bogor. Foto/Klikbogor
Bayu juga mengatakan, agenda tahunan BBMC Indonesia digelar untuk mempererat tali silaturahmi antara pihaknya dengan klub yang lain, khususnya sepeda motor klasik.
“Jadi wadahnya selalu bertemu setiap tahun, saling bertukar pikiran, ada yang tukar sparepart. Ini jadi satu hobi yang luar biasa yang kami selalu ingin animonya tiap tahun berjalan,” jelasnya.
Pembina Dewan Adat BBMC Indonesia, Irjen. Pol. (Purn./Akt.) Dr. R.C. Gumay mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan para penghobi sepeda motor balap tua.
Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, BBMC Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan juga Direktur Sentul Sirkuit, Ananda Mikola.
“Kebetulan Ananda Mikola support besar, akhirnya kami diberikan suatu tempat dan supaya event ini dijadikan dua atau tiga kali setahun. Sehingga ini mewadahi semua kawan-kawan yang ada di Indonesia yang punya motor-motor klasik,” kata Gumay.
Ia menambahkan, keberadaan sirkuit menjadi wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan kegemaran balap dengan sepeda motor klasik secara lebih terarah.
“Untuk meluapkan gairahnya balapan daripada di jalan, kami alirkan di sini. Dan kami akan terus bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang ada di Indonesia,” katanya.
Baca juga: Polresta Bogor Kota Gelar Balap Lari Malam di Alun-Alun, Warga Diajak Ikut
Salah satu pendiri BBMC Indonesia, Ramlan SS menilai International Classic Bike Race merupakan event yang menarik karena mengangkat tema sepeda motor klasik berskala internasional.
Menurut Ramlan, setelah sebelumnya digelar di Bandung, tahun ini dilaksanakan di Sentul, Bogor. Ia melihat antusiasme peserta cukup tinggi dengan beragam sepeda motor klasik yang turun dalam balapan, mulai dari motor berkapasitas besar, namun juga ada kelas 50 cc.
“Seru juga. Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan. Mudah-mudahan bisa setahun sekali diadakan International Classic Bike Race. Jadi tahun depan pelaksanaan akan lebih baik, peserta lebih banyak, dan dari internasional juga mudah-mudahan akan lebih banyak ikut di event ini,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
