Connect with us

Berita

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Bahas RISPAM 20 Tahun

Published

on

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Bahas RISPAM 20 Tahun
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar konsultasi publik review Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) 2019 - 2039.

KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar konsultasi publik review Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) 2019 – 2039 di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Rabu, 8 Januari 2025.

Acara ini dihadiri Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari yang juga sebagai keynote speaker. Dalam kesempatan ini, Hery Antasari menyampaikan bahwa air adalah hak dasar. Oleh karenanya diperlukan upaya terus menerus inovasi tata kelola air.

Ia juga menyampaikan perihal air ini harus dikelola secara profesional, prinsip keadilan, transparan dan sustainable atau berkelanjutan. Untuk menunjang itu semua harus membangun infrastruktur yang kuat untuk ketersediaan air minum menjadi suatu keniscayaan karena perencanaan pengelolaan air menjadi sangat penting.

“Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa ada 34 urusan wajib dan 6 sampai 7 urusan pilihan. Nah, di antaranya Pekerjaan Umum (PU) dan perumahan permukiman di mana di dalamnya ada sanitasi ada air minum dan lain sebagainya. Sehingga amanat undang-undang sudah jelas ini adalah urusan konkuren wajib pelayanan dasar,” tambah Hery.

Untuk itu, pemerintah baik pusat, provinsi dan juga kota atau kabupaten bertanggung jawab untuk ikut menjamin ketersediaan pelayanan air minum ini baik secara kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya.

“Di dalam kebijakan Pak Prabowo-Gibran Asta Cita, secara tidak langsung berkaitan kemiskinan dan kesehatan, swasembada air. Ini menegaskan kembali pentingnya penyediaan air minum, pentingnya semua aspek dari mulai perencanaan, kelembagaan dan sebagainya termasuk pendanaan terkait air minum ini harus menjadi perhatian bersama dan juga harus menjadi prioritas sampai ke tingkat daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan melalui Direktur Umum (Dirum) H. Rivelino Rizky menjelaskan, kegiatan ini review rencana induk sistem penyediaan air minum periode 2019 sampai 2039, artinya di sini merupakan tugas Pemkot Bogor untuk menyusun rencana kegiatan tersebut. Sebetulnya sudah dilakukan rencana kegiatan tersebut ini hanya me-review.

“Karena review itu diperkenankan 5 tahun sekali, saat ini periode 2019 sampai 2024 sudah berjalan. Nah itu ada beberapa yang perlu kami review, makanya kami adakan kegiatan review RISPAM. Masukkan dari beberapa kementerian pada dasarnya kami ini kan milik Pemkot Bogor, di mana kita selalu membutuhkan support baik dari Pemkot Bogor, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Karena tanpa adanya support, tidak mungkin Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bisa berjalan,” terangnya.

Lebih lanjut Rivelino memaparkan, pembahasan yang dilakukan kebanyakan pertama terkait dengan pembiayaan, kedua terkait dengan sumber air baku. Hal ini sangat terkait sekali dengan Perumda Tirta Pakuan karena 87 persen tergantung dari Sungai Cisadane dan Ciliwung. Sedangkan 13 persen bersumber dari mata air.

“Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan support. Kemudian terkait dengan alternatif pembiayaan. Dari total rencana selama 20 tahun ke depan itu membutuhkan biaya. Tidak mungkin semuanya dibebankan ke kami. Kami harus melalui dana PMP, oleh karena itu perlu ada alternatif pembiayaan lain,” terangnya.

Menanggapi terkait dengan perubahan menjadi perseroda, Rivelino mengatakan hal itu memerlukan beberapa kajian. Namun jika dari sisi direksi siap saja apakah perseroda atau perumda yang penting memberikan manfaat dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat Kota Bogor.

“Tentunya dari sebelumnya dari PDAM jadi perumda, kan kita memberikan pelayanan juga. Dan perseroda juga tetap memberikan pelayanan, hanya mungkin prosesnya akan lebih cepat,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan, dalam hal ini pendanaan dari saat ini terhadap proporsi pendanaan dari Perumda Tirta Pakuan 51 persen. Sisanya dari Cipta Karya dari Kementerian PUPR, dan juga ada APBD dan APBN.

“Kami sampaikan bahwa kami mempunyai program 20 tahun ke depan, harus ditunjang pendanaan yang cukup. Kami undang di sini mitra-mitra, tadi untuk alternatif pembiayaan satunya perusahaan, dari Bank Dunia dan juga dari bank perbankan. Nah, yang tahun ini ada BJB yang hadir. Ini kami menunjukkan bahwa kami mempunyai program ke depan melalui pihak-pihak masyarakat. Terus juga dalam hal kebijakan-kebijakan tadi disampaikan juga bahwa saat ini ada kebijakan Asta Cita yaitu dari presiden Prabowo untuk program air minum yaitu di 5 tahun ke depan 2025-2030,” tuturnya.

Ardani lanjut menjelaskan, targetnya adalah air bersih ataupun air minum pemerintahan Indonesia naik, karna saat ini masih di angka 11 persen atau masih rendah. Dengan adanya ini, pihaknya mendukung program pemerintah ke depan seperti disampaikan hingga 2030 sebesar 15 persen, sehingga ada 40 persen yang harus ditingkatkan.

“Inilah program-program ini yang kami sampaikan untuk mengejar target. Tentu perlu penambahan kapasitas, kemudian pelanggan, penambahan jaringan dan salah satu itu untuk penurunan pilihan lain juga, yaitu untuk penambah idle capacity,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Published

on

By

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Lurah Baranangsiang, Palahudin (kanan) saat pemaparan potensi wilayah di kantor Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Baranangsiang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bogor Timur, yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kota Bogor.

Letak geografis ini menjadikannya simpul penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Kelurahan ini dikenal memiliki sejumlah potensi unggulan, khususnya di sektor ekonomi dan transportasi. Keberadaan Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang yang terintegrasi dengan akses Tol Jagorawi menjadikan wilayah ini sebagai pusat pergerakan orang dan barang yang sangat strategis.

Sementara denyut ekonomi Baranangsiang terasa dari kawasan ini yang dipenuhi restoran dan kafe menjadikan magnet yang menarik bagi wisatawan dari luar kota.

Baca juga: Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Lurah Baranangsiang, Palahudin, menyampaikan bahwa wilayahnya bukan sekadar jalur perlintasan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di Kota Bogor.

“Baranangsiang bukan hanya sekadar perlintasan, tapi pusat pertumbuhan. Kami memiliki perpaduan antara kawasan hunian yang teratur, pusat komersial, dan sektor pendidikan yang kuat. Semua ini menjadi modal besar bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Palahudin, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan hunian elite seperti Baranangsiang Indah yang berdampingan dengan area komersial serta pusat pendidikan seperti Universitas Pakuan, menciptakan ekosistem wilayah yang lengkap dan dinamis.

Palahudin juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding

Salah satu buktinya adalah prestasi RW05 Baranangsiang Indah yang berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam kategori Pemukiman Teratur pada ajang Bogorku Bersih 2024.

Tak hanya itu, kontribusi aktif masyarakat juga turut mendukung keberhasilan Kota Bogor dalam meraih Piala Adipura, melalui sinergi kebersihan yang terjaga di setiap lingkungan RW.

Di sisi lain, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Bahkan, RW09 terpilih mewakili Kota Bogor di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan berbagai inovasi seperti pelatihan hidroponik dan peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Ruko Mess Karyawan Katering di Kota Bogor Terbakar

Published

on

By

Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran ruko di Jalan Durian Raya, Kota Bogor. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Sebuah ruko di Jalan Durian Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Jumat, 17 April 2026.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.08 WIB dan dilaporkan seorang karyawan katering.

Saat kejadian, imbuh Ade, ruko yang digunakan gudang atau mess karyawan katering tersebut dalam kondisi kosong. Ia menduga sumber api berasal dari lantai dua bangunan tersebut.

“Sumber api berasal dari lantai dua ruko, ruko dalam keadaan kosong karena hanya digunakan sebagai gudang atau mess karyawan catering,” katanya.

Baca juga: Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian langsung berjibaku memadamkan api. Pemadaman api melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran.

“Situasi akhir berhasil dipadamkan. Lama pemadaman 20 menit,” ujarnya.

Ade memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juga hingga Rp50juta.

Sementara ini untuk penyebab kebakaran belum diketahui, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian

Published

on

By

Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian
Tim SAR gabungan tengah mengevakuasi korban hanyut di Sungai Ciliwung, Rabu, 15 April 2026. Dok. BPBD Kabupaten Bogor.

KlikBogor – Lansia laki-laki berinisial US (77), yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Ciliwung di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan.

Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu, 15 April 2026 siang atau hari kelima pencarian dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: Lansia 77 Tahun di Cilebut Timur Diduga Hanyut, SAR Lakukan Pencarian

Katim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menjelaskan korban ditemukan sejauh 21 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.

“Korban sudah ditemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak 21 km dalam keadaan meninggal dunia,” kata Andi, Kamis, 16 April 2026.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Ia menambahkan, jasad korban saat ditemukan dalam posisi terlentang terlilit jala di pinggir Sungai Ciliwung dekat perumahan Taman Anyelir 3.

Setelah dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk dilakukan pemulasaraan.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer