Connect with us

Berita

PLN Dukung Energi Bersih Melalui Energize GIS Salak Lama 

Published

on

PLN Dukung Energi Bersih Melalui Energize GIS Salak Lama 
Tim PLN melalui UPT Bogor berhasil menyelesaikan project normalisasi dan energize bay AEA07 di GIS Salak Lama150 kV. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Memasuki tahun baru 2025, PT PLN (Persero) UIT JBT turut memberikan dukungan dalam upaya transisi menuju energi yang ramah lingkungan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keberhasilan tim PLN UPT Bogor melakukan energize renewable energy PLTP Binary 15 MW GIS Salak Lama 150 kV.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Tejo Wihardiyono mengatakan, langkah ini merupakan dukungan PLN di sisi transmisi dalam pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih guna mendukung program Net Zero Emission yang ditargetkan pemerintah pada 2060 mendatang.

“Tim PLN melalui UPT Bogor berhasil menyelesaikan project normalisasi dan energize bay AEA07 di GIS 150 kV Salak Lama. Bay AEA07 ini merupakan titik koneksi yang menghubungkan antara sumber energi baru terbarukan PLTP Salak Binary dengan daya 15 Mega Watt terhadap sistem gridcode Jawa Bali. Tentunya langkah ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pemerintah melalui program Net Zero Emission pada 2060 mendatang,” kata Tejo Wihardiyono dalam keterangannya dikutip Kamis, 9 Januari 2025.

Tejo lanjut menjelaskan, Energize Renewable Energy PLTP Salak Binary ditargetkan selesai pada 2024. Dalam pembahasan yang telah berlangsung pada September 2024 lalu, diperoleh kesepakatan bahwa kompartmen eksisting bay AEA07 di GIS 150 kV Salak Lama dinyatakan workable untuk digunakan sebagai titik koneksi masuknya PLTP Salak Binary 15 MW.

Sehingga, sambungnya, kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan side agreement dan tripartite agreement dalam rangka pengoperasian lebih awal PLTP Salak binary.

PLN UIT JBT – UPT Bogor merespon cepat dengan terus melakukan pengawalan dan pendampingan seluruh rangkaian pekerjaan normalisasi kompartmen bay AEA07 di GIS Salak Lama, hingga berhasil melakukan energize pertama kali. Pekerjaan ini turut melibatkan para engineer muda PLN ULTG Sukabumi, dan mitra kerja terkait.

“Pasca energize pertama, kami terus melakukan pemantauan dan inspeksi paska energize selama beberapa hari, hingga pada 27 Desember lalu, PLTP Salak Binary berhasil sinkron pertama kali kali terhadap gridcode dengan daya 0,6 MW dan berangsur menaikkan daya hingga 10 MW pada 30 Desember 2024,” terang Manager UPT Bogor, Harry Gumilang.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi buah sinergi dan kolaborasi yang apik antara tim PLN UPT Bogor, UP2B Jakarta Banten, PT Star Energy Geothermal Salak dan mitra kerja.

“Tentunya keberhasilan ini juga akan mendukung peningkatan keandalan sistem kelistrikan serta meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan khususnya di wilayah Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya,” tandasnya.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemkot Pastikan Penataan di Bogor Barat Terus Berlanjut

Published

on

By

Pemkot Pastikan Penataan di Bogor Barat Terus Berlanjut
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim beserta jajaran terkait meninjau sejumlah fasilitas usai apel pagi di Kecamatan Bogor Barat, Senin, 20 April 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memastikan penataan wilayah di Kecamatan Bogor Barat terus berlanjut. Hal ini disampaikannya usai memimpin apel pagi di lahan eks Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan dibangun Pos Pemadam Kebakaran Sektor Bogor Barat, Senin, 20 April 2026.

“Jalan KH Abdullah Bin Nuh itu merupakan area masuk Kota Bogor atau etalase Kota Bogor. Jadi saya ingin memastikan bahwa jalan ini semakin hari semakin tertata,” kata Dedie Rachim.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim mengecek jalur hijau, saluran air, trotoar, serta pos pemadam kebakaran.

Ia mendapati adanya saluran air yang tertutup oleh tumpukan batu di area jalur hijau yang sebelumnya ditempati oleh PKL. Beberapa lapak bekas PKL yang sudah ditertibkan beberapa waktu lalu pun kembali dibersihkan.

“Sudah kita tertibkan, kemudian keindahannya juga kita jaga dan rawat. Karena di Jalan Abdullah Bin Nuh terdapat beberapa unit kerja Pemkot Bogor, mulai dari Damkar hingga puskesmas kelurahan, yang menurut saya juga harus mendapat perhatian,” ucapnya.

Sementara itu, kantor pemadam kebakaran di Jalan Abdullah Bin Nuh saat ini akan segera dipindahkan, karena kondisinya sudah tidak layak akibat mengalami longsor di bagian depan. Tahun ini akan dilakukan perencanaan sekaligus pembangunan.

“Tahun ini perencanaan sekaligus pembangunan di atas lahan 2.000 meter persegi, sedangkan yang sekarang hanya 500 sampai 600 meter persegi,” ujarnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Longsor Gerus Rumah Warga di Gunung Batu, Penghuni Mengungsi

Published

on

By

Longsor Gerus Rumah Warga di Gunung Batu, Penghuni Mengungsi
Petugas BPBD Kota Bogor tengah melakukan assessment di lokasi longsor di Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Dok. BPBD Kota Bogor.

KlikBogor – Hujan deras yang melanda wilayah Kota Bogor mengakibatkan tanah longsor di Gang Kutilang, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Satu keluarga terpaksa harus mengungsi setelah rumah yang ditinggalinya mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan kejadian ini terjadi pada Minggu malam. Kondisi tersebut dipicu tanah yang labil serta diguyur hujan lebat.

“Kami terima laporan Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB dari warga sekitar via media sosial. Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tanah yang labil,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.

Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya

Ia menambahkan, tanah longsor tersebut terjadi di belakang rumah yang dihuni oleh lima jiwa hingga mengalami kerusakan.

“Kejadian ini mengakibatkan bagian dapur, kamar, dan kamar mandi rumah menggantung,” katanya.

Selain itu, Tembok Penahan Tanah (TPT) serta rumpun bambu yang berada di lokasi sekitar ikut terbawa longsoran.

BPBD Kota Bogor menerima laporan tersebut langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat berupa terpal.

Baca juga: Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk

Pihaknya mencatat kebutuhan mendesak di lokasi saat ini adalah hunian sementara (Huntara), terpal tambahan, serta perbaikan TPT.

Penanganan kejadian tersebut turut melibatkan unsur kelurahan, Polmas Bogor Raya, OneKes AMKB, serta pengurus wilayah setempat.

Dimas Tiko menambahkan, warga terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya.

“Pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah saudaranya,” kata Dimas Tiko.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk

Published

on

By

Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
Petugas tengah melakukan penanganan tembok rumah ambruk di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan. Dok. BPBD Kota Bogor.

KlikBogor – Satu unit rumah warga di Kampung Cipaku Skip, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami kerusakan akibat tembok bagian kamar tidur dan ruang tengah ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekira pukul 23.30 WIB.

Namun, laporan baru diterima oleh petugas pada Senin, 20 April 2026 sekira pukul 09.10 WIB. Warga sekitar melaporkan via media sosial.

Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya

Ambruknya tembok rumah warga ini diduga akibat kondisi bangunan telah lapuk ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

“Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tembok rumah sudah lapuk,” katanya, Senin, 20 April 2026.

Ia menambahkan, kejadian ini berdampak pada rumah yang ditempati oleh empat jiwa terdiri satu keluarga. Kerusakan tembok terjadi di dua titik, yakni bagian kamar tidur dan ruang tengah.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Petugas BPBD yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen terhadap rumah yang terdampak. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat.

Selain itu, Disperumkin Kota Bogor juga terlibat dalam penanganan ini. Hasil penilaian di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak hunian sementara atau Huntara.

‘Saat ini assessment sudah selesai dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer