Connect with us

Serba Serbi

Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB

Published

on

Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB
Ilustrasi memasak telur. Foto: Pixabay/SHGxMaster

KlikBogor – Memilih antara telur ceplok atau telur dadar kerap menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola makan sehat. Kedua olahan telur ini sama-sama populer, namun sering memunculkan pertanyaan mengenai mana yang lebih baik untuk dikonsumsi.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani menjelaskan bahwa secara umum telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama.

Perbedaan utamanya terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan selama proses pengolahan.

“Secara umum tidak ada perbedaan kandungan gizi yang berarti antara telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak,” ujar Karina dikutip Jumat, 17 Juli 2026.

Baca juga: Dukung UMKM, Ceu Atty Ajak Warga Belanja di Warung Tetangga

Ia menambahkan, telur dadar berpotensi memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih tinggi karena cenderung menyerap lebih banyak minyak.

Selain itu, penambahan bahan seperti keju, tepung, sosis, atau daging cincang juga dapat meningkatkan nilai energi pada hidangan tersebut.

Karina menerangkan bahwa proses memasak justru memberikan manfaat terhadap kualitas protein telur. Menurutnya, pemanasan menyebabkan protein mengalami denaturasi, sehingga lebih mudah dicerna dan diserap tubuh.

“Proses memasak telur dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein hingga sekitar 91 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan telur mentah yang hanya sekitar 51 persen,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar telur tidak dimasak pada suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama. Suhu memasak yang dianjurkan berkisar 60–80 derajat Celsius, sedangkan pemanasan di atas 150–160 derajat Celsius berpotensi merusak sebagian asam amino dan menurunkan kualitas gizinya.

Baca juga: Jangan Lewatkan! Nobar Final Piala Dunia 2026 di Balai Kota Bogor 

Bagi masyarakat yang sedang menjaga berat badan, ia menyarankan metode memasak tanpa minyak, seperti merebus, membuat poached egg, atau mengukus.

Namun, ia menegaskan bahwa telur ceplok maupun telur dadar tetap dapat menjadi pilihan selama penggunaan minyak dibatasi, misalnya dengan memanfaatkan wajan anti lengket atau minyak semprot.

Selain itu, Karina meluruskan anggapan bahwa kuning telur sebaiknya dihindari karena kandungan kolesterolnya.

Ia menjelaskan bahwa kuning telur justru kaya akan vitamin dan mineral penting. Berdasarkan berbagai penelitian terbaru, konsumsi telur tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung.

Peningkatan kolesterol darah lebih dipengaruhi oleh konsumsi pangan tinggi lemak jenuh dan lemak trans yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber kolesterol.

Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak ragu mengonsumsi telur sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang dengan tetap memperhatikan cara pengolahannya.

(rls/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kemarau, TMA Bendung Katulampa Turun hingga 0 Sentimeter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah

Published

on

By

Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah
Peneliti IPB University, Prof Wulan Tri Wahyuni S. Dok. IPB University

KlikBogor – Residu pestisida pada sayuran dan buah, hingga bahan berbahaya pada kemasan pangan, kini dapat dideteksi dengan sensor berukuran kecil yang bentuknya menyerupai alat pengukur kadar gula darah.

Sensor elektrokimia berbasis nanomaterial itu dikembangkan peneliti IPB University, Prof Wulan Tri Wahyuni S, agar analisis keamanan pangan berlangsung cepat, sederhana, dan berbiaya rendah.

Inovasi ini dipaparkannya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, pada Sabtu, 24 Oktober 2026 dengan judul penelitian “Sensor Elektrokimia Berbasis Nanomaterial: Teknologi Analisis Cepat untuk Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan”.

Prof Wulan menjelaskan, sensor elektrokimia adalah perangkat kecil yang terdiri atas transduser untuk menerjemahkan sinyal reaksi kimia dan elektroda sebagai tempat pengukuran.

“Elektrodanya dapat berbentuk batang, kurang lebih setengah ukuran pulpen, atau berbentuk strip seperti alat pengukur gula darah,” ujar Prof Wulan dalam keterangannya dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Ia menambahkan bahwa bahan yang dideteksi bereaksi pada elektroda dan menghasilkan arus listrik yang besarnya berkaitan dengan konsentrasinya. Untuk meningkatkan sensitivitas dan selektivitas, elektroda dimodifikasi dengan nanomaterial.

Sensor elektrokimia dikembangkan untuk mendeteksi paraokson-etil dan karbaril, dua pestisida yang digunakan petani di Indonesia. Bila residunya terkonsumsi, keduanya dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Untuk paraokson-etil, sensor berbasis multi-walled carbon nanotubes (MWCNT) dan grafena mampu mendeteksi hingga konsentrasi jauh di bawah batas maksimum residu (0,05 miligram per kilogram).

“Pengujian pada kol dan apel hijau menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan dibandingkan teknik spektrofotometri,” papar Prof Wulan.

Untuk karbaril, ia memakai nanopartikel emas berbentuk batang. Nanopartikel dengan rasio panjang terhadap lebar paling rendah menghasilkan batas deteksi paling rendah. Sensor diaplikasikan pada kol, sawi putih, dan mentimun.

“Kami juga mengembangkan elektroda berbentuk strip yang batas deteksinya lebih rendah daripada batas maksimum residu karbaril, sehingga berpotensi digunakan langsung di lapangan,” ujarnya.

Sensor berbahan komposit nanomaterial juga dipakai mendeteksi bisfenol A (BPA), senyawa yang dapat bermigrasi dari kemasan plastik tertentu, seperti botol susu bayi, peralatan makan bayi, dan alat bantu tumbuh gigi bayi.

“Sensor berhasil mendeteksi BPA yang bermigrasi dari botol susu dengan batas deteksi jauh di bawah batas migrasi yang diperbolehkan. Hasilnya, lagi-lagi, tidak berbeda signifikan dibandingkan spektrofotometri,” kata Prof Wulan menjelaskan.

Selain bahan berbahaya, sensor ini dikembangkan untuk mendeteksi pemalsuan rempah. Sensor merekam fingerprint atau pola sinyal khas dari sampel berkomposisi kompleks, dan salah satu penerapannya mendeteksi pemalsuan cengkeh serbuk.

Ke depan, Prof Wulan menargetkan pengembangan sensor akan diarahkan pada miniaturisasi dan otomatisasi.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar

Published

on

By

Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar
Kontingen Kota Bogor terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih dari 54 cabang olahraga yang akan mengikuti Porprov Jabar XV tahun 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke-XV di Plaza Balai Kota Bogor pada Senin, 26 Oktober 2026.

Kontingen Kota Bogor terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih dari 54 cabang olahraga yang akan mengikuti 543 nomor pertandingan resmi. Pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Kota Bogor menargetkan raihan 100 medali emas.

Wali Kota Bogor menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen.

Menurutnya, kesiapan tersebut merupakan hasil dari proses latihan panjang, kedisiplinan, pengorbanan waktu dan tenaga, serta ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Jadikan target ini sebagai motivasi untuk berjuang, menjaga kekompakan, dan mempersembahkan prestasi terbaik untuk Kota Bogor. Meraih 100 emas membutuhkan kesiapan strategi dan perjuangan bersama. Setiap atlet dan cabang olahraga berperan mengharumkan nama baik Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim dalam sambutannya.

Baca juga: MWA IPB Umumkan Lini Masa Pemilihan Rektor PAW 2023-2028

Dedie Rachim meminta seluruh atlet membuktikan hasil persiapan melalui penampilan terbaik di setiap pertandingan. Para atlet juga diharapkan bertanding dengan penuh percaya diri, menjaga fokus, serta mengedepankan kedisiplinan, keberanian, dan semangat pantang menyerah.

Ia juga menekankan agar para atlet menjaga kondisi fisik dan ketenangan mental selama bertanding. Sementara itu, para pelatih dan ofisial diminta memastikan seluruh kebutuhan kontingen terpenuhi serta menjaga koordinasi agar persiapan dan pelaksanaan pertandingan berjalan lancar.

Dedie Rachim mengatakan, keikutsertaan kontingen Kota Bogor dalam Porprov Jabar membawa harapan besar bagi masyarakat. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.

“Keberhasilan adalah buah perjuangan bersama. Junjung tinggi sportivitas, hormati lawan, patuhi aturan, dan hargai keputusan perangkat pertandingan. Raih kemenangan secara terhormat dan jaga nama baik Kota Bogor di mana pun berada,” tegasnya.

Apel pelepasan ditutup dengan penyerahan bendera kontingen Kota Bogor oleh Dedie Rachim kepada Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Baca juga: Kebakaran Ruko di Surya Kencana Bogor, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

Jenal Mutaqin yang juga Wakil Wali Kota Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bogor untuk mendoakan dan memberikan dukungan kepada kontingen yang akan berlaga dalam ajang Porprov Jabar.

Ia juga menyerukan semangat “Bogor 100 Menyala Terus” sebagai upaya menyatukan tekad, memaksimalkan potensi, dan memperkuat kekompakan seluruh anggota kontingen.

“Kita berjuang bersama untuk prestasi terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kita berjuang bersama meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama Kota Bogor di ajang Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026, nasional maupun internasional,” ujar Jenal dalam apel pelepasan kontingen di Plaza Balai Kota Bogor.

Ia menambahkan, kontingen Kota Bogor siap berlaga pada 54 cabang olahraga yang mencakup 543 nomor pertandingan. Kekuatan kontingen terdiri atas 565 atlet dan 152 pelatih yang telah terverifikasi.

Menurutnya, apel pelepasan kontingen menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, membangun ikatan emosional, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat juang para atlet sebelum menghadapi pertandingan.

Momentum tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, rasa memiliki, dan fanatisme positif masyarakat terhadap kontingen Kota Bogor yang akan berjuang membawa nama daerah.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern

Published

on

By

Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern
The Dusty Rusty saat konser mini album Platipus di Kanca Coffee, Kota Bogor, Sabtu, 24 Oktober 2026 malam. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Grup retro-pop muda asal Bogor, The Dusty Rusty, kembali memperkenalkan dirinya melalui mini album Platipus yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. Setelah sebelumnya hanya merilis beberapa single lepas, Platipus menjadi babak baru bagi kwartet yang beranggotakan Denrobay (Vokal Gitar) Kuray (Gitar), Cupla (Bass), Russel (Drums) tersebut di sirkuit musik lokal.

Menyajikan lima nomor yang lekat pengaruh musik pop era 1950-1960an, band yang mengambil namanya dari film animasi Cars ini mencoba untuk menghadirkan suguhan musik yang tetap terasa relevan dengan pelbagai singgahan spektrum penulisan lirik khas anak muda yang terasa lugas, tanpa banyak permainan kata.

“Kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan, hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami,” ujar Cupla dalam keterangannya dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.

Dari sisi musikal, The Dusty Rusty menggabungkan musik pop retro, rock ‘n’ roll, hingga rockabilly era 1950an dengan pendekatan modern. Pengaruh dari album-album awal The Beatles, seperti Please Please Me dan A Hard Day s Night, turut pula membentuk warna musikal yang mereka usung di mini album Platipus.

“Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming, setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio,” tambah Cupla.

Baca juga: B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung

Menggandeng Shena Ariyandi sebagai produser, blue print dari beberapa materi di Platipus sendiri telah ditulis sejak 2025 dan terselesaikan sepanjang kwartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik dengan bantuan Boy Mulyadi di balik piranti rekaman.

“Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga, karena tiap personal punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, terlebih kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop,” terang Robay.

Saat ditanya lebih jauh mengenai konsep musikal Platipus, Robay menjelaskan bahwa tidak ada pendekatan spesifik yang dilakukan oleh The Dusty Rusty demi menjaring pendengar baru, mereka tetap teguh mengemas materi dengan konsep musik yang mudah dicerna.

Namun, jika didengarkan secara berurutan, kelima track di Platipus membentuk satu narasi utuh tentang perjalanan emosi seorang laki-laki muda-mulai dari cinta yang tak terbalas, memori tentang sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, hingga pengalaman memasuki fase coming of age. Selayak mamalia semiakuatik Platipus yang memiliki beragam keunikan pada kesatuan tubuhnya.

“Kami tidak berusaha mengejar tren, yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami,” tambah Kuray.

Baca juga: BKPSDM Kota Bogor Proses Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Terkait Kasus CPNS

Bagi The Dusty Rusty, Platipus serupa deklarasi, bahwa musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadankan dengan pendekatan modern yang jujur.

“Platipus merupakan bentuk eksplorasi yang berani dari kami sebagai satu kesatuan di The Dusty Rusty, keberanian menjadi diri sendiri, serta simbol bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan ekspektasi orang lain,” tutup Russel.

Platipus bukanlah garis akhir, ini merupakan titik awal dari perjalanan panjang The Dusty Rusty yang terus tumbuh bersama pendengarnya. Sebagai langkah lanjutan, grup yang terbentuk di Gunung Putri ini showcase peluncuran Platipus yang diselenggarakan pada Agustus serta gelaran tur yang dijadwalkan menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer