Serba Serbi
Tips Agar Ketupat Tidak Cepat Basi Ala Pakar IPB University
KlikBogor – Hari raya Idulfitri adalah momen yang sangat dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai ajang silaturahmi dan maaf-memaafkan, Lebaran juga identik dengan berbagai makanan yang lezat dan nikmat. Salah satu makanan yang tak terpisahkan dari Lebaran adalah ketupat.
Ketupat adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun kelapa atau daun lainnya. Proses pembuatan yang unik dan khas membuat ketupat menjadi makanan yang sangat istimewa. Ketupat biasanya disajikan bersama dengan berbagai hidangan lainnya, seperti gulai, rendang, dan opor ayam.
Agar ketupat lebih enak, tahan lama, dan tidak cepat basi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahannya. Menukil dari ipb.ac.id, Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Profesor Sugiyono membagi tipsnya.
Profesor Sugiyono menuturkan, jenis beras yang digunakan sangat menentukan tekstur ketupat. Jika menggunakan beras pera, tekstur ketupat akan lebih keras. Dengan beras pulen membuat tekstur ketupat lebih lunak.
“Tekstur ketupat juga dipengaruhi oleh banyaknya beras yang dimasukkan dalam cangkang ketupat. Semakin banyak beras yang digunakan, maka tekstur ketupat akan lebih keras,” ujarnya.
Pada umumnya, ketupat yang teksturnya keras, akan lebih tahan lama dibandingkan dengan ketupat yang teksturnya lunak.
“Agar ketupat tidak cepat basi, sebaiknya gunakan jenis beras pera yang sudah disosoh (beras putih atau beras giling) dan bersih dari dedak atau bekatul. Oleh karena itu, beras yang akan digunakan dalam pembuatan ketupat perlu dicuci bersih dan direndam air sebelum dimasukkan dalam cangkang ketupat,” jelasnya.
Kemudian, jenis daun yang umum digunakan untuk membungkus ketupat adalah daun muda pohon kelapa atau biasa disebut janur. Di daerah tertentu, memakai daun lontar atau daun pandan.
Profesor Sugiyono memaparkan, hal yang menjadi penting sebaiknya gunakan jenis daun yang masih muda dan lentur, tidak mudah sobek atau patah, sehingga dapat membungkus dan melindungi ketupat dengan baik.
Selanjutnya, kata Profesor Sugiono, teknik pembuatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pembuatan ketupat agar lebih awet adalah dengan menambahkan air kapur sirih pada beras sebelum dimasukkan dalam cangkang ketupat.
“Air kapur sirih membuat ketupat lebih keras teksturnya dan lebih awet. Secara tradisional, cara ini sudah dilakukan oleh sebagian masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah matang ketupat hendaknya segera ditiriskan dan diangin-anginkan sehingga seluruh permukaannya menjadi cepat kering sebelum ketupat disimpan.
“Jangan membiarkan ketupat dingin dalam air rebusan yang membuat ketupat berair atau basah. Hal ini membuat ketupat cepat basi,” pesannya.
Menurut Profesor Sugiyono, cara paling mudah dan praktis dalam menyimpan ketupat agar tidak cepat basi adalah dimasukkan dalam kulkas. Ketupat yang disimpan di kulkas dapat bertahan selama 7-9 hari dan teksturnya akan menjadi keras.
“Ketupat yang disimpan dalam kulkas dapat dikonsumsi kembali dengan cara dikukus. Dengan cara dikukus, tekstur ketupat menjadi lunak kembali,” jelasnya.
Selain dimasukkan ke dalam kulkas, teknik vakum atau metode lain, seperti pemanasan bisa saja dilakukan untuk mengawetkan ketupat. Akan tetapi, Profesor Sugiyono menyebut, teknik semacam ini belum ada bukti secara ilmiah. Selain itu, cara pengawetan ini dinilai tidak mudah dan tidak praktis dilakukan di rumah tangga.
(ary/hrs)
Serba Serbi
PLTS Atap Pertama dan Terbesar di Bogor Raya Beroperasi
KlikBogor – Pemanfaatan energi terbarukan terus dikembangkan di Kota Bogor. Mall Botani Square dan Hotel Santika Bogor kini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kedua proyek PLTS tersebut diresmikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Proyek PLTS Atap Mall Botani Square merupakan yang pertama dan terbesar di kawasan Bogor Raya. PLTS ini memiliki kapasitas 1,27 Mega Watt Peak (MWp) dengan jumlah panel surya sebanyak 2.056 unit (PV modul 620 Wp).
Keberadaannya mampu mengurangi emisi karbon hingga 1.213.322 kilogram CO₂ per tahun atau setara dengan penanaman 48.533 pohon per tahun.
Sementara proyek PLTS Hotel Santika Bogor memiliki kapasitas 37,2 kilo Watt Peak (kWp) dengan jumlah panel sebanyak 60 unit dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 35.735 kilogram CO₂ per tahun atau setara dengan penanaman 1.429 pohon per tahun, sebagaimana dijelaskan Komisaris PT Arga Surya Energy, Liana Setiawan.
Wali Kota Bogor mengatakan bahwa proyek tersebut sebagai langkah luar biasa dalam implementasi energi baru dan terbarukan yang patut mendapatkan apresiasi.
Dengan kapasitas gabungan sebesar 1,3 MWp, proyek ini dapat mengurangi beban pasokan listrik dari PLN, terutama yang masih bersumber dari pembangkit berbahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon pencemar udara.
“Melalui konsep ini, harapannya ke depan dapat segera terwujud Bogor sebagai green city. Ini merupakan langkah bersama antara Pemerintah Kota Bogor dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Kota Bogor sebagai kota hijau,” ujarnya dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Dedie Rachim pun mengaku merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya PLTS atap pertama di Kota Bogor dengan daya yang cukup besar.
Ia berharap penerapan PLTS di Mall Botani Square dapat menjadi contoh dan diikuti oleh pemerintah maupun pusat perbelanjaan lainnya di Kota Bogor.
Ia juga menegaskan, pentingnya sosialisasi dan edukasi dari PLN untuk mendorong pemanfaatan energi surya secara lebih luas.
Menurutnya, PLTS merupakan alternatif energi yang paling memungkinkan diterapkan mengingat Indonesia memiliki paparan sinar matahari sepanjang tahun.
Dedie Rachim bilang jika seluruh pihak memiliki kesadaran akan hal tersebut, maka ketergantungan terhadap energi fosil dan bahan bakar impor dapat dikurangi secara signifikan.
Penerapan PLTS di Mall Botani Square juga dinilai akan semakin optimal apabila diimbangi dengan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga menjadikannya sebagai salah satu green corporation.
“Ini menjadi tantangan bersama. Pengangkutan sampah Kota Bogor ke Galuga masih didominasi oleh sisa makanan. Jika dapat diurai sejak dari sumbernya atau hulu, maka suplai sampah ke hilir bisa dikurangi,” katanya.
“Jika Mall Botani Square mampu menerapkannya, maka akan menjadi lengkap sebagai green building sekaligus korporasi yang mendukung Indonesia hijau,” imbuh Dedie Rachim.
(ckl/hrs)
Serba Serbi
Sakura Iftar, Berbuka Puasa Nuansa Jepang di Aki no Koen Bogor
KlikBogor – Bulan suci Ramadan 1447 H terasa semakin istimewa dengan hadirnya pengalaman berbuka puasa di Aki no Koen Resort, Villa, Resto & Cafe, Jalan Kawung Luwuk, Cijeruk, Bogor.
Menghadirkan program spesial bertajuk Sakura Iftar kepanjangan dari Saatnya Kuliner Ramadhan, Aki no Koen mengajak pengunjung tidak hanya menikmati menu buka puasa yang lezat, tetapi juga berkelas, berkesan, dan berbeda dari konsep iftar pada umumnya.
Mengusung konsep perpaduan kuliner Nusantara dan sentuhan Jepang, Sakura Iftar menghadirkan ragam menu buffet pilihan, mulai dari hidangan utama, takjil khas Ramadan, live cooking, aneka gorengan, hingga dessert tradisional dan modern yang disajikan dalam atmosfer resor bernuansa Jepang yang tenang dan elegan.
“Seluruh pengalaman berbuka puasa dikemas dalam suasana alam pegunungan yang sejuk dan asri, menjadikan momen iftar lebih khusyuk, hangat, dan berkesan bagi keluarga, komunitas, maupun korporasi,” ujar General Manager Aki No Koen, Imam Hanafi dikutip, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca juga: Bogor Menanam untuk Indonesia, Kolaborasi Jaga Hulu Sungai Ciliwung
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, Imam menambahkan, Aki no Koen juga menghadirkan program Early Bird dengan harga spesial Rp99.000 per pax (harga normal Rp150.000), berlaku hingga 20 Februari 2026.
Promo ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman berbuka puasa eksklusif di kawasan resor Aki no Koen.
“Kami ingin Ramadan di Aki no Koen menjadi lebih dari sekadar berbuka puasa. Ini adalah pengalaman menyatu antara kuliner, suasana, budaya, dan nilai kebersamaan. Sakura Iftar kami hadirkan sebagai simbol kehangatan, keindahan, dan keberkahan Ramadhan,” katanya.
Dengan peluncuran Sakura Iftar, Aki no Koen menegaskan posisinya sebagai destinasi hospitality yang tidak hanya menawarkan fasilitas penginapan dan kuliner, tetapi juga pengalaman tematik yang kuat, berkarakter, dan berkelas.
(ckl/hrs)
Serba Serbi
Belasan Tim Sepak Bola Kota Bogor Berlaga di Gerindra Cup
KlikBogor – Sebanyak 12 tim asal Kota Bogor ambil bagian dalam turnamen sepak bola Gerindra Cup yang digelar di lapangan GOR Bogor Selatan.
Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra dengan mengusung semangat Kompak Bergerak Berdampak.
Ketua Panitia Gerindra Cup, Irpan Effendi, mengatakan kegiatan ini digelar untuk mengajak generasi muda, khususnya di Kota Bogor lebih giat berolahraga di tengah banyaknya fasilitas olahraga yang tersedia di kecamatan.
“Kita ingin mengajak teman-teman generasi muda untuk aktif berolahraga. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” ujar Irpan kepada wartawan.
Ia mengatakan bahwa olahraga menjadi salah satu kunci penting dalam menyambut Generasi Emas 2045. Dengan jiwa dan raga yang sehat, generasi muda diharapkan memiliki pola pikir yang jernih.
“Mungkin mampu menjauhkan diri dari pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, dan hal yang memang dianggap merusak anak bangsa,” kata Irpan.
Turnamen ini dilaksanakan satu hari dimulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Setiap kecamatan mengirimkan dua tim, sehingga total terdapat 12 tim yang berlaga.
Dalam turnamen ini, para peserta memperebutkan piala tetap. Sementara Gerinda Cup secara resmi dibuka oleh Camat Bogor Selatan, Herry Cahyadi.
“Ke depan mudah-mudahan ada piala bergilir. Bahkan, insyaallah TIDAR (Tunas Indonesia Raya) ingin membuat event ini menjadi TIDAR Cup, dengan perwakilan dari setiap kelurahan,” imbuhnya.
Pihaknya juga mengharapkan kegiatan ini menjadi wadah penjaringan bakat bagi generasi muda yang memiliki talenta di bidang sepak bola.
“Mudah-mudahan TIDAR bisa jadi wadah, Gerindra Cup bisa jadi wadah, di mana dapat menjaring teman-teman yang punya talenta,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait pembinaan lanjutan bagi para pemain berbakat.
Pemilihan cabang sepak bola, lanjut Irpan, karena olahraga ini memiliki peminat yang sangat luas dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
“Sepak bola itu banyak yang suka, mulai dari kalangan bawah sampai atas menyukainya. Semua lini bisa masuk,” katanya.
Untuk batas usia peserta, panitia menetapkan maksimal 33 tahun, namun masih memberikan toleransi hingga usia 35 tahun apabila tim kekurangan pemain.
“Turnamen ini untuk umum, sebagian peserta mingkin berasal dari kader,” tutur Irpan seraya berharap pula kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi pemuda di Kota Bogor.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria1 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi3 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita7 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini11 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
