Berita
Rakernas Perpamsi 2025 Digelar di Kota Bogor, Bahas RUU BUMD hingga Persampahan di Indonesia
KlikBogor – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025. Agenda tahunan kali ini dibuka oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim pada Sabtu, 15 November 2025.
Rakernas digelar di The Mirah Hotel, Kota Bogor ini dihadiri oleh 29 dari 31 pengurus daerah Perpamsi yang mewakili provinsi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Dedie Rachim mengatakan ada beberapa materi yang dibahas dalam Rakernas Perpamsi ini salah satunya yang utama terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tengah disiapkan pemerintah pusat.
“Undang-undang BUMD nantinya akan terkait langsung dengan perusahaan-perusahaan daerah. Ini dapat menjadi informasi atau pengetahuan bagi kita semua,” jelasnya.
Dedie Rachim juga berharap Rakernas dapat berjalan lancar serta mampu menghasilkan keputusan strategis, termasuk pemilihan pengurus baru yang sah.
“Semoga berlangsung sukses, dan terpilih pengurus baru yang legitimate, baik melalui aklamasi maupun voting nanti,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Perpamsi yang telah memilih Kota Bogor sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
“Kehormatan bagi Kota Bogor dijadikan tuan rumah Rakernas Perpamsi 2025 sehingga kita punya kesempatan memperkenalkan Kota Bogor secara lebih luas kepada seluruh anggota Perpamsi,” ucapnya.
Sementara, Ketua Umum Perpamsi, Arif Wisnu Cahyono, menjelaskan bahwa Rakernas merupakan agenda rutin yang bertujuan utama mempersiapkan rencana kerja dan anggaran tahun berikutnya.
“Rakernas ini agenda tahunan, lebih ke arah mempersiapkan rencana kerja dan anggaran 2026. Setiap tahun kami mengadakan dua kali Rakernas, satu untuk persiapan tahun depan, dan satu lagi pada awal tahun terkait laporan pertanggungjawaban,” jelas Arif.
Selain itu, peserta Rakernas juga membahas sejumlah isu aktual, termasuk perkembangan pembahasan RUU BUMD dan transformasi tata kelola air minum, air limbah, serta persampahan di Indonesia.
“RUU BUMD menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan seluruh BUMD, khususnya BUMD Air Minum. Kita berharap ada kekhususan bagi PDAM, karena tidak bisa disamakan dengan BUMD lain. Fungsi pelayanan publik harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Arif mengatakan akses air minum di sejumlah daerah masih rendah sehingga pelayanan perlu diperkuat sebelum mengejar profit.
“Bogor dan Surabaya sudah tinggi cakupannya, tapi daerah lain belum. Jadi laba bukan tujuan utama, tapi pelayanan. Untuk yang cakupannya sudah tinggi, barulah PAD bisa menjadi prioritas kedua,” katanya.
Terkait pemilihan pengurus, Arif menegaskan bahwa proses tersebut tidak dilakukan dalam Rakernas, melainkan akan dilakukan pada Musyawarah Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas).
“Pemilihan tidak hari ini. Nantinya akan digelar di Surabaya pada Mapamnas ke-15,” ujarnya.
(ckl/hrs)
Berita
Kelurahan Sukasari Kembangkan Inovasi Lingkungan dan Ekonomi Warga
KlikBogor – Kelurahan Sukasari adalah salah satu wilayah di Kecamatan Bogor Timur. Dengan luas wilayah kurang lebih 48 hektar, kelurahan ini menyimpan potensi luar biasa mulai dari inovasi lingkungan, kemandirian ekonomi, hingga pelestarian industri rumahan legendaris.
Lurah Sukasari, Surya Hasan, mengatakan bahwa wilayahnya merupakan representasi dinamika Kota Bogor yang sesungguhnya.
“Untuk Kelurahan Sukasari sendiri bisa disebut sebagai ‘barometernya’ Bogor Timur. Semua dinamika urban ada di sini, mulai dari jumlah penduduk yang mencapai 12.246 jiwa, aktivitas ekonomi jasa yang tinggi, hingga tantangan sosial yang terus kami carikan solusinya secara kolaboratif,” ujar Surya dalam paparan program kerja dan potensi wilayah yang digelar di Aula Kelurahan Sukasari, Selasa 21 April 2026.
Salah satu program unggulan adalah pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan budidaya maggot.
Bekerja sama dengan Bank Sampah Siliwangi dan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Mulya Tani, Sukasari berhasil mengubah limbah domestik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti pelet ikan bernutrisi.
Surya menjelaskan bahwa inovasi pelet maggot ini mampu mempercepat siklus panen ikan lele maupun nila. Jika biasanya membutuhkan waktu dua bulan setengah, dengan pakan maggot ini, ikan sudah bisa dipanen hanya dalam waktu satu bulan setengah.
Keberhasilan ini juga diterapkan pada sistem pertanian hidroponik di wilayah Sukamulya. “Kami sudah mencoba berinovasi melalui eksperimen, ternyata dari maggot ini perkembangannya lebih cepat. Produknya pun beragam, mulai dari maggot segar, maggot kering, hingga pupuk cair yang kualitasnya lebih bagus dari pasaran,” jelasnya.
Secara geografis, Sukasari berada di lintasan utama yang menghubungkan Kota Bogor dengan kawasan wisata Bogor Selatan dan jalur Puncak atau Sukabumi.
Letak strategis ini menjadikan Sukasari sebagai pusat perdagangan yang didukung oleh keberadaan Pasar Gembrong dan Teras Sukasari Foodcourt.
Namun, fakta menarik yang belum banyak diketahui publik adalah status Sukasari sebagai pusat produksi kuliner ikonik.
Surya membeberkan bahwa banyak kudapan yang viral di area Suryakencana sebenarnya diproduksi di Sukasari, seperti Cungkring dan Sate Kulit.
Selain itu, terdapat industri rumahan sabun batangan tradisional, kerajinan sandal, hingga UMKM rajut yang masih eksis hingga saat ini.
“Sukasari itu tidak hanya Roti Unyil Venus atau Asinan Gedung Dalam. Ada banyak home industry seperti pembuatan sandal yang kualitasnya pernah kita tantang untuk membuat model branded dan hasilnya terjual banyak. Kami butuh peran jurnalis untuk membantu mempromosikan UMKM ini agar lebih ‘menggigit’ di pasaran,” tambahnya.
Di bidang sosial, Kelurahan Sukasari telah meresmikan Sentra Cipta Mandiri di lahan hibah Pemda yang diperuntukkan bagi rehabilitasi warga dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Selain itu, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, telah terbentuk Koperasi Merah Putih yang kini aktif mengelola unit usaha mulai dari penjualan air mineral hingga sembako.
Terkait infrastruktur pemukiman, meskipun 90 persen lahan di Sukasari berstatus tanah pemerintah atau sewa, pihak kelurahan terus mengupayakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Surya mengatakan, pada 2025 sebanyak 17 unit rumah telah diakomodir, dan ke depan terdapat potensi bantuan hingga 60 unit rumah bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Pengembangan kawasan wisata air juga terus digenjot melalui kolaborasi membangun jogging track bertajuk “Sukasari Riverside” di pinggiran Sungai Ciliwung.
Area ini juga dilengkapi fasilitas kolam renang anak yang diawasi ketat oleh jajaran pengurus RT setempat.
“Kami terus berupaya membangun peradaban yang lebih baik di Sukasari. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan insan pers, kami optimis potensi besar yang ada di sini bisa menjadi penggerak utama ekonomi Kota Bogor,” pungkasnya.
(rls/hrs)
Berita
3 Rumah Warga di Ranggamekar Bogor Hangus Terbakar
KlikBogor – Kebakaran melanda permukiman warga di Gang Kenari, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa, 21 April 2026. Tiga unit rumah warga hangus terbakar dalam kejadian itu.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan peristiwa ini terjadi sekira pukul 10.15 WIB.
Baca juga: DPRD Sahkan Perda Rumah Susun, Atur Hunian Vertikal Terjangkau
Berdasarkan keterangan saksi, kata Ade, kebakaran diduga bermula dari percikan api di lantai dua rumah milik salah satu warga.
“Menurut saksi kondisi listrik mati, penghuni rumah mau menyalakan wifi saat sudah nyala ada percikan api muncul di lantai dua dari kamar,” katanya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung memadamkan api. Sebanyak enam unit kendaraan pemadam dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh dikerahkan untuk memadamkan api.
Baca juga: Longsor Gerus Rumah Warga di Gunung Batu, Penghuni Mengungsi
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tiga unit rumah warga mengalami kerusakan akibat terbakar.
“Yang terdampak 3 rumah 6 KK 17 jiwa. Total kerugian sekitar Rp300 juta. Tidak ada korban jiwa,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Pemkot Pastikan Penataan di Bogor Barat Terus Berlanjut
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memastikan penataan wilayah di Kecamatan Bogor Barat terus berlanjut. Hal ini disampaikannya usai memimpin apel pagi di lahan eks Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan dibangun Pos Pemadam Kebakaran Sektor Bogor Barat, Senin, 20 April 2026.
“Jalan KH Abdullah Bin Nuh itu merupakan area masuk Kota Bogor atau etalase Kota Bogor. Jadi saya ingin memastikan bahwa jalan ini semakin hari semakin tertata,” kata Dedie Rachim.
Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim mengecek jalur hijau, saluran air, trotoar, serta pos pemadam kebakaran.
Ia mendapati adanya saluran air yang tertutup oleh tumpukan batu di area jalur hijau yang sebelumnya ditempati oleh PKL. Beberapa lapak bekas PKL yang sudah ditertibkan beberapa waktu lalu pun kembali dibersihkan.
“Sudah kita tertibkan, kemudian keindahannya juga kita jaga dan rawat. Karena di Jalan Abdullah Bin Nuh terdapat beberapa unit kerja Pemkot Bogor, mulai dari Damkar hingga puskesmas kelurahan, yang menurut saya juga harus mendapat perhatian,” ucapnya.
Sementara itu, kantor pemadam kebakaran di Jalan Abdullah Bin Nuh saat ini akan segera dipindahkan, karena kondisinya sudah tidak layak akibat mengalami longsor di bagian depan. Tahun ini akan dilakukan perencanaan sekaligus pembangunan.
“Tahun ini perencanaan sekaligus pembangunan di atas lahan 2.000 meter persegi, sedangkan yang sekarang hanya 500 sampai 600 meter persegi,” ujarnya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
