Connect with us

Berita

Klarifikasi Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor Terkait Dugaan Pembuangan Limbah

Published

on

Klarifikasi Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor Terkait Dugaan Pembuangan Limbah
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman saat berada di Sungai Ciparigi. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Manajemen Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pembuangan limbah ke Sungai Ciparigi.

Melalui surat dengan nomor 03.007/BAC-GWC/V/2026 pada Minggu, 3 April 2026, manajemen Mal Botani Square dan Hotel Santika Bogor, menyampaikan Hak Jawab sekaligus permohonan Hak Koreksi atas pemberitaan Klikbogor.id berjudul “Sungai Ciparigi di Tegallega Diduga Tercemar Limbah dari Hotel dan Mal” tayang pada Kamis, 30 April 2026, yang berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat terhadap operasional serta komitmen kedua pihak dalam pengelolaan lingkungan.

“Pemberitaan tersebut membangun kesan seolah-olah Botani Square dan Hotel Santika merupakan penyebab pencemaran lingkungan dan banjir di wilayah Tegallega. Namun demikian, kami memandang bahwa pemberitaan dimaksud belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keberimbangan serta belum didukung oleh data teknis yang terverifikasi,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi manajemen.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada Kamis, 30 April 2026, telah dilaksanakan pertemuan klarifikasi yang dihadiri oleh Lurah Tegallega, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, perwakilan masyarakat, serta manajemen Botani Square dan Hotel Santika.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi langsung atas isu yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut tidak terbukti adanya pelanggaran yang Botani Square dan Hotel Santika Bogor lakukan.

“Perlu kami tegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat hasil uji laboratorium, kajian teknis, maupun pernyataan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan Botani Square maupun Hotel Santika sebagai penyebab pencemaran ataupun banjir,” imbuhnya.

Lebih lanjut, manajemen menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
A. Botani Square
1. Tidak pernah menerima teguran, baik lisan maupun tertulis, terkait pembuangan limbah cair ke Sungai Ciparigi maupun permintaan dokumen hasil uji laboratorium;

2. Tidak melakukan pembuangan limbah cair ke Sungai Ciparigi. Saluran yang ada merupakan saluran air hujan (storm water drainage) yang terpisah dari sistem limbah.

3. Seluruh limbah cair dikelola melalui Sewage Treatment Plant (STP) sesuai ketentuan yang berlaku;

4. Memiliki izin lengkap berupa IPLC STP 1 No. 658.31-0002-IPLC Tahun 2018 dan STP 2 No. 658.31-0003-IPLC Tahun 2018, dengan kewajiban pengujian laboratorium untuk memastikan pemenuhan baku mutu;

5. Pengujian dilakukan secara rutin setiap bulan dengan hasil yang memenuhi standar baku mutu lingkungan;

6. Pelaporan dilaksanakan secara berkala kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor;

7. Proyek perluasan kapasitas STP 1 telah dilengkapi Persetujuan Teknis (Pertek) No. 600.1.16.2/296-PPLKPI tanggal 27 Maret 2025;

8. Secara aktif menjalankan program tanggung jawab sosial, termasuk pembangunan fasilitas sanitasi bagi masyarakat sekitar.

B. Hotel Santika
1. Tidak pernah menerima teguran tertulis mengenai pembuangan limbah cair dan permintaan dokumen hasil uji laboratorium.;

2. Memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) yang masih berlaku, berdasarkan Surat No. 600.1.16.2/1112-PPLKPI Tahun 2023;

3. Limbah cair dikelola melalui Sewage Treatment Plant (STP) sebelum dibuang sesuai ketentuan izin;

4. Pengujian laboratorium dilakukan secara rutin dan menunjukkan hasil yang memenuhi baku mutu sesuai ketentuan Permen LHK No. P.68/MenLHK/Setjen/Kum.1/8/2016;

5. Hasil pengujian dilaporkan secara berkala kepada Dinas Lingkungan Hidup;

6. Operasional dilaksanakan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi serta berada dalam pengawasan instansi berwenang.

C. Klarifikasi Lapangan
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa pipa milik Botani Square yang dipersoalkan merupakan saluran air hujan, bukan saluran limbah cair.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sayembara Logo Hari Jadi Bogor 544 Diikuti 117 Peserta

Published

on

By

Sayembara Logo Hari Jadi Bogor 544 Diikuti 117 Peserta
Filosofi logo Hari Jadi Bogor 544. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Sebanyak 117 peserta mengikuti Sayembara Desain Logo dan Visual Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Sayembara logo HJB 544 mengangkat tema Bogor Nanjeur yang mempresentasikan tentang Bogor Maju dan Berkembang.

Dalam sayembara ini kriteria desain logo harus mencerminkan nilai historis pajajaran, semangat HJB, ke 544 dan identitas visual sunda yang kuat namun relevan untuk era modern.

Seluruh hasil karya peserta yang masuk telah selesai melalui proses penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari desainer grafis, peneliti desain dan Pembina Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Bandung, Bima Nurin Aulan dan Ketua Reka Bogor, Georgian Marcello.

Ketua Panitia HJB ke-544, Iceu Pujiati mengatakan, dari seluruh tahapan proses sayembara yang telah dilalui saat ini sudah pada tahap pengumuman pemenang.

Ia pun mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan hasil karya.

“Para juri telah melaksanakan penilaian dan sudah ada pemenangnya. Apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Bogor yang sangat antusias mengikuti sayembara ini. Apresiasi sebesar besarnya untuk para peserta,” ujarnya.

Dari tahapan proses penjurian total peserta 117 dengan 50 peserta di antaranya berasal dari Kota Bogor. Sisanya, 67 peserta dari luar Kota Bogor.

Dari hasil penelitian karya original 47, AI detected 70 dan selanjutnya setelah mengikuti tahapan penjurian pada Jumat (1 Mei 2026), dipilih satu pemenang.

Juri Sayembara Desainer grafis, peneliti desain dan Pembina ADGI Bandung, Bima Nurin Aulan mengatakan bahwa proses penilaian dilakukan dengan melihat logo yang sesuai syarat dan kriteria.

Hal tersebut dimulai dari tampilan yang menarik, keterbacaan logo, kesesuaian dengan tema dan juga kemudahan implementasi logo.

“Pemenangnya ini unggulnya dari kesesuain dengan tema dan dari visualnya menarik dan kalau kita lihat dari peserta lain logo ini paling lengkap brandingnya bisa dipakai untuk semua kalangan,” ucapnya.

Bima berbagi pandangannya dari sudut pandang profesional, mengenai proses perancangan dan pedoman penggunaan logo sebagai identitas visual perayaan kota yang baik, sesuai dengan standar profesional, sehingga kedepannya ekosistem desainer grafis di Bogor bisa berkembang dan diapresiasi dengan baik.

“Untuk itu harapan logo yang menjadi pemenang ini bisa menjadi indikasi masyarakat Kota Bogor ikut partisipasi dalam perayaan HJB dan logo ini bisa digunakan untuk merayakan bersama-sama dan diterima warga Bogor,” ucapnya.

Ketua Reka Bogor, Georgian Marcello yang juga dewan juri menyampaikan dengan adanya sayembara ini membuktikan partisipasi masyarakat sangat tinggi.

“Bisa dilihat pesertanya 117. Pemenang ini menurut saya logonya bagus representatif banget sama warga Bogor. Semoga dengan partisipasi ini bisa juga menggerakan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Pemenang sayembara ini adalah Muhamad Ilham Akbar yang bertempat tinggal di Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Logo yang dibuat Ilham, menggunakan pendekatan fluid ribboning atau pita yang mengalir, untuk membentuk tipografi angka 544 secara tersembunyi atau gestalt.

Gaya visual ini dinamis, modern dan saling berkesinambungan merepresentasikan sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang terus bergerak secara progresif tanpa meninggalkan akar budaya Sunda yang kaya.

Logo karya Ilham juga memiliki interpretasi bentuk kujang yang merupakan pusaka kebanggaan Sunda yang melambangkan ketajaman pikiran, pertumbuhan ekologi yang asri dan pelestarian warisan budaya.

Bentuk dan struktur tarikan garis yang dinamis dan membentuk angka 5 yang melambangkan aliran air kota hujan. Representasi flesksibilitas, wawasan luas dan inovasi cerdas menuju Bogor Maju.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Kader PKK Bantu Data Pelanggan Perumda Tirta Pakuan 

Published

on

By

Kader PKK Bantu Data Pelanggan Perumda Tirta Pakuan 
TP PKK Kota Bogor bersama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan sensus pelanggan tahap II. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor bersama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan sensus pelanggan tahap II.

Penandatanganan MoU dilakukan Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, bersama Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Layanan dan Bisnis Perumda Tirta Pakuan dengan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Bogor.

Yantie Rachim mengatakan, penandatanganan kerja sama merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Perumda Tirta Pakuan dan TP PKK Kota Bogor dalam mendukung pencapaian target pendataan pelanggan secara akurat dan komprehensif.

“Kerja sama ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pelayanan publik dan gerakan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. PKK Kota Bogor senantiasa bersemangat mendukung Pemerintah Kota Bogor menjadi lebih baik, dan para kader dapat mewujudkannya melalui kegiatan ini,” ujar Yantie Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis, 30 April 2026.

Melalui kerja sama tersebut, kader PKK, khususnya kader dasawisma, akan berperan aktif membantu proses pengumpulan data di tingkat keluarga.

Dengan jangkauan kader yang langsung menyentuh masyarakat hingga tingkat rumah tangga, proses pendataan diharapkan berjalan lebih efektif, valid, dan menyeluruh.

Selain mendukung program Perumda Tirta Pakuan, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran kader PKK sebagai mitra pembangunan daerah.

Tidak hanya menjalankan fungsi sosial, kader PKK juga didorong menjadi agen perubahan yang memiliki kapasitas dalam pendataan, komunikasi sosial, serta pemanfaatan data untuk perencanaan program.

“Kami meyakini kolaborasi ini semakin memperkuat peran kader dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK di tengah masyarakat, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dengan mitra pembangunan dapat memberikan dampak berkelanjutan,” kata Yantie Rachim.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berjalan dan berkembang, sehingga TP PKK semakin kokoh sebagai mitra strategis pembangunan berbasis data, dengan setiap langkah yang dilakukan lebih terukur, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menyampaikan bahwa kader PKK merupakan pahlawan keluarga yang selama ini terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Bogor, salah satunya melalui penguatan sektor keluarga.

“Dalam memberikan pelayanan, Perumda Tirta Pakuan memiliki kesamaan dengan PKK Kota Bogor, yakni sama-sama bersentuhan langsung dengan keluarga. Karena itu, kami menilai kolaborasi ini menjadi langkah yang baik agar program yang dijalankan dapat berjalan beriringan,” ujar Rino.

Melalui kerja sama ini, lanjut Rino, kedua pihak juga dapat bersama-sama meningkatkan perhatian terhadap kualitas air dan kualitas lingkungan, sekaligus memperkuat hubungan dengan keluarga dan masyarakat demi mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang nyaman untuk dihuni.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

450 Prajurit Yonif 315 Jaga Perbatasan Indonesia–Papua Nugini

Published

on

By

450 Prajurit Yonif 315 Jaga Perbatasan Indonesia–Papua Nugini
Pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) di Yonif 315/Garuda, Sabtu, 2 Mei 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Sebanyak 450 prajurit Yonif 315/Garuda bertolak menuju perbatasan Indonesia–Papua Nugini untuk menjalankan tugas mulia menjaga kedaulatan negara.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyaksikan upacara pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) di Yonif 315/Garuda, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Jenal Mutaqin berpesan agar para prajurit Yonif tetap menjaga kondisi fisik maupun mental selama bertugas di perbatasan.

“Selamat bertugas. Tetap bawa nama baik Indonesia di mana pun berada. Laksanakan tugas dengan penuh kebanggaan,” kata Jenal.

Baca juga: Pelajar Kota Bogor Tampilkan Kreativitas dan Serbuaktif di Hardiknas 2026 

Sebanyak 450 prajurit akan melaksanakan tugas selama satu tahun untuk menjaga perbatasan negara secara mobile. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga melaksanakan pembinaan teritorial.

Pembinaan tersebut dilakukan melalui program ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam upacara pemberangkatan, Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Thomas Rajunio, memberikan arahan kepada seluruh prajurit yang akan bertugas.

“Penugasan ini adalah sebuah kehormatan. Tidak semua prajurit mendapat kesempatan untuk mengemban tugas operasi. Karena itu, laksanakan dengan penuh kebanggaan, keberanian, dan rasa tanggung jawab, namun tetap berhati-hati dalam melaksanakan tugas,” ujar Brigjen Thomas.

Baca juga: Yonif 315/Grd Gelar Penjemputan Calon Komandan di Balai Kota Bogor

Kepada seluruh personel Satgas Yonif 315/Garuda yang diberangkatkan, Danrem meminta agar mereka memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

“Jadikan itu sebagai pedoman dalam setiap langkah pelaksanaan tugas. Jaga disiplin, loyalitas, dan kehormatan prajurit. Tunjukkan bahwa prajurit Garuda dan Siliwangi adalah petarung yang profesional,” tegasnya.

Danrem juga berpesan agar para prajurit tidak lengah dan tidak ceroboh. Ia meminta seluruh personel untuk tidak meremehkan situasi di lapangan, sekecil apa pun.

“Tidak ada prajurit hebat yang berjuang sendiri,” ujarnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer