Advertorial
Balkot Ramadan Festival 2026, UMKM dan Layanan Publik Hadir di Balai Kota
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim secara resmi membuka kegiatan Balkot Ramadan Festival 2026 yang berlangsung di Halaman Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, 12-14 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menghadirkan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.
Selain menghadirkan bazar UMKM, Balkot Ramadan Festival juga menyediakan berbagai layanan publik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung di satu lokasi yang meliputi penukaran uang, pemeriksaan kesehatan gratis, perpanjangan SIM, pembuatan, pembaharuan dan perpanjangan Paspor, KTP serta KIA, hingga pembayaran zakat, pajak, dan PDAM.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan Pemkot Bogor yang tidak hanya mendorong perputaran ekonomi masyarakat, tetapi juga memudahkan warga dalam mengakses berbagai layanan publik.
“Hari ini sebagaimana tradisi di Kota Bogor kita membuka kesempatan kepada seluruh UMKM yang terdaftar dan yang ada di Kota Bogor untuk ikut dalam ramadan festival,” ujar Dedie Rachim, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan sekaligus berbelanja kebutuhan menjelang Idulfitri.
“Ini kesempatan untuk masyarakat untuk memanfaatkan bazar Ramadan ini sebagai sarana menyelesaikan permasalahan layanan. Di sisi lain, karena kita sudah menghadapi Idulfitri, masyarakat juga bisa berbelanja kebutuhan untuk Idulfitri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor, Dewi Sondari Denny, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Balkot Ramadan Festival diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus mendorong peningkatan transaksi UMKM.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini jumlah tenant memang dibatasi, karena melalui proses kurasi, namun layanan publik yang tersedia justru semakin diperbanyak.
“Tahun ini kita mengkurasi tenant dan hanya ada 63, tetapi layanan publik meningkat. Jadi diharapkan layanan publik ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan mudah, karena semuanya terintegrasi di sini,” jelasnya.
Ia mengajak masyarakat Kota Bogor untuk meramaikan kegiatan Balkot Ramadan Festival yang digelar selama tiga hari tersebut dan memanfaatkan segala layanan yang diberikan serta turut meningkatkan ekonomi kreatif UMKM Kota Bogor.
“Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan Balkot Ramadan festival ini, harapannya transaksinya lebih tinggi dari tahun kemarin ya,” katanya.
63 Tenant UMKM Ramaikan Balkot Ramadan Festival 2026. Berbagai macam produk ditawarkan oleh para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan Balkot Ramadan Festival 2026. Mulai dari produk kerajinan tangan, jajanan tradisional, makanan ringan untuk takjil dan makanan berat, hingga gebyar sembako murah dan sayur-mayur.
Usai membuka acara, Dedie Rachim menyempatkan untuk mengelilingi tiap-tiap tenant dan memborong produk-produk makanan yang dijual oleh para pelaku UMKM.
“Alhamdulillah ini tradisi yang pemerintah daerah Kota Bogor lakukan setiap tahun meliputi memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berjualan di sekitaran,” ujar Dedie Rachim.
Ia mengatakan bahwa salah satu tenant yang paling diminati oleh masyarakat adalah penukaran uang baru. Banyak masyarakat yang mengantre dari pagi hari untuk bisa menukarkan uang baru sebagai kebutuhan mereka di hari Idulfitri.
“Banyak masyarakat antre dari jam 2 pagi ya. Jadi saya minta ke BJB untuk laksanakan layanan, karena masyarakat sudah antre dari pagi. Ini kan kebutuhan ya, kalau kebutuhannya banyak tentu harus dilayani,” katanya. (***)
Advertorial
Rakercab Pramuka Kota Bogor 2026 Momentum Transformasi
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kota Bogor Tahun 2026 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan diawali dengan pelantikan badan kelengkapan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor.
Dalam sambutannya, Dedie Rachim yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bogor berharap Rakercab menjadi momentum transformasi bagi Gerakan Pramuka agar semakin maju, profesional, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar dana hibah yang diterima Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor digunakan sesuai perencanaan, transparan dan akuntabel.

Pada kesempatan itu ia menyinggung kebijakan pembatasan penggunaan gadget bagi anak di bawah usia 16 tahun dapat menjadi peluang bagi Gerakan Pramuka untuk merekrut lebih banyak pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.
“Gerakan Pramuka bisa menjadi kegiatan alternatif bagi anak-anak yang mungkin kurang berminat di bidang olahraga. Dengan informasi yang tepat kepada orang tua, diharapkan semakin banyak anak yang tertarik mengikuti kegiatan kepramukaan,” kata Dedie Rachim.
Ia juga menyampaikan adanya Basarnas membentuk Satuan Karya SAR (Saka SAR). Untuk itu, ia meminta BPBD dan Dinas Pendidikan Kota Bogor berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk merekrut anggota Pramuka maupun pelajar yang berminat mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Kwartir Daerah Jawa Barat, Baim Setiawan yang mewakili Ketua Kwarda Jawa Barat menegaskan agar program kerja Kwarcab selaras dengan program pembangunan Pemerintah Kota Bogor.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan Rakercab bertujuan membahas dan menetapkan program kerja Kwarcab Tahun 2026 serta merumuskan rekomendasi program kerja tahun 2027.
Menurutnya, program yang disusun harus berorientasi pada manfaat nyata bagi anggota muda Gerakan Pramuka maupun masyarakat Kota Bogor secara luas. (***)
Advertorial
Kota Bogor Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih 2026, Ketua DPRD Adityawarman Adil: Ini Hasil Kolaborasi Nyata
KlikBogor – Kota Bogor kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam bidang pengelolaan lingkungan. Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menghadiri langsung prosesi penyambutan penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup RI berupa Sertifikat Menuju Kota Bersih Tahun 2026 yang berlangsung di Plaza Balaikota Bogor, Rabu 25 Februari 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut sebelumnya diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta.
Kedatangan rombongan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Denny Mulyadi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Denni Wismanto, disambut antusias oleh pasukan kuning dan jajaran perangkat daerah Pemkot Bogor di Jalan Ir. H. Juanda No. 10.
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini. Menurutnya, predikat “Menuju Kota Bersih” merupakan cerminan dari sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga.
“Alhamdulillah, saya menyambut baik capaian Kota Bogor yang meraih penghargaan Menuju Kota Bersih. Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi refleksi kerja keras dan kolaborasi semua elemen masyarakat bersama Pemerintah Daerah,” ujar Adityawarman.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan lingkungan yang dicanangkan eksekutif. Adityawarman menilai, menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman adalah investasi jangka panjang bagi warga Bogor.
“Sebagai Ketua DPRD Kota Bogor, saya mendukung penuh program-program yang digagas oleh Wali Kota Bogor untuk menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adityawarman mengingatkan bahwa penghargaan ini jangan sampai membuat semua pihak berpuas diri. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap kebersihan kota di setiap lapisan masyarakat.
“Kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan semata, tetapi milik kita semua warga Bogor,” tegas politisi PKS tersebut.
Ia berharap apresiasi dari pemerintah pusat ini menjadi bahan motivasi untuk memperkuat perilaku peduli lingkungan demi generasi mendatang.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup RI, penilaian kinerja dilakukan terhadap kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan klasifikasi yang ketat. Tahun ini, Kota Bogor berhasil masuk dalam jajaran elit 35 kabupaten/kota yang meraih sertifikat Menuju Kota Bersih.
Sebagai informasi, dari total penilaian nasional, terdapat 253 kabupaten/kota yang masuk kategori pembinaan, dan 132 kabupaten/kota masih dalam kategori pengawasan.
Keberhasilan Kota Bogor menembus kategori tertinggi ini menunjukkan komitmen serius daerah dalam mengelola limbah dan menjaga sanitasi perkotaan. (***)
Advertorial
Kota Bogor Sabet Predikat Kota Menuju Bersih
KlikBogor – Kota Bogor kembali menorehkan prestasi. Kali ini, berhasil menyabet predikat Kota Menuju Bersih dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Wilayah ini menjadi salah satu dari 12 kota se-Indonesia yang meraih predikat serupa.
Penghargaan predikat Kota Menuju Bersih diterima langsung Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rabu (25/2/2026).
Rakornas ini bertujuan untuk mendorong akselerasi percepatan penyelesaian sampah secara masif dari hulu ke hilir. Mengusung tema ‘Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)’, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan darurat sampah di Indonesia sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.
Selain itu, dalam rakornas ini juga penyerahan penghargaan kinerja pengelolaan sampah kepada Kabupaten/Kota. Dalam momentum ini, Kota Bogor berhasil meraih Predikat Kota Menuju Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Dedie Rachim menuturkan bahwa Kota Bogor masuk kategori Kota Menuju Bersih bersama 12 Kota dan 22 Kabupaten se-Indonesia. Perubahan kategori pada Kota/Kabupaten Bersih atau Kotor Tahun 2026 disiapkan dalam rangka persiapan penilaian sejenis Adipura pada tahun berikutnya.
“Namun demikian, penilaian ini hampir setara dengan Piala Adipura yang sudah kita kenal sebelumnya. Hanya Kota Bogor bersama 12 Kota lain yang menerima penghargaan dari 98 Kota se-Indonesia,” ucap Dedie Rachim.
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa 34 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia yang telah meninggalkan praktik open dumping. Sementara itu, 66 persen TPA lainnya masih perlu bertransformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan, yaitu controlled landfill bahkan sanitary landfill.
Transformasi menuju controlled landfill dan sanitary landfill dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Selain mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara, sistem ini juga memungkinkan pengendalian lindi serta gas metana secara lebih aman dan terukur.

Sambut dan Doa Bersama
Usai menerima penghargaan, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto disambut oleh pasukan kuning dan jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Dalam kesempatan tersebut mereka yang hadir melaksanakan doa bersama secara khidmat atas hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2025. Doa bersama ini dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Dede Supriatna.
Dedie Rachim mengatakan bahwa hasil penilaian ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan memerlukan perjuangan serta komitmen.
“Alhamdulillah, Kota Bogor masih dianugerahi sebuah penghargaan dalam bentuk predikat Bogor Menuju Kota Bersih. Ini adalah langkah yang telah diambil dengan penuh keringat, darah, dan air mata, dan Alhamdulillah sekarang bisa berhasil,” ujarnya di Plaza Balai Kota Bogor.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa capaian ini bukanlah akhir dari pekerjaan, melainkan langkah awal menuju waste to energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Melalui PSEL ini, Kota Bogor tidak hanya melakukan penanganan di hilir melalui pengolahan sampah dari rumah tangga, perkantoran, horeka, industri, dan sektor lain yang menghasilkan timbulan sampah, tetapi juga melakukan penyiapan di hulu untuk membuang sisa hasil pemilahan yang akan dikelola melalui PSEL.
“Ini adalah pekerjaan rumah besar ke depan. Meski pekerjaan ini tidak mudah, saya sangat yakin seluruh warga Kota Bogor mendukung. Warga Kota Bogor ingin kotanya bersih. Oleh karena itu, mari kita bantu ke depan agar terus meraih penghargaan seperti ini. Kita mulai pemilahan dari rumah, kemudian kita bantu dengan TPS3R dan bank sampah,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian proses pengelolaan sampah di Kota Bogor telah melalui proses panjang dan sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Bogor dalam penanganan sampah. (***)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
