Serba Serbi
25 Tahun Chakra Jawara Melaju Bersama IVECO, Gelar T-Way Golf Day
KlikBogor – PT Chakra Jawara, yang merupakan bagian dari MahaDasha Group menggelar T-Way Golf Day 2026 di Rancamaya Golf & Country Club, Bogor, sebagai bagian dari perayaan 25 tahun perjalanan perusahaan dalam menghadirkan solusi kendaraan niaga terintegrasi di Indonesia.
Acara T-Way Golf Day menjadi ajang customer gathering yang mempertemukan manajemen, pelanggan, serta mitra strategis dalam suasana kebersamaan dan kolaborasi.
Direktur PT Chakra Jawara, Ario Wirawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan dan mitra atas kepercayaan yang telah terjalin selama seperempat abad perjalanan perusahaan.
“Selama 25 tahun terakhir, Chakra Jawara dan IVECO telah melaju bersama menghadirkan solusi truk terbaik yang terintegrasi di Indonesia. Kepercayaan pelanggan menjadi fondasi utama bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga komitmen dalam menyediakan produk dan layanan purna jual yang andal,” ujar Ario dalam sambutan pembukaan tee off, Rabu, 4 Februari 2026.
Mengusung tema “Unstoppable Drive”, T-Way Golf Day merefleksikan komitmen Chakra Jawara untuk terus bergerak maju, adaptif terhadap tantangan industri, dan konsisten mendukung performa operasional pelanggan di berbagai sektor.
GM Operation & Marketing PT Chakra Jawara, Antonius Yogi Aditya dalam kesempatan ini memaparkan perjalanan, transformasi bisnis, dan pencapaian perusahaan sejak didirikan pada 1 Desember 2000, termasuk langkah-langkah strategis yang menguatkan posisi Chakra Jawara sebagai mitra penyedia solusi transportasi yang andal.
PT Chakra Jawara memulai perjalanannya sebagai dealer resmi IVECO dan secara bertahap memperluas jaringan ke berbagai wilayah strategis mulai dari Kalimantan, Sumatera, hingga Kuala Kencana hingga akhirnya menjangkau beragam area operasional di seluruh Indonesia.
Dalam perjalanannya, perusahaan terus beradaptasi dengan dinamika industri kendaraan niaga, tidak hanya berperan sebagai dealer IVECO, tetapi juga pernah dipercaya menangani merek global lainnya seperti Western Star, Kenworth, dan ASTRA, dengan portofolio produk yang meliputi truk off-road dan on-road, termasuk IVECO 682.
“Saat ini, Chakra Jawara didukung oleh 8 kantor cabang, 20 sites support, 3 rebuild shops, dan 3 training centers yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan dukungan tim yang solid, kami terus melakukan continuous improvement dalam pengembangan produk, layanan, serta proses dan sistem kerja, demi menghadirkan kualitas dan profesionalisme yang berkelanjutan bagi pelanggan,” jelas Yogi.
Dukungan terhadap perjalanan Chakra Jawara juga ditegaskan Chief Representative Officer IVECO, Rama Widodo, yang menyoroti pentingnya kualitas sebagai fondasi utama kepuasan pelanggan di tengah tantangan industri kendaraan niaga yang semakin kompetitif.
“Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan, baik secara global maupun di Indonesia. Menghadapi kondisi tersebut, IVECO menempatkan kualitas sebagai keyakinan utama, bukan sekadar slogan,” ungkap Rama.
Memasuki 2026, Chakra Jawara berkomitmen terhadap kualitas dibangun di atas tiga pilar utama yaitu Customer Experience, Business Process, dan Culture, sebagai upaya untuk menciptakan kepercayaan yang lebih kuat dan kinerja yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa melalui kolaborasi yang solid bersama Chakra Jawara, IVECO berkomitmen untuk terus memberikan produk dan dukungan purna jual berstandar global, serta siap menghadapi tantangan industri ke depan sebagai satu tim.
Dalam kesempatan ini, PT Chakra Jawara yang berada di bawah naungan MahaDasha Group, kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan jangka panjang dengan para pelanggan dan mitra strategis.
Perusahaan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Cipta Krida Bahari, PT Sanggar Sarana Baja, PT Chitra Paratama, PT Tri Swardana Utama, dan PT Chandra Sakti Utama Leasing sebagai synergy partner atas kolaborasi yang terjalin selama ini.
Melalui penyelenggaraan T-Way Golf Day 2026, momentum perayaan 25 tahun perjalanan perusahaan diharapkan menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh ke depan, dengan semangat Unstoppable Drive dalam menghadapi tantangan dan peluang industri.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Keseruan Main Layangan di Langit Katulampa, Putus Terbang Lagi
KlikBogor – Puluhan layang-layang dengan beragam warna dan motif menarik mewarnai langit di kawasan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
Bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun turut larut dalam keseruan menerbangkan layang-layang. Saat cuaca cerah dan angin berembus cukup kencang, area persawahan tersebut menjadi tempat berkumpulnya para penghobi layangan.
Seperti yang dilakukan Acong (31), warga Sukaraja, Kabupaten Bogor. Bersama teman-temannya, ia sengaja datang untuk mengisi waktu luang dengan menerbangkan layang-layang.
“Kalau saya paling iseng gitu, setiap Sabtu kalau enggak Minggu, tanggal merah atau hari libur,” kata Acong dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca juga: Pembangunan R3 Berlanjut, Tahun Ini Tembus Katulampa Bendungan
Menurutnya, kawasan yang berada dipinggir Jalan Regional Ring Road (R3) tersebut hampir setiap hari ramai oleh pemain layangan, terutama saat musim kemarau. Aktivitas biasanya dimulai pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang azan Magrib.
“Biasanya di sini ramainya hampir tiap hari asal cuacanya bagus, angin bagus. Ramai terus,” ujarnya.
Acong mengatakan, keseruan bermain layang-layang semakin terasa saat para pemain melakukan perang layangan atau adu ketangkasan untuk memutus benang lawan.
“Perang adu biasa, iseng-iseng,” kata Acong.
Jenis layangan yang dimainkan pun beragam, mulai dari seot, sukhoi hingga jabrug. Namun, menurut Acong, layangan jenis sukhoi dan seot menjadi yang paling sering diterbangkan di kawasan tersebut.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Ia mengaku bisa merogoh kocek Rp50 ribu untuk permainan tradisional tersebut. Bahkan, Acong membawa sekitar 15 layangan untuk dimainkan bersama teman-temannya.
“Tadi bawa layangan dari rumah 15. Kalau habis, beli lagi. Kan di sini ada banyak yang jualan,” ujarnya.
Bagi para pemain, layangan yang putus dan terbawa angin bukan berarti permainan berakhir. Layangan baru segera diterbangkan kembali, hingga persediaan yang dibawa habis.
“Putus, terbang lagi, terus aja sampai habis,” tutur Acong.
Ramainya pemain layangan juga turut membawa berkah bagi para penjual yang menjajakan barang dagangannya.
(hrs/ckl)
Berita
Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
KlikBogor – Penurunan daya ingat dan kemampuan gerak kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu. Perbedaan antara perubahan akibat usia dan gejala awal penyakit neurodegeneratif dapat dipetakan melalui pola aktivitas sel saraf.
Pendekatan inilah yang dikembangkan Prof Agus Kartono, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, melalui pemodelan biofisik untuk diagnosis dan pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 20 Agustus 2026, Prof Agus menjelaskan bahwa pemodelan biofisik dikembangkan untuk memahami perubahan pola aktivitas listrik sel saraf sekaligus membantu menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.
Ketertarikannya berawal dari meningkatnya penelitian mengenai Parkinson dan Alzheimer. Saat membahas hasil penelitian bersama mahasiswa S2 dalam sebuah seminar, ia semakin menyadari bahwa kedua penyakit tersebut ternyata cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Dari seminar tersebut, salah satu moderator menyampaikan bahwa ibunya terkena Alzheimer. Kemudian audiens lain mengatakan mama dan neneknya juga mengalami hal serupa. Dari situ saya melihat bahwa penyakit ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita,” ujar Prof Agus dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Menurutnya, salah satu tantangan penting adalah membedakan perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pertambahan usia dengan gangguan neurodegeneratif. Pemodelan biofisik kemudian digunakan untuk menyimulasikan aktivitas sel saraf dan melihat pola rangsangan yang terjadi.
Simulasi juga dapat digunakan untuk menguji pola pemberian obat Parkinson, khususnya Levodopa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pemberian 125 mg sebanyak empat kali sehari mampu menghasilkan pola aktivitas saraf yang mendekati kondisi normal.
Sebaliknya, pemberian dosis lebih besar dalam frekuensi yang lebih sedikit dapat menghasilkan perubahan frekuensi aktivitas saraf yang lebih jauh dari kondisi normal.
“Yang bagus itu dosisnya kecil-kecil tetapi kontinu, supaya obatnya selalu ada di dalam tubuh untuk menggantikan jembatan antara dua sel saraf tadi,” jelas Prof Agus.
Selain terapi obat, pemodelan juga dikembangkan untuk menyimulasikan imunoterapi. Pada Parkinson, pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan pemulihan pola aktivitas listrik sel saraf melalui modulasi sistem imun.
Sementara pada Alzheimer, pemodelan digunakan untuk memahami interaksi obat dengan plak amiloid-beta yang menghambat komunikasi antarsel saraf.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
Prof Agus juga melihat peluang pemodelan biofisik untuk mendukung diagnosis lebih dini. Ke depan, data dari perangkat medis seperti Deep Brain Stimulation (DBS) akan dibandingkan dengan hasil simulasi untuk melihat apakah pola aktivitas saraf tertentu dapat menjadi indikator awal Parkinson atau Alzheimer.
“Ini masih berkembang. Kami baru serius sekitar dua sampai tiga tahun untuk Parkinson. Berikutnya, kami akan mencoba menggabungkan data dari DBS yang ada di rumah sakit dengan simulasi yang kami kembangkan,” katanya.
Menurut Prof Agus, pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan untuk penyakit diabetes. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemodelan biofisik ke penyakit neurodegeneratif.
Ia menegaskan, pemodelan biofisik bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menyediakan informasi ilmiah yang dapat membantu pengambilan keputusan medis secara lebih terukur.
Dengan pengembangan dan validasi data klinis lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang diagnosis yang lebih dini sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi bagi pasien Parkinson dan Alzheimer.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Warga RW 08 Kencana Tumpah Ruah Rayakan HUT ke-81 RI
KlikBogor – Ratusan warga tumpah ruah dalam kegembiraan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di RW 08 Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu, 23 Agustus 2026.
Beragam lomba diselenggarakan warga, mulai dari sepeda hias untuk anak-anak, kostum menarik, hingga jalan sehat warga.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyempatkan hadir dalam keceriaan warga tersebut. Ia mengatakan, kesiapannya untuk datang kembali ke wilayah tersebut.
“Semoga kedatangan saya ini bukan yang pertama dan terakhir. Warga RW 08 bisa mengundang saya lagi di kegiatan lainnya yang lebih meriah,” kata Jenal.
Baca juga: Meriahkan HUT RI, Politisi Demokrat Subhan Gelar Lomba Rakyat
Jenal memaparkan bahwa permasalahan di Kota Bogor sangat kompleks. Mulai dari permasalahan infrastruktur, kemacetan, dan penataan kota.
Untuk itu, ia meminta partisipasi masyarakat untuk membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam upaya membenahi kota.
“Di sini apa, perbaikan jalan, saluran air, atau perbaikan taman. Sampaikan melalui RW lalu ke Pak Camat atau ke Pak dewan. Tentu kami sebagai pemimpin juga memohon doanya dari warga RW 08,” ujarnya.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Ribuan Warga Ikuti Jamuan Rakyat di Istana Bogor
Sementara itu, Ketua RW 08 Kelurahan Kencana, Anang Handoyo mengatakan bahwa perayaan HUT kemerdekaan rutin diadakan warga. Tujuannya jelas untuk mempererat kekompakan dan silaturahmi antarwarga.
“Juga untuk mendorong masyarakat dalam membantu program Pemerintah Kota Bogor,” singkatnya menambahkan.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Rafita's Cake-Rasakoe Resmikan Outlet Kolaborasi UMKM "One Stop Shopping"