Connect with us

Berita

WFH ASN Kota Bogor Berlaku 10 April dan Pangkas BBM hingga 50 Persen

Published

on

WFH ASN Kota Bogor Berlaku 10 April dan Pangkas BBM hingga 50 Persen
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan pihaknya mulai memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 10 April 2026.

Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, Pemkot Bogor mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penyesuaian mekanisme kerja pegawai dalam rangka efisiensi anggaran dan penghematan energi di lingkungan Pemkot Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa SE tersebut telah dikonsultasikan dengan DPRD untuk memastikan kebijakan WFH di Kota Bogor selaras dengan kebijakan nasional.

“Jadi Pemkot akan menetapkan WFH setiap hari Jumat, berlaku mulai 10 April 2026 sesuai ketentuan yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat,” ujar Dedie Rachim dikutip Senin, 6 April 2026.

Meski demikian, lanjut Dedie Rachim, tidak seluruh unit kerja dapat melaksanakan WFH, karena terdapat unit layanan yang harus tetap memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kemudian, terkait absensi dan pengawasan, Dedie Rachim menjelaskan bahwa hal tersebut telah diatur secara rinci dalam kebijakan yang dikeluarkan.

“Dalam konteks efisiensi energi, saya menginstruksikan seluruh ASN Kota Bogor untuk mulai melakukan penghematan, terutama penggunaan bahan bakar kendaraan dinas serta listrik dan air di kantor masing-masing. Untuk kendaraan dinas, saya sudah meminta BKAD melakukan pemangkasan alokasi anggaran BBM hingga 50 persen,” imbuhnya.

Ia menambahkan, perangkat daerah didorong untuk menggunakan kendaraan listrik, kendaraan roda dua yang lebih hemat bahan bakar, maupun transportasi umum.

“Jadi kebijakan ini diharapkan dapat mendukung langkah pemerintah pusat dalam efisiensi energi melalui kebijakan di daerah,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Yang Muda yang Berprestasi di Musrenbang Kota Bogor

Published

on

By

Yang Muda yang Berprestasi di Musrenbang Kota Bogor
Musrenbang RKPD Kota Bogor 2027 menghadirkan sesi afirmasi atas raihan prestasi yakni “Yang Muda yang Berprestasi” sebagai bagian dari representasi generasi muda. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) telah menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Acara yang digelar di IPB International Convention Center (IPB ICC) pada Rabu, 8 April 2026 ini dihadiri Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim beserta jajaran pimpinan daerah tetangga seperti Kabupaten Bogor dan Gubernur Jawa Barat secara online.

Pada Musrenbang RKPD 2027 mengusung tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Unggul, Infrastruktur Berkualitas, dan Inovasi untuk Bogor yang Maju dan Sejahtera”.

Musrenbang tahun ini tidak hanya membahas perencanaan pembangunan, tetapi juga menghadirkan sesi khusus bagi generasi muda dengan untuk berpartisipasi dalam musyawarah pembangunan dengan menghadirkan sesi afirmasi atas raihan prestasi yakni “Yang Muda yang Berprestasi” sebagai bagian dari representasi generasi muda.

Sesi ini memberikan ruang aspirasi, dan kontribusi serta penghargaan kepada generasi muda Kota Bogor yang telah menorehkan prestasi tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan sumber daya manusia daerah yang inovatif, partisipatif dan berbasiskan digital.

Salah satu penerima penghargaan generasi berprestasi, yang mendapat sorotan adalah siswa bernama Yuana Mutiara Zahra dari MAN IC Serpong dan Adli Firlian Ilmi dari SMAN 3 Kota Bogor.

Yuana berhasil diterima oleh lebih 11 perguruan negeri terbaik di seluruh dunia, khususnya di Rusia hingga Hongkong. Sedangkan Adli berhasil meraih 3 prestasi internasional dalam bidang esai untuk perdamaian di Tokyo Jepang, diplomasi internasional di Thailand, serta aksi perubahan iklim di Filipina yang membanggakan.

Prestasi ini menjadikan bukti konkret hadirnya generasi muda Bogor dalam bidang inovasi dan prestasi global.

Apresiasi datang dari Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang dalam sambutannya mengatakan bahwa Musrenbang merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mendengar dan mengakui kontribusi seluruh golongan masyarakat, khususnya generasi muda berprestasi untuk memberikan usulan terhadap penyusunan RKPD 2027 dan RAPBD mendatang.

Berdasarkan usulan generasi muda bahwa peningkatan kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur jalan dan drainase, pengembangan transportasi publik, peningkatan fasilitas kesehatan menjadi usulan yang disampaikan.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong inovasi melalui Bogor Innovation Award sebagai salah satu program unggulan bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam prestasi dan inovasi terkemuka.

Guru Besar Pengembangan Perencanaan Wilayah dari IPB University Prof. Ernan Rustiadi menyampaikan “Kami akademisi dan birokrat ingin memastikan bahwa suara dan aksi generasi muda benar-benar terakomodasi dalam penyusunan RKPD. Sesi muda berprestasi ini adalah bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam memberi ruang dan apresiasi bagi pemuda berprestasi seperti Yuana Zahra dan Adli Firlian Ilmi.”

“Prestasi internasional yang diraih menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar Bogor untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam transformasi Indonesia,” imbuh Prof Ernan dikutip Jumat, 10 April 2026.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik hal ini dengan mendukung penuh Musrenbang Kota Bogor yang menghadirkan unsur dan elemen partisipasi generasi muda.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dalam berbagai tingkatan, institusi pendidikan, dan generasi muda, Kota Bogor menjalankan visi-misi pemerintah Prabowo dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada transformasi digital di tahun 2027.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Permudah Akses Warga, TNI Bangun Jembatan di Harjasari

Published

on

By

Permudah Akses Warga, TNI Bangun Jembatan di Harjasari
Peletakan batu pertama jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis, 9 April 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Komando Resor Militer (Korem) 061/Suryakancana dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0606/Kota Bogor kembali membangun akses jembatan untuk warga sebagai tindak lanjut atas program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pembangunan jembatan ini merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat infrastruktur dasar, terutama di wilayah yang membutuhkan akses yang lebih baik. Selain itu, pembangunan ini juga untuk mempercepat konektivitas di wilayah pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau.

Kali ini, jembatan yang dinamai Perintis Garuda tersebut dibangun di atas aliran Sungai Mekarsari, Kampung Mekarsari RT02 RW04, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan.

Jembatan tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat sekitar, tidak hanya untuk menunjang kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai akses menuju fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.

Dengan dibangunnya jembatan tersebut, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih baik. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan tersebut, pada Kamis, 9 April 2026.

“Jembatan ini cukup penting dan strategis bagi warga, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas menuju tempat ibadah dan fasilitas pendidikan. Kami Pemerintah Kota Bogor menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang terus bersinergi hadir di tengah masyarakat,” kata Jenal Mutaqin.

Ia menambahkan, jembatan tersebut memang perlu segera dibangun, karena kondisi sebelumnya hanya berupa sasak bambu dengan lantai yang sudah rapuh.

“Sehingga, mudah-mudahan jembatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0606/Kota Bogor, Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, menjelaskan bahwa jembatan di Harjasari merupakan jembatan kedua yang dibangun melalui program Perintis Garuda, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Mulyaharja.

“Di Kota Bogor, Insyaallah setiap bulan kami menargetkan pembangunan satu jembatan. Kami bekerja sama dengan Pemkot Bogor untuk menjangkau titik-titik yang belum tersentuh,” jelasnya.

Pengerjaan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan dengan melibatkan masyarakat dan dengan anggaran sekitar Rp187 juta.

“Kami berharap masyarakat dapat turut merawat jembatan ini,” tutup Gan Gan.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Kerja Sama Berlanjut, Kementan Borong Benih Padi IPB Senilai Rp250 Miliar

Published

on

By

Kerja Sama Berlanjut, Kementan Borong Benih Padi IPB Senilai Rp250 Miliar
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Rektor IPB, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kementerian Pertanian (Kementan) melanjutkan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk meningkatkan produksi pangan nasional khususnya komoditas padi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPB selama ini dalam menghadirkan inovasi pertanian.

“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor IPB, Bapak Wali Amanat, para guru besar. Ini luar biasa, banyak inovasi baru,” ujar Amran di Gedung Science Techno Park (STP) Kota Bogor, Kamis, 9 April 2026.

Ia menegaskan bahwa kerja sama antara Kementan dan IPB bukanlah hal baru, melainkan telah berjalan panjang sejak 10 tahun lalu.

Salah satu capaian penting dari kolaborasi ini adalah pengembangan benih padi unggul IPB 3S beserta turunannya yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

“Produktivitasnya 9 sampai 11 ton per hektare. Produksi rata-rata nasional 5,5 hingga 6 ton,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap inovasi tersebut, Kementan langsung melakukan pembelian benih padi senilai Rp250 miliar dari IPB.

“Ini kita langsung transaksi beli nilainya Rp250 miliar. Inilah bentuk penghargaan pemerintah terhadap para peneliti kita seluruh Indonesia,” tegas Amran.

Ia menambahkan, langkah serupa juga dilakukan terhadap perguruan tinggi lain seperti Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Andalas.

“Kita beli produk-produk yang bisa memberikan nilai tambah sektor pertanian,” imbuh Amran.

Selain padi, Kementan juga tengah merancang pengembangan komoditas strategis lain seperti bawang putih, tapioka, hingga kopi. Khusus untuk bawang putih, pemerintah mendorong inovasi untuk mempercepat masa dormansi yang saat ini mencapai enam bulan.

“Kita minta kalau bisa maksimal dua bulan, bahkan satu bulan. Ini juga bisa mendorong produksi nasional nanti,” katanya.

Amran optimistis IPB mampu memenuhi kebutuhan benih padi nasional dalam kerja sama lanjutan ini, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui inovasi berbasis riset.

“Insyaallah IPB sanggup memenuhi kebutuhan tahun ini dengan nilai Rp250 miliar untuk bibit padi,” ucapnya.

Amran menandaskan, ke depan kerja sama tidak lagi berhenti pada tahap riset atau uji coba, tetapi langsung masuk ke tahap implementasi skala besar.

“Ini banyak kerja sama kita lakukan dan langsung kita tindak lanjuti, bukan lagi skala percobaan, tapi sudah skala besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, mengatakan bahwa kerja sama dengan Kementan telah berjalan sejak 2015 dimulai dengan benih padi unggul IPB 3S. Namun yang cukup masif dalam beberapa tahun terakhir adalah benih padi unggul IPB 9G

“Tapi dalam beberapa tahun terakhir yang cukup masif IPB 9G dengan tahun lalu bisa memenuhi sekitar 4.000 ton dan tahun ini kita sepakati 12.500 ton. Tapi Pak Menteri minta lebih banyak lagi,” kata Alim.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer