Connect with us

Berita

Usai Bupati Bogor, Wamendagri Pastikan Mitigasi Bencana Banjir di Bojongkulur

Published

on

Usai Bupati Bogor, Wamendagri Pastikan Mitigasi Bencana Banjir di Bojongkulur
Wamendagri Bima Arya Sugiarto didampingi Camat Gunung Putri, Kurnia Indra mengunjungi lokasi banjir di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Selasa, 11 Maret 2025. Kunjungan Wamendagri untuk memastikan mitigasi bencana banjir di wilayah tersebut berjalan dengan baik. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Usai Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan kesiapan posko bencana banjir di Villa Nusa Indah 2, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengunjungi lokasi banjir untuk memastikan mitigasi berjalan dengan baik, Selasa, 11 Maret 2025.

Sebelumnya atau Senin, 10 Maret 2025, Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor beserta jajarannya meninjau posko bencana Bojongkulur untuk memastikan pasokan logistik aman untuk masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto langsung mengunjungi posko dapur umum bencana yang berada di aula kantor desa. Dalam kunjungannya, ia juga memastikan pasokan logistik terus berjalan untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir.

Sementara itu, Wamendagri, Bima Arya Sugiarto menjelaskan tujuan kunjungannya untuk memastikan mitigasi menghadapi cuaca ekstrim 10 hari ke depan.

Ia mengatakan bahwa wilayah ini adalah salah satu contoh daerah langganan banjir. Di sini juga memiliki sistem mitigasi yang matang, yang berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C).

“Jadi untuk jangka pendek, mereka sudah memiliki sistem informasi dan mitigasi. Yang menurut saya layak untuk ditiru daerah lain. Ada informasi yang dikelola melalui CCTV, melalui jalur sosmed dan lain-lain dari komunikasi,” jelas Bima Arya.

Kemudian, lanjut Bima Arya, sistem evakuasi dengan ada penanda-penanda untuk evakuasi. Mengingat 10 sampai 20 Maret ke depan berdasarkan proyeksi BMKG curah hujan masih sangat tinggi.

Disisi lain, pemerintah saat ini sedang melakukan operasi modifikasi cuaca. “Tapi bagaimanapun juga sangat mungkin ada tetap curah hujan yang lolos dan kemudian menimbulkan banjir,” katanya.

Bima Arya mengingatkan kepada semua kepala daerah untuk bersiap memastikan sistem mitigasi berjalan dengan baik terutama di daerah rawan bencana banjir. Selain itu memastikan warga tidak berada di lokasi ketika curah hujan sangat tinggi.

“Saya mengapresiasi Pak Camat, Kepala Pelaksana BPBD, Pak Kepala Desa dan komunitas di sini, karena sudah sangat matang untuk melakukan mitigasi,” tutur Wamendagri.

Camat Gunung Putri, Kurnia Indra menyampaikan seusai arahan Bupati Bogor, pihaknya ditugaskan untuk mendampingi Wamendagri beserta Dirjen.

Ia juga menjelaskan, kunjungan ini untuk memastikan penanganan pasca banjir berjalan dengan baik dari mitigasi, antisipasi dan sebagainya.

“Kemudian juga memastikan untuk antisipasi cuaca ekstrim susulan, memastikan seperti apa mitigasi yang dilaksanakan, dan memastikan posko wilayah ini berjalan,” tandasnya.

(ags/dho)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Published

on

By

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Lurah Baranangsiang, Palahudin (kanan) saat pemaparan potensi wilayah di kantor Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Baranangsiang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bogor Timur, yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kota Bogor.

Letak geografis ini menjadikannya simpul penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Kelurahan ini dikenal memiliki sejumlah potensi unggulan, khususnya di sektor ekonomi dan transportasi. Keberadaan Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang yang terintegrasi dengan akses Tol Jagorawi menjadikan wilayah ini sebagai pusat pergerakan orang dan barang yang sangat strategis.

Sementara denyut ekonomi Baranangsiang terasa dari kawasan ini yang dipenuhi restoran dan kafe menjadikan magnet yang menarik bagi wisatawan dari luar kota.

Baca juga: Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Lurah Baranangsiang, Palahudin, menyampaikan bahwa wilayahnya bukan sekadar jalur perlintasan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di Kota Bogor.

“Baranangsiang bukan hanya sekadar perlintasan, tapi pusat pertumbuhan. Kami memiliki perpaduan antara kawasan hunian yang teratur, pusat komersial, dan sektor pendidikan yang kuat. Semua ini menjadi modal besar bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Palahudin, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan hunian elite seperti Baranangsiang Indah yang berdampingan dengan area komersial serta pusat pendidikan seperti Universitas Pakuan, menciptakan ekosistem wilayah yang lengkap dan dinamis.

Palahudin juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding

Salah satu buktinya adalah prestasi RW05 Baranangsiang Indah yang berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam kategori Pemukiman Teratur pada ajang Bogorku Bersih 2024.

Tak hanya itu, kontribusi aktif masyarakat juga turut mendukung keberhasilan Kota Bogor dalam meraih Piala Adipura, melalui sinergi kebersihan yang terjaga di setiap lingkungan RW.

Di sisi lain, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Bahkan, RW09 terpilih mewakili Kota Bogor di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan berbagai inovasi seperti pelatihan hidroponik dan peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Ruko Mess Karyawan Katering di Kota Bogor Terbakar

Published

on

By

Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran ruko di Jalan Durian Raya, Kota Bogor. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Sebuah ruko di Jalan Durian Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Jumat, 17 April 2026.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.08 WIB dan dilaporkan seorang karyawan katering.

Saat kejadian, imbuh Ade, ruko yang digunakan gudang atau mess karyawan katering tersebut dalam kondisi kosong. Ia menduga sumber api berasal dari lantai dua bangunan tersebut.

“Sumber api berasal dari lantai dua ruko, ruko dalam keadaan kosong karena hanya digunakan sebagai gudang atau mess karyawan catering,” katanya.

Baca juga: Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian langsung berjibaku memadamkan api. Pemadaman api melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran.

“Situasi akhir berhasil dipadamkan. Lama pemadaman 20 menit,” ujarnya.

Ade memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juga hingga Rp50juta.

Sementara ini untuk penyebab kebakaran belum diketahui, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian

Published

on

By

Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian
Tim SAR gabungan tengah mengevakuasi korban hanyut di Sungai Ciliwung, Rabu, 15 April 2026. Dok. BPBD Kabupaten Bogor.

KlikBogor – Lansia laki-laki berinisial US (77), yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Ciliwung di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan.

Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu, 15 April 2026 siang atau hari kelima pencarian dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: Lansia 77 Tahun di Cilebut Timur Diduga Hanyut, SAR Lakukan Pencarian

Katim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menjelaskan korban ditemukan sejauh 21 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.

“Korban sudah ditemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak 21 km dalam keadaan meninggal dunia,” kata Andi, Kamis, 16 April 2026.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Ia menambahkan, jasad korban saat ditemukan dalam posisi terlentang terlilit jala di pinggir Sungai Ciliwung dekat perumahan Taman Anyelir 3.

Setelah dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk dilakukan pemulasaraan.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer