Connect with us

Berita

Petani di Leuwisadeng Dapat Segudang Bantuan

Published

on

Petani di Leuwisadeng Dapat Segudang Bantuan
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengoperasikan mesin perontok padi di Kecamatan Leuwisadeng, Kamis, 7 Mei 2025.

KlikBogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto didampingi Wakilnya, Jaro Ade menyerahkan pelbagai bantuan alat dan sarana prasarana pertanian kepada kelompok tani di Kecamatan Leuwisadeng.

Kegiatan ini bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam memperkuat sektor pertanian melalui dukungan nyata kepada pelaku usaha tani Kabupaten Bogor.

Bantuan ini meliputi alat-alat pendukung mekanisasi, seperti hand traktor, power thresher, mobil bengkel keliling pertanian, benih padi unggul, pupuk cair hayati, serta sarana irigasi perpipaan dan pembangunan greenhouse.

Adapun bantuan alat pertanian terdiri dari traktor roda dua 42 unit, power thresher 4 unit, hand sprayer 17 unit, pompa air 8 unit, cultivator 17 unit.

Rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani 5 unit, irigasi perpipaan 4 unit, parit usaha tani 3 unit, jalan usaha tani 6 unit, greenhouse 2 unit.

Kemudian, bantuan benih padi unggul 109,9 ton untuk lahan seluas 4.398 hektare dan pupuk hayati cair 159.047 liter.

Rudy Susmanto mengatakan bantuan ini merupakan bentuk konkret dukungan pemerintah kepada para petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan.

“Hari ini kita tidak hanya melaksanakan panen raya, tapi juga memastikan petani kita mendapat dukungan alat dan sarana yang dibutuhkan agar produksi pertanian meningkat,” ujarnya.

“Ini bagian dari upaya bersama agar sektor pertanian kita lebih maju dan modern,” ujar Bupati Bogor menambahkan, Kamis, 8 April 2025.

Sementara, Kepala Distanhorbun, Entis Sutisna, menuturkan dengan jumlah penduduk lebih dari 5,6 juta, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan daerah.

Selain itu memberikan kontribusi yang sangat besar dalam peningkatan pendapatan pertanian yang berdampak kepada meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Bogor dalam mempercepat modernisasi pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.

Camat Leuwisadeng, Rudi Mulyana, menambahkan wilayahnya memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 816 hektare dari total 3.400 hektare.

Saat ini, di Leuwisadeng sendiri terdapat 51 kelompok tani aktif dengan jumlah petani yang mencapai 1.844 orang.

Dengan penyaluran bantuan ini diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat, petani semakin sejahtera, dan ketahanan pangan daerah dapat tercapai secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur, khususnya di Desa Sibanteng, sawah masih terjaga dengan baik. Produksi yang biasanya sekitar 5 ton per hektare kini bisa mencapai 8 ton,” katanya.

Ia menekankan hal tersebut tak lepas dari dukungan para penyuluh pertanian dan bantuan dari Bupati Bogor dan Pemkab Bogor.

Penyerahan bantuan disaksikan oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dinas terkait, serta perwakilan kelompok tani.

(ags/dho)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk

Published

on

By

Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
Petugas tengah melakukan penanganan tembok rumah ambruk di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan. Dok. BPBD Kota Bogor.

KlikBogor – Satu unit rumah warga di Kampung Cipaku Skip, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami kerusakan akibat tembok bagian kamar tidur dan ruang tengah ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekira pukul 23.30 WIB.

Namun, laporan baru diterima oleh petugas pada Senin, 20 April 2026 sekira pukul 09.10 WIB. Warga sekitar melaporkan via media sosial.

Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya

Ambruknya tembok rumah warga ini diduga akibat kondisi bangunan telah lapuk ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

“Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tembok rumah sudah lapuk,” katanya, Senin, 20 April 2026.

Ia menambahkan, kejadian ini berdampak pada rumah yang ditempati oleh empat jiwa terdiri satu keluarga. Kerusakan tembok terjadi di dua titik, yakni bagian kamar tidur dan ruang tengah.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Petugas BPBD yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen terhadap rumah yang terdampak. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat.

Selain itu, Disperumkin Kota Bogor juga terlibat dalam penanganan ini. Hasil penilaian di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak hunian sementara atau Huntara.

‘Saat ini assessment sudah selesai dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya

Published

on

By

Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ilustrasi telepon seluler. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Pernah menerima telepon misterius yang tiba-tiba terputus tanpa suara? Waspada, bisa jadi itu bagian dari modus penipuan digital terbaru. Fenomena “call hening” kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.

Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini. Ia menegaskan, prinsip utama yang harus dipegang adalah abaikan dan jangan telpon balik.

“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” kata Heru dikutip Minggu, 19 April 2026.

Fenomena call atau telepon hening sendiri diidentifikasi sebagai bagian dari social engineering atau scam yang tengah meningkat. Panggilan ini biasanya tidak bersuara atau terputus setelah beberapa detik.

Tujuannya beragam, mulai dari mengecek apakah nomor aktif, memancing korban untuk melakukan call back, hingga mengumpulkan data untuk serangan lanjutan.

Menurut Heru, risiko dari panggilan ini tidak bisa dianggap sepele. Nomor korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan, diarahkan ke skema lanjutan seperti one time password (OTP) dan phishing, hingga terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.

Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan masyarakat agar tidak mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan.

Jika memang penting, biasanya penelepon akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat. Ia juga menekankan agar tidak pernah melakukan call back.

“Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait’,” imbuh Heru.

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk perlindungan tambahan. Misalnya menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dapat membantu mengidentifikasi nomor spam, memblokir otomatis, serta memberi label panggilan mencurigakan.

Ia juga menyarankan untuk mengaktifkan fitur bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers.

“Apabila panggilan terlanjur terangkat, hindari menjawab ‘ya’ karena suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan,” sarannya.

Edukasi keluarga juga menjadi langkah penting, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang rentan menjadi target penipuan. Mereka diimbau untuk tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap ancaman melalui telepon.

Di tingkat yang lebih luas, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat, peran operator dalam memfilter pola panggilan mencurigakan, serta kolaborasi lintas pihak untuk membangun basis data spam nasional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kewaspadaan sederhana dari masyarakat dapat menjadi pertahanan utama dalam menghadapi kejahatan digital yang semakin berkembang.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

JPO di MA Salmun dan Underpass Kebon Pedes Diajukan

Published

on

By

JPO di MA Salmun dan Underpass Kebon Pedes Diajukan
Perlintasan sebidang di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Penataan perlintasan kereta api sebidang di Kota Bogor, khususnya di kawasan MA Salmun dan Kebon Pedes menjadi salah satu pembahasan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, pada Jumat, 17 April 2026.

Untuk perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun, Dedie Rachim mendorong percepatan penutupan perlintasan sebidang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, ia meminta Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Kota Bogor menyiapkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) agar mobilitas masyarakat tetap terfasilitasi dengan aman.

Baca juga: IPB University Libatkan Mahasiswa Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Sementara itu, untuk perlintasan sebidang di Jalan Kebon Pedes, rencana penanganan akan dilakukan melalui pembangunan underpass. Namun demikian, sebelumnya pernah diajukan permohonan penutupan perlintasan tersebut yang belum dapat direalisasikan, karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Pada tahap awal, pembangunan underpass Kebon Pedes akan diprioritaskan melalui proses pembebasan lahan atau bidang terdampak sebagai langkah awal pelaksanaan proyek.

Baca juga: DPRD Dorong Penyehatan Keuangan RSUD Kota Bogor

Dedie Rachim menegaskan bahwa penataan perlintasan sebidang ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta mendukung kelancaran mobilitas warga di Kota Bogor.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer