Connect with us

Berita

Perumda PPJ Kota Bogor Mudahkan Pedagang Punya Kios

Published

on

Perumda PPJ Permudah Pedagang di Pasar Jambu Dua-Gembrong Sukasari
Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya tengah mengecek kios di Pasar Gembrong Sukasari. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mendukung keberlangsungan usaha pedagang di pasar tradisional yang dikelolanya.

Perumda PPJ kembali memberikan solusi bagi pedagang yang mengalami kesulitan dalam membeli kios dan los di pasar dengan melalui skema pembiayaan oleh Bank BRI.

Dirut Perumda PPJ, Jenal Abidin, mengatakan kemudahan yang akan diberikan oleh Bank BRI kali ini menyasar para pedagang yang tidak bisa atau tidak lolos difasilitasi oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nantinya, mereka bisa dibuatkan skema pembiayaan oleh bank tersebut.

“Misalnya mereka akan DP 10 atau 20 persen ke investor, itu bisa dilakukan dengan pencicilan selama tiga bulan sampai ke akad,” kata Jenal kepada awak media dikutip, Senin, 25 Agustus 2025.

Disamping itu, imbuh Jenal, terdapat skema pembayaran yang terbagi dua dengan jumlah cicilan dan tempo yang berbeda. Semisal, ia mencontohkan harga kios Rp100 juta dengan pembayaran dibagi dua.

“Pertama cicilan Rp50 juta selama tiga tahun. Lalu yang setengahnya lagi dijadikan hutang. Setelah yang pertama selesai baru masuk yang tahap kedua dengan jumlah angsuran yang lebih murah namun temponya lebih lama,” jelasnya.

Untuk itu, Jenal mengatakan masyarakat terutama pedagang yang akan membeli kios atau los untuk tidak khawatir. “Kami akan mencarikan alternatif skema pembayaran yang memudahkan para pedagang,” tandasnya.

Micro Business Head Area Manager BRI Jakarta 2, Setyo Agung Yulianto, memastikan pihaknya bakal memberikan skema pembayaran yang memudahkan dan sesuai dengan kemampuan para pedagang. Sebab, pihaknya mengedepankan kepentingan pedagang supaya memiliki kios sehingga bisa berdagang setiap hari.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pembongkaran Plaza Bogor-Pasar Bogor Ditargetkan Rampung Juli 2026

Published

on

By

Pembongkaran Plaza Bogor-Pasar Bogor Ditargetkan Rampung Juli 2026
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau proses pembongkaran gedung Plaza Bogor, Rabu, 22 April 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Pembongkaran gedung Plaza Bogor dan Pasar Bogor terus dikebut. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai angka 80 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2026 mendatang.

“Dari catatan sampai 80 persen. Masih 20 persen lagi sampai dengan bulan Juli. Tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin ditemui di kawasan Jalan Suryakencana, Rabu, 22 April 2026.

Ia menambahkan, jika pembongkaran rampung hingga pondasi gedung akan melangkah ke tahap berikutnya yaitu beauty contest atau seleksi mitra pembangunan.

Rencananya, seleksi akan dibuka pada tahun ini juga untuk menjaring pihak yang akan membangun eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor tersebut.

Baca juga: Progres Renovasi Pasar Merdeka Kota Bogor Capai 65 Persen

Dedie Rachim memaparkan, tempat parkir menjadi prioritas utama dalam pembangunan baru nanti. Penyediaan fasilitas parkir ini untuk mendukung keberadaan Kebun Raya Bogor.

“Kita prioritaskan untuk pembangunan tempat parkir, terutama dukungan kita kepada keberadaan Kebun Raya. Jadi itu prioritas pertama,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Bogor Siapkan KUR BJB Rp12 Miliar untuk PKL Naik Kelas

Selain area parkir, pembangunan akan dilakukan secara bertahap untuk fasilitas penunjang lain, seperti pasar bersih, convention hall, dan pasar suvenir.

“Penunjang yang lain nanti akan bertahap, bisa ada pasar bersih, convention hall, kemudian pasar suvernir dan lain sebagainya,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Parkir di Jalan Suryakencana Beralih ke Sisi Kanan Diuji Coba

Published

on

By

Parkir di Jalan Suryakencana Beralih ke Sisi Kanan Diuji Coba
Dishub Kota Bogor melakukan uji coba pemindahan parkir kendaraan dari sisi kiri ke sisi kanan jalur lalu lintas di kawasan Jalan Suryakencana. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan uji coba pemindahan posisi parkir di kawasan Jalan Suryakencana.

Pemindahan posisi parkir dari sisi kiri ke sisi kanan jalur lalu lintas ini mulai diujicobakan pada 21 April 2026 kemarin.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, menjelaskan uji coba ini dilakukan untuk mengurai hambatan laju lalu lintas yang selama ini memicu kemacetan di kawasan tersebut.

Selain itu, pemindahan posisi parkir ini untuk memisahkan mixed traffic atau lalu lintas campuran terutama di Jalan Suryakencana.

Baca juga: JPO di MA Salmun dan Underpass Kebon Pedes Diajukan

Dody menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari persiapan BisKita Trans Pakuan pada koridor 3 yang melayani rute Bubulak–Sukasari.

“Apabila uji coba ini berhasil, kita akan uji cobakan BisKita koridor 3. Karena dengan kondisi parkir di (sisi) kiri kesulitan untuk (membangun) bus stop dan selter,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Dishub merencanakan pembangunan sekitar lima titik pemberhentian bus dan selter di Jalan Surya Kencana. Saat ini, baru tersedia dua titik, yakni di depan Vihara Dhanagun dan Gang Aut.

Uji coba ini telah dimulai dan akan dipantau secara ketat, terutama pada masa weekend (Sabtu-Minggu). Mengingat Jalan Surya Kencana merupakan pusat kuliner yang menarik wisatawan dari Jabodetabek, Dishub akan menyiagakan lebih banyak petugas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Baca juga: Semangat Keberagaman pada Puncak BSF-CGM 2026 di Jalan Suryakencana

Dody mengatakan, tidak ada batasan waktu tertentu untuk masa uji coba ini. Jika hasilnya memberikan dampak positif, maka pemindahan posisi parkir ini akan dipermanenkan.

Masyarakat juga diimbau untuk memberikan saran dan masukan terkait implementasi kebijakan baru ini demi kenyamanan bersama.

“Kami tidak menutup untuk masyarakat Kota Bogor memberikan saran dan masukan terkait kebijakan ini,” ucapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Tata Taman Heulang, Pemkot Bogor Siapkan Kawasan Kuliner

Published

on

By

Tata Taman Heulang, Pemkot Bogor Siapkan Kawasan Kuliner
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (kanan) saat melaksanakan korve di kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 21 April 2026 pagi. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Ikhtiar menjaga wajah kota tetap tertata dan nyaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan korve di kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal.

Diawali dengan apel di depan Mako Satpol PP Kota Bogor, korve dipimpin oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim melakukan penertiban bekas lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menduduki jalur hijau, drainase, serta akses warga.

Kepada para PKL yang berjualan, Dedie Rachim juga melakukan sosialisasi terkait rencana penataan kawasan Taman Heulang.

“Rencana ke depan, kita akan membuat sebuah area khusus kuliner yang lokasinya di Jalan Kasintu. Ini merupakan aspirasi masyarakat sekitar Taman Heulang yang terganggu akibat aktivitas PKL. Kemudian, hal ini didiskusikan dengan Pemkot Bogor dan diputuskan bersama warga serta wilayah untuk membuat spot kuliner Kasintu,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Dedie Rachim menjelaskan, pembangunan spot kuliner tersebut akan dilaksanakan oleh Disperumkim Kota Bogor pada tahun ini.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan Pemkot Bogor akan terus konsisten melakukan penataan di berbagai wilayah di Kota Bogor.

“Karena harapan masyarakat tinggi, ingin wilayahnya asri, aman, sehat, resik, dan indah,” imbuhnya.

Dalam korve ini, ia juga menemukan sambungan listrik yang digunakan oleh para PKL di lokasi berbahaya. Meteran listrik dipasang di dinding saluran air dan juga di bawah pohon, yang berpotensi membahayakan.

Dedie Rachim pun langsung berkoordinasi dengan PLN untuk dilakukan pemutusan sambungan listrik tersebut.

“Jadi, biang keladinya di antaranya adalah sambungan listrik ilegal. Selama sambungan listrik ilegal masih terpasang, kita akan terus tertibkan agar pesan ini sampai bahwa Pemkot Bogor memiliki program penataan dan ketertiban, termasuk membuat spot kuliner resmi,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer