Connect with us

Berita

Insiden Pekerja Proyek Sekolah Tertimbun jadi Alarm Serius Benahi K3

Published

on

Insiden Pekerja Proyek Sekolah Tertimbun jadi Alarm Serius Benahi K3
Guru Besar IPB University, Prof Efi Yuliati Yovi. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Insiden pekerja bangunan yang meninggal dunia usai tertimbun saat menggali pondasi di SDN Gang Aut, Kota Bogor dinilai Guru Besar IPB University, Prof Efi Yuliati Yovi, sebagai puncak dari gunung es masalah keselamatan kerja di lapangan.

Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak terkait untuk membenahi sistem perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara menyeluruh.

“Permasalahan K3 sangat kompleks, dan kasus SDN Gang Aut hanya contoh kecil dari kegagalan sistemik yang lebih besar,” ungkapnya dikutip Kamis, 24 Juli 2025.

Prof Efi mengatakan bahwa kecelakaan kerja bukan sekadar kejadian tak terelakkan, bahkan jika dipicu oleh faktor alam (natural hazards).

Menurutnya, masih banyak pemikiran keliru di masyarakat yang menganggap insiden akibat hazards, baik natural maupun man-made, selalu merupakan takdir yang tidak bisa dihindari. “Padahal, jika sistem perlindungan K3 diterapkan secara benar dan menyeluruh, banyak kecelakaan yang bisa dicegah,” ucapnya.

Ia lanjut menjelaskan bahwa kecelakaan kerja terjadi ketika terdapat kegagalan berlapis dalam sistem perlindungan. Ia mencontohkan bagaimana penyebab langsung seperti anak tangga patah yang menyebabkan petugas jatuh, bisa saja berakar dari absennya perawatan rutin, lemahnya kontrol internal, hingga pengawasan yang tidak berjalan.

“Dalam pendekatan K3, kita tidak boleh berhenti hanya pada penyebab langsung. Menyalahkan pelaku atau pihak tertentu tanpa menyelidiki akar masalah hanya akan membuat tragedi serupa terulang,” katanya.

Baca juga: Pekerja Proyek Sekolah di Kota Bogor Tewas Usai Tertimbun Longsor

Ia mengkritisi pendekatan hukum yang hanya fokus pada mencari siapa yang bersalah dan menjatuhkan hukuman, tanpa ada evaluasi sistem perlindungan secara menyeluruh. Dalam pandangan K3, investigasi harus dilakukan hingga penyebab paling dasar ditemukan, sehingga sistem bisa diperbaiki dan diperkuat.

Prof Efi membagikan pengalamannya melihat langsung lemahnya penerapan K3 di lapangan. Di salah satu instansi konservasi, ia menemukan regu kerja pemotongan pohon yang tidak mengenakan alat pelindung diri, tidak memberikan peringatan kepada pengunjung, bahkan membiarkan pedagang berjualan di bawah pagar yang sudah rusak dan berpotensi roboh.

Prof Efi menegaskan bahwa perlindungan K3 adalah tanggung jawab banyak pihak, mulai dari Dinas Ketenagakerjaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, hingga masyarakat.

Untuk itu, ia mengusulkan enam strategi perbaikan, mulai dari penerapan syarat profesionalisme dalam pemilihan kontraktor, penerapan sistem manajemen K3 (SMK3), pengawasan ketat, investigasi insiden berbasis akar masalah, program pembinaan perlindungan K3 yang dilaksanakan secara konsisten, hingga penguatan komunikasi dua arah dengan pekerja dan masyarakat.

“Keberhasilan K3 bukan soal minimnya angka kecelakaan, tapi sejauh mana kita menghargai nyawa manusia. Melindungi keselamatan pekerja adalah kewajiban moral dan hak dasar pekerja yang tak bisa ditawar,” tuturnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Published

on

By

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Lurah Baranangsiang, Palahudin (kanan) saat pemaparan potensi wilayah di kantor Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Baranangsiang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bogor Timur, yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kota Bogor.

Letak geografis ini menjadikannya simpul penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Kelurahan ini dikenal memiliki sejumlah potensi unggulan, khususnya di sektor ekonomi dan transportasi. Keberadaan Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang yang terintegrasi dengan akses Tol Jagorawi menjadikan wilayah ini sebagai pusat pergerakan orang dan barang yang sangat strategis.

Sementara denyut ekonomi Baranangsiang terasa dari kawasan ini yang dipenuhi restoran dan kafe menjadikan magnet yang menarik bagi wisatawan dari luar kota.

Baca juga: Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Lurah Baranangsiang, Palahudin, menyampaikan bahwa wilayahnya bukan sekadar jalur perlintasan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di Kota Bogor.

“Baranangsiang bukan hanya sekadar perlintasan, tapi pusat pertumbuhan. Kami memiliki perpaduan antara kawasan hunian yang teratur, pusat komersial, dan sektor pendidikan yang kuat. Semua ini menjadi modal besar bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Palahudin, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan hunian elite seperti Baranangsiang Indah yang berdampingan dengan area komersial serta pusat pendidikan seperti Universitas Pakuan, menciptakan ekosistem wilayah yang lengkap dan dinamis.

Palahudin juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding

Salah satu buktinya adalah prestasi RW05 Baranangsiang Indah yang berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam kategori Pemukiman Teratur pada ajang Bogorku Bersih 2024.

Tak hanya itu, kontribusi aktif masyarakat juga turut mendukung keberhasilan Kota Bogor dalam meraih Piala Adipura, melalui sinergi kebersihan yang terjaga di setiap lingkungan RW.

Di sisi lain, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Bahkan, RW09 terpilih mewakili Kota Bogor di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan berbagai inovasi seperti pelatihan hidroponik dan peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Ruko Mess Karyawan Katering di Kota Bogor Terbakar

Published

on

By

Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran ruko di Jalan Durian Raya, Kota Bogor. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Sebuah ruko di Jalan Durian Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Jumat, 17 April 2026.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.08 WIB dan dilaporkan seorang karyawan katering.

Saat kejadian, imbuh Ade, ruko yang digunakan gudang atau mess karyawan katering tersebut dalam kondisi kosong. Ia menduga sumber api berasal dari lantai dua bangunan tersebut.

“Sumber api berasal dari lantai dua ruko, ruko dalam keadaan kosong karena hanya digunakan sebagai gudang atau mess karyawan catering,” katanya.

Baca juga: Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian langsung berjibaku memadamkan api. Pemadaman api melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran.

“Situasi akhir berhasil dipadamkan. Lama pemadaman 20 menit,” ujarnya.

Ade memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juga hingga Rp50juta.

Sementara ini untuk penyebab kebakaran belum diketahui, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian

Published

on

By

Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian
Tim SAR gabungan tengah mengevakuasi korban hanyut di Sungai Ciliwung, Rabu, 15 April 2026. Dok. BPBD Kabupaten Bogor.

KlikBogor – Lansia laki-laki berinisial US (77), yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Ciliwung di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan.

Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu, 15 April 2026 siang atau hari kelima pencarian dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: Lansia 77 Tahun di Cilebut Timur Diduga Hanyut, SAR Lakukan Pencarian

Katim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menjelaskan korban ditemukan sejauh 21 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.

“Korban sudah ditemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak 21 km dalam keadaan meninggal dunia,” kata Andi, Kamis, 16 April 2026.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Ia menambahkan, jasad korban saat ditemukan dalam posisi terlentang terlilit jala di pinggir Sungai Ciliwung dekat perumahan Taman Anyelir 3.

Setelah dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk dilakukan pemulasaraan.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer