Connect with us

Berita

Inovasi 13 Varietas Unggul Padi Tipe Baru

Published

on

Inovasi 13 Varietas Unggul Padi Tipe Baru
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Profesor Hajrial Aswidinnoor. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Berkat dari penemuan varietas unggul gandum yang menjadi tonggak revolusi hijau, para peneliti padi telah menghasilkan pula banyak varietas unggul padi dengan arsitektur yang serupa, padi arsitektur Revolusi Hijau (RH).

Pada periode akhir tahun 1970-an Indonesia mengalami lonjakan peningkatan produksi padi nasional dengan mengadopsi varietas unggul baru tersebut menggantikan varietas padi lokal yang sebelumnya banyak ditanam petani.

Varietas tipe RH ini telah berjasa besar sehingga Indonesia mengalami swasembada beras nasional tahun 1984, dan tetap berkecukupan dua-tiga dekade berikutnya.

Demikian hal itu dipaparkan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Profesor Hajrial Aswidinnoor dalam pra orasi ilmiah bertajuk Inovasi Varietas Unggul Padi Tipe Baru: Potensi dan Harapan Pengembangan secara virtual melalui zoom meeting, Kamis, 19 September 2024.

Namun, kata Profesor Hajrial, situasi berubah, bangsa Indonesia saat ini mengalami tantangan dan kendala dalam mencukupi kebutuhan beras nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dalam kurun waktu 16 tahun terakhir, rata-rata produktivitas tahunan padi melandai pada kisaran 5.0-5.3 ton GKG per hektar, dan produksi gabah nasional dalam 5 tahun terakhir berfluktuasi pada kisaran 54-55 juta ton per tahun, rawan mengalami penurunan.

Sementara itu, berdasarkan BPS, jumlah penduduk pada tahun 2024 telah meningkat lebih dari 11 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2020.

“Tahun 2023-2024 ini pemerintah harus mengimpor 2,5-3 juta ton beras,” ujar Profesor Hajrial.

Ia mengatakan, kondisi yang dihadapi adalah lahan pertanaman padi telah hampir semua ditanami varietas tipe arsitektur Revolusi Hijau (RH). Peningkatan rata-rata produktivitas nasional sudah sulit dicapai.

Sementara kebutuhan nasional terus meningkat. Bersamaan dengan itu, luas lahan pertanaman padi terus berkurang dan ancaman lain, seperti kondisi iklim ekstrem (kekeringan, kebanjiran), serta hama penyakit muncul.

Inovasi Varietas Unggul Padi Tipe Baru

Profesor Hajrial mengatakan, dari sisi teknologi varietas yang merupakan komponen hulu dalam menghela produktivitas, kebuntuan pelandaian produktivitas tersebut dapat diangkat kembali dengan dua strategi, yaitu pengembangan varietas Padi Hibrida, dan varietas Padi Tipe Baru (PTB).

“Hasil penelitian di IPB selama lebih kurang 27 tahun, tim kami telah menghasilkan inovasi 13 varietas unggul PTB, baik untuk sawah irigasi, lahan darat (gogo), maupun lahan rawa pasang surut,” paparnya.

Di antara varietas-varietas tersebut, IPB 3S menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi dibanding varietas RH ketika dibudidaya sesuai anjuran. Varietas lainnya, IPB 9G yang selain untuk lahan darat, dapat berproduksi baik pula pada lahan sawah irigasi, menunjukkan hal yang sama.

Varietas IPB 1R Dadahup, yang sesuai tujuan seleksi dan pelepasannya untuk sawah pasang surut di wilayah Kalimantan Tengah dan Selatan, mulai dikenal dan diminati di beberapa Kabupaten di wilayah tersebut. Inovasi varietas PTB lainnya yang dihasilkan adalah IPB 4S dan IPB 8G.

Ia menambahkan, pada akhir tahun 2023, IPB kembali menghasilkan inovasi varietas PTB IPB 12S, IPB 13S, IPB 14S, dan IPB 15S yang memiliki produktivitas tinggi, ketahanan yang baik terhadap hama wereng batang coklat dan penyakit blas, rendemen beras kepala mencapai 96-97 persen, serta potensi fortifikasi kandungan nutrisi Fe dan Zn tinggi.

Peningkatan Produktivitas dari Padi Tipe Baru

Dampak yang disumbang oleh inovasi PTB IPB mencakup pertama adalah produktivitas yang tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan kembali rata-rata tahunan produktivitas padi nasional.

Kedua, sesuai arsitekturnya yang lebih vigor, memungkinkan pengurangan penggunaan pupuk selama budidaya sehingga dapat menghemat biaya pupuk nasional. Ketiga, penghematan penggunaan air irigasi, sekaligus keempat mitigasi emisi gas metana dari persawahan.

Kelima, penurunan kehilangan hasil (loss) saat proses panen dengan mekanisasi karena tingkat kerontokan gabah yang rendah, dan keenam kandungan nutrisi mineral Fe dan Zn yang tinggi untuk membantu program mengatasi anemia dan stunting.

“Agar potensi tersebut dapat terealisasi secara luas dan berdampak signifikan, tantangan berikutnya ialah ada upaya sungguh-sungguh untuk membuktikan dan merealisasikan potensi varietas-varietas PTB tersebut,” imbuh Profesor Hajrial.

Ia juga menambahkan, program nasional pembimbingan terhadap petani dalam mengadopsi varietas PTB ini, diharapkan dapat mengulang lonjakan peningkatan produktivitas dan produksi padi nasional.

Seperti yang telah dicapai ketika padi varietas RH menyebar menggantikan padi lokal, yang keberhasilannya disertai pendampingan atau bimbingan massal (Bimas) program panca usaha.

“Pendampingan guna memberi bimbingan diperlukan bagi petani di tahap-tahap awal penggunaannya, karena trend anjuran budidayanya berbalik arah dari Bimas yang lalu,” katanya.

Ia mengatakan, arsitektur tanaman PTB yang berbeda menyebabkan anjuran budidaya optimalnya memerlukan penyesuaian dari kebiasaan rutin petani dengan varietas RH.

Penggunaan pupuk yang dikurangi dari dosis umum yang digunakan selama ini, pengelolaan air ke arah penghematan pada lahan irigasi teknis disertai teknologi pengendalian gulma, dan promosi penggunaan di wilayah tadah hujan serta wilayah rentan kekurangan air adalah teknik budidaya PTB yang perlu disosialisasikan.

Demikian pula sosialisasi potensinya dalam pengurangan kehilangan hasil panen dengan mekanisasi, serta kampanye membantu mengatasi permasalahan stunting dengan pemanfaatan varietas, seperti IPB 15S.

Program pendampingan massal ini, terang Profesor Hajrial, jika dapat disebut sebagai Bimas 2, diharapkan mempercepat pembuktian potensi keunggulan dan keuntungan comparative-nya.

“Bimas 2, mudah-mudahan menjadi salah satu jalan bagi bangsa Indonesia kembali mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi nasional, sekaligus peningkatkan kesejahteraan petani Indonesia, nutrisi mineral untuk kesehatan masyarakat, serta kesehatan lingkungan dan mitigasi emisi bagi bumi,” tutupnya.

(red)

Berita

HUT ke 18 Gerindra, Dedie Rachim Beri Ruang Kader Terbaik Tampil

Published

on

By

HUT ke 18 Gerindra, Dedie Rachim Beri Ruang Kader Terbaik Tampil
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor, Sopian, dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (kanan ke kiri).

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wakilnya, Jenal Mutaqin menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di kantor DPC Gerindra Kota  Bogor, Jumat sore, 6 Februari 2026 sore.

Acara ini juga dihadiri para pimpinan partai politik se-Kota Bogor dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor.

Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian, menyampaikan rasa syukur bahwa sekarang tanggal 6 Februari 2026 Partai Gerindra berumur 18 tahun.

“Ini suatu anugerah bahwa Partai Gerindra di umur yang ke-18 tahun ini, masih tetap diberikan semangat. Dan mudah-mudahan kami punya Ketua Umum Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto selaku Presiden RI tetap diberikan kekuatan untuk memimpin bangsa ini,” ungkap Sopian.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus berjuang untuk pembangunan di Kota Bogor, sebagaimana disampaikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang hadir.

“Alhamdulillah ternyata bahwa kami masih berjuang di Kota Bogor disampaikan Pak Wali maupun Pak Wakil bahwa bagaimana bicara permasalahan Kota Bogor sedang diperbaiki,” ujarnya.

Sopian menegaskan bahwa tujuan berpartai politik bagaimana mensejahterakan masyarakat, apalagi kemarin bicara bagaimana memberantas kemiskinan, kelancaran dan segala macam.

“Ini mungkin salah satu yang akan terus diperjuangkanlah. Kami juga selalu mengingatkan hal yang wajarlah,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa kepemimpinannya didampingi oleh salah satu kader terbaik Partai Gerindra yaitu Jenal Mutaqin.

“Saya memberikan seluas-luasnya kesempatan kepada Kang Jenal Mutaqin untuk memanfaatkan semua kesempatan yang ada. Karena saya paham dulu beliau itu anggota DPRD hanya di dapil, sekarang menjadi Wakil Wali Kota Bogor dan harus lebih dikenal luas,” terangnya.

“Kenapa itu dilakukan, biar bagaimanapun juga Kang Jenal Mutaqin ini adalah calon pemimpin masa depan Kota Bogor. Popularitas, elektabilitasnya itu juga harus dibangun dari sekarang,” tambah Dedie Rachim.

Ia memberikan kesempatan kepada kader terbaik Gerindra untuk tampil bersama-sama memperbaiki Kota Bogor dan buktikan kepada masyarakat bahwa perpaduan antara Gerindra dengan partai lain, dalam hal ini PAN akan mampu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan.

“Masih banyak urusan yang harus kami selesaikan, karena baru 11 bulan. Tapi tadi saya sudah laporkan 68 Koperasi Merah Putih sudah dibentuk. Apa tujuan Koperasi Merah Putih dibentuk? untuk menyejahterakan rakyat. Siapa offtaker-nya Koperasi Merah Putih? Makan Bergizi Gratis (MBG),” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Terserempet KRL, Relawan Perlintasan Kereta di Kebon Pedes Terluka

Published

on

By

Terserempet KRL, Relawan Perlintasan Kereta di Kebon Pedes Terluka
Perlintasan sebidang di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Seorang relawan penjaga palang pintu perlintasan kereta api terserempet kereta rel listrik (KRL) commuter line di Kota Bogor.

Peristiwa nahas ini terjadi di perlintasan sebidang di kawasan Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal,  pada Jumat sore, 6 Februari 2026.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, menjelaskan korban berinisial A (60) terserempet kereta api dari arah Bogor menuju Jakarta. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala.

“Telah terjadi orang terserempet kereta api di jalur Bogor-Jakarta dan didapati korban dalam keadaan luka di kepala sebelah kiri,” kata Doddy kepada awak media.

Setelah dievakuasi petugas, korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat ini sudah dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit PMI, untuk mendapatkan pertolongan pertama, karena korban masih bernafas,” jelasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Karoseri Delima Jaya di Kota Bogor Kebakaran, Kerugian Capai Miliaran 

Published

on

By

Karoseri Delima Jaya di Kota Bogor Kebakaran, Kerugian Capai Miliaran 
Kebakaran karoseri Delima Jaya di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat, 6 Februari 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda karoseri Delima Jaya di Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat, 6 Februari 2026.

Peristiwa tersebut menghanguskan ruang meeting lantai dua dan mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 08.34 WIB.

Ade menuturkan berdasarkan keterangan saksi, api tiba-tiba sudah membesar dan menyebar di area ruang meeting lantai dua gedung karoseri tersebut.

Para karyawan diketahui sempat berupaya memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut tidak berhasil mengendalikan kobaran api.

“Awal mula terjadinya kebakaran, sumber api tidak diketahui, tiba-tiba api sudah membesar, karyawan mencoba memadamkan dengan APAR tapi tidak tertangani, dan api semakin membesar,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang menerima laporan tersebut, langsung bergerak ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

Api berhasil dipadamkan setelah satu jam lebih penanganan dengan mengerahkan 6 unit mobil Damkar Kota Bogor dan 1 unit mobil Fire Rescue Damkar Kota Bogor serta 2 unit mobil Damkar Kabupaten Bogor.

Ade mengatakan dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik.

“Dugaan sementara arus pendek listrik menurut saksi,” tutur Ade.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer