Berita
Pakar IPB: Tanpa Perubahan, Ciliwung Bisa jadi Warisan Sungai Kotor
KlikBogor – Kondisi Sungai Ciliwung dilaporkan semakin memburuk dibandingkan dua tahun lalu. Hal ini disampaikan pakar pencemaran dan ekotoksikologi dari IPB University, Prof Etty Riani.
Menurut Prof Etty, penurunan kualitas sungai dipicu oleh tingginya laju pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Akibatnya, limbah rumah tangga langsung dibuang ke sungai tanpa pengolahan.
“Berbagai parameter pencemar seperti BOD, COD, nutrien (N, S, P), hingga gas beracun seperti amonia dan H2S telah melampaui ambang baku mutu. Ditambah lagi tingginya kandungan deterjen serta mikroplastik,” ujar Prof Etty dalam keterangannya dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Ia juga menyoroti masih maraknya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan serta lemahnya pengawasan di lapangan akibat keterbatasan sumber daya manusia.
Baca juga: 14 Bangunan Liar di Atas Drainase Rangga Mekar Dibongkar
Kondisi tersebut diperparah dengan penyempitan aliran sungai akibat padatnya permukiman yang melanggar aturan tata ruang.
“Lahan tidak bertambah, manusia bertambah, akhirnya sungai yang dirambah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Etty membandingkan kondisi tersebut dengan penanganan sungai di Jepang yang dinilai berhasil dalam waktu satu dekade.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh teknologi, tetapi juga disiplin dan sistem yang kuat.
“Jepang tidak ada kompromi soal bantaran sungai. Alih-alih gedung, mereka membangun ruang terbuka hijau (RTH) atau sarana olahraga yang berfungsi sebagai penampung luapan air saat debit tinggi,” tegasnya.
Selain itu, Jepang disebut melakukan pembangunan IPAL secara besar-besaran, penegakan hukum yang konsisten, serta edukasi masif hingga ke tingkat masyarakat terkait budaya 3R (reduce, reuse, recycle).
Untuk mencegah kondisi Ciliwung semakin memburuk dalam 20 hingga 30 tahun ke depan, Prof Etty merekomendasikan sejumlah langkah strategis.
Di antaranya adalah pembangunan IPAL berskala besar dengan kewajiban setiap rumah tangga terhubung ke sistem tersebut, serta penataan bantaran sungai melalui relokasi warga ke hunian layak.
Baca juga: Angka Pernikahan Turun, Apa yang Terjadi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Ia juga menekankan pentingnya mengembalikan fungsi sempadan sungai sebagai RTH, melakukan penghijauan di wilayah hulu, serta memperkuat penegakan hukum melalui denda tegas dan sanksi sosial bagi pelanggar.
Selain itu, audit lingkungan terhadap industri di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung perlu dilakukan secara berkala.
Pembentukan lembaga khusus lintas wilayah dari hulu hingga hilir di bawah koordinasi pemerintah pusat juga dinilai penting agar pengelolaan sungai lebih terpadu.
Prof Etty menegaskan bahwa upaya pembenahan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Jika kita serius mengombinasikan pembangunan infrastruktur, ketegasan hukum, dan perubahan perilaku sosial secara berkesinambungan, hasilnya baru akan terlihat dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Tanpa itu, Ciliwung hanya akan menjadi warisan yang semakin kotor bagi generasi mendatang,” katanya.
(rls/hrs)
Berita
14 Bangunan Liar di Atas Drainase Rangga Mekar Dibongkar
KlikBogor – Sebanyak 14 bangunan liar yang berdiri di atas saluran drainase Jalan Cipinang Gading, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ditertibkan oleh petugas gabungan pada Kamis, 2 April 2026 malam.
Dari total tersebut, sebanyak 10 bangunan dibongkar secara mandiri, sedangkan empat bangunan sisanya dibongkar menggunakan alat berat, karena struktur bangunan tidak memungkinkan untuk dibongkar secara mandiri.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir langsung mengapresiasi langkah penertiban oleh petugas gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, TNI-Polri, dan unsur masyarakat.
“Jadi saya banyak mendapatkan masukan dari masyarakat Bogor Selatan yang khususnya rindu lingkungannya bersih, rindu lingkungannya juga tertib, dan selanjutnya kita tindak lanjuti bersama,” ujarnya.
Dedie Rachim juga mengatakan, penertiban ini menjadi ikhtiar bersama untuk memberikan akses yang lebih nyaman hingga pembangunan trase baru dapat diselesaikan.
Sebab, pengendara yang menggunakan Jalan Cipinang Gading sebagai jalur alternatif pasca ditutupnya Jalan Saleh Danasasmita sering kali mengalami antrean panjang. Hal ini disebabkan adanya bangunan liar, sehingga akses jalan tidak dapat digunakan dua jalur.
“Dan itu butuh kesadaran dari semua untuk tertib mengikuti aturan. Ini jalan milik masyarakat, ini jalan akses ekonomi masyarakat. Jalan ini juga diperlukan untuk pendidikan, kesehatan, dan sosial,” imbuhnya.
Penertiban bangunan liar ini dilakukan dengan menggunakan dump truck, pikap, serta personel gabungan untuk langsung membersihkan sisa bongkaran, mulai dari material hingga sampah yang menutup saluran drainase.
Dengan demikian, lanjut Dedie Rachim, diharapkan keesokan harinya jalan kembali dapat dilalui oleh pengendara.
“Setelah sekian lama tidak tersentuh, kini masyarakat mau membongkar sendiri. Saya yakin masyarakat yang sudah memanfaatkan lahan saluran air cukup lama sudah mendapatkan keuntungan dan banyak hal yang diterima. Sekarang kita kembalikan fungsinya,” ungkapnya.
Dedie Rachim bersyukur tidak ada kendala dalam penertiban dan masyarakat yang memanfaatkan jalan ini bisa lebih nyaman jika melintas.
(ckl/hrs)
Berita
Masuk Lintasan Rel, Mobil Tertemper Kereta di Kota Bogor
KlikBogor – Satu unit mobil tertemper kereta setelah masuk ke lintasan rel di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat, 3 April 2026 sekira pukul 04.00 WIB.
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, menjelaskan kejadian bermula ketika mobil dengan pelat nomor polisi N 1410 ACZ diduga melaju kencang dan hendak berputar balik arah di Jalan Sholeh Iskandar.
Namun setibanya di lokasi, mobil tersebut melaju lurus dan menabrak trotoar hingga masuk ke dalam rel kereta.
Saat kejadian, lanjut Doddy, mobil tersebut sudah berada di tengah lintasan rel Jakarta-Bogor dan tidak ditemukan pengemudi di dalam kendaraan.
“Saksi melihat bahwa mobil sudah berada di tengah lintasan KRL dan tidak ada orang atau pemilik mobil di dalam mobil tersebut. Diduga pemilik mobil diduga meninggalkan TKP,” katanya.
Petugas yang tiba di lokasi bersama warga kemudian mengevakuasi kendaraan menggunakan truk boks. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 05.25 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara kondisi kendaraan ringsek parah akibat tertabrak kereta.
“Setelah (kendaraan) dievakuasi, kereta sudah bisa melintas dan beroperasi kembali,” katanya.
(hrs)
Berita
Kali Ciheuleut Meluap, Banjir Lintasan Rendam Puluhan Rumah di Cibuluh
KlikBogor – Banjir lintasan menerjang pemukiman warga di Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, pada Kamis, 2 April 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan banjir lintasan terjadi sekira pukul 16.30 WIB.
Kejadian tersebut terjadi akibat air Kali Ciheuleut meluap saat hujan mengguyur wilayah tersebut.
“Penyebab kejadian dikarenakan aliran Kali Ciheuleut meluap,” katanya.
BPBD mencatat puluhan rumah warga setempat terendam banjir dengan ketinggian air 50 sentimeter dalam kejadian ini.
“Kejadian ini mengakibatkan banjir lintasan setinggi 50 cm dan merendam rumah warga kurang lebih 45 KK,” katanya.
Pihaknya telah menerjunkan petugas untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian. Selain itu, melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat.
“Saat ini banjir lintasan sudah mulai surut,” imbuhnya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
