Connect with us

Serba Serbi

Angka Pernikahan Turun, Apa yang Terjadi? Ini Penjelasan Pakar IPB

Published

on

Angka Pernikahan Turun, Apa yang Terjadi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Ilustrasi pernikahan. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Angka pernikahan di Indonesia yang terus menurun setiap tahun menjadi sorotan kalangan akademisi. Peneliti dan dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Risda Rizkillah, menyebut fenomena tersebut dipengaruhi berbagai faktor.

Ia mengatakan, pernikahan bagi generasi muda saat ini tidak lagi dipandang sebagai simbol prestise atau status sosial. Banyak anak muda memilih untuk menunda pernikahan demi mengejar pendidikan, membangun karier, serta mengembangkan diri.

“Pernikahan tidak lagi menjadi prioritas utama. Generasi muda cenderung fokus pada pendidikan, karier, dan pengalaman pribadi sebelum memutuskan untuk menikah,” kata Risda dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor utama yang memicu penurunan angka pernikahan. Mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga budaya yang semakin kompleks.

“Dari sisi ekonomi, kesulitan finansial, tingginya biaya hidup, dan ketidakstabilan pekerjaan membuat banyak orang menunda menikah. Padahal, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar keluarga menjadi salah satu prasyarat penting dalam membangun rumah tangga,” jelasnya.

Baca juga: Imigrasi Bogor Bongkar Dugaan Penipuan Daring, 13 Warga Negara Jepang Diamankan

Faktor pendidikan dan karier juga turut berpengaruh. Masa pendidikan yang semakin panjang serta orientasi kuat pada pencapaian karier dinilai meningkatkan kemungkinan penundaan pernikahan.

Selain itu, perubahan norma sosial turut berkontribusi. Risda menyoroti, mulai munculnya normalisasi hubungan non-pernikahan seperti kohabitasi (kumpul kebo) di masyarakat.

Konten viral di media sosial, seperti narasi “marriage is scary”, juga dinilai membentuk persepsi negatif terhadap pernikahan di kalangan generasi muda.

Risda menambahkan, gaya hidup modern yang menekankan kebebasan individu, konsumsi, dan pencarian pengalaman pribadi turut menggeser prioritas dari pernikahan ke karier, hobi, maupun perjalanan.

“Perkembangan teknologi dan tren ‘digital dating’ juga memunculkan fenomena ‘paradox of choice’, yakni kondisi ketika terlalu banyak pilihan justru membuat seseorang semakin sulit berkomitmen,” ujar Risda.

Ia mengingatkan bahwa penurunan angka pernikahan dapat berdampak pada struktur demografi dalam jangka panjang karena berpotensi menurunkan angka kelahiran.

Saat ini, total fertility rate (TFR) Indonesia tercatat sebesar 2,19. Selain itu, tren tersebut juga berisiko meningkatkan kesepian atau isolasi sosial pada usia lanjut.

Baca juga: Jenal Mutaqin Kembali Beraktivitas, Ikut Pekan Panutan Bayar PBB-P2

Dari sisi kesehatan reproduksi, ia menambahkan bahwa jika penurunan pernikahan terjadi bersamaan dengan meningkatnya hubungan seksual di luar pernikahan, risiko penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS, juga dapat meningkat akibat minimnya komitmen dan perlindungan kesehatan yang konsisten.

Untuk merespons fenomena ini, Risda menekankan pentingnya membangun pola pikir bahwa pernikahan merupakan tujuan hidup yang diinginkan (marriage is desirable), bukan sesuatu yang menakutkan.

Pendidikan dan penyuluhan keluarga, sambung Risda, perlu dikemas secara menarik dan relevan dengan karakter generasi muda.

Ia juga menyoroti peran pemerintah melalui kebijakan publik yang ramah keluarga, seperti dukungan keseimbangan kerja dan keluarga, penyediaan fasilitas perumahan bagi pasangan muda, perluasan lapangan pekerjaan, serta pemberian upah yang layak.

Disamping itu, penelitian berkelanjutan dinilai penting untuk memantau perubahan norma dan perilaku generasi muda, guna memahami pola penundaan pernikahan dan dampaknya terhadap ketahanan keluarga di masa mendatang.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern

Published

on

By

Dari Bogor, The Dusty Rusty Bawa Nostalgia Pop Lawas ke Era Modern
The Dusty Rusty saat konser mini album Platipus di Kanca Coffee, Kota Bogor, Sabtu, 24 Oktober 2026 malam. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Grup retro-pop muda asal Bogor, The Dusty Rusty, kembali memperkenalkan dirinya melalui mini album Platipus yang dirilis pada Sabtu, 25 Juli 2026. Setelah sebelumnya hanya merilis beberapa single lepas, Platipus menjadi babak baru bagi kwartet yang beranggotakan Denrobay (Vokal Gitar) Kuray (Gitar), Cupla (Bass), Russel (Drums) tersebut di sirkuit musik lokal.

Menyajikan lima nomor yang lekat pengaruh musik pop era 1950-1960an, band yang mengambil namanya dari film animasi Cars ini mencoba untuk menghadirkan suguhan musik yang tetap terasa relevan dengan pelbagai singgahan spektrum penulisan lirik khas anak muda yang terasa lugas, tanpa banyak permainan kata.

“Kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan, hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami,” ujar Cupla dalam keterangannya dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.

Dari sisi musikal, The Dusty Rusty menggabungkan musik pop retro, rock ‘n’ roll, hingga rockabilly era 1950an dengan pendekatan modern. Pengaruh dari album-album awal The Beatles, seperti Please Please Me dan A Hard Day s Night, turut pula membentuk warna musikal yang mereka usung di mini album Platipus.

“Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming, setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio,” tambah Cupla.

Baca juga: B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung

Menggandeng Shena Ariyandi sebagai produser, blue print dari beberapa materi di Platipus sendiri telah ditulis sejak 2025 dan terselesaikan sepanjang kwartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik dengan bantuan Boy Mulyadi di balik piranti rekaman.

“Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga, karena tiap personal punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, terlebih kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop,” terang Robay.

Saat ditanya lebih jauh mengenai konsep musikal Platipus, Robay menjelaskan bahwa tidak ada pendekatan spesifik yang dilakukan oleh The Dusty Rusty demi menjaring pendengar baru, mereka tetap teguh mengemas materi dengan konsep musik yang mudah dicerna.

Namun, jika didengarkan secara berurutan, kelima track di Platipus membentuk satu narasi utuh tentang perjalanan emosi seorang laki-laki muda-mulai dari cinta yang tak terbalas, memori tentang sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, hingga pengalaman memasuki fase coming of age. Selayak mamalia semiakuatik Platipus yang memiliki beragam keunikan pada kesatuan tubuhnya.

“Kami tidak berusaha mengejar tren, yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami,” tambah Kuray.

Baca juga: BKPSDM Kota Bogor Proses Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN Terkait Kasus CPNS

Bagi The Dusty Rusty, Platipus serupa deklarasi, bahwa musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadankan dengan pendekatan modern yang jujur.

“Platipus merupakan bentuk eksplorasi yang berani dari kami sebagai satu kesatuan di The Dusty Rusty, keberanian menjadi diri sendiri, serta simbol bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan ekspektasi orang lain,” tutup Russel.

Platipus bukanlah garis akhir, ini merupakan titik awal dari perjalanan panjang The Dusty Rusty yang terus tumbuh bersama pendengarnya. Sebagai langkah lanjutan, grup yang terbentuk di Gunung Putri ini showcase peluncuran Platipus yang diselenggarakan pada Agustus serta gelaran tur yang dijadwalkan menyambangi sejumlah kota di Pulau Jawa.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung

Published

on

By

B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung
Owner Representative Nako Arena, Harlan Bestari Bengardi. Foto/Istimewa

KlikBogor – Perhelatan olahraga tarung bergengsi bertajuk B2 Unleashed Sports Combat dipastikan bakal mengguncang Kota Bogor pada Sabtu, 31 Oktober 2026 di Nako Arena Sports Hub (Kopi Nako Kuntum). Antusiasme peserta terhadap B2 Unleashed tercatat melampaui ekspektasi.

Dari target awal yang hanya dipatok 100 petarung, jumlah pendaftar melonjak tajam hingga menembus angka 237 hingga 250 fighter. Para peserta datang dari kawasan se-jabodetabek, berbagai provinsi di Indonesia, bahkan hingga Timor Leste.

​Guna menampung animo tersebut, manajemen memutuskan untuk menambah satu ring pertarungan baru di area kompetisi. Ajang ini mempertandingkan tiga cabang olahraga bela diri utama: Boxing (Tinju), Kickboxing, dan Muaythai, dari kategori anak-anak hingga dewasa.

​Di tengah maraknya fenomena “pansos tanpa adab” dan tawuran jalanan (senggol bacok), B2 Unleashed hadir mengusung filosofi sportif dan edukatif demi mengarahkan energi generasi muda ke arena resmi yang beradab.

​”Melalui B2 Unleashed, kami ingin menyediakan ruang positif bagi generasi muda untuk melepaskan energi negatif secara sportif. Di sini tidak ada tempat untuk trash-talk murahan atau aksi keroyokan. Petarung diajarkan menjunjung tinggi jiwa ksatria, menaklukkan ‘singa’ ego dalam diri, dan menonjolkan semangat nasionalisme di bawah bendera Merah Putih,” ungkap Owner Representative Nako Arena, Harlan Bestari Bengardi saat bersama media, Jumat, 23 Oktober 2026 malam.

​Baca juga: Sekolah Vokasi IPB University Bekali UMKM Mulyaharja Keterampilan Laporan Keuangan

Untuk menjamin keselamatan para atlet, perhelatan ini bekerja sama dengan ISKA Indonesia, didukung KORMI Kota Bogor, serta menggandeng RS Azra sebagai tim medis resmi.
​
​Suksesnya pergelaran B2 Unleashed menjadi fondasi utama lahirnya Nako Arena Sports Hub. Didirikan untuk menjawab keresahan masyarakat urban terhadap fasilitas kebugaran konvensional yang dingin dan terkesan eksklusif, Nako Arena mengusung misi besar untuk “mendemokratisasi” dunia kebugaran.

​Harlan menjelaskan bahwa Nako Arena berkomitmen memberikan edukasi teknik olahraga secara tepat kepada setiap individu agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa terabaikan atau berlatih dengan gerakan salah di area gym.

​”Nako Arena hadir bukan sekadar tempat latihan fisik, melainkan rumah dan keluarga baru tempat setiap keringat dihargai. Kami ingin menjadikan edukasi kebugaran dapat diakses secara inklusif oleh semua kalangan tanpa sekat,” jelas Harlan.

Menurut Harlan, tak hanya menjadi panggung olahraga, ajang ini sekaligus menjadi momentum awal pengenalan kawasan sports hub inklusif bertema Tropical Vibes yang direncanakan beroperasi penuh pada awal Desember 2026.

​Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding

Dukungan penuh mengalir dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor. Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi yang akrab disapa Kang Aldho menyambut hangat ajang spektakuler ini karena dampaknya yang multidimensional bagi Kota Hujan.

​”Event olahraga skala besar seperti B2 Unleashed ini tentu sangat positif. Selain membina generasi muda, dampaknya langsung terasa pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. Sektor perhotelan, kuliner, restoran, hingga UMKM sekitar pasti terdorong okupansi dan penjualannya,” ujar Kang Aldho.

​​Dalam ajang ini, Nako Arena menerapkan skema akses yang fleksibel dan terjangkau, seperti Opsi Non-Member & Daily Pass, memberikan kebebasan tanpa ikatan biaya bulanan yang memberatkan. Program Happy Hour yakni penawaran khusus harga terjangkau di jam-jam tertentu.

Kemudian, fasilitas komprehensif dilengkapi dengan area Hyrox, zona Kalistenik, Jogging Track estetik, Lapangan Padel Tennis, Multi-function Hall (untuk Yoga, Pilates, dan Zumba), serta Healthy Food Cafe bernuansa tropis yang asri.

​Kejutan promo Pre-Sales Akhir Bulan menjelang pengoperasian resminya pada awal Desember 2026, Nako Arena Sports Hub terus mempercantik diri. Sebagai kejutan spesial bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya, bersamaan dengan gelaran B2 Unleashed pada 31 Oktober 2026, pihak manajemen akan meluncurkan promo pre-sales keanggotaan eksklusif dengan penawaran istimewa.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Mengapa Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Hujan, Dosen IPB Ungkap Penyebabnya

Published

on

By

Mengapa Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Hujan, Dosen IPB Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi cuaca panas. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pada Oktober, posisi matahari yang berada tepat di atas Pulau Jawa membuat intensitas radiasi matahari yang diterima permukaan meningkat. Walaupun demikian, dampaknya terhadap cuaca tidak sama di semua tempat. Jakarta cenderung lebih panas, sedangkan Bogor masih berpeluang diguyur hujan.

Hal itu dijelaskan dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan. Ia menyebut, posisi matahari pada periode tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kenaikan suhu permukaan di Pulau Jawa.

“Radiasi gelombang pendek dari matahari yang diterima permukaan dapat meningkatkan suhu permukaan, terutama ketika tutupan awan tidak cukup menghalangi radiasi tersebut,” ujar Sonni dalam keterangannya dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.

Mengapa Jakarta Lebih Panas

Kenaikan suhu terasa terutama di kawasan perkotaan seperti Jakarta yang didominasi bangunan dan jalan beraspal. Sonni menjelaskan, perubahan tutupan lahan tersebut memengaruhi kemampuan permukaan dalam menyerap dan menyimpan panas.

“Dengan menurunnya kapasitas panas permukaan, pemanasan akibat radiasi matahari dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan yang lebih besar. Dampaknya, radiasi gelombang panjang yang dipancarkan kembali oleh permukaan juga meningkat,” jelasnya.

Baca juga: Hubungkan 2 Wilayah, Jembatan Pasirjaya-Paledang Siap Dimanfaatkan Warga

Keberadaan uap air dan polusi udara turut berkontribusi dalam penyerapan energi radiasi gelombang panjang dari permukaan bumi ke atmosfer.

“Semakin banyak energi yang diserap gas dan partikel tertentu, semakin besar radiasi gelombang panjang dari bumi yang diserap sehingga potensi energi itu tertahan sebelum dilepaskan kembali. Proses ini berkaitan dengan efek rumah kaca yang dapat meningkatkan suhu udara di kawasan perkotaan,” urainya.

Mengapa Bogor Masih Hujan?

Sementara itu, wilayah yang sama-sama menerima pemanasan matahari dapat mengalami cuaca berbeda. Fenomena El Nino yang berlangsung tahun ini turut memengaruhi pembentukan awan dan distribusi hujan dalam skala besar.

Baca juga: Pakan Tepat Jadi Kunci, Unggas Sehat dan Tampil Maksimal

Saat terjadi El Nino, secara umum awan-awan yang biasanya tumbuh di kawasan Maritime bergeser ke Peru. Walaupun demikian, formasi awan dan hujan dapat terbentuk tetapi dalam skala lokal.

Di Bogor, kondisi geografis berperan dalam pembentukan hujan lokal. Interaksi antara pergerakan udara dan topografi, terutama di kawasan Bogor bagian selatan, timur, dan barat, dapat mendorong pertumbuhan awan hingga menghasilkan hujan.

“Selama oktober ini, Interaksi antara gerak udara lembab dan topografi di kawasan Bogor dapat memicu pertumbuhan awan dan hujan. Hujan yang terbentuk ini bersifat lokal, sehingga tidak selalu terjadi secara merata di seluruh wilayah Bogor,” paparnya.

Dengan demikian, suhu dan hujan di wilayah Jabodetabek dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari posisi matahari, karakteristik tutupan lahan, kondisi atmosfer, hingga topografi. Karena itu, udara panas dan hujan lokal dapat terjadi dalam waktu berdekatan di wilayah yang relatif berdekatan.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer