Connect with us

Berita

IPB University Tutup 2025 dengan Capaian Strategis dan Optimisme Menuju 2026

Published

on

IPB University Tutup 2025 dengan Capaian Strategis dan Optimisme Menuju 2026
IPB University menggelar refleksi atas berbagai capaian strategis sekaligus outlook pengembangan institusi pada 2026, Rabu, 31 Desember 2025. Dok. IPB University.

KlikBogor – Menutup tahun 2025, IPB University menyampaikan refleksi atas berbagai capaian strategis sekaligus outlook pengembangan institusi pada 2026.

Pada 2025 menjadi fase penting dalam implementasi Rencana Strategis (Renstra) IPB 2024–2028, yang menegaskan visi IPB 2024-2028, yaitu “Menjadi perguruan tinggi inovatif dan resilien untuk kemajuan bangsa yang berkelanjutan dalam membangun techno-socio entrepreneurial university yang unggul di tingkat global pada bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika”.

Refleksi 2025: Konsistensi Transformasi dan Pengakuan Nasional & Internasional

Rektor IPB Univesity, Dr Alim Setiawan Slamet, menuturkan sepanjang 2025 IPB University menunjukkan konsistensi dalam menjalankan transformasi perguruan tinggi untuk penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi dan pengabdian masyarakat.

Jumlah mahasiswa IPB per 31 Desember 2025 sebanyak 38.682 orang, dengan sebaran antara lain D4=26%, S1=52%, S2=15% dan S3=5%, dan Profesi=2%.

Sebanyak 26,1% dosen di IPB University telah meraih jabatan fungsional guru besar dan profesor, dan 21% menempati posisi lektor kepala (associate professor), sebuah capaian yang mencerminkan kekuatan akademik, produktivitas keilmuan, dan kematangan ekosistem riset IPB.

“Proporsi ini menunjukkan bahwa lebih dari seperempat dosen IPB berada pada puncak jenjang akademik, dengan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset unggulan, inovasi berdampak, serta kepemimpinan akademik nasional dan global,” ujar Dr Alim, Rabu, 31 Desember 2025.

Berbagai program prioritas sesuai Renstra mulai menunjukkan hasil nyata, khususnya dalam penguatan riset unggulan, hilirisasi inovasi, serta kontribusi IPB University terhadap isu strategis nasional dan global seperti ketahanan pangan, energi, dan air.

Dalam pemeringkatan QS World University Ranking By Subject Agriculture & Forestry, IPB University menempati peringkat #49 Dunia dan #1 ASEAN. Selain itu, pada pemeringkatan THE WUR Interdisciplinary Science yang baru-baru ini diumumkan, IPB University menduduki peringkat #42 Global dan peringkat #1 Nasional.

Capaian pemeringkatan di tingkat global juga diiringi dengan pengakuan nasional melalui capaian sebanyak 16 penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025, jumlah terbanyak nasional yang diraih oleh sivitas akademika IPB University baik pada level institusi maupun individu. Jumlah raihan penghargaan ini tertinggi di antara perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Penghargaan ini mencerminkan daya saing dan daya sanding IPB University dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang berorientasi pada dampak berkelanjutan,” kata Dr Alim.

Dari Innopreneurship and Value Creation for Community and Industry ke Global Engagement: Memperluas Jejaring dan Dampak Global

Pada 2025 juga ditandai dengan penciptaan prakondisi penting untuk penguatan Global Engagement IPB University di 2026.

Kolaborasi internasional dalam bidang riset, pendidikan, dan inovasi semakin diperluas melalui kemitraan strategis dengan berbagai universitas terbaik dunia (mis: Stanford University, Oxford University, Peking University, Tohoku University NUS, SNU, SLU, WUR, MSU, UC Davis, dll); lembaga riset internasional (mis: Leibniz Institute, CATAS, dll); industri (mis: Daewoong), dan organisasi internasional (mis: IUFRO, EU, ADB, GIZ, dll).

Mobilitas mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, serta keterlibatan IPB University dalam agenda global terkait pangan, pertanian berkelanjutan, dan perubahan iklim terus meningkat, memperkuat posisi IPB University di tingkat regional dan global.

Akses Pendidikan Tinggi yang Berkualitas dan Berkeadilan

Rektor Dr Alim menegaskan komitmen IPB University untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan terjangkau, melalui pengelolaan jalur masuk yang transparan, kuota penerimaan yang proporsional, serta dukungan nyata bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan wilayah.

Pada penerimaan mahasiswa baru 2025, IPB University menerima 9.662 mahasiswa multistrata yang berasal dari 35 provinsi, dengan sebanyak 20%-nya dari Sumatra.

IPB University menyediakan beragam jalur penerimaan mahasiswa baru yang dirancang untuk mengakomodasi potensi akademik, prestasi nonakademik, serta keberagaman latar belakang daerah dan sosial ekonomi. Jalur-jalur ini di antaranya SNBP, SNBT, Ketua OSIS, Talenta, BUD, dan Seleksi Mandiri.

IPB University juga memberikan 8.500 akun gratis bagi mahasiswa yang ingin mengambil micro-credential di berbagai platform pembelajaran online.

Pengembangan softskill mahasiswa dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan uji kompetensi, minat bakat, pengabdian masyarakat, talent pool, hingga kewirausahaan.

Untuk mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa, IPB University menyediakan beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. Lebih dari Rp138 miliar dana beasiswa di tahun 2025 menjangkau mahasiswa. Sebanyak hampir 40% mahasiswa IPB University adalah penerima beasiswa.

Selain itu, IPB University mengembangkan beragam program kesejahteraan mahasiswa seperti layanan konseling mahasiswa, program buah dan susu gratis, kantin sehat “Warung Kita” dan food bank.

Riset dan Inovasi Berdampak

Di bidang riset dan inovasi, Rektor Dr Alim mengatakan bahwa IPB University terus mendorong penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa dan mampu menjawab tantangan global, khususnya pada isu strategis ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan kesehatan dan bioekonomi.

Pada 2025, topik riset berkaitan dengan pangan masih mendominasi sebesar 50%, disusul bidang kesehatan 17%, rekayasa keteknikan 17%, dan bidang lainnya.

IPB University terus berkontribusi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui 10 program aksi ketahanan pangan yaitu pengadaan 3.156 ton benih padi varietas unggulan IPB ke Kementan RI, perluasan Kampung Inovasi IPB untuk padi sawah dan gogo pada 1.125 hektar di Subang, Sukabumi, Bogor, IKN, dan Papua.

Kemudian, pendirian IPB-KOICA Rice Innovation Center di kampus IPB, Ekspedisi Patriot Pangan kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi, inovasi pangan berbasis peternakan, Smart Green House, Plant Factory, dan Agri-Photovoltaic untuk produksi high value crop.

Integrasi data cuaca dan iklim dari 100 Automatic Weather Station (AWS), petani di Jawa & Sumatera ke dalam IPB Digitani, pengembangan inovasi Climate Resilient Agroforestry di Lahan perhutanan sosial, seluas 2000 hektare (padi gogo, alpukat, kopi dan durian di Garut, Cianjur dan Sukabumi), inovasi akuakultur dan bluefood, serta pendirian Center of Excellence (CoE) program Makan Bergizi Gratis (didukung oleh UNICEF, Bappenas, dan Bank Mandiri).

IPB University memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi riset, mendorong agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi teknologi terapan, produk komersial, hingga model pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan mitra internasional menjadi kunci agar inovasi kampus dapat diadopsi secara luas.

“Pendekatan ini menempatkan IPB University sebagai kampus inovator, yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pasar dan masyarakat,” ungkapnya.

Dari Kampus ke Desa: IPB Tegaskan Kampus Berdampak

Sampai dengan 2025, IPB University telah menyentuh dan berkontribusi pada 8.350 (9,91%) desa di berbagai provinsi di Indonesia, melalui program pengabdian masyarakat, inovasi pertanian, pangan, kelautan dan lingkungan. Kegiatan tersebut menjangkau petani, nelayan, UMKM, pemuda, dan perempuan dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan lokal.

Berbagai inovasi IPB Univesity mulai dari teknologi pertanian cerdas iklim, hilirisasi produk pangan, hingga penguatan kapasitas masyarakat desa menjadi bukti bahwa kampus dapat menjadi motor pembangunan berkelanjutan.

Program One Village One CEO (OVOC) dijalankan menggunakan pendekatan ekosistem bisnis yang dibangun untuk menghubungkan usaha produksi petani dengan pasar-pasar modern (seperti Indomaret, Total Buah Segar, All Fresh, dan lain-lain). Program ini melibatkan lebih dari 1.000 desa di seluruh Indonesia.

IPB University Ringankan UKT Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra

Setelah sebelumnya melakukan berbagai kegiatan tanggap darurat di wilayah yang dilanda bencana banjir bandang Sumatra (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat), IPB University kini melanjutkan aksi peduli bencana ke langkah jangka menengah.

Aksi jangka pendek (tanggap darurat) dilakukan berupa pengiriman bantuan pangan, obat-obatan, pipanisasi untuk mengalirkan air bersih, paket peralatan internet berbasis satelit, hingga pengiriman dokter, dosen dan mahasiswa untuk melakukan pelayanan kesehatan dan gizi, serta pendampingan dan pemulihan psikis korban terutama bagi kelompok rentan (anak-anak, lansia, wanita hamil dan menyusui).

IPB University mengirim 13 dosen dan dokter, 15 mahasiswa, 8 staf ke Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan, Agam dan lain-lain. Mengirim produk pangan berbasis inovasi IPB berupa 13.500 pcs ready to use food untuk balita dan 18.000 pcs nasi steril siap makan.

Kemudian, pendampingan psikososial dan kesehatan, Aksi Marandang Basamo pada 6 Desember 2025, serta bantuan makan malam gratis selain makan siang bersubsidi terhadap 2.000 mahasiswa IPB yang terdampak.

“Untuk aksi jangka menengah, IPB University menyiapkan sejumlah langkah di antaranya penguatan transisi dari pangan darurat ke pangan yang lebih stabil, pemulihan psikososial lanjutan, reaktivasi pertanian, membangkitkan kembali UMKM, serta peninjauan kembali uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa terdampak bencana,” jelas Rektor.

Terkait UKT, akan diberlakukan beberapa level kebijakan mulai dari pembayaran secara dicicil, menurunkan nilai UKT, membebaskan pembayaran UKT untuk mahasiswa yang mengambil cuti akademik, hingga menggratiskan sepenuhnya.

Kebijakan ini akan diberlakukan minimal selama satu semester. Sedang dilakukan pengkajian untuk mencari formula yang tepat bagi masing-masing mahasiswa terdampak bencana.

Kemdiktisaintek mendanai empat proposal yang diajukan IPB University untuk aksi tanggap darurat maupun rehabilitasi yaitu distribusi logistik, layanan kesehatan dan gizi, pendampingan psikososial, serta mitigasi dan edukasi kebencanaan.

Sementara untuk jangka panjang, IPB University akan memberikan beragam kebijakan afirmasi yang akan diprioritaskan untuk daerah yang terkena bencana tersebut seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, program Dosen Mengabdi, beasiswa untuk mahasiswa baru asal wilayah bencana, serta beragam studi dan kajian dan policy brief kebencanaan.

Outlook 2026: Mempercepat Dampak dan Daya Saing Global

Memasuki 2026, IPB University berkomitmen untuk mempercepat implementasi Renstra 2024–2028 dengan fokus program pada peningkatan dampak riset dan inovasi melalui hilirisasi dan kemitraan strategis dengan masyarakat, industri dan pemerintah.

Kemudian, penguatan Global South Engagement yang lebih terarah pada kolaborasi berdampak dan pengakuan internasional, khususnya pada kemitraan dengan perguruan tinggi dan institusi di wilayah Global South.

Pengembangan talenta unggul mahasiswa dan dosen yang adaptif terhadap tantangan global. Kontribusi nyata terhadap program prioritas pemerintah (Asta Cita) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pangan, energi, air, dan lingkungan.

“Dengan landasan capaian 2025 dan arah strategis yang jelas, IPB University optimistis melangkah ke tahun 2026 sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak bagi Indonesia dan dunia,” pungkas Rektor.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer