Connect with us

Berita

IPB University Tutup 2025 dengan Capaian Strategis dan Optimisme Menuju 2026

Published

on

IPB University Tutup 2025 dengan Capaian Strategis dan Optimisme Menuju 2026
IPB University menggelar refleksi atas berbagai capaian strategis sekaligus outlook pengembangan institusi pada 2026, Rabu, 31 Desember 2025. Dok. IPB University.

KlikBogor – Menutup tahun 2025, IPB University menyampaikan refleksi atas berbagai capaian strategis sekaligus outlook pengembangan institusi pada 2026.

Pada 2025 menjadi fase penting dalam implementasi Rencana Strategis (Renstra) IPB 2024–2028, yang menegaskan visi IPB 2024-2028, yaitu “Menjadi perguruan tinggi inovatif dan resilien untuk kemajuan bangsa yang berkelanjutan dalam membangun techno-socio entrepreneurial university yang unggul di tingkat global pada bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika”.

Refleksi 2025: Konsistensi Transformasi dan Pengakuan Nasional & Internasional

Rektor IPB Univesity, Dr Alim Setiawan Slamet, menuturkan sepanjang 2025 IPB University menunjukkan konsistensi dalam menjalankan transformasi perguruan tinggi untuk penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi dan pengabdian masyarakat.

Jumlah mahasiswa IPB per 31 Desember 2025 sebanyak 38.682 orang, dengan sebaran antara lain D4=26%, S1=52%, S2=15% dan S3=5%, dan Profesi=2%.

Sebanyak 26,1% dosen di IPB University telah meraih jabatan fungsional guru besar dan profesor, dan 21% menempati posisi lektor kepala (associate professor), sebuah capaian yang mencerminkan kekuatan akademik, produktivitas keilmuan, dan kematangan ekosistem riset IPB.

“Proporsi ini menunjukkan bahwa lebih dari seperempat dosen IPB berada pada puncak jenjang akademik, dengan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset unggulan, inovasi berdampak, serta kepemimpinan akademik nasional dan global,” ujar Dr Alim, Rabu, 31 Desember 2025.

Berbagai program prioritas sesuai Renstra mulai menunjukkan hasil nyata, khususnya dalam penguatan riset unggulan, hilirisasi inovasi, serta kontribusi IPB University terhadap isu strategis nasional dan global seperti ketahanan pangan, energi, dan air.

Dalam pemeringkatan QS World University Ranking By Subject Agriculture & Forestry, IPB University menempati peringkat #49 Dunia dan #1 ASEAN. Selain itu, pada pemeringkatan THE WUR Interdisciplinary Science yang baru-baru ini diumumkan, IPB University menduduki peringkat #42 Global dan peringkat #1 Nasional.

Capaian pemeringkatan di tingkat global juga diiringi dengan pengakuan nasional melalui capaian sebanyak 16 penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025, jumlah terbanyak nasional yang diraih oleh sivitas akademika IPB University baik pada level institusi maupun individu. Jumlah raihan penghargaan ini tertinggi di antara perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Penghargaan ini mencerminkan daya saing dan daya sanding IPB University dalam pengelolaan pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang berorientasi pada dampak berkelanjutan,” kata Dr Alim.

Dari Innopreneurship and Value Creation for Community and Industry ke Global Engagement: Memperluas Jejaring dan Dampak Global

Pada 2025 juga ditandai dengan penciptaan prakondisi penting untuk penguatan Global Engagement IPB University di 2026.

Kolaborasi internasional dalam bidang riset, pendidikan, dan inovasi semakin diperluas melalui kemitraan strategis dengan berbagai universitas terbaik dunia (mis: Stanford University, Oxford University, Peking University, Tohoku University NUS, SNU, SLU, WUR, MSU, UC Davis, dll); lembaga riset internasional (mis: Leibniz Institute, CATAS, dll); industri (mis: Daewoong), dan organisasi internasional (mis: IUFRO, EU, ADB, GIZ, dll).

Mobilitas mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, serta keterlibatan IPB University dalam agenda global terkait pangan, pertanian berkelanjutan, dan perubahan iklim terus meningkat, memperkuat posisi IPB University di tingkat regional dan global.

Akses Pendidikan Tinggi yang Berkualitas dan Berkeadilan

Rektor Dr Alim menegaskan komitmen IPB University untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan terjangkau, melalui pengelolaan jalur masuk yang transparan, kuota penerimaan yang proporsional, serta dukungan nyata bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial dan wilayah.

Pada penerimaan mahasiswa baru 2025, IPB University menerima 9.662 mahasiswa multistrata yang berasal dari 35 provinsi, dengan sebanyak 20%-nya dari Sumatra.

IPB University menyediakan beragam jalur penerimaan mahasiswa baru yang dirancang untuk mengakomodasi potensi akademik, prestasi nonakademik, serta keberagaman latar belakang daerah dan sosial ekonomi. Jalur-jalur ini di antaranya SNBP, SNBT, Ketua OSIS, Talenta, BUD, dan Seleksi Mandiri.

IPB University juga memberikan 8.500 akun gratis bagi mahasiswa yang ingin mengambil micro-credential di berbagai platform pembelajaran online.

Pengembangan softskill mahasiswa dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan uji kompetensi, minat bakat, pengabdian masyarakat, talent pool, hingga kewirausahaan.

Untuk mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa, IPB University menyediakan beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. Lebih dari Rp138 miliar dana beasiswa di tahun 2025 menjangkau mahasiswa. Sebanyak hampir 40% mahasiswa IPB University adalah penerima beasiswa.

Selain itu, IPB University mengembangkan beragam program kesejahteraan mahasiswa seperti layanan konseling mahasiswa, program buah dan susu gratis, kantin sehat “Warung Kita” dan food bank.

Riset dan Inovasi Berdampak

Di bidang riset dan inovasi, Rektor Dr Alim mengatakan bahwa IPB University terus mendorong penelitian yang relevan dengan kebutuhan bangsa dan mampu menjawab tantangan global, khususnya pada isu strategis ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan kesehatan dan bioekonomi.

Pada 2025, topik riset berkaitan dengan pangan masih mendominasi sebesar 50%, disusul bidang kesehatan 17%, rekayasa keteknikan 17%, dan bidang lainnya.

IPB University terus berkontribusi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui 10 program aksi ketahanan pangan yaitu pengadaan 3.156 ton benih padi varietas unggulan IPB ke Kementan RI, perluasan Kampung Inovasi IPB untuk padi sawah dan gogo pada 1.125 hektar di Subang, Sukabumi, Bogor, IKN, dan Papua.

Kemudian, pendirian IPB-KOICA Rice Innovation Center di kampus IPB, Ekspedisi Patriot Pangan kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi, inovasi pangan berbasis peternakan, Smart Green House, Plant Factory, dan Agri-Photovoltaic untuk produksi high value crop.

Integrasi data cuaca dan iklim dari 100 Automatic Weather Station (AWS), petani di Jawa & Sumatera ke dalam IPB Digitani, pengembangan inovasi Climate Resilient Agroforestry di Lahan perhutanan sosial, seluas 2000 hektare (padi gogo, alpukat, kopi dan durian di Garut, Cianjur dan Sukabumi), inovasi akuakultur dan bluefood, serta pendirian Center of Excellence (CoE) program Makan Bergizi Gratis (didukung oleh UNICEF, Bappenas, dan Bank Mandiri).

IPB University memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi riset, mendorong agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi teknologi terapan, produk komersial, hingga model pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan mitra internasional menjadi kunci agar inovasi kampus dapat diadopsi secara luas.

“Pendekatan ini menempatkan IPB University sebagai kampus inovator, yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pasar dan masyarakat,” ungkapnya.

Dari Kampus ke Desa: IPB Tegaskan Kampus Berdampak

Sampai dengan 2025, IPB University telah menyentuh dan berkontribusi pada 8.350 (9,91%) desa di berbagai provinsi di Indonesia, melalui program pengabdian masyarakat, inovasi pertanian, pangan, kelautan dan lingkungan. Kegiatan tersebut menjangkau petani, nelayan, UMKM, pemuda, dan perempuan dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan lokal.

Berbagai inovasi IPB Univesity mulai dari teknologi pertanian cerdas iklim, hilirisasi produk pangan, hingga penguatan kapasitas masyarakat desa menjadi bukti bahwa kampus dapat menjadi motor pembangunan berkelanjutan.

Program One Village One CEO (OVOC) dijalankan menggunakan pendekatan ekosistem bisnis yang dibangun untuk menghubungkan usaha produksi petani dengan pasar-pasar modern (seperti Indomaret, Total Buah Segar, All Fresh, dan lain-lain). Program ini melibatkan lebih dari 1.000 desa di seluruh Indonesia.

IPB University Ringankan UKT Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra

Setelah sebelumnya melakukan berbagai kegiatan tanggap darurat di wilayah yang dilanda bencana banjir bandang Sumatra (Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat), IPB University kini melanjutkan aksi peduli bencana ke langkah jangka menengah.

Aksi jangka pendek (tanggap darurat) dilakukan berupa pengiriman bantuan pangan, obat-obatan, pipanisasi untuk mengalirkan air bersih, paket peralatan internet berbasis satelit, hingga pengiriman dokter, dosen dan mahasiswa untuk melakukan pelayanan kesehatan dan gizi, serta pendampingan dan pemulihan psikis korban terutama bagi kelompok rentan (anak-anak, lansia, wanita hamil dan menyusui).

IPB University mengirim 13 dosen dan dokter, 15 mahasiswa, 8 staf ke Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan, Agam dan lain-lain. Mengirim produk pangan berbasis inovasi IPB berupa 13.500 pcs ready to use food untuk balita dan 18.000 pcs nasi steril siap makan.

Kemudian, pendampingan psikososial dan kesehatan, Aksi Marandang Basamo pada 6 Desember 2025, serta bantuan makan malam gratis selain makan siang bersubsidi terhadap 2.000 mahasiswa IPB yang terdampak.

“Untuk aksi jangka menengah, IPB University menyiapkan sejumlah langkah di antaranya penguatan transisi dari pangan darurat ke pangan yang lebih stabil, pemulihan psikososial lanjutan, reaktivasi pertanian, membangkitkan kembali UMKM, serta peninjauan kembali uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa terdampak bencana,” jelas Rektor.

Terkait UKT, akan diberlakukan beberapa level kebijakan mulai dari pembayaran secara dicicil, menurunkan nilai UKT, membebaskan pembayaran UKT untuk mahasiswa yang mengambil cuti akademik, hingga menggratiskan sepenuhnya.

Kebijakan ini akan diberlakukan minimal selama satu semester. Sedang dilakukan pengkajian untuk mencari formula yang tepat bagi masing-masing mahasiswa terdampak bencana.

Kemdiktisaintek mendanai empat proposal yang diajukan IPB University untuk aksi tanggap darurat maupun rehabilitasi yaitu distribusi logistik, layanan kesehatan dan gizi, pendampingan psikososial, serta mitigasi dan edukasi kebencanaan.

Sementara untuk jangka panjang, IPB University akan memberikan beragam kebijakan afirmasi yang akan diprioritaskan untuk daerah yang terkena bencana tersebut seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, program Dosen Mengabdi, beasiswa untuk mahasiswa baru asal wilayah bencana, serta beragam studi dan kajian dan policy brief kebencanaan.

Outlook 2026: Mempercepat Dampak dan Daya Saing Global

Memasuki 2026, IPB University berkomitmen untuk mempercepat implementasi Renstra 2024–2028 dengan fokus program pada peningkatan dampak riset dan inovasi melalui hilirisasi dan kemitraan strategis dengan masyarakat, industri dan pemerintah.

Kemudian, penguatan Global South Engagement yang lebih terarah pada kolaborasi berdampak dan pengakuan internasional, khususnya pada kemitraan dengan perguruan tinggi dan institusi di wilayah Global South.

Pengembangan talenta unggul mahasiswa dan dosen yang adaptif terhadap tantangan global. Kontribusi nyata terhadap program prioritas pemerintah (Asta Cita) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pangan, energi, air, dan lingkungan.

“Dengan landasan capaian 2025 dan arah strategis yang jelas, IPB University optimistis melangkah ke tahun 2026 sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak bagi Indonesia dan dunia,” pungkas Rektor.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jelang Musda, Golkar Kota Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD

Published

on

By

Jelang Musda, Golkar Kota Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD
Konferensi pers pelaksanaan Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Selasa, 28 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – DPD Partai Golkar Kota Bogor resmi memulai tahapan Musyawarah Daerah (Musda) XI. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi dan hasil rapat koordinasi bersama DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat terkait percepatan konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten/kota.

​Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Eka Wardhana menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Musda di tingkat daerah ditargetkan rampung paling lambat 31 Juli 2026.

Selanjutnya, konsolidasi internal akan diteruskan ke tingkat Musyawarah Kecamatan (Muscam) hingga Musyawarah Kelurahan (Muslur).

​”Sesuai arahan DPD Jawa Barat, Musda tingkat kabupaten/kota paling lambat selesai 31 Juli. Setelah itu, kami diinstruksikan menggelar Muscam hingga Oktober dan Muslur maksimal Desember. Sehingga, seluruh konsolidasi struktur dari tingkat kota hingga kelurahan tuntas pada akhir tahun,” ujar Eka di hadapan awak media, Selasa, 28 Juli 2026 malam.

​Eka mengungkapkan, Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, di Gedung Braja Mustika. Rangkaian acara akan diawali dengan ajang silaturahmi kader pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan persidangan Musda mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

​Terkait proses penjaringan pimpinan baru, panitia telah menetapkan jadwal pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor yang berlangsung singkat dan ketat.

​”Pendaftaran bakal calon kami buka mulai hari ini, Rabu (29/7/2026) pukul 00.01 WIB dan akan ditutup pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB. Waktu ini kami rasa cukup bagi para kader terbaik untuk memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang diamanatkan dalam AD/ART partai,” tambah Eka.

​Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, M. Aleksander, menanggapi dinamika politik yang berkembang menjelang pembukaan pendaftaran.

Ia menyayangkan adanya riak-riak atau narasi penolakan terhadap figur tertentu sebelum proses penjaringan resmi berjalan secara adil.

​”Penjaringan baru saja dibuka dan pendaftaran belum berjalan, tapi sudah ada dinamika penolakan. Harapan kami, semua kader terbaik yang ingin maju mengikuti mekanisme resmi yang ada di Juklak Pasal 2 DPP. Semua kader memiliki hak yang sama selama memenuhi kriteria baku partai,” tegas Aleksander.

​Ia menekankan bahwa panitia penyelenggara dan seluruh stakeholder Partai Golkar Kota Bogor berkomitmen untuk menjamin pelaksanaan Musda XI berlangsung secara transparan, tertib, dan berkualitas demi menjaga soliditas partai.

​”Kami mengimbau agar dinamika ini tidak mengganggu kekompakan kader. Terbukti malam ini, seluruh tahapan kita jalankan bersama dan didukung penuh oleh seluruh unsur partai. Kami ingin Musda XI ini berjalan aman, lancar, dan melahirkan kepemimpinan yang membawa kemajuan bagi Partai Golkar di Kota Bogor,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

CKG Kota Bogor Khusus TBC Digelar di 400 Lokasi, Dimulai Agustus

Published

on

By

CKG Kota Bogor Khusus TBC Digelar di 400 Lokasi, Dimulai Agustus
Penandatanganan dukungan komitmen pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Benjamin Paulus Octavianus bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim; Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin; Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, M. Zainal Abidin; Dinas Kesehatan Kota Bogor, serta Lurah Pasir Jaya menandatangani dukungan komitmen pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Bogor, Selasa, 28 Juli 2026.

Penandatanganan komitmen tersebut menjadi bagian dari kegiatan koordinasi, advokasi, dan sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Bogor.

Wamenkes menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Sekitar 10 persen kasus TBC dunia berada di Indonesia dan menempatkan Indonesia pada posisi kedua secara global.

Ia menjelaskan, pada 2020 diperkirakan terdapat 824 ribu kasus TBC di Indonesia dengan penemuan kasus sekitar 48 persen. Sementara pada 2025 diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus dengan capaian pengobatan mencapai 80 persen.

Baca juga: Alarm HIV di Kota Bogor, DPRD Desak Pemkot Cepat Tangani

Untuk Kota Bogor, jumlah kasus TBC pada 2025 hingga 2026 diperkirakan mencapai sekitar 18 ribu kasus. Menurutnya, aparatur wilayah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG), khususnya bagi kontak erat pasien TBC yang tinggal dalam satu rumah.

“TBC merupakan penyakit menular, untuk itu orang yang satu rumah dengan penderita TBC harus dicek. Selama ini yang diobati hanya yang sakit sementara yang tidak sakit tidak diperiksa, padahal bisa jadi ini calon yang sakit di tahun depan. Karena itu tahun ini kita beri anggaran, di Jawa Barat buat CKG di 10.930 lokasi, di mana 400 di antaranya di Kota Bogor,” kata Benjamin.

Ia mengatakan, pelaksanaan CKG khusus TBC bertujuan agar seluruh kontak erat pasien TBC mendapatkan pemeriksaan dan apabila memenuhi kriteria dapat mengonsumsi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) secara rutin sebanyak 12 kali pemberian, sehingga kuman TBC dapat ditekan.

Untuk mendukung pelaksanaan CKG di Kota Bogor, dibutuhkan sekitar empat hingga lima alat X-Ray agar target pemeriksaan dapat diselesaikan dalam waktu 100 hari.

Menurutnya, apabila angka kasus TBC meningkat pada tahun depan, hal tersebut merupakan bagian dari proses penemuan kasus, namun di tahun-tahun berikutnya diharapkan dapat menurun karena calon pasien telah mendapatkan pengobatan pencegahan.

“Yang terpenting Camat dan Lurah mampu mendatangkan masyarakat yang tertular dan keluarganya untuk dicek. Untuk lebih optimal dapat melibatkan pihak swasta agar CKG di 400 lokasi di Kota Bogor terlaksana,” ujar Benjamin.

Baca juga: Banjir Musiman Teratasi, Kedung Badak Usulkan Drainase Baru

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan, kegiatan pencanangan tracing TBC terintegrasi dengan CKG Smart.

Rencananya, pelaksanaan CKG akan dimulai pada awal Agustus hingga November 2026 dengan total sasaran sebanyak 23.200 orang di 68 kelurahan. Kegiatan tersebut akan dilakukan di 232 lokasi khusus dengan masing-masing lokasi menyasar 100 orang.

“Kolaborasi dan kerja sama semua pihak, jajaran kesehatan, aparatur wilayah, para kader kesehatan serta pihak terkait lainnya agar penemuan kasus aktif TBC terintegrasi dengan CKG dapat berjalan dengan sukses,” ungkap Erna.

Dalam kesempatan tersebut, Erna juga menyampaikan sejumlah tantangan dalam penanggulangan TBC, di antaranya koordinasi investigasi kontak di wilayah yang belum optimal, tindak lanjut pasien TBC yang berasal dari luar Kota Bogor.

“Keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, edukasi dan pemahaman masyarakat yang masih rendah, stigma terhadap pasien, serta keterbatasan jumlah kader dan kendala tindak lanjut pasien dari luar wilayah,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Banjir Musiman Teratasi, Kedung Badak Usulkan Drainase Baru

Published

on

By

Banjir Musiman Teratasi, Kedung Badak Usulkan Drainase Baru
Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Upaya penanganan banjir di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor mulai menunjukkan hasil. Setelah dilakukan normalisasi saluran air dan pembersihan drainase, kawasan yang sebelumnya kerap tergenang saat musim hujan kini tidak lagi mengalami banjir.

Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat mengatakan, permasalahan banjir selama ini terjadi di wilayah RT 04 RW 09. Berdasarkan aduan masyarakat, kawasan tersebut kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi, terutama pada musim hujan yang berlangsung dari Januari hingga Mei.

“Banjir ini lumayan juga. Di sana ada akses masyarakat menuju SDN Kedung Badak 4 dan Puskesmas Kedung Badak. Banjirnya itu (ketinggian air) sekitar lutut orang dewasa,” ujar Ahnim di kantornya, Selasa, 28 Juli 2026.

Baca juga: Telkom Indonesia jadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kota Bogor

Ia menjelaskan, penanganan banjir dilakukan melalui kerja sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 5.2 Provinsi Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum dengan melakukan normalisasi saluran air di kawasan Jalan Sholeh Iskandar. Hasilnya, genangan yang sebelumnya sering terjadi kini berhasil diatasi.

“Alhamdulillah, setelah normalisasi dilakukan, air surut dan tidak mengalami banjir lagi,” kata Ahnim.

Selain normalisasi saluran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga melakukan pembersihan sampah serta pengerukan endapan lumpur di saluran drainase agar aliran air kembali lancar.

Sebelum pekerjaan normalisasi dimulai, PPK 5.2 Provinsi Jawa Barat terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak di Aula Kelurahan Kedung Badak. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait pelaksanaan pekerjaan sekaligus mengakomodasi masukan dari warga.

Meski kondisi banjir telah berangsur teratasi, Pemerintah Kelurahan Kedung Badak tetap mengusulkan penanganan lanjutan berupa pembangunan saluran drainase baru yang memiliki dimensi lebih dalam, lebih panjang, dan lebih lebar dibandingkan saluran yang ada saat ini.

Baca juga: Kasus Bayi Dalam Tas di Kota Bogor Terbongkar, Polisi Tetapkan Tersangka

Menurut Ahnim, usulan tersebut telah disampaikan dalam rapat bersama tim Sekretariat Daerah Kota Bogor pada pekan lalu dan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.

“Kami juga mengusulkan berupa pembuatan saluran air baru yang lebih dalam, panjang, fak lebar dibandingkan eksisting yang sudah ada,” ujarnya.

Ahnim berharap berbagai upaya yang dilakukan secara bertahap tersebut mampu mengurai persoalan banjir dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.

“Mudah-mudahan permasalahan di wilayah kami pelan-pelan bisa diurai sehingga penanganannya berjalan dengan baik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” tutupnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer