Berita
Terima Ancaman, Siswi Nabila Minta Perlindungan KPAID Kota Bogor
KlikBogor – Siswi asal Kota Bogor, Nabila Oriza (16), yang sempat tidak dapat mengikuti ujian karena masih memiliki tunggakan sekolah meminta perlindungan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.
Nabila meminta perlindungan ke KPAID karena berencana menempuh jalur hukum atas ancaman yang dia terima.
Didampingi kuasa hukumnya, Nabila diterima langsung oleh Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah. Tampak hadir Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Kantor KPAID Kota Bogor pada Jumat, 9 Mei 2025.
Ketua KPAID Kota Bogor, Dede Siti Amanah menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung langkah hukum yang diambil Nabila, selama berkaitan dengan pelanggaran hak anak.
“Kehadiran Nabila hari ini tentu untuk meminta perlindungan atas langkah hukum yang direncanakan. Kami pada prinsipnya atas segala bentuk pelanggaran hak anak dan terbukti, kami hormati dan dukung proses hukum tersebut,” ujar Dede.
Ia mengungkapkan bahwa aduan utama yang diterima pihaknya perihal ancaman yang dialami Nabila. Menurutnya, ancaman tersebut sudah dikategorikan masuk ranah hukum.
“Yang pertama, adanya ancaman. Ini yang jelas sudah masuk ranah hukum. Di mana Nabila sudah melaporkan terkait larangan ikut ujian, diancam akan dilaporkan kepada kepolisian,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk mengawal hak-hak anak, khususnya dalam bidang pendidikan.
“Intinya, pemerintah butuh kolaborasi dari semua pihak, terutama lembaga seperti KPAID. Hak anak dalam bidang pendidikan harus menjadi prioritas, begitu pula hak atas kesehatan dan pengasuhan,” ucap Jenal.
Namun, ia mengakui keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah dan lembaga perlindungan anak dalam mengawasi seluruh kasus yang ada.
“Mekanisme pengawasan tentu ada batasnya. Saya sendiri kadang membuka laporan masyarakat melalui media sosial. Misalnya, hari ini saya dapat laporan ada Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang ditahan, ATM-nya diminta. Ini jelas sudah tidak benar. Orang tua lah yang berhak memegang itu,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Musrenbang Kota Bogor Usulkan 1.066 Kegiatan pada 2027
KlikBogor – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bogor 2027 digelar di IPB International Convention Center, pada Rabu, 8 April 2026. Tercatat 1.066 kegiatan diusulkan dalam Musrenbang Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa apa yang disampaikan warga dalam Musrenbang RKPD 2027 memiliki tujuan yang sama, yakni menjadikan Kota Bogor lebih maju dan lebih baik ke depan.
“Sehingga pimpinan perangkat daerah dan ASN Pemerintah Kota Bogor merupakan penghubung antara mimpi dan keinginan masyarakat dengan realitas. Hal inilah yang diungkapkan dalam Musrenbang, agar dapat diakomodasi dengan baik,” ujar Dedie Rachim saat membuka kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, terdapat 10 proyek strategis daerah dan rencana pembangunan strategis yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam Musrenbang ini juga disampaikan berbagai harapan masyarakat, mulai dari sektor infrastruktur, transportasi, lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pembangunan manusia, kewilayahan, pariwisata, seni budaya, hingga ekonomi kreatif (ekraf), yang seluruhnya membutuhkan komitmen kuat dari perangkat daerah dan ASN.
“Tadi kita lihat bersama keinginan masyarakat agar angkutan kota tertib, tidak ngetem. Ada juga masyarakat yang menginginkan peningkatan kualitas hidup di bidang kesehatan dan pendidikan. Semua itu bisa diwujudkan melalui peran perangkat daerah,” katanya.
Dedie Rachim menyadari bahwa setiap pembangunan memerlukan biaya dan anggaran. Namun, ia juga mendorong perangkat daerah di wilayah untuk berkreasi dan berinovasi dalam mewujudkan mimpi serta keinginan warga.
“Di sinilah peran kita dalam memberikan akses kepada masyarakat untuk dapat berekonomi dengan baik serta meningkatkan taraf hidup melalui pelayanan terbaik,” jelasnya.
Mengusung tema ‘Pengembangan Kapasitas dan Transformasi Digital Pemerintahan’, kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kick-off Bogor Innovation Award (BIA) 2026 yang diselenggarakan oleh Bapperida Kota Bogor.
Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, mengatakan bahwa Musrenbang ini dilaksanakan untuk menyusun RKPD Kota Bogor 2027.
“Tujuan pelaksanaan Musrenbang hari ini adalah sebagai bagian dari penyusunan prioritas pembangunan daerah tahun 2027, menyelaraskan usulan masyarakat dengan program pemerintah, serta mengintegrasikan dan mengharmonisasikan program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” terangnya.
Dari hasil rekapitulasi pelaksanaan Musrenbang di tingkat kecamatan dan kota, terdapat 1.066 usulan yang diajukan secara proporsional dari masing-masing kecamatan.
Sepuluh besar usulan yang diakomodasi dalam Musrenbang meliputi perbaikan jalan permukiman, drainase, penerangan jalan umum (PJU), penyediaan alat kesehatan di posyandu, hingga pelatihan keterampilan berbasis masyarakat.
“Ini menjadi bagian dari upaya dan komitmen kita membangun Bogor menjadi Bogor Beres, Bogor Maju,” tandas Rudy.
(rls/hrs)
Berita
Komisi IV DPRD Bahas Hasil Audit Dispora Terkait GOM Bogor Utara
KlikBogor – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor di Ruang Rapat Komisi IV Gedung DPRD Kota Bogor.
Rapat tersebut membahas hasil audit Dispora, khususnya terkait kondisi Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara, serta evaluasi persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di mana Kota Bogor akan menjadi tuan rumah.
Ketua Komisi IV, Fajar Muhammad, mengatakan bahwa rapat dihadiri langsung oleh Kepala Dispora beserta jajaran dan difokuskan pada dua hal utama, yakni hasil audit fasilitas olahraga dan kesiapan penyelenggaraan Porprov mendatang.
“Sudah dijelaskan oleh Kadispora berdasarkan dokumen resmi bahwa GOM Bogor Utara sudah ditetapkan sebagai status bencana yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga sudah dengan SK Wali Kota,” ujar Fajar dikutip Rabu, 8 April 2026.
Terkait dengan robohnya fasilitas di GOM Bogor Utara, lanjut Fajar, tidak hanya faktor bencana, tetapi juga minimnya pemeliharaan.
“Terkait dengan terjadinya roboh, Kadispora juga telah menyampaikan kepada Komisi IV bahwa tidak adanya maintenance yang mumpuni. Anggaran perbaikan beberapa kali dicoret yang pada akhirnya kerusakan-kerusakan kecil menjadi besar.
Komisi IV pun telah mengingatkan Dispora agar lebih memperketat pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas olahraga ke depan.
Selain itu, dalam rapat juga dibahas rencana pembangunan tahap kedua di GOR Pajajaran, termasuk penambahan fasilitas seperti karpet anti-slip untuk meningkatkan keamanan pengguna.
“Kadiispora sudah sampaikan untuk membantu pengadaan karpet secara pribadi demi mencegah potensi kecelakaan,” katanya.
“Kami mengapresiasi langkah Dispora. Harapannya ke depan, pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kesiapan Porprov 2026 bisa maksimal,” imbuhnya.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, membenarkan adanya dua faktor utama penyebab kerusakan di GOM Bogor Utara. Pertama adalah faktor bencana yang dibuktikan dengan laporan BPBD pada 20 Februari.
“Di situ ada pohon tumbang dan juga di Cimahpar ada pohon tumbang dan ada robohnya pagar di sana,” kata Anas.
Faktor kedua, lanjut Anas, adalah kurangnya pemeliharaan infrastruktur. Ia mencontohkan bagian pipa penyangga pagar yang mengalami kerusakan sehingga air hujan masuk dan memicu korosi.
“Tapi kalau ada pemeliharaan kan itu akan diganti sehingga tetap utuh tertutup sehingga kemungkinan korosi karena masuknya air itu akan berkurang,” ungkapnya.
Terkait fasilitas di GOR Pajajaran, Dispora berkomitmen melanjutkan pembangunan tahap kedua agar hasilnya lebih optimal. Untuk kebutuhan tambahan seperti karpet anti-slip, pihaknya akan mencari solusi, baik melalui dana pribadi, kontribusi pihak ketiga, maupun sponsor.
“Harganya tidak terlalu mahal, Kami sedang upayakan agar bisa segera tersedia demi keamanan pengguna,” ucapnya.
(ckl/hrs)
Berita
Di Musrenbang Kota Bogor, Asep Nadzarullah Tekankan Penanganan Sampah
KlikBogor – Ketua Karang Taruna Kota Bogor, Asep Nadzarullah, memberikan catatan terhadap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bogor 2027.
Ia menegaskan bahwa agenda tahunan ini harus benar-benar terealisasi pada tahun mendatang agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Semoga hasil Musrenbang tahun ini bisa terealisasi tahun depan. Harapan masyarakat terhadap proses pembangunan, baik secara fisik, sosial, maupun budaya, bisa terlaksana dengan baik, sehingga mereka bisa menikmati hasilnya,” ujar Asep usai menghadiri Musrenbang RKPD Kota Bogor 2027 di IPB International Convention Center, Rabu, 8 April 2026.
Ia menyoroti salah satu poin yang menjadi perhatian serius adalah penanganan sampah. Dengan volume sampah Kota Bogor yang mencapai hampir 800 ton per hari, Asep menilai pembangunan infrastruktur pengolahan sampah dibutuhkan sebagai upaya untuk meminimalisir masalah tersebut.
Asep pun mengatakan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) harus terus dikawal agar dapat terealisasi pada 2028 mendatang.
“PSEL harus. Semoga tahun 2028 bisa terealisasi untuk penanggulangan masalah sampah Kota Bogor,” ujar Anggota DPRD Kota Bogor itu.
Selain masalah sampah, Asep juga menyinggung rencana pembangunan alih trase Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Ia mencatat bahwa proyek tersebut saat ini telah memasuki proses lelang.
“Itu kan sudah proses lelang katanya hari ini. Kita berharap prosesnya berjalan lancar tanpa ada hambatan apa pun,” katanya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
