Connect with us

Berita

Hujan Deras, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga di Kebonpedes

Published

on

Hujan Deras, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga di Kebonpedes
Banjir melanda permukiman warga di Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Bogor Selatan, Senin, 18 Mei 2026. Dok. BPBD Kota Bogor.

KlikBogor – Banjir merendam puluhan rumah warga di Gang Pacilong, Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin, 18 Mei 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, banjir melanda wilayah tersebut sekira pukul 19.00 WIB.

Selain curah hujan tinggi, terang Dinas Tiko, penyempitan aliran kali setempat diduga menjadi penyebab meluapnya air ke permukiman warga.

“Penyebab kejadian hujan dengan intensitas tinggi dan penyempitan aliran kali,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya.

Akibat kejadian itu, banjir merendam sekitar 40 rumah warga setempat. Petugas BPBD telah diterjunkan ke lokasi banjir dan melakukan koordinasi tanggap darurat kejadian bersama dengan pihak terkait.

Assessment, dokumentasi, dan koordinasi tanggap darurat kejadian bersama dengan pihak terkait telah selesai dilaksanakan,” katanya.

Saat ini, air yang menggenangi permukiman warga berangsur surut.

“Banjir sudah mulai surut,” kata Dinas Tiko.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai

Published

on

By

Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai
Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan saat meninjau langsung program Lapak Capil di kantor Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 18 Mei 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menggulirkan program Lapak Capil di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk jemput bola dan mempermudah masyarakat mengurus akta pencatatan sipil di kantor kelurahan.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan menjelaskan, kegiatan rutin dua kali seminggu bernama inovasi Lapak Capil ini sebagai langkah jemput bola untuk pembuatan akta pencatatan sipil. Kali ini jadwal pelayanan di Kelurahan Sukadamai.

“Alhamdulillah, kegiatan Lapak Capil ini sudah kami mulai sejak Januari 2024, yang berarti sudah berjalan lebih dari dua tahun hingga saat ini. Sudah puluhan ribu dokumen kependudukan yang kami cetak melalui layanan jemput bola ini. Untuk pelayanan reguler, masyarakat biasanya harus datang langsung ke kantor dinas, kecamatan atau Mal Pelayanan Publik (MPP),” ungkap Ganjar kepada wartawan.

Melalui Lapak Capil, pihaknya datang mendekatkan diri ke masyarakat langsung di kelurahan. Semuanya cukup diselesaikan pada hari ini juga di kantor kelurahan, sesuai tujuan utamanya adalah untuk memudahkan, mendekatkan dan menghemat biaya transportasi masyarakat.

“Kami pastikan dokumen bisa diselesaikan saat itu juga. Kali ini pelayanan difokuskan pada bidang pencatatan sipil, termasuk perekaman KTP dan penggantian foto. Untuk pencetakan fisik KTP akan kami bantu arahkan ke kecamatan, karena tidak semua peralatan cetak bisa kami bawa ke lokasi. Proses perekaman dan ganti fotonya sudah bisa dilakukan sepenuhnya di sini,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, terkait efisiensi layanan, sejak 2023 Disdukcapil telah bekerja sama dengan Gojek untuk menyinergikan layanan online. Layanan Disdukcapil kini tersedia melalui aplikasi ‘Pakuan Prima’, sehingga masyarakat dapat mengakses aplikasi tersebut untuk mengajukan permohonan dokumen kependudukan baik penggantian KTP, KK, maupun akta kelahiran.

Ia menambahkan, semua kepengurusan tersebut dapat diproses secara online dan hasil cetak dari layanan ini nantinya dapat diambil sendiri melalui fasilitas drive-thru yang ada di kantor Disdukcapil.

“Namun, berkat kerja sama dengan Gojek, kami memberikan opsi kemudahan tambahan. Jika masyarakat tidak sempat mengambil langsung ke dinas, dokumen bisa diantarkan ke rumah menggunakan layanan GoSend. Konsekuensinya tentu berbayar sesuai dengan jarak tempuh yang ditetapkan oleh kebijakan tarif Gojek. Dalam aplikasi Pakuan Prima, sudah otomatis tersedia pilihan untuk mengambil dokumen sendiri atau diantar melalui layanan Gojek,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Lurah Sukadamai, Muhari mengapresiasi program Lapak Capil dan membuat warga Kelurahan Sukadamai sangat antusias. Walaupun informasinya baru diterima kemarin sore, warga sudah siap sedia untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan luar biasa seperti ini harus terus dilanjutkan hingga menyentuh pelosok kelurahan.

“Pelayanan kependudukan ini sangat menyentuh warga kami yang membutuhkan, khususnya bagi keluarga prasejahtera, apalagi wilayah kami berbatasan langsung dengan kabupaten. Sehingga di wilayah kami, sebagian besar dokumen kependudukan ini sangat diperlukan masyarakat untuk mengurus Bantuan Sosial (Bansos) serta fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Muhari menerangkan, sebagai gambaran, ada sekitar 1.400 penerima bansos di wilayah Sukadamai serta perekaman untuk pemilih pemula beberapa waktu lalu juga dihadiri sekitar 1.200 orang.

“Jadi, kegiatan yang menyentuh langsung warga kurang mampu ini sangatlah tepat sasaran. Alhamdulillah, warga Kelurahan Sukadamai merasa sangat terbantu dengan hadirnya kegiatan Lapak Capil ini,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

2 Jalur Alternatif ke Cipaku-Pamoyanan Bogor Selatan Diperbaiki

Published

on

By

2 Jalur Alternatif ke Cipaku-Pamoyanan Bogor Selatan Diperbaiki
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat meninjau jalur alternatif tepatnya Jalan Sirnagalih yang menghubungkan BNR-Ranggamekar menuju Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Senin, 18 Mei 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin meninjau dua jalur alternatif menuju Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan. Keduanya, yakni jalur undak Lawang Gintung tembus Cipaku dan Jalan Sirnagalih menghubungkan BNR-Ranggamekar menuju Pamoyanan.

Di lokasi pertama, Jenal yang didampingi Kepala Dinas PUPR melihat langsung kondisi jalan yang dinilai curam dan sempit. Ditambah kondisi jalan yang licin, pengendara harus ekstra hati-hati.

“Namun, minimal sementara sampai selesai jalan trase baru, jalur ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Insyaallah besok (19/5/2026) diaspal oleh Dinas PUPR menggunakan anggaran pemeliharaan,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

Di wilayah Ranggamekar, Jenal juga melihat kondisi jalan yang selalu tergenang saat hujan deras, sehingga menyebabkan jalan rusak parah.

Hal tersebut disebabkan tidak ada aliran drainase yang menunjang jalan. Dinas PUPR diminta melakukan pengaspalan sementara agar masyarakat bisa melintas dengan aman.

Untuk perencanaan ke depan, elevasi jalan tersebut akan disesuaikan. “Ada pemilik kontrakan di depan jalan tersebut yang membangun drainase, hanya lebih tinggi dari jalan sehingga air tidak masuk. Nanti akan coba kita panggil,” imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa sejak awal terjadinya longsor di Jalan Saleh Danasasmita, aparatur wilayah bergerak cepat mencari jalur-jalur alternatif. Namun, karena intensitas pengguna jalan yang cukup padat, jalur-jalur alternatif tersebut juga membutuhkan pemeliharaan.

Oleh karena itu, Jenal meminta aparat wilayah terus responsif melihat dan mendengar aspirasi warga.

“Saya meminta langsung camat dan lurah membuka telinga. Jika ada aduan masyarakat terkait jalan berlubang dan jalan yang perlu diperbaiki, segera laporkan kepada pimpinan atau dinas teknis,” ungkapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Koperasi Ketahanan Pangan jadi Ikon Baru Kota Bogor

Published

on

By

Koperasi Ketahanan Pangan jadi Ikon Baru Kota Bogor
Pembentukan Koperasi Ketahanan Pangan dirangkaikan dengan dialog bersama para entrepreneur muda. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor resmi meluncurkan program pembentukan Koperasi Ketahanan Pangan yang dirangkaikan dengan dialog bersama para entrepreneur muda.

Kegiatan strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi sektor pangan ini berlangsung di D’Kramba Fish Farm, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Senin, 18 Mei 2026.

​Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, akademisi, hingga perwakilan kementerian.

Menteri Keuangan RI yang sedianya dijadwalkan hadir, diwakili oleh Tenaga Ahli Regulasi dan Risiko Keuangan Kementerian Keuangan RI, Arie Budiman.

Sementara dari pihak Pemkot Bogor, hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kota Bogor, Hanafi, yang mewakili Wakil Wali Kota Bogor.

​Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat menegaskan, komitmennya untuk membangun Koperasi Ketahanan Pangan ini sebagai salah satu ikon baru di Kota Bogor.

Baca juga: Hujan Deras, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga di Kebonpedes

Menurutnya, koperasi ini dirancang untuk mengelola sektor pangan secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir, memanfaatkan potensi besar perikanan lele, peternakan, hingga pertanian yang ada di wilayah Bogor Barat.

​”Kami ingin membangun Koperasi Ketahanan Pangan Kota Bogor ini menjadi salah satu ikon untuk mengelola dari hulu ke hilir. Hulunya ada di sini, dekat rawa ini kita punya potensi perikanan lele. Insyaallah, ada kelompok untuk mengolah makanan yang berasal dari ikan, agar peternakannya, perikanannya, dan pertaniannya nanti akan terwujud. Koperasi ini adalah binaan langsung,” ujar Dody Ahdiat dalam sambutannya.

​Ia menambahkan bahwa urusan pangan merupakan tantangan krusial bagi masa depan kota karena menyangkut kebutuhan dasar hidup manusia yang tidak bisa ditunda, berbeda dengan kebutuhan sandang maupun papan.

​Senada dengan hal tersebut, Asisten II Setda Kota Bogor, Hanafi menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo, salah satunya lewat instruksi pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan.

Koperasi Ketahanan Pangan yang baru dibentuk ini diharapkan mampu bertindak sebagai penjamin pasar (offtaker) bagi hasil produksi anggotanya guna menjaga stabilitas harga pangan di pasar lokal, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​”Koperasi Ketahanan Pangan ini harus jadi juga offtaker minimal dari anggotanya atau masyarakat. Kita sudah kebayang kebutuhan-kebutuhan buah, kebutuhan macam-macam. Jika didukung oleh koperasi, kita yakin harga itu akan naik (stabil). Yang penting terakomodir kebutuhan masyarakat dan program yang dilakukan oleh pemerintah pusat dalam bentuk MBG disuplai oleh koperasi,” papar Hanafi.

Baca juga: Keluarga Suami Adalah Hama Segera Tayang di Bioskop, Targetkan Lebih 1 Juta Penonton

Dukungan penuh juga mengalir dari gerakan koperasi lokal. Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat menyatakan kebanggaannya atas totalitas para pakar dan pengurus dalam mengawal konsep ketahanan pangan ini.

Ade berharap ikhtiar ini mampu menjadikan potensi pertanian dan peternakan hulu di Kota Bogor terserap dengan baik hingga ke hilir kuliner.

​Sementara itu, mewakili Kementerian Keuangan RI, Arie Budiman menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Keuangan yang mendadak dipanggil presiden ke Istana Negara.

Kendati demikian, Arie menegaskan bahwa Kemenkeu menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap penguatan koperasi dan pelaku UMKM, terutama generasi muda selaku entrepreneur.

​Arie menilai keberpihakan pemerintah saat ini sangat tinggi untuk membuktikan bahwa koperasi adalah soko guru perekonomian nasional.

Guna menghindari risiko kegagalan, ia menyarankan agar koperasi diarahkan pada sektor produktif seperti koperasi produsen, bukan sekadar simpan pinjam.

​”Pesan dari Pak Menteri Keuangan, pertumbuhan ekonomi kita harus menyentuh potensi yang ada termasuk UMKM dan pemerataan pembangunan di daerah. Melalui kreativitas para entrepreneur muda dan penguatan koperasi produsen, kita bisa sejahtera bersama-sama sehingga manfaatnya lebih terasa oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer