Connect with us

Serba Serbi

UMKM Nusantara Ramaikan Jajarans Festival Ramadan 2026 di Botani Square

Published

on

UMKM Nusantara Ramaikan Jajarans Festival Ramadan 2026 di Botani Square
UMKM dari berbagai daerah meramaikan Jajarans Festival Ramadan 2026 di area parkir Convention Mal Botani Square. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Jajarans Festival Ramadan 2026 hadir di Kota Bogor tepatnya di area parkir Convention Mal Botani Square.

Acara ini menghadirkan kuliner Ramadan mulai dari jajanan tradisional hingga makanan kekinian sekaligus hiburan menarik bagi masyarakat.

Marcom Botani Square, Rosa Retha, menjelaskan bahwa Jajarans Festival Ramadan merupakan event kuliner yang sebelumnya telah melakukan roadshow di beberapa kota di Indonesia.

“Jajarans ini sebenarnya event kuliner yang sudah beberapa kali roadshow di beberapa kota. Kemarin di Garut, Jakarta, yang dinaungi tim kreatifnya Rans Entertainment,” ujar Rosa, Minggu, 8 Maret 2026.

Di bulan Ramadan ini acara digelar selama dua hari pada 7-8 Maret 2026 dengan waktu operasional mulai pukul 15.00 WIB dan tidak dipungut biaya masuk bagi pengunjung. Meski demikian, panitia tetap menerapkan pemeriksaan di pintu masuk.

“Di bulan Ramadan ini buka dua hari dari jam 3 sore dan gratis, cuma ada body check karena kita harus mendukung UMKM yang ada di dalam,” katanya.

Rosa menambahkan, acara dibatasi hingga pukul 22.30 WIB karena lokasi festival berada di area yang juga memiliki hotel sehingga penyelenggara harus menjaga kenyamanan para tamu hotel.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga disesuaikan dengan waktu ibadah selama Ramadan dan ada kultum menjelang waktu berbuka puasa yang dibawakan oleh Ustadz Subki Al-Bughury dan Ustadz Erick Yusuf.

“Ada sekitar 30 tenant UMKM yang terlibat, skalanya Nusantara, jadi bukan hanya dari Bogor saja, meskipun ada beberapa tenant lokal Bogor juga,” tambah Rosa.

Ia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan festival ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kembali Jajarans, sehingga dapat digelar di kota-kota lain di Indonesia.

“Targetnya untuk mempromosikan kembali event Jajarans sebagai portofolio mereka untuk kota-kota lain seperti di Kalimantan atau Sumatra nantinya,” katanya.

Acara turut dimeriahkan dengan penampilan grup musik Perunggu pada 7 Maret 2026, sementara The Panturas akan menghibur pengunjung pada 8 Maret 2026.

Pihaknya juga telah mengimbau masyarakat yang ingin datang agar menggunakan transportasi umum guna menghindari kemacetan dan keterbatasan lahan parkir di sekitar lokasi.

“Kami sudah mengedukasi warga agar datang ke Botani Square naik angkutan umum saja supaya tidak terkendala macet atau parkiran,” pungkasnya.

(hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen

Published

on

By

Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen
Ilustrasi warung makan. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Tren “warteg fancy” yang belakangan ramai di berbagai kota. Guru Besar Ilmu Konsumen IPB University, Prof Ujang Sumarwan menilai fenomena ini sebagai bagian dari kreativitas pelaku usaha dalam merespons perubahan perilaku konsumen.

Menurutnya, pelaku usaha memang dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menarik perhatian konsumen.

“Konsumen selalu menginginkan hal-hal baru. Warteg fancy ini adalah bentuk kreativitas pengusaha dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Prof Ujang dikutip Jumat, 24 April 2026.

Dijelaskan, tren ini tidak hanya didorong oleh satu faktor, melainkan kombinasi dari berbagai aspek, mulai dari kebutuhan fungsional hingga faktor citra sosial.

Dalam perspektif bisnis, inovasi harus hadir baik secara fisik, seperti desain tempat yang lebih menarik, maupun nonfisik, seperti peningkatan layanan.

“Konsumen akan membandingkan berbagai pilihan tempat makan. Mereka mencari sesuatu yang baru, nyaman, dan tetap terjangkau. Di sinilah terjadi pertemuan antara kebutuhan konsumen dan strategi pelaku usaha,” imbuh Prof Ujang.

Lebih lanjut, Prof Ujang menekankan pentingnya pengalaman dalam memengaruhi keputusan konsumen. Ia menyebut bahwa suasana tempat dan pengalaman makan kini menjadi faktor penting yang mendorong konsumen bersedia membayar lebih.

“Ketika konsumen merasa cocok dengan rasa dan tempat, harga sering kali menjadi nomor dua. Konsumen bersedia mengeluarkan anggaran lebih untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda,” katanya.

Ia juga mengatakan, fenomena ini sangat relevan dengan karakteristik konsumen sekarang, terutama generasi muda seperti gen Z, yang cenderung mencari pengalaman unik dan suasana yang nyaman atau “cozy” saat menikmati makanan.

Terkait harga, ia menilai bahwa tarif yang lebih tinggi pada konsep warteg fancy merupakan hal yang wajar. Dalam persepsi konsumen, lanjutnya, harga sering kali diasosiasikan dengan kualitas.

“Ketika harga lebih tinggi, konsumen cenderung menganggap kualitas produk dan layanan juga lebih baik. Sebaliknya, harga yang terlalu murah justru bisa menimbulkan kecurigaan,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren ini sangat bergantung pada respons pasar. Dalam industri makanan dan minuman, siklus hidup tren cenderung berlangsung cepat sehingga pelaku usaha harus terus beradaptasi.

“Semuanya ditentukan oleh respons konsumen. Jika responsnya positif, konsep ini bisa bertahan dalam jangka panjang. Namun jika tidak, sangat mungkin tren ini hanya bersifat sementara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa enam bulan pertama menjadi periode krusial untuk melihat apakah sebuah konsep bisnis mampu bertahan atau tidak.

Hal tersebut mengingat konsumen bersifat dinamis dan terus mencari hal baru, inovasi berkelanjutan menjadi kunci utama.

“Bisnis kuliner harus terus berinovasi. Konsumen akan selalu membandingkan dan mencari pengalaman baru. Di situlah tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang

Published

on

By

Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Yantie Rachim bersama Ketua DWP Kota Bogor, Dewi Sondari Denny meresmikan Kebun Anggrek Kartini di Taman Heulang. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Seratus jenis tanaman anggrek kini memperkaya koleksi Kebun Anggrek Kartini di Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kehadiran kebun ini akan menjadi daya tarik baru sekaligus edukasi bagi masyarakat khususnya anggrek yang dikenal memiliki keindahan bentuk dan warna.

Kebun Anggrek Kartini diresmikan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Yantie Rachim bersama Ketua DWP Kota Bogor, Dewi Sondari Denny, pada Selasa, 21 April 2026.

Yantie Rachim mengatakan bahwa dengan semangat Hari Kartini, kebun anggrek menjadi simbol ketangguhan para perempuan.

“Karena anggrek itu bunga yang tangguh, dan ini menjadi simbol ketangguhan para perempuan yang bisa terus berkembang, maju, dan berdaya,” ucapnya.

Melalui Kebun Anggrek Kartini ini, ke depan juga akan diadakan berbagai kelas edukasi sebagai bentuk pemberdayaan perempuan dalam merawat tanaman.

Dengan begitu, keberadaan Kebun Anggrek Kartini ini menjadi wadah untuk menularkan energi positif kepada perempuan-perempuan di Kota Bogor agar terus menjaga dan mencintai lingkungan.

“Karena merawat bunga ini perlu ketekunan, ketelatenan, dan kesabaran. Hal itu harus kita tularkan sebagai energi positif kepada semua perempuan,” ujarnya.

Ketua DWP Disperumkim Kota Bogor, Debbi Chusnul Rozaqi, menambahkan Kebun Anggrek Kartini ini memiliki 100 jenis anggrek dengan total 250 koleksi tanaman.

Kebun ini pun akan dijaga secara khusus dan dirawat oleh tim Disperumkim. Meski demikian, masyarakat umum tetap bisa menikmati keberadaan dan keindahan anggrek.

“Masyarakat bisa melihat dan berkunjung, namun tetap harus menjaga dan merawat. Karena anggrek ini tidak bisa asal disentuh, sehingga perlu ada kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keindahan kebun anggrek ini,” ungkapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Tata Taman Heulang, Pemkot Bogor Siapkan Kawasan Kuliner

Published

on

By

Tata Taman Heulang, Pemkot Bogor Siapkan Kawasan Kuliner
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (kanan) saat melaksanakan korve di kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 21 April 2026 pagi. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Ikhtiar menjaga wajah kota tetap tertata dan nyaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan korve di kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal.

Diawali dengan apel di depan Mako Satpol PP Kota Bogor, korve dipimpin oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim melakukan penertiban bekas lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menduduki jalur hijau, drainase, serta akses warga.

Kepada para PKL yang berjualan, Dedie Rachim juga melakukan sosialisasi terkait rencana penataan kawasan Taman Heulang.

“Rencana ke depan, kita akan membuat sebuah area khusus kuliner yang lokasinya di Jalan Kasintu. Ini merupakan aspirasi masyarakat sekitar Taman Heulang yang terganggu akibat aktivitas PKL. Kemudian, hal ini didiskusikan dengan Pemkot Bogor dan diputuskan bersama warga serta wilayah untuk membuat spot kuliner Kasintu,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Dedie Rachim menjelaskan, pembangunan spot kuliner tersebut akan dilaksanakan oleh Disperumkim Kota Bogor pada tahun ini.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan Pemkot Bogor akan terus konsisten melakukan penataan di berbagai wilayah di Kota Bogor.

“Karena harapan masyarakat tinggi, ingin wilayahnya asri, aman, sehat, resik, dan indah,” imbuhnya.

Dalam korve ini, ia juga menemukan sambungan listrik yang digunakan oleh para PKL di lokasi berbahaya. Meteran listrik dipasang di dinding saluran air dan juga di bawah pohon, yang berpotensi membahayakan.

Dedie Rachim pun langsung berkoordinasi dengan PLN untuk dilakukan pemutusan sambungan listrik tersebut.

“Jadi, biang keladinya di antaranya adalah sambungan listrik ilegal. Selama sambungan listrik ilegal masih terpasang, kita akan terus tertibkan agar pesan ini sampai bahwa Pemkot Bogor memiliki program penataan dan ketertiban, termasuk membuat spot kuliner resmi,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer