Connect with us

Potret

Teman Dunia dan Akhirat Berbagi Kebaikan di Ramadan

Published

on

Teman Dunia dan Akhirat Berbagi Kebaikan di Ramadan
Founder Teman Dunia dan Akhirat, Andi Rio Pakki saat mengadakan acara berbagi di Panti Asuhan Mizan Amanah, Jumat, 23 Maret 2025.

KlikBogor – Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, Andi Rio Pakki, Founder Teman Dunia dan Akhirat, menegaskan bahwa sedekah tidak akan membuat seseorang miskin. Sebaliknya, sedekah adalah salah satu cara untuk melipatgandakan rezeki dan mendapatkan pahala yang sangat besar.

Dalam acara berbagi terakhir bersama kaum dhuafa di bulan Ramadan ini, Andi Rio Pakki mengungkapkan bahwa janji Allah SWT sudah sangat jelas: “Jika engkau memberi satu, maka Allah akan memberimu dua.”

Program berbagi ini dimulai dengan pembagian takjil di sepanjang Jalan Raya Tajur hingga Ciawi, serta kunjungan ke berbagai panti asuhan. Pada Jumat yang penuh berkah ini, acara berbagi berakhir di Panti Asuhan Mizan Amanah yang terletak di Jalan Pakuan, dekat Baranangsiang.

Menurut Nanda, perwakilan dari komunitas Teman Dunia dan Akhirat, semua program telah berjalan dengan sangat baik dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Kami bersyukur atas semua dukungan yang diberikan. Ke depan, kami sedang merencanakan program makan bersama anak yatim yang akan mengundang beberapa anak yatim dari berbagai daerah,” ujar Nanda, Jumat, 28 Maret 2025.

Andi Rio Pakki menambahkan, sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan, sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadis Riwayat Tirmidzi. Sebagai umat Rasulullah, sudah sepatutnya kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, salah satunya melalui sedekah.

“Saya sangat senang hari ini bisa berbagi dengan teman-teman semua, dan juga ditemani oleh istri saya, Nirmalasari, dalam momen puasa bersama pertama kami sebagai pengantin baru. Semoga apa yang kami perjuangkan dan lakukan bisa berkelanjutan dan mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nirmalasari, istri Andi Rio Pakki, menambahkan, “Suami saya memang senang berbagi. Kegiatan ini sudah dimulai sejak kami tinggal di Makassar. Banyak teman-temannya yang berasal dari kalangan bawah karena beliau memang tidak membedakan golongan dan sangat aktif di berbagai organisasi sosial dan politik.”

“Kami berharap apa yang kami rintis di Bogor ini dapat diterima dengan baik, dan kami sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut serta dalam kegiatan sedekah,” lanjut Nirmalasari.

Andi Rio Pakki dan Nirmalasari pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berbagi kebaikan, saling mendukung, dan mempererat tali silaturahmi. Pihaknya berharap segala usaha yang telah dilakukan bisa bermanfaat dan mendapat ridha dari Allah SWT.

“Kami mohon doa agar apa yang kami lakukan ini bisa berkelanjutan, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah. Semoga kami segera diberikan keturunan yang baik, sehat, kuat, rupawan, cantik, serta menjadi hafidz Alquran. Aamiin, Allahumma Aamiin,” ucapnya.

Teman Dunia dan Akhirat berkomitmen untuk terus mengadakan program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, serta membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam amal kebaikan ini.

(red)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Andi Rio Pakki

    28 Maret 2025 at 21:18

    Masya Allah tabarakallah saling support dalam kebaikan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pasar Jambu Dua Tak Sekedar Pasar Tradisional, Kini jadi Pusat Kuliner

Published

on

By

Pasar Jambu Dua Tak Sekedar Pasar Tradisional, Kini jadi Pusat Kuliner
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakilnya, Jenal Mutaqin dan Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi didampingi Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin saat meninjau salah satu tenant kuliner di Pasar Jambu Dua, Senin, 29 Juni 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Suasana berbeda kini hadir di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan tradisional, pasar tersebut kini menghadirkan berbagai tenant kuliner makanan dan minuman, serta produk fesyen dan aneka hobi yang menarik minat masyarakat.

Direktur Perumda Pasar Pakuan Kota Bogor, Jenal Abidin mengatakan, proses pengembangan Pasar Jambu Dua membutuhkan waktu dan perjuangan yang panjang hingga akhirnya dapat diwujudkan seperti saat ini.

“Kita butuh waktu kurang lebih satu setengah tahun. Dari tanggal 25 Desember 2024 pasar ini sudah selesai. Sekarang hampir dua tahun kita baru bisa seperti ini. Memang luar biasa perjuangannya. Berbagai macam konsep Pak Wali kita coba di sini, tapi akhirnya salah satu upaya yang kami lakukan atas arahan Bapak, menjadikan Jambu Dua ke depan sebagai pusat kuliner di Kota Bogor,” ujar Jenal, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, konsep pusat kuliner tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bahkan, untuk menarik minat para pelaku usaha, pengelola menawarkan biaya sewa yang terjangkau.

“Kami sudah diskusi, bahkan kalau perlu digratiskan dulu. Tapi ternyata ketika para pedagang kami tawari Rp1,3 juta untuk tiga bulan, responsnya luar biasa, banyak sekali yang berminat,” katanya.

Perumda Pasar Pakuan juga menggandeng komunitas dan pelaku UMKM. Ke depan, konsep serupa akan diterapkan di pasar-pasar lainnya di Kota Bogor. “Semoga ekonomi kerakyatan di Kota Bogor untuk memajukan UMKM semakin berjaya ke depannya,” ucapnya.

Baca juga: Serunya Anak SD Belajar Tawar-menawar di Pasar Gembrong Sukasari

Jenal mengungkapkan, kehadiran pusat kuliner di Pasar Jambu Dua telah menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan.

“Kami pernah 12 jam penuh. Hari Sabtu dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Luar biasa ramai. Mulai dari lansia, anak-anak yang berolahraga, para remaja, para pemuda, para mahasiswa. Ini menjadi tempat pertemuan yang baik bagi mereka,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan dari Pemerintah Kota Bogor terus berlanjut agar pasar rakyat semakin berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Jenal mengungkapkan bahwa kehadiran pusat kuliner juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan di pasar basah yang berada di lantai bawah.

“Di bawah ada pasar basah, ada buah, sayur, telur, ikan dan daging. Para pedagang kuliner di atas juga berbelanja kebutuhan bahan baku di bawah. Jadi ini saling men-support antara pedagang di bawah dan di atas,” jelas Jenal.

Baca juga: Bertemu Bocah Bergitar Malam-malam, Dedie Rachim “Kamu Harus Sekolah Lagi

Sementara itu, Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur (BAM), MH. Ages mengatakan, pengelola memberikan kemudahan biaya sewa kios dan los bagi pelaku UMKM sebesar Rp1 juta untuk tiga bulan.

“Selama tiga bulan UMKM hanya membayar Rp1 juta per kios atau per los di lantai atas. Ini bentuk keringanan yang kami berikan. Tiga bulan ini uji coba,” ujarnya.

Pasar Jambi Dua memliki 1.141 kios dan los. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 kios dan los berada di lantai atas, sementara masih tersedia sekitar 300 tempat untuk pedagang kak lima (PKL) di lantai bawah.

“Total yang masih kosong sekitar 900 kios dan los di Pasar Jambu Dua,” imbuh Ages.

Meski demikian, khusus untuk tenant kuliner di lantai atas, permintaan pelaku usaha terbilang tinggi. Bahkan, seluruh tenant kuliner telah terisi dan saat ini sudah terdapat daftar tunggu.

“Ini sudah sold out. Bahkan ada waiting list sekitar 200 orang yang masuk daftar tunggu,” kata Ages.

Untuk meningkatkan kunjungan masyarakat, pengelola juga menggandeng influencer dan juga melalui media massa.

Ages optimistis Pasar Jambu Dua akan menjadi pasar kuliner terbesar di Kota Bogor sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kerakyatan.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Potret

Bertemu Bocah Bergitar Malam-malam, Dedie Rachim “Kamu Harus Sekolah Lagi”

Published

on

By

Bertemu Bocah Bergitar Malam-malam, Dedie Rachim "Kamu Harus Sekolah Lagi"
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat berbincang dengan seorang anak yang ditemuinya di simpang Jalan Dewi Sartika–Jalan Kapten Muslihat, Jumat, 26 Juni 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Langkah Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, terhenti ketika melihat seorang anak menggendong gitar kopong menyeberang jalan di simpang Jalan Dewi Sartika–Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah.

Jumat, 26 Juni 2026, malam itu, Dedie Rachim baru saja meninjau proses awal pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Setelah itu, ia berjalan kaki menyusuri Jalan Veteran sebelum kembali ke Balai Kota Bogor.

Di tengah perjalanan, ia melihat seorang anak bertopi. Dedie Rachim kemudian menghampiri dan menanyakan aktivitas yang tengah dilakukan anak tersebut.

Baca juga: JPO Paledang Bakal Diganti Pelican Crossing untuk Menyeberang Jalan

Ia juga bertanya apakah anak itu masih bersekolah. “Kamu sekolah di mana? Malam-malam masih di luar?” tanya Dedie Rachim. Anak itu mengaku sudah tidak lagi bersekolah sejak beberapa tahun lalu.

Ia berhenti sekolah saat pandemi Covid-19 dan tidak melanjutkan pendidikannya, sehingga hanya menyelesaikan pendidikan hingga kelas 4 SD.

Mendengar hal itu, Dedie Rachim meminta anak tersebut untuk kembali melanjutkan pendidikan. “Kamu sekolah lagi ya, harus sekolah. Nanti kita urus,” ujarnya sambil merangkul pundak anak tersebut. Anak itu menyatakan bersedia kembali bersekolah.

Baca juga: Rumah Korban Longsor di Kebon Kalapa Rampung Diperbaiki Lewat CSR

Dedie Rachim mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus berupaya menurunkan angka putus sekolah.

“Jadi kita sudah punya program PKBM. Saat ini sudah ada 543 anak yang kembali mengikuti pendidikan. Untuk anak ini usianya 11 tahun. Jika masih memungkinkan akan kita masukkan ke sekolah formal. Tapi kalau tidak, akan ikut PKBM, kemudian melanjutkan hingga SMP dan jenjang pendidikan berikutnya,” imbuhnya.

Dedie Rachim menyebut bahwa pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat serta mengubah kondisi keluarga menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, Wali Kota terus menekankan pentingnya menempuh pendidikan. “PKBM itu gratis. Jadi anak-anak yang putus sekolah bisa kembali mengikuti pendidikan. Salah satu upaya mengubah kondisi keluarga adalah melalui pendidikan dan memiliki ijazah. Tadi juga ada yang tidak lulus SMK, kita minta lanjut lagi,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Potret

Kabupaten Bogor Lewat Sastra dan Data dalam Buku Bogor Belum Selesai Ditulis 

Published

on

By

Kabupaten Bogor Lewat Sastra dan Data dalam Buku Bogor Belum Selesai Ditulis 
Rifky Khairy, penulis buku Bogor Belum Selesai Ditulis. Foto/Istimewa

KlikBogor – Kabupaten Bogor dikenal sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat, bentang alam yang beragam, serta sejarah dan budaya yang panjang. Namun, tidak banyak karya literasi yang secara khusus berupaya merekam berbagai sisi daerah ini dalam satu karya.

Berangkat dari hal tersebut, penulis Rifky Khairy menghadirkan buku Bogor Belum Selesai Ditulis, sebuah karya yang memadukan sastra, angka, sejarah, budaya, lingkungan, refleksi sosial hingga berbagai data yang menggambarkan dinamika Kabupaten Bogor dari berbagai sudut pandang sebagai hadiah untuk Kabupaten Bogor yang belum lama merayakan Hari Jadinya yang ke-544 tahun.

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Kios dan Angkot di Kedunghalang, Lalin Sempat Macet

Di tengah banyaknya buku yang mengangkat tema nasional maupun perkotaan, Kabupaten Bogor hadir sebagai tokoh utama dalam sebuah karya literasi berjudul Bogor Belum Selesai Ditulis. Buku karya Rifky Khairy yang diterbitkan Forepoe Id Creative Chapter ini resmi terbit pada Juni 2026.

Melalui buku setebal 194 halaman ini, pembaca diajak melihat Bogor dari berbagai sudut pandang. Tidak hanya sebagai kawasan wisata atau daerah penyangga Jakarta, tetapi juga sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh alam, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

“Bogor memiliki begitu banyak cerita yang layak dikenali. Ada alam, budaya, sejarah, komunitas, dan kehidupan masyarakat yang membentuk identitas daerah ini. Buku ini merupakan upaya untuk merekam sebagian dari cerita tersebut,” ujar Rifky Khairy dalam keterangannya dikutip Selasa, 23 Juni 2026.

Baca juga: Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya

Salah satu keunikan buku ini terletak pada perpaduan sastra dengan dokumentasi sosial. Selain puisi, buku ini memuat tema-tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor, mulai dari kekayaan alam, bahasa dan budaya lokal, sejarah, hingga satwa endemik seperti Owa Jawa dan Surili.

Di tengah pesatnya perkembangan Kabupaten Bogor, dokumentasi terhadap identitas lokal menjadi semakin penting. Kehadiran karya ini diharapkan dapat memperkuat literasi sekaligus memperkenalkan kekayaan Kabupaten Bogor kepada masyarakat yang lebih luas.

“Sesuai judulnya, Bogor Belum Selesai Ditulis menjadi pengingat bahwa Bogor selalu memiliki cerita yang terus tumbuh dan belum selesai untuk diceritakan,” pungkas Wakil Ketua PW IPNU Jawa Barat itu.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer