Berita
Pemkot Bogor Libatkan 135 Mahasiswa Mengajar di SD dan SMP Negeri
KlikBogor – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) secara resmi meluncurkan Program Mahasiswa Mengajar Tahun 2026 pada Senin, 20 Juli 2026.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bogor dengan Universitas Pakuan (UNPAK) dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di Kota Bogor.
Program Mahasiswa Mengajar menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Bogor dalam membantu memenuhi kekurangan tenaga pendidik pada satuan pendidikan negeri jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran, mendampingi peserta didik, serta membantu sekolah mengembangkan kegiatan pendidikan yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
Pada pelaksanaan 2026, sebanyak 135 mahasiswa terlibat dalam program ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 mahasiswa ditempatkan di 63 SD negeri, sedangkan 60 mahasiswa ditempatkan di 22 SMP negeri yang tersebar di wilayah Kota Bogor.
Para mahasiswa akan melaksanakan penugasan mulai Juli sampai dengan Desember 2026. Setiap angkatan akan mengikuti program selama enam bulan dan memperoleh pendampingan dari perguruan tinggi, Disdik, serta satuan pendidikan tempat bertugas.
Sebelum diterjunkan ke sekolah, mahasiswa akan mengikuti pembekalan yang diberikan oleh dosen, praktisi, dan tokoh-tokoh pendidikan. Materi pembekalan meliputi sistem pembelajaran, metode mengajar, pengelolaan kelas, komunikasi dengan peserta didik, penguatan literasi dan numerasi, pendidikan karakter, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta etika selama menjalankan tugas di satuan pendidikan.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan membantu guru dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sahabat belajar dan sumber inspirasi bagi peserta didik.
Mahasiswa juga dapat terlibat dalam kegiatan pendampingan literasi dan numerasi, pengembangan minat dan bakat, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta inovasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Pemerintah Kota Bogor menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor yang telah memberikan dukungan dan berkomitmen bersama dalam menyukseskan Program Mahasiswa Mengajar.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan dapat memberikan energi baru, kreativitas, serta membantu memperkuat proses pembelajaran di tengah kebutuhan tenaga pendidik yang masih dihadapi beberapa sekolah,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Wali Kota Bogor juga berpesan agar para mahasiswa menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, disiplin, penuh tanggung jawab, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
“Mahasiswa jangan hanya hadir untuk menyampaikan materi, tetapi juga hadir untuk mendengar, mendampingi, dan menumbuhkan semangat belajar anak-anak. Masa penugasan memang terbatas, tetapi inspirasi dan keteladanan yang diberikan dapat membekas dalam waktu yang panjang,” lanjutnya.
Pelaksanaan program akan dipantau dan dievaluasi secara berkala oleh Disdik Kota Bogor bersama perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur kehadiran, kontribusi mahasiswa, manfaat bagi sekolah dan peserta didik, serta berbagai kendala yang ditemukan selama pelaksanaan.
Program Mahasiswa Mengajar direncanakan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan masa penugasan selama enam bulan pada setiap angkatan. Hasil evaluasi setiap angkatan akan menjadi bahan penyempurnaan dan pengembangan program berikutnya.
Melalui Program Mahasiswa Mengajar, Pemerintah Kota Bogor berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.
Program Mahasiswa Mengajar bukan sekadar penempatan mahasiswa di sekolah, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun masa depan pendidikan Kota Bogor.
(rls/hrs)
Berita
Kebakaran Rumah di Bondongan, 8 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
KlikBogor – Kebakaran melanda dua rumah di Kampung Sindang Resmi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin, 14 September 2026, sore. Sebanyak delapan warga dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran diketahui sekira pukul 15.40 WIB. Petugas menerima laporan pada pukul 15.45 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas dari Pos Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh yang diterjunkan untuk menangani kebakaran. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.22 WIB atau sekitar 25 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama sekitar 40 menit.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Berdasarkan pendataan, dua rumah mengalami rusak berat akibat kejadian tersebut. Satu rumah dihuni empat kepala keluarga dengan 14 jiwa, sedangkan satunya lagi dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa.
Selain itu, empat rumah di sekitar lokasi mengalami rusak ringan. Rumah-rumah tersebut dihuni total lima kepala keluarga dengan 18 jiwa.
Ade mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Berdasarkan informasi di lapangan, api diketahui warga sudah membesar ketika pertama kali terlihat. Kondisi permukiman yang padat membuat warga tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Awal mula terjadinya kebakaran, saksi melihat api sudah membesar, karena padat penduduk saksi langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran,” ujarnya.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Menteng, Kerugian Capai Rp150 Juta
Dalam kejadian tersebut, delapan warga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban rata-rata mengalami sesak napas setelah terpapar asap kebakaran.
“Korban dibawa ke RS Melania, RS Vania, dan BSH. Rata-rata sesak napas karena terpapar asap,” jelas Ade. Sementara total kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.
(hrs/ckl)
Berita
Sosialisasi Empat Pilar, Eddy Soeparno Tegaskan Kesejahteraan Masyarakat Pondasi Pembangunan Bangsa
KlikBogor – Isu kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan sebagai pondasi penting dalam pembangunan bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI H. Eddy Soeparno saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga Kelurahan Tanah Baru.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilangsungkan di Halaman Posyandu Kampung Sawah RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, 13 September 2026.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Dalam kesempatan itu, Eddy menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya penting dari sisi ideologis, tetapi juga relevan untuk menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat yang kian kompleks.
“Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi dasar konstitusional yang kuat dalam membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil dan inklusif,” terang Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN ini.
Eddy menjelaskan, Pasal 33 UUD 1945 secara tegas mengatur bahwa perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.
Baca juga: Eddy Soeparno Ajak Ibu-Ibu Kota Bogor Sebarkan Nilai 4 Pilar Kebangsaan
Hal itu, menurutnya, merupakan amanat konstitusi agar arah pembangunan ekonomi tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
“Tidak hanya itu, pengelolaan sumber daya alam seperti bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya pun menjadi tanggung jawab negara untuk dikelola demi kesejahteraan seluruh warga negara,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini menambahkan, amanat konstitusi juga mewajibkan negara hadir bukan hanya dalam pengelolaan ekonomi makro, tetapi juga berperan aktif dalam menjamin kesejahteraan sosial masyarakat di tingkat paling bawah.
(rls/hrs)
Berita
Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
KlikBogor – Petugas gabungan dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terus berjibaku melakukan pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor. Hingga hari kedelapan, luasan lahan terdampak kebakaran menunjukkan penurunan signifikan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, dari total sekitar 8,4 hektare lahan yang terdampak kebakaran, saat ini tersisa sekitar 0,48 hektare yang dalam penanganan.
“Dari total luasan 8,4 hektare terdampak, hari ini kurang lebih sisa 0,48 hektare. Artinya, progres dari hari pertama sampai hari kedelapan terus mengalami penambahan, peningkatan, dan pengurangan dampak dari akibat pascakebakaran di TPAS Galuga,” kata Jenal, Senin, 14 September 2026.
Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah relawan.
Baca juga: Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari
Jenal mengungkapkan, proses penanganan sempat menghadapi kendala ketika api membesar di luar prediksi pada hari kedua. Namun, kondisi tersebut berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.
“Progres cukup positif. Walaupun di hari kedua sempat api membesar di luar prediksi, tetapi alhamdulillah terkendalikan,” ujar Jenal didampingi Kepala DLH Rudy Mashudi, Kepala Pelaksana BPBD Dimas Tiko Prahadisasongko, dan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Moch. Ade Nugraha.
Ia mengatakan, penanganan dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya manusia serta peralatan yang tersedia. Para petugas terus melakukan upaya pemadaman secara intensif.
“Para petugas dari jam 07.00 pagi selesai jam 03.00 pagi, nonstop selama delapan hari terus berikhtiar,” katanya.
Baca juga: Pakar IPB University Ungkap Bahaya Abu Vulkanik bagi Air dan Ikan
Dengan kondisi luasan terdampak yang terus menyusut, Jenal berharap proses pemadaman dapat segera memasuki tahap pendinginan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kondisi kesehatan para petugas dan relawan yang telah bekerja selama berhari-hari.
“Kami berikhtiar membuat posko kesehatan dan dapur umum sehingga memastikan para relawan seluruhnya sehat. Mudah-mudahan hari ini progres semakin baik agar semua bisa pulang kembali ke keluarga tercinta,” tuturnya.
Jenal mengajak masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk mendoakan kelancaran penanganan kebakaran di TPAS Galuga serta keselamatan seluruh petugas dan relawan yang masih berada di lokasi.
“Mohon didoakan seluruhnya, warga Kota Bogor dan juga warga Kabupaten Bogor agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan kemudahan dan pertolongan bagi kita,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
