Connect with us

Berita

Verifikasi Jukir, Jenal Mutaqin Turun Langsung ke Jalan Suryakencana

Published

on

Verifikasi Jukir, Jenal Mutaqin Turun Langsung ke Jalan Suryakencana
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin tengah mendata dan memverifikasi langsung juru parkir di Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Senin, 3 Agustus 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin turun langsung melakukan inspeksi ke jalur parkir (jukir) yang masuk dalam zona resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di kawasan Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, pada Senin, 3 Agustus 2026 pagi.

Dalam kegiatan itu, Jenal Mutaqin didampingi jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) mendata dan memverifikasi langsung keberadaan jukir yang ada di sepanjang Jalan Suryakencana.

Hal itu dilakukan sebagai upaya Pemkot Bogor untuk membenahi pendapatan dari sektor perparkiran.

“Lebih kepada pengumpulan data, fakta di lapangan, dan informasi pemberlakukan tiket (karcis) resmi dari Pemkot yang diberikan Dishub. Termasuk proses setoran dari jukir ke danru (komandan regu) seperti apa,” ujar Jenal usai inspeksi.

Baca juga: Kontes Mekanik Auto2000, Ribuan Teknisi Diuji Kompetensi 

Sebanyak 50 jukir di sepanjang Jalan Suryakencana diwawancarai langsung. Jenal menambahkan, kegiatan serupa juga akan dilakukan di titik lain yang menjadi zona parkir resmi.

Pasalnya, banyak aduan mengenai parkir resmi yang tidak disertai dengan karcis parkir. Menurutnya, penyertaan karcis ini merupakan legitimasi dan pembeda antara parkir resmi dan parkir liar.

“Kalau parkir liar kan jelas, tidak menjadi konversi untuk pembangunan daerah,” tegasnya.

Untuk menanamkan kepercayaan kepada jukir, Pemkot Bogor akan melakukan pembinaan kepada mereka yang rencananya dilakukan setiap tiga bulan. Para jukir dianggap bagian dari pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Jenal mengungkapkan, pendapatan para jukir di tiap zona berbeda-beda. Hal itu tergantung luasan lahan dan volume kendaraan yang tertampung pada setiap tempat parkir.

Baca juga: Parkir di Jalan Suryakencana Beralih ke Sisi Kanan Diuji Coba

Di Jalan Suryakencana, penyetoran para jukir ke Dishub Kota Bogor ada yang mencapai Rp120 ribu hingga Rp480 ribu. Bahkan bisa bertambah jika akhir pekan. Jumlah itu di luar pendapatan murni para jukir.

“Ini menjadi dasar buat kami menjawab pertanyaan publik tentang parkir resmi pemerintah. Ada total 110 titik zona parkir resmi milik pemerintah. Semua terus kita evaluasi,” tuturnya.

Ia mengatakan, aplikasi digitalisasi di zona parkir resmi wajib dilaksanakan sebagai wujud transparansi. Digitalisasi pembayaran parkir akan langsung masuk ke kas daerah. Sanksi berupa denda bagi para pelanggar parkir juga akan ditegaskan.

“Target pendapatan Kota Bogor dari sektor parkir tepi jalan tahun ini adalah Rp4 miliar. Di tengah tahun ini sudah tercapai Rp2 miliar kurang lebih,” katanya.

Salah satu jukir di Jalan Suryakencana, Dede mengaku selalu memberikan karcis kepada para pengendara yang parkir di jalur resmi.

Bahkan, kadang ia menggunakan transaksi digital seperti QRIS untuk meminta pembayaran parkir kepada pengunjung.

“Seringnya saya pake QRIS, karena langsung disetorkan ke Dishub,” tutupnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: DPRD Minta Revitalisasi Terminal Bubulak Disertai Penataan Transportasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemkot Bogor Siapkan SOP Cegah Pemerasan ASN Lewat Narasi Negatif

Published

on

By

Pemkot Bogor Siapkan SOP Cegah Pemerasan ASN Lewat Narasi Negatif
Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta. Foto/Istimewa

KlikBogor – Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pemerasan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Modusnya adalah dengan menyebar berita dan narasi pencemaran nama baik di media sosial dan grup percakapan atau release yang tendensius.

“Kami mempelajari beberapa modus yang disampaikan para narasumber yang suka membedah kasus. Laporan-laporan yang disampaikan dalam diskusi menjadi bagian membuat SOP terhadap pencegahan,” ungkap Alma kepada wartawan, Selasa, 11 Agustus 2026.

Alma memaparkan, pola yang diduga digunakan pelaku, tahap pertama membuat dan menyebarkan narasi negatif tentang kinerja dan pribadi ASN dan tahap kedua, narasi tersebut diviralkan melalui akun anonim dan diteruskan di grup WhatsApp.

“Tahap ketiga, baru muncul pihak yang menghubungi dan menawarkan solusi. Bahasanya halus, tapi arahnya jelas meminta sejumlah uang agar pemberitaan berhenti. Ini bukan kritik biasa. Ini pemerasan berkedok informasi,” ujar Alma.

“Saya berharap agar ASN berani menolak, dan lawan secara hukum, karena meskipun secara substansi benar kontennya namun jika merendahkan martabat ASN dapat dipidana,” imbuh Alma.

Baca juga: Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun

Dalam analisanya, korban dapat melampirkan tangkapan layar unggahan, rekam jejak percakapan dan daftar penyebaran di sejumlah platform media. Sehingga dugaan perbuatan tersebut dapat masuk dalam delik aduan pencemaran nama baik di Pasal 27A UU ITE atau Pasal 433 KUHP, serta berpotensi pemerasan Pasal 482 KUHP.

“Pelapor dapat serahkan semua bukti ke penyidik. Biar proses hukum yang berjalan. Tujuannya bukan membungkam kritik, tapi memberi efek jera kepada yang menggunakan cara-cara kotor tersebut,” ujarnya.

Alma mengatakan, praktik seperti ini tidak hanya menyerang pribadi, tetapi juga melemahkan pelayanan publik. Banyak ASN yang memilih diam dan tidak mengambil keputusan karena takut diserang.

“Saya tidak mau ASN Pemkot Bogor jadi korban. Kalau bekerja sesuai aturan, sesuai SOP dan untuk kepentingan masyarakat, maka akan banyak yang pasang badan membantu dan dampingi. Walaupun viral tuduhan yang sesat juga memalukan,” tegasnya.

Baca juga: WFH ASN Kota Bogor Berlaku 10 April dan Pangkas BBM hingga 50 Persen

Ia bersama jajarannya sedang bekerjasama dengan beberapa stakeholder untuk membuat SOP penanganan aduan dan serangan siber terhadap ASN Pemkot Bogor. Termasuk literasi digital dan hukum bagi ASN agar tidak mudah terpancing dan tahu jalur pelaporan yang benar.

Alma meminta agar media massa dan masyarakat bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Karena setelah masuk dalam ranah publik, semua dapat diminta sebagai saksi dan konfirmasi dari informasi publik.

“Kritik kami terima. Tapi kalau sudah fitnah, hoaks dan ada unsur pemerasan, sebaiknya tidak ada kompromi. Ini soal marwah ASN dan kepercayaan publik ke pemerintah,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun

Published

on

By

Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim beserta jajaran meninjau lahan yang akan dibangun jalan akses kantor pemerintahan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Selasa, 11 Agustus 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Jalan akses kantor pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mulai dibangun tahun ini. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pembangunan akses jalan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan kawasan pemerintahan baru yang representatif sekaligus membuka konektivitas baru bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini kita melaksanakan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Bogor dengan PT Kharisma Tangguh Persada sekaligus groundbreaking untuk jalan akses kantor pemerintahan Kota Bogor dari Perumahan Bogor Raya City ke Perumahan Bogor Raya,” ujar Dedie Rachim, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, akses jalan tersebut nantinya juga akan terhubung dengan exit Tol Jagorawi Bogor Selatan. Dengan demikian, keberadaan jalan baru ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memangkas waktu tempuh menuju sejumlah kawasan di Bogor Timur.

Dedie Rachim menjelaskan, jalan akses tersebut memiliki panjang sekitar 480 meter dengan lebar kurang lebih 32 meter. Jalan itu akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti drainase, pedestrian, kanstin, serta lampu penerangan.

Selain pembangunan jalan, Pemkot Bogor juga menyiapkan sejumlah fasilitas di kawasan pemerintahan baru tersebut. Salah satunya adalah lapangan olahraga.

“Yang pertama akan ada lapangan olahraga untuk masyarakat Bogor Timur. Jadi nanti akan dibangun lapangan sepak bola beserta fasilitas penunjang lainnya,” katanya.

Baca juga: Kirab Merah Putih Sepanjang 500 Meter Teguhkan Semangat Nasionalisme di Bogor

Setelah pembangunan fasilitas olahraga, Pemkot Bogor berencana membangun masjid dan gedung ruang serbaguna. Gedung tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas bagi berbagai kegiatan dengan kapasitas peserta yang besar, seperti acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja pemerintah.

Di sisi lain, kawasan pemerintahan baru tersebut juga akan ditata dengan konsep penghijauan. Sejumlah pohon telah mulai ditanam dan selanjutnya akan dipastikan mendapat perawatan secara berkelanjutan.

“Intinya kita tidak mundur, semua kita siapkan untuk masa depan Kota Bogor yang lebih baik. Tentu ini harus konsisten kita laksanakan dengan berbagai tantangan. Insyaallah, bertahap, namun akan terwujud juga nanti suatu saat kantor pemerintahan yang representatif,” imbuhnya.

Terkait rencana pembangunan pemerintahan baru, Dedie Rachim menyebut tahap pematangan lahan telah selesai. Saat ini, Pemkot Bogor memprioritaskan penyelesaian pembangunan akses jalan.

Baca juga: Kantor Pemerintahan Terpadu di Katulampa Integrasikan 3 Identitas Kota Bogor

Ia mengatakan Detail Engineering Design (DED) kawasan tersebut telah tersedia dan akan ditinjau kembali. Pemkot Bogor juga akan menyiapkan DED khusus untuk pembangunan lapangan olahraga.

Selain itu, penyelarasan geometri jalan antara pengembang, yakni PT Kharisma Tangguh Persada dan PT SEG, terus dilakukan agar akses jalan dapat terhubung secara optimal.

“Supaya nyambung, kita lakukan penandatanganan MoU, setelah sebelumnya dengan pihak SEG,” ujarnya.

Dedie Rachim mengatakan, pembangunan akses jalan tersebut ditarget dapat selesai pada akhir 2026. “Nanti begitu jalan terhubung, masyarakat yang keluar dari Tol Jagorawi tidak usah memutar lagi ke kawasan Jalan R3. Kalau misalnya mau menuju ke arah Bogor Raya Golf, bisa langsung lewat sini sehingga mempersingkat waktu perjalanan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan bangkitan ekonomi baru di kawasan Bogor Timur.

Dengan masih luasnya lahan yang tersedia, Pemkot Bogor berharap kawasan tersebut dapat menarik minat investor. Kawasan itu dirancang sebagai kawasan terpadu atau mixed-use yang dapat dikembangkan untuk berbagai sektor, mulai dari komersial, pendidikan, kesehatan, hingga keolahragaan.

Berdasarkan data dari LPSE, pembangunan jalan akses kantor pemerintahan ini dibiayai oleh APBD Kota Bogor 2026 senilai Rp11,5 miliar.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Perkuat Layanan Zona 4, Tirta Pakuan Optimalisasi Reservoir Merdeka 

Published

on

By

Perkuat Layanan Zona 4, Tirta Pakuan Optimalisasi Reservoir Merdeka 
Reservoir Merdeka. Foto/Istimewa

KlikBogor – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan optimalisasi reservoir Merdeka untuk memperkuat layanan air minum di zona 4. Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Tirta Pakuan meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas (K3) pelayanan air minum bagi masyarakat.

Direktur Operasional (Dirops) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Dani Rakhmawan memaparkan, pihaknya melakukan optimalisasi reservoir Merdeka untuk memperkuat layanan air minum Perumda Tirta Pakuan di Zona 4. Tujuan utamanya untuk meningkatkan K3 pelayanan air minum bagi masyarakat.

“Kami lakukan langkah strategis yang direalisasikan dengan optimalisasi reservoir Merdeka berkapasitas 3.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah. Langkah teknis ini dirancang secara khusus untuk memperkuat keandalan pasokan air bersih bagi para pelanggan yang berada di zona 4,” ujar Dani kepada wartawan, Senin, 10 Agustus 2026.

Ia memaparkan, zona 4 merupakan salah satu wilayah pelayanan dengan dinamika pertumbuhan pelanggan yang pesat serta tingkat kontur tanah yang bervariasi.

Kondisi tersebut kerap memicu tantangan teknis, seperti penurunan tekanan air pada jam-jam puncak penggunaan serta fluktuasi kontinuitas aliran di beberapa titik ujung jaringan (dead end).

“Untuk mengatasi hal tersebut, optimalisasi infrastruktur penampungan dan pendistribusian air menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda,” ujar Dani.

Baca juga: Tangani Banjir di Tamansari Persada, Pemkot Bogor Kembali Bangun Drainase

Adapun reservoir Merdeka dengan kapasitas penampungan mencapai 3.000 meter kubik bertindak sebagai buffer tank atau penyeimbang pasokan air. Melalui proses optimalisasi yang mencakup penataan ulang sistem perpipaan, pengaturan Pressure Reducing Valve (PRV) hingga digitalisasi pemantauan debit air.

“Jadi reservoir ini mampu menjaga stabilitas tekanan, untuk memastikan distribusi air ke rumah pelanggan di zona 4 mengalir dengan tekanan yang stabil dan merata, baik di wilayah dataran tinggi maupun titik terjauh,” imbuhnya.

Pihaknya berupaya menjamin kontinuitas 24 Jam dengan menyediakan cadangan air yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada jam sibuk atau pagi dan sore hari serta meminimalkan dampak gangguan jika terjadi pemeliharaan jaringan secara berkala.

“Kami juga lakukan efisiensi pengoperasian dengan mengoptimalkan pola pengisian dan pengurasan reservoir secara terukur sehingga dapat menurunkan risiko air terbuang (Non-Revenue Water/NRW) dan menghemat konsumsi energi pompa,” jelasnya.

Baca juga: Kejari Kota Bogor Kampanyekan Antikorupsi di Perumda Tirta Pakuan

Menurutnya, langkah ini berdampak langsung bagi pelayanan pelanggan atau optimalisasi fasilitas ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan pelanggan Perumda Tirta Pakuan khususnya di zona 4. Sehingga pelanggan menikmati aliran air yang lebih lancar tanpa perlu khawatir terjadi penurunan debit pada jam-jam sibuk.

Dengan kapasitas cadangan 3.000 meter persegi juga pasokan air darurat dapat dialirkan lebih cepat saat terjadi kendala teknis pada sumber utama.

“Keandalan layanan yang membaik secara langsung mendorong tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja BUMD pengelola air minum Kota Bogor,” kata Dani.

Melalui optimalisasi reservoir Merdeka, Perumda Tirta Pakuan menegaskan bahwa perannya dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, modern, dan berkelanjutan.

“Langkah ini tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga menjadi fondasi infrastruktur yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan Kota Bogor di masa depan,” pungkas Dani.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer