Connect with us

Berita

Jembatan Ranggamekar–Batutulis Diperbaiki, Lebar Bertambah jadi 2 Meter

Published

on

Jembatan Ranggamekar–Batutulis Diperbaiki, Lebar Bertambah jadi 2 Meter
Disperumkim Kota Bogor melaksanakan perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) penghubung Kelurahan Ranggamekar–Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Istimewa

KlikBogor – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor melaksanakan perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) penghubung wilayah Kelurahan Ranggamekar–Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk keselamatan dan peningkatan kapasitas jembatan setelah adanya pertimbangan teknis dan pembahasan lintas perangkat daerah dan aparatur wilayah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Pemukiman Disperumkim Kota Bogor, Ari Syarifudin memaparkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memahami bahwa keberadaan jembatan tersebut saat ini memiliki fungsi penting bagi masyarakat, khususnya sebagai salah satu jalur alternatif bagi pengguna kendaraan roda dua di tengah berlangsungnya pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau trase Batutulis di kawasan Kelurahan Lawang Gintung.

“Namun demikian, berdasarkan pertimbangan teknis dan hasil pembahasan lintas perangkat daerah bersama aparatur wilayah, pelaksanaan perbaikan jembatan tetap perlu dilakukan pada tahun 2026. Perbaikan diperlukan untuk keselamatan dan peningkatan kapasitas jembatan, pekerjaan ini bukan semata-mata perbaikan rutin,” terang Ari, Kamis, 27 Agustus 2026.

Secara teknis, lanjut Ari, kondisi jembatan memerlukan perbaikan struktur sekaligus peningkatan fungsi, termasuk pelebaran jembatan dari kondisi eksisting sekitar 1,2 meter menjadi 2 meter.

Pelebaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jembatan sebagai akses penghubung antara wilayah Ranggamekar dan Batutulis.

“Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan saat ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk memastikan bahwa infrastruktur yang digunakan masyarakat tidak hanya tetap berfungsi, tetapi juga memiliki kondisi struktur dan kapasitas yang lebih baik untuk jangka panjang,” katanya.

Baca juga: Sebar Pita Pink di Tugu Kujang, YKI Kampanyekan #BogorSahabatKanker

Ari mengatakan, perbaikan jembatan Ranggamekar–Batutulis juga merupakan aspirasi masyarakat, khususnya warga Ranggamekar dan Batutulis, yang telah disampaikan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan selanjutnya telah melalui proses perencanaan serta penganggaran untuk dilaksanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

“Apabila pelaksanaan pekerjaan ditunda, maka diperlukan kembali proses perencanaan dan penganggaran sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan keterbatasan ruang fiskal serta tahapan penyusunan anggaran tahun berikutnya, pekerjaan tersebut belum tentu dapat kembali dialokasikan pada TA 2027,” jelasnya.

Atas dasar itu, ujar Ari, setelah mempertimbangkan manfaat, kebutuhan teknis, keselamatan masyarakat, serta keberlanjutan program pembangunan. Pemkot Bogor memandang bahwa pekerjaan tersebut perlu tetap dilaksanakan pada tahun ini.

Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Disperumkim telah melakukan pembahasan dan koordinasi lintas perangkat daerah bersama aparatur kewilayahan.

“Kami bersama aparatur wilayah sudah mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kebutuhan akses masyarakat, pelaksanaan pembangunan jalan trase baru Danasasmita, serta kepentingan warga Ranggamekar dan Batutulis,” katanya.

“Hasil pembahasan menyepakati bahwa pekerjaan tetap dilaksanakan pada tahun 2026, dengan tetap memperhatikan pengaturan akses dan keselamatan masyarakat selama masa konstruksi,” imbuhnya.

Baca juga: Jembatan Garuda King Ago Batu Tapak di Kota Bogor Diresmikan

Ari menegaskan, Pemkot Bogor menyadari bahwa selama proses pembangunan akan terdapat penyesuaian akses yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Karena itu, pihaknya bersama perangkat daerah terkait, aparatur kecamatan dan kelurahan, serta pelaksana pekerjaan akan terus berkoordinasi untuk meminimalkan dampak pekerjaan terhadap mobilitas warga.

“Mohon dukungan dan pengertian masyarakat, Disperumkim memohon pengertian, dukungan dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan berlangsung. Gangguan akses yang terjadi selama masa konstruksi bersifat sementara, sedangkan manfaat yang ingin diwujudkan adalah tersedianya jembatan penghubung Ranggamekar–Batutulis yang lebih aman, lebih lebar, lebih nyaman, dan lebih baik secara struktural untuk digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi rambu, pengamanan proyek, pengaturan akses, maupun rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama pekerjaan berlangsung demi keselamatan bersama.

Pemkot Bogor berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, aspek keselamatan konstruksi dan target waktu yang telah ditetapkan.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat pelaksanaan pekerjaan ini sebagai investasi infrastruktur untuk kepentingan bersama. Ketidaknyamanan selama proses konstruksi diupayakan seminimal mungkin agar setelah pekerjaan selesai, masyarakat memperoleh akses penghubung Ranggamekar–Batutulis yang lebih aman, nyaman serta representatif,” pungkasnya.

Untuk informasi, pekerjaan perbaikan JPO penghubung Kelurahan Ranggamekar–Kelurahan Batutulis, dilakukan oleh kontraktor PT. Semesta Loyal Pelita dengan nilai kontrak Rp1.209.509.324. Adapun jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender, atau masa pelaksanaan 4 Agustus 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.

(rls/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Underpass Simpang PDAM Bogor Bakal Dibangun pada 2027

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penguatan UMKM Kota Bogor Lintas Sektor, dari Sertifikat Halal hingga Perluasan Akses Pasar

Published

on

By

Penguatan UMKM Kota Bogor Lintas Sektor, dari Sertifikat Halal hingga Perluasan Akses Pasar
87 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor memperoleh sertifikat halal. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan mendukung program sertifikasi halal, penguatan pemasaran, serta pendampingan usaha agar pelaku UMKM semakin berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, dalam kegiatan penyerahan Sertifikat Halal, Bazaar SAE PISAN, dan LaJu UMKM di Aula KPPN Bogor, Selasa, 15 September 2026.

Kegiatan tersebut digelar bersama Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kanwil DJPb Provinsi Jawa Barat, KPPN Bogor, Pusat Investasi Pemerintah, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Yayasan Dharma Bhakti Astra Indonesia, Pemerintah Kota Bogor, serta berbagai pihak terkait.

Sebanyak 87 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor memperoleh sertifikat halal.

Baca juga: Ombudsman Nilai 2 Lokus Pelayanan RSUD Kota Bogor

Denny Mulyadi mengatakan, kolaborasi yang terbangun tidak hanya memberikan ruang bagi UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga memperluas akses terhadap pengetahuan, pendampingan, pembiayaan, pemasaran, hingga pengembangan usaha.

“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian dan kehidupan masyarakat Kota Bogor. Perannya tidak hanya berkaitan dengan usaha dan omzet, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Denny.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan kapasitas UMKM Kota Bogor, termasuk para pelaku usaha yang mengikuti proses sertifikasi halal.

Denny berharap capaian tersebut dapat mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, kemasan, pelayanan, serta strategi pemasaran.

“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi UMKM Kota Bogor untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan membangun kepercayaan konsumen,” katanya.

Baca juga: Dukung UMKM, Ceu Atty Ajak Warga Belanja di Warung Tetangga

Selain penyerahan sertifikat halal, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Bazaar SAE PISAN (Sarana Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan) serta LaJu UMKM (Lapak Jumat UMKM).

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses pemasaran bagi pelaku UMKM, termasuk kelompok penyandang disabilitas dan kelompok rentan, agar memiliki kesempatan memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Melalui program seperti ini, para pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk menampilkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Pemkot Bogor akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Salah satunya melalui kolaborasi LaJu UMKM bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor yang diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman antara KPPN Bogor dan DKPP Kota Bogor pada 17 Januari 2025.

“Ke depan, sinergi antarpihak harus terus diperkuat melalui berbagai gagasan kreatif dan program yang mampu menjawab kebutuhan UMKM, sehingga UMKM Kota Bogor dapat tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkas Denny.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Ombudsman Nilai 2 Lokus Pelayanan RSUD Kota Bogor

Published

on

By

Ombudsman Nilai 2 Lokus Pelayanan RSUD Kota Bogor
Ombudsman Republik Indonesia melakukan penilaian lapangan opini Kepatuhan Pelayanan Publik 2026 di RSUD Kota Bogor, Selasa, 15 September 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Ombudsman Republik Indonesia melakukan penilaian lapangan opini Kepatuhan Pelayanan Publik 2026 di RSUD Kota Bogor. Terdapat dua lokus yang dinilai, yakni pelayanan hemodialisa dan pelayanan poliklinik anak.

Asisten Administrasi Umum (Asum) Setda Kota Bogor, Iceu Pujiati menjelaskan, RSUD Kota Bogor menjadi instansi ketiga yang ditinjau langsung oleh tim Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya. Evaluasi ini memfokuskan peninjauan pada dua layanan unggulan rumah sakit, yakni poliklinik anak dan fasilitas hemodialisa (cuci darah).

“Penilaian oleh ketua tim dan asisten pencegahan maladministrasi Ombudsman RI ini meliputi evaluasi administrasi, maklumat pelayanan hingga pemenuhan kelayakan sarana dan prasarana di area pelayanan,” ungkap Iceu di RSUD Kota Bogor, Selasa, 15 September 2026.

Iceu memaparkan, kesiapan RSUD Kota Bogor didukung ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis yang profesional serta penerapan teknologi kesehatan yang modern dalam memfasilitasi kebutuhan medis masyarakat.

Baca juga: Pemkot Bogor Cek Kesiapan 4 Lokus Penilaian Ombudsman

Penilaian ini tidak sekadar mengejar skor kelulusan, melainkan menjadi momentum evaluasi berkala terhadap kualitas layanan kesehatan daerah.

“Harapan kami tentu tidak hanya mengejar nilai, tetapi menjadikannya momentum bagi Pemkot Bogor dan RSUD untuk membenahi serta memastikan mutu pelayanan publik betul-betul dirasakan manfaatnya, baik oleh warga Kota Bogor maupun masyarakat luar daerah,” ujarnya.

Iceu menjelaskan, berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, bahwa penilaian opini Ombudsman pasa 2026 menetapkan empat lokus spesifik di Kota Bogor. Keempat lokus tersebut Dinsos, SMP Negeri 2 Bogor, RSUD Kota Bogor, dan UPTD IPAL.

“Rangkaian penilaian lapangan ini akan selesai pada Jumat mendatang, dengan UPTD IPAL sebagai penutup seluruh tahapan evaluasi Kepatuhan Pelayanan Publik di Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno menuturkan, RSUD Kota Bogor total memiliki SDM sebanyak 1.431. Dokter umum dan gigi total 43 orang, dokter spesialis 68 orang dan sub spesialis 17 orang.

Baca juga: Titik Api di TPAS Galuga Bogor Padam, Petugas Tetap Siaga

Terdapat 56 jenis layanan di RSUD Kota Bogor dengan 5 layanan unggulan, yaitu pelayanan kanker terpadu, pelayanan jantung terpadu, pelayanan saraf, pelayanan uronefrologi serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Penanganan kanker kami dilakukan secara komprehensif dan terpadu oleh tim multidisiplin dengan teknologi modern juga berstandar nasional. Ada juga pelayanan terpadu untuk kesehatan ibu dan anak dari masa kehamilan, persalinan hingga tumbuh kembang anak,” terangnya.

Retno lanjut memaparkan, untuk pelayanan Hemodialisa jangka waktu pelayanan 5 jam dengan SDM nya ada 3 dokter, 18 perawat dan 3 petugas administrasi dan admin log. Jaminan layanan dengan SDM kompeten juga jaminan waktu pelayanan.

“Nah, untuk poliklinik anak saat ini dilengkapi dengan ruang bermain anak, ruang laktasi dan charging station. Hal ini agar anak bisa lebih nyaman dalam menunggu. Untuk ruang bermain anak kami juga sangat representatif. Jangka waktu pelayanan kurang dari 2 jam 30 menit apabila ada pemeriksaan penunjang diatur dalam standar pelayanan penunjang,” katanya.

“Kami menjamin keamanan dan keselamatan pelayanan dengan kegiatan pemeriksaan di ruangan yang aman, aksesibel, menyediakan jalur evakuasi, fasilitas kesehatan serta dukungan bagi peserta rentan,” tambah Retno.

Retno menerangkan, untuk SDM poliklinik anak ada 5 dokter spesialis anak, 1 dokter spesialis anak sub spesialis jantung anak, 1 dokter spesialis anak sub spesialis gastro hepatologi anak, 4 perawat, 2 petugas pendaftaran dan 1 orang kasir.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Titik Api di TPAS Galuga Bogor Padam, Petugas Tetap Siaga

Published

on

By

Titik Api di TPAS Galuga Bogor Padam, Petugas Tetap Siaga
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Petugas gabungan berhasil memadamkan seluruh titik api di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kebupaten Bogor.

Meski demikian, petugas tetap berjaga dan siaga untuk melakukan serangkaian proses penanganan selama beberapa hari ke depan.

“Ini hari kedelapan, pantauan secara kasat mata dan visual, 99 persen memang sudah tidak ada asap lagi. Pantauan geothermal akan kita lakukan lagi, karena kemungkinan masih ada panas di bawah yang berpotensi menimbulkan api kembali,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin dalam keterangannya, Senin, 14 September 2026, sore.

Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare

Dengan kondisi saat ini, ia menyampaikan bahwa terdapat standar yang harus dipenuhi dalam penanganan kebencanaan. Setelah proses pemadaman, terdapat tahapan evaluasi dan rehabilitasi.

Untuk itu, disepakati bahwa masih ada petugas dan unit mobil pemadam kebakaran yang tetap bersiaga di lokasi. Namun, jumlah petugas akan lebih sedikit dibandingkan saat proses pemadaman berlangsung.

“Minimal mobil Damkar ada satu yang standby dengan selang yang menunjang. Nanti Kadis Damkar dan Kalak BPBD mengatur berapa jumlah petugasnya,” katanya.

Baca juga: Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran TPAS Galuga Bogor

Jenal mewakili masyarakat Kota Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengucapkan terima kasih kepada para petugas, baik dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor, yang telah berjuang memadamkan api. Bahkan, bagi para petugas dari Kota Bogor yang berjibaku membantu proses pemadaman, akan diberikan insentif tambahan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor atas kontribusinya dalam membantu memadamkan api di TPAS Galuga.

“Teman-teman semua betul-betul all out dalam pemadaman ini. Dengan segala keterbatasan alat dan lain sebagainya. Terima kasih juga untuk Pemkab Bogor, Pak Bupati yang juga all out,” ucap Denny.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer