Connect with us

Berita

Underpass Simpang PDAM Bogor Bakal Dibangun pada 2027

Published

on

Underpass Simpang PDAM Bogor Bakal Dibangun pada 2027
Gambar underpass yang direncanakan bakal dibangun di Simpang PDAM, Jalan Raya Tegar Beriman. Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor

KlikBogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana akan membangun underpass di Simpang PDAM, Jalan Raya Tegar Beriman, sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pembangunan underpass tersebut direncanakan menjadi salah satu program strategis Pemkab Bogor pada 2027.

Underpass dirancang untuk memperlancar pergerakan kendaraan di Simpang PDAM yang menjadi salah satu titik pertemuan arus lalu lintas dengan volume kendaraan cukup tinggi,” ujar Ajat dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.

Persimpangan tersebut menghubungkan arus kendaraan dari kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan Cibinong City Mall (CCM) menuju Bambu Kuning-Bomang maupun arah sebaliknya.

Baca juga: Jembatan Ranggamekar–Batutulis Diperbaiki, Lebar Bertambah jadi 2 Meter

Menurut Ajat, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.

“Keberadaan underpass diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan di persimpangan, memangkas waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” kata Ajat.

Pembangunan underpass juga akan dimanfaatkan Pemkab Bogor untuk menata kawasan Simpang PDAM secara menyeluruh, termasuk jaringan utilitas yang berada di sepanjang ruas tersebut.

Baca juga: Wabup Jaro Ade Cek Pelayanan Publik dan Antisipasi Dampak Kemarau

Kabel-kabel utilitas yang saat ini masih berada di atas jalan direncanakan ditata dengan sistem bawah tanah sehingga kawasan Jalan Raya Tegar Beriman menjadi lebih rapi.

Penataan tersebut sekaligus dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan terhadap jaringan utilitas serta meningkatkan keamanan dan estetika kawasan.

Pemkab Bogor memproyeksikan peningkatan kelancaran lalu lintas di kawasan itu juga berdampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat karena mobilitas menuju sejumlah kawasan menjadi lebih efisien.

Pembangunan underpass Simpang PDAM menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur konektivitas Kabupaten Bogor yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalan, tetapi juga penataan ruang dan utilitas publik secara terintegrasi.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna

Published

on

By

Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna
Foto bersama Lurah Kedung Jaya, Yone Permanawati dengan pengurus dan anggota Bank Sampah Bersih Istiqomah. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus memperkuat tata kelola pengolahan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Bersih Istiqomah.

Lurah Kedung Jaya, Yone Permanawati menyampaikan, keberadaan Bank Sampah Bersih Istiqomah yang berlokasi di Jalan Pelita Jaya II, RT 03 RW08 diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh warga setempat, tetapi juga masyarakat Kota Bogor secara luas.

Menurut Yone, gerakan dari tingkat wilayah ini menjadi fondasi awal untuk mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Ini adalah langkah kecil sebagai akar gerakan di wilayah. Mudah-mudahan tidak hanya warga Kelurahan Kedung Jaya, tetapi seluruh warga Kota Bogor bisa memanfaatkan fasilitas Bank Sampah Bersih Istiqomah ini,” kata Yone di Bank Sampah Bersih Istiqomah, Jumat, 28 Agustus 2026.

Baca juga: Underpass Simpang PDAM Bogor Bakal Dibangun pada 2027

Ia menjelaskan, potensi timbulan sampah di wilayahnya cukup besar. Dari total sekitar 4.000 Kepala Keluarga (KK), produksi sampah harian diperkirakan mencapai rata-rata 2 kilogram per KK.

Untuk itu, kata Yone, edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, hingga limbah kaca dan logam sangat krusial dimulai dari tingkat rumah tangga.

Pengelolaan bank sampah ini juga mendapat keterlibatan aktif dari warga. Selain jajaran pengurus wilayah, pemanfaatan fasilitas pemilahan sampah ini telah meluas ke berbagai RW di Kedung Jaya, termasuk RW 08.

“Fokus utama kami saat ini adalah mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas lingkungan. Kami ingin mengarahkan Kelurahan Kedung Jaya menuju target zero sampah,” tandas Yone.

Baca juga: Mengenal Olah Sampah Rumah Tangga di TPST 3R Mutiara Bogor Raya

Sementara itu, Pengelola Bank Sampah Bersih Istiqomah, Nurita Eryani menekankan, pencapaian zero waste membutuhkan proses panjang yang berfokus pada perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.

“Poin utamanya bukan sekadar pada sampahnya, melainkan pada manusianya. Bagaimana mengubah perilaku dan pola pikir warga. Bilamana masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah, masalah sampah secara otomatis akan terkendali,” papar Nurita.

Bank Sampah Bersih Istiqomah sendiri mengolah berbagai jenis limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis dan berdaya guna.

Untuk limbah minyak goreng bekas (jelantah), pengelola bertindak sebagai penampung (collector) bagi pengusaha pengolah lanjutan, serta mengolah sebagian kecil di antaranya menjadi suvenir lilin.

Sedangkan untuk sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran diolah menjadi eco-enzyme. Produk turunan yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari pembersih lantai, sabun cuci piring, sabun cuci baju, sabun mandi, hingga sabun wajah.

“Selain produk pembersih, ampas eco-enzyme juga difungsikan sebagai pupuk organik, penyerap udara kotor, hingga bahan bantal terapi. Manfaatnya sangat luas untuk kesehatan lingkungan, tanaman, dan masyarakat,” katanya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Jembatan Ranggamekar–Batutulis Diperbaiki, Lebar Bertambah jadi 2 Meter

Published

on

By

Jembatan Ranggamekar–Batutulis Diperbaiki, Lebar Bertambah jadi 2 Meter
Disperumkim Kota Bogor melaksanakan perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) penghubung Kelurahan Ranggamekar–Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Istimewa

KlikBogor – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor melaksanakan perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) penghubung wilayah Kelurahan Ranggamekar–Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk keselamatan dan peningkatan kapasitas jembatan setelah adanya pertimbangan teknis dan pembahasan lintas perangkat daerah dan aparatur wilayah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Pemukiman Disperumkim Kota Bogor, Ari Syarifudin memaparkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memahami bahwa keberadaan jembatan tersebut saat ini memiliki fungsi penting bagi masyarakat, khususnya sebagai salah satu jalur alternatif bagi pengguna kendaraan roda dua di tengah berlangsungnya pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau trase Batutulis di kawasan Kelurahan Lawang Gintung.

“Namun demikian, berdasarkan pertimbangan teknis dan hasil pembahasan lintas perangkat daerah bersama aparatur wilayah, pelaksanaan perbaikan jembatan tetap perlu dilakukan pada tahun 2026. Perbaikan diperlukan untuk keselamatan dan peningkatan kapasitas jembatan, pekerjaan ini bukan semata-mata perbaikan rutin,” terang Ari, Kamis, 27 Agustus 2026.

Secara teknis, lanjut Ari, kondisi jembatan memerlukan perbaikan struktur sekaligus peningkatan fungsi, termasuk pelebaran jembatan dari kondisi eksisting sekitar 1,2 meter menjadi 2 meter.

Pelebaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jembatan sebagai akses penghubung antara wilayah Ranggamekar dan Batutulis.

“Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan saat ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk memastikan bahwa infrastruktur yang digunakan masyarakat tidak hanya tetap berfungsi, tetapi juga memiliki kondisi struktur dan kapasitas yang lebih baik untuk jangka panjang,” katanya.

Baca juga: Sebar Pita Pink di Tugu Kujang, YKI Kampanyekan #BogorSahabatKanker

Ari mengatakan, perbaikan jembatan Ranggamekar–Batutulis juga merupakan aspirasi masyarakat, khususnya warga Ranggamekar dan Batutulis, yang telah disampaikan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan selanjutnya telah melalui proses perencanaan serta penganggaran untuk dilaksanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

“Apabila pelaksanaan pekerjaan ditunda, maka diperlukan kembali proses perencanaan dan penganggaran sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan keterbatasan ruang fiskal serta tahapan penyusunan anggaran tahun berikutnya, pekerjaan tersebut belum tentu dapat kembali dialokasikan pada TA 2027,” jelasnya.

Atas dasar itu, ujar Ari, setelah mempertimbangkan manfaat, kebutuhan teknis, keselamatan masyarakat, serta keberlanjutan program pembangunan. Pemkot Bogor memandang bahwa pekerjaan tersebut perlu tetap dilaksanakan pada tahun ini.

Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Disperumkim telah melakukan pembahasan dan koordinasi lintas perangkat daerah bersama aparatur kewilayahan.

“Kami bersama aparatur wilayah sudah mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kebutuhan akses masyarakat, pelaksanaan pembangunan jalan trase baru Danasasmita, serta kepentingan warga Ranggamekar dan Batutulis,” katanya.

“Hasil pembahasan menyepakati bahwa pekerjaan tetap dilaksanakan pada tahun 2026, dengan tetap memperhatikan pengaturan akses dan keselamatan masyarakat selama masa konstruksi,” imbuhnya.

Baca juga: Jembatan Garuda King Ago Batu Tapak di Kota Bogor Diresmikan

Ari menegaskan, Pemkot Bogor menyadari bahwa selama proses pembangunan akan terdapat penyesuaian akses yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Karena itu, pihaknya bersama perangkat daerah terkait, aparatur kecamatan dan kelurahan, serta pelaksana pekerjaan akan terus berkoordinasi untuk meminimalkan dampak pekerjaan terhadap mobilitas warga.

“Mohon dukungan dan pengertian masyarakat, Disperumkim memohon pengertian, dukungan dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan berlangsung. Gangguan akses yang terjadi selama masa konstruksi bersifat sementara, sedangkan manfaat yang ingin diwujudkan adalah tersedianya jembatan penghubung Ranggamekar–Batutulis yang lebih aman, lebih lebar, lebih nyaman, dan lebih baik secara struktural untuk digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi rambu, pengamanan proyek, pengaturan akses, maupun rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama pekerjaan berlangsung demi keselamatan bersama.

Pemkot Bogor berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, aspek keselamatan konstruksi dan target waktu yang telah ditetapkan.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat pelaksanaan pekerjaan ini sebagai investasi infrastruktur untuk kepentingan bersama. Ketidaknyamanan selama proses konstruksi diupayakan seminimal mungkin agar setelah pekerjaan selesai, masyarakat memperoleh akses penghubung Ranggamekar–Batutulis yang lebih aman, nyaman serta representatif,” pungkasnya.

Untuk informasi, pekerjaan perbaikan JPO penghubung Kelurahan Ranggamekar–Kelurahan Batutulis, dilakukan oleh kontraktor PT. Semesta Loyal Pelita dengan nilai kontrak Rp1.209.509.324. Adapun jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender, atau masa pelaksanaan 4 Agustus 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Nasya Kharisa Siap Perkuat Kiprah Wanita Tani HKTI Kota Bogor

Published

on

By

Nasya Kharisa Siap Perkuat Kiprah Wanita Tani HKTI Kota Bogor
Pelantikan pengurus DPC Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bogor. Foto/Istimewa

KlikBogor – Setelah resmi menahkodai Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bogor, Nasya Kharisa Lestari berkomitmen memperkuat peran wanita dalam ketahanan pangan di Kota Hujan.

Menurut Nasya, wanita harus menempatkan diri sebagai agent of change, di mana menjadi kekuatan utama dalam perubahan dan kemajuan.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan amanah sebagai Ketua DPC Wanita Tani HKTI Kota Bogor. Ini merupakan unsur wanita dari berbagai potensi dan latar belakang,” ujar Nasya dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.

Pelantikan pengurus DPC Wanita Tani HKTI Kota Bogor digelar di Gedung BRMP TROA Bogor pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan DPP Wanita Tani HKTI, DPD Wanita Tani HKTI Jawa Barat serta anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerinda Endang S. Thohari.

Baca juga: Sebar Pita Pink di Tugu Kujang, YKI Kampanyekan #BogorSahabatKanker

Nasya mengatakan, ia tak pernah membayangkan sebelumnya, karena ini bukanlah amanah yang ringan mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua Wanita Tani HKTI Kota Bogor.

Namun, ia akan menunaikan kepercayaan yang diamankan kepadanya dengan sungguh-sungguh. Ini sebuah tantangan dalam memerankan diri lebih luas, tidak hanya menjadi anggota legislatif.

“Ini peran yang terkait dengan pemberdayaan wanita dan penguatan kiprah wanita dalam hal-hal yang sangat penting juga strategis. Diantaranya dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, pemberdayaan UMKM, meningkatkan ketahanan pangan dengan menguatkan budidaya hidroponik serta hortikultura,” paparnya.

Tidak hanya itu, Nasya juga mendorong wanita HKTI ada keterlibatan dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan politik, bahkan kepemimpinan perempuan.

Baca juga: Wabup Jaro Ade Cek Pelayanan Publik dan Antisipasi Dampak Kemarau

Menurutnya, wanita harus menempatkan diri sebagai agent of change, perempuan adalah subyek dari sebuah proses perubahan juga pembangunan harus mampu menjadi mobilisator, dinamisator serta katalisator tidak hanya bidang khusus yang menjadi konsen visi dan misi wanita HKTI.

“Saya berharap wanita berdaya dalam berbagai bidang kehidupan, perubahan dan kemajuan, dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai ibu juga sebagai istri. Saya bismillah dalam menunaikan amanah ini, semoga mampu melahirkan progres yang diharapkan,” jelasnya.

Nasya juga siap mendukung penerapan program unggulan wanita HKTI Jawa Barat, di antaranya penyediaan akses dan distribusi pangan yang lebih dekat serta terjangkau bagi masyarakat. Kemudian, sayur mayur naik kelas dengan pelatihan pengemasan hasil panen, agar mampu menembus pasar modern.

“Saya akan mendorong metode pertanian modern seperti budidaya hidroponik untuk sayuran dan hortikultura secara efisien,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer