Potret
Cerita Para Pelajar Kota Bogor: Bangga Jadi Paskibraka
KlikBogor – Bangga pasti akan dirasakan oleh setiap pelajar yang terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Hal ini seperti yang dirasakan Sheilla Aulia Alfatunisa.
Siswi SMA Negeri 9 Bogor ini dipercaya menjadi Pasukan 8 yang bertugas saat Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) tingkat Kota Bogor.
Sheilla sebagai pagar pagi untuk pasukan inti yang memiliki tugas menaikkan bendera merah putih yang digelar di Lapangan Sempur, pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
“Pagar pagi itu adalah pasukan inti yang berada di belakang pengibaran bendera merah putih dan pembawa baki,” kata Sheilla dikutip Minggu, 1 September 2024.
Ia mengungkapkan rasa bangganya saat menjadi anggota Paskibraka. Apalagi tergabung dalam formasi barisan pasukan 8 merupakan pengalaman baru baginya.
“Tentu bangga menjadi bagian pasukan inti. Dan ini baru pengalaman pertama, SD SMP tidak pernah menjadi Paskibra,” ucap Sheilla.
Sheilla bercerita sebelum bertugas dalam perayaan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia ini menjalani seleksi untuk anggota Paskibraka. Dari 10 siswa perwakilan sekolahnya, ia satu-satunya yang terpilih untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Setelah itu, ia melewati pelatihan yang secara intensif setiap hari dari pagi sampai sore selama dua bulan. Hal yang menjadi tantangan baginya, pasukan ini harus menyesuaikan dengan anggota TNI.
“Untuk kesulitan mungkin saat (latihan) bersama Polisi Militer, karena kita harus menyesuaikan juga dengan baris berbarisnya mereka,” ungkapnya.
Selain Sheilla, rasa bangga juga diungkapkan anggota Paskibraka, Difla Cinta Syaquilla Suroto saat bertugas sebagai pagar pagi untuk pasukan 8 dalam Upacara Bendera Peringatan HUT ke-79 RI tingkat Kota Bogor.
“Kesannya, bangga dan senang banget pastinya (menjadi anggota Paskibraka),” singkat siswi SMA Negeri 1 Bogor itu.
Senada, siswi SMA Budi Mulia Bogor Adria Putri Pramudya mengungkapkan kebanggaannya saat bertugas menjadi anggota Paskibraka. Ia memiliki tugas yang sama dengan Sheilla dan Difla sebagai pagar pagi untuk pasukan 8.
Adria juga berharap akan adanya penerus dari sekolahnya yang terpilih untuk menjadi Paskibraka Kota Bogor di tahun depan.
“Semoga untuk 2025 ada dari sekolah kita untuk mewakili Paskibraka Kota Bogor, karena untuk menjadi Paskibraka ini melalui proses seleksi yang ketat dan banyak,” ucapnya.
Rasa bangga juga disampaikan Ghea Syafira Nuramalia yang dipercaya bertugas sebagai asisten baki saat pengibaran pengibaran bendera merah putih di Lapangan Sempur.
“Kesannya pasti bangga, karena bisa menjadi Paskibraka tidak semua orang bisa mendapatkan posisi itu, karena kesempatannya itu hanya satu kali di kelas XI saja,” ujar Ghea.
Di asisten baki, kata siswi SMA Negeri 1 Bogor ini, memang ada porsi latihan tambahan guna memastikan agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
“Untuk asisten baki mungkin ada porsi latihan tambahannya, kaya push up lebih banyak, terus latihan membawa bakinya. Terkadang latihannya terpisah,” katanya.
(ckl)
Potret
Mengubah Sampah jadi Paving, Cerita KKN Mahasiswa IPB di Babakan Sadeng
KlikBogor – Sampah plastik masih menjadi persoalan klasik di banyak desa, termasuk di Desa Babakan Sadeng, Kabupaten Bogor. Limbah plastik yang sulit terurai sering kali menumpuk, dibuang sembarangan, dan berakhir mencemari lingkungan sekitar.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University yang tergabung dalam Kelompok Babakan Sadeng Squad menghadirkan solusi sederhana namun berdampak melalui pembuatan eco-paving block dari sampah plastik.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama warga Desa Babakan Sadeng dan dipusatkan di rumah salah satu warga yang aktif dalam program Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Suasana dibuat santai dan terbuka agar warga merasa nyaman untuk terlibat.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dusun 2 Desa Babakan Sadeng, sejumlah ketua RT, serta warga sekitar yang antusias melihat langsung proses pengolahan sampah plastik.
“Selama masa KKN, kami mengamati sampah plastik di sini belum ditangani secara maksimal. Sebagian besar hanya dikumpulkan, bahkan dibuang ke aliran sungai. Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah plastik bisa diubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna,” ungkap Maria Ulfah Siregar, salah satu perwakilan tim mahasiswa dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Berangkat dari permasalahan tersebut, ia dan tim memperkenalkan konsep eco-paving block kepada warga. Kegiatan diawali dengan sosialisasi ringan dan ajakan kepada warga untuk mengumpulkan sampah plastik dari rumah masing-masing. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco-paving block.
“Kami dan warga bersama-sama mempraktikkan pembuatan eco-paving block. Tahapannya dilakukan dengan melelehkan sampah plastik menggunakan oli bekas, kemudian mencampurkannya dengan pasir sebelum dicetak menjadi paving block,” urai Maria.
Menurutnya, metode ini cukup sederhana, alatnya mudah ditemukan, dan tidak membutuhkan biaya besar.
Terlihat jelas antusiasme warga selama kegiatan berlangsung. Banyak warga yang baru menyadari bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Ilmu-ilmu yang diberikan oleh mahasiswa IPB sangat membantu dan bermanfaat bagi kami. Setelah melihat dan mencoba langsung prosesnya, kami jadi paham ternyata mudah,” ujar Kepala Dusun 2 Desa Babakan Sadeng ini.
Maria mengatakan, dibandingkan paving block konvensional, eco-paving block berbahan plastik ini memiliki bobot lebih ringan dan proses pembuatan yang relatif lebih sederhana.
Melalui kegiatan ini, Babakan Sadeng Squad IPB bersama warga Desa Babakan Sadeng membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak harus rumit.
Dengan kerja sama dan kemauan bersama, sampah plastik bisa diubah menjadi solusi lingkungan. Eco-paving block tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang kemandirian dan potensi ekonomi berbasis lingkungan di Desa Babakan Sadeng.
(rls/hrs)
Desa Babakan Sadeng, kkn mahasiswa ipb, sampah paving,
Potret
Meneliti Kelenjar Racun Ular Picung, Yasmin Nadhiva Cetak IPK 4,00 di Program Magister IPB
KlikBogor – Ketertarikan pada detail anatomi satwa membawa Yasmin Nadhiva Narindria meraih prestasi gemilang dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Program Magister IPB University pada wisuda Desember 2025 lalu.
Menempuh studi magister di Program Studi Ilmu Biomedis Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Yasmin berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.
Prestasi tersebut diraih melalui penelitian tesisnya mengenai struktur kelenjar nuchalis atau kelenjar racun pada ular picung (Rhabdophis subminiatus), spesies ular endemik Indonesia yang masih menyimpan banyak celah pengetahuan ilmiah.
Dalam penelitiannya, Yasmin mengkaji kelenjar nuchalis ular picung yang berfungsi menghasilkan racun (toxin). Ia menjelaskan bahwa racun dan bisa pada ular merupakan dua substansi yang berbeda.
“Racun umumnya digunakan sebagai mekanisme pertahanan pasif terhadap predator, sedangkan bisa (venom) digunakan untuk melumpuhkan mangsa dan disalurkan melalui taring atau gigi,” jelas Yasmin dikutip Minggu, 11 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa ular picung dikenal berbisa. Namun selain memiliki kelenjar bisa, spesies ular ini memiliki kelenjar racun yang masih belum banyak diketahui.
Ular picung merupakan satwa endemik Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, beberapa wilayah Sumatra, dan Sulawesi.
Sampel penelitian Yasmin diambil dari wilayah Jawa Barat, yakni Bogor dan Bandung, dengan habitat alami di sekitar sungai atau area lembap dekat perairan.
Hingga saat ini, populasi ular picung masih tergolong melimpah dan berstatus least concern atau tidak terancam punah.
Yasmin menambahkan, penelitian terkait racun ular picung masih sangat terbuka untuk dikembangkan karena minimnya informasi, baik di kalangan masyarakat umum maupun peneliti.
“Semoga hasil penelitian ini bisa memperkaya pengetahuan tentang biologi ular picung serta membuka peluang pemanfaatan racun sebagai bahan biologis, seperti pengembangan antitoksin atau antiserum,” ujarnya.
Bagi Yasmin, kesempatan menempuh studi pascasarjana di IPB University merupakan pengalaman akademik yang berharga.
Selama studi, ia menempuh Peminatan Ilmu Faal dan Khasiat Obat, Sub-Peminatan Anatomi, Histologi, dan Embriologi, berangkat dari ketertarikannya pada bidang anatomi veteriner sejak menempuh pendidikan S1 Kedokteran Hewan di IPB University.
“Ilmu anatomi mengajarkan bahwa setiap struktur tubuh makhluk hidup memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan. Masih banyak struktur anatomi satwa yang belum dieksplorasi, dan itu mendorong saya untuk terus meneliti,” katanya.
Melalui tesis berjudul penelitian struktur kelenjar nuchalis ular picung, Yasmin berhasil menambah informasi ilmiah baru mengenai keberadaan dan karakteristik kelenjar racun pada spesies tersebut, yang melengkapi pengetahuan sebelumnya tentang kelenjar bisa yang telah lebih dulu dikenal.
(rls/hrs)
Potret
Cungkup Prasasti Batutulis Kini Terintegrasi dengan Bumi Ageng
KlikBogor – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon meresmikan Cungkup Prasasti Batutulis di Kota Bogor, yang telah selesai direvitalisasi, pada Rabu, 31 Desember 2025.
Turut mendampingi, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman.
Menbud Fadli Zon mengungkapkan revitalisasi Cungkup Prasasti Batutulis diawali dari pertemuannya dengan Wali Kota Bogor saat meninjau kawasan Batutulis beberapa waktu lalu dan merupakan komitmen kuat untuk memajukan kebudayaan nasional.
“Hari ini kita resmikan revitalisasi cungkup dari prasasti yang sangat masyhur, yaitu Prasasti Batutulis. Prasasti ini merupakan penanda kejayaan Kerajaan Pajajaran dan menjadi ikon penting bagi Kota Bogor serta Jawa Barat,” ucap Menbud.
Fadli Zon menambahkan bahwa kawasan Prasasti Batutulis yang sebelumnya terhalang dengan tembok dan terpisah dengan Bumi Ageung (kawasan yang akan menjadi Museum Pajajaran), kini telah terintegrasi.
Nantinya, Museum Pajajaran akan menyimpan artefak sekaligus memberikan narasi sejarah tentang Pajajaran dan Sunda. Selain itu, direncanakan pula pembangunan amphitheater sebagai pusat kegiatan seni, seminar, dan workshop bagi generasi muda.
Menurutnya, langkah awal ini merupakan aspek perlindungan dalam pengamanan fisik prasasti untuk mencegah pelapukan dan kerusakan akibat kontak langsung, seperti dipegang atau disiram minyak dan sebagainya, sehingga Kementerian Kebudayaan memberikan pelindung kaca.
“Jadi walaupun dilindungi, prasasti tetap terlihat jelas, namun kelestariannya tetap terjaga,” ujar Fadli Zon.

Cungkup Prasasti Batutulis. Foto/Istimewa.
Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, atas arahan Gubernur Dedi Mulyadi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah pelestarian budaya.
Pemprov Jabar juga telah menurunkan tim untuk bersama-sama membuat perencanaan Museum Pajajaran. Adapun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disiapkan sekitar Rp16 miliar.
“Kami akan mem-back up penuh dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kota Bogor,” tutur Herman.
Herman menegaskan bahwa pelestarian budaya ini merupakan urusan yang luar biasa lantaran menyangkut generasi penerus.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan provinsi.
Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kementerian Kebudayaan, dan Pemprov Jawa Barat akan terus memperkuat sinergi.
“Dan yang paling penting adalah bagaimana kawasan ini bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan melalui kesempatan berusaha, seperti penyediaan suvenir, merchandise, hingga kafe kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Museum Pajajaran. Hal ini harus kita kembangkan menjadi sebuah Intellectual Property (IP) yang kuat,” ucapnya.
Usai melakukan peresmian, Dedie Rachim mengajak Fadli Zon dan Herman Suryatman mengunjungi beberapa situs di kawasan Batutulis.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria1 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi3 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita7 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini11 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
