Connect with us

Berita

Tekan Kehilangan Air, Perumda Tirta Pakuan Ganti Pipa ‘Tua’

Published

on

Tekan Kehilangan Air, Perumda Tirta Pakuan Ganti Pipa 'Tua'
Dirtek Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menargetkan penurunan kehilangan air sebesar 1 persen di tahun ini. Penurunan dilakukan dengan langkah di antaranya penggantian perpipaan berumur ‘tua’ dan pemasangan critical point pada beberapa wilayah.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan, berdasarkan program perusahaan tahun ini target penurunan angka kehilangan air 1 persen.

“Sekarang tingkat kehilangan air berada pada angka 25 persen dan saat ini target diturunkan menjadi 24 persen,” kata Ardani kepada awak media, Senin, 20 Januari 2025.

Ia mengatakan, hal pertama untuk menekan kehilangan air, yang dibutuhkan adalah penggantian pipa berumur ‘tua’ karena sering terjadi bocor.

Selanjutnya, penambahan critical point sebagai kontrol pengaliran pada satu wilayah dengan pengaturan agar merata di setiap pelanggan.

“Nah, berdasarkan ketentuan tekanan itu 0,5 bar. Tahun ini juga di perubahan ada pembangunan Distrik Meter Area (DMA) sebanyak 13 sampai 14 unit,” terangnya.

Ia menyampaikan di tahun ini Perumda Tirta Pakuan fokus terhadap beberapa program, terutama menekan tingkat kehilangan air menjadi prioritas karena sangat erat hubungannya dengan pelayanan.

Sampai saat ini, infrastuktur perpipaan yang ada disebut masih banyak pipa pada 1970 yang secara umur teknis sudah 54 tahun. Hal inilah yang menjadi prioritas Perumda Tirta Pakuan untuk dilakukan penggantian pipa.

“Salah satunya ini untuk menekan angka kehilangan air,” ujar Ardani.

Ia mengatakan, ada beberapa titik yang menjadi pergantian pipa. Berdasarkan history sering terjadi kebocoran. Seperti lanjutan penggantian pipa Jalan Kapten Muslihat-Jembatan Merah, yang sekarang dilanjutkan ke Jalan Merdeka.

Pun pipa lama di Jalan Bangbarung, termasuk Jalan Pemuda lanjutan dari depan DPRD sampai Jalan Heulang. Titik-titik pipa tersebut berdasarkan history hampir setiap bulan ada kebocoran.

“Kemudian kami ke depan akan fokus pada critical point agar bisa mengetahui di wilayah tersebut apakah ada gangguan atau kebocoran atau terjadi gangguan pengaliran, akan ditambah 50 titik critical point di tahun 2025 ini,” paparnya.

Sedangkan untuk kontinuitas pengaliran, terang Ardani, di 2025 akan memasang pipa diameter besar dari Jalan Sudirman sampai Reservoir Merdeka untuk menangani pengaliran di Jalan Sumeru, Cilendek, Yasmin, dan sekitarnya.

“Kami berharap dengan ini pengaliran bisa 24 jam,” harap Ardani.

Pihaknya juga akan melakukan pemasangan pipa dari patung narkoba, Jalan Sholeh Iskandar sampai Delima Jaya untuk mengatasi persoalan di wilayah Tanah Sareal, seperti Sukadamai, Cimanggu, Bukit Cimanggu City, dan wilayah yang belum 24 jam.

“Kami progres tahun ini agar segera bisa dilaksanakan. Target 2025 pemenuhan kontinuitas 24 jam bisa tercapai,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Perumda PPJ dan Kejari Kota Bogor Lanjut Teken MoU Perdata dan TUN

Published

on

By

Perumda PPJ dan Kejari Kota Bogor Lanjut Teken MoU Perdata dan TUN
Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dengan Kejaksaan Negeri Kota Bogor melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor.

Penandatanganan ini merupakan bentuk penguatan kerja sama strategis dalam mendukung tata kelola perusahaan yang profesional dan taat hukum.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin, bersama Direktur Operasional, Plh. Direktur Umum, Ketua dan Anggota Dewan Pengawas, Staf Ahli, Satuan Pengawas Internal (SPI), serta para manajer di lingkungan Perumda PPJ.

Sedangkan pihak Kejari Kota Bogor hadir Kepala Kejari Kota Bogor Agung Arifianto, didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Kepala Subbagian Pembinaan (Kasubag BIN), serta jajaran staf Kejari Kota Bogor.

MoU ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah lama terjalin antara Perumda PPJ dan Kejari Kota Bogor. Melalui kerja sama ini, Kejari Kota Bogor akan memberikan dukungan dalam bentuk bantuan hukum, pertimbangan hukum, maupun tindakan hukum lain di bidang perdata dan tata usaha negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dirut Perumda PPJ, Jenal Abidin, menyampaikan terima kasih kepada Kejari Kota Bogor yang telah melakukan pendampingan selama ini, bersinergi, MoU ini sangat penting dalam memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko hukum di lingkungan BUMD.

“Kerja sama ini bukan hal yang baru bagi kami. Perumda Pasar Pakuan Jaya telah lama menjalin MoU dengan Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Hari ini kita mempertegas kembali komitmen bersama untuk memastikan setiap langkah dan kebijakan perusahaan berjalan sesuai koridor hukum serta prinsip good corporate governance,” ujar Jenal dikutip Kamis, 12 Februari 2026.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Bogor, Agung Arifianto, menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung Perumda PPJ dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai pengelola pasar rakyat di Kota Bogor, khususnya dalam aspek pendampingan dan perlindungan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan kolaborasi antara Perumda PPJ dan Kejari Kota Bogor semakin solid dalam mewujudkan pengelolaan pasar yang tertib administrasi, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Bogor.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Pakar IPB Soroti Keterkaitan Dinamika Penduduk dan Konsumsi Pangan Nasional

Published

on

By

Pakar IPB Soroti Keterkaitan Dinamika Penduduk dan Konsumsi Pangan Nasional
Profil Guru Besar Bidang Demografi dan Ilmu Kependudukan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Ekawati Sri Wahyuni. Dok. IPB University.

KlikBogor – Pakar Demografi dan Ilmu Kependudukan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Ekawati Sri Wahyuni, menyoroti hubungan erat dan saling pengaruh antara dinamika penduduk di Indonesia dengan perubahan yang terjadi dalam permintaan dan konsumsi pangan.

Dinamika penduduk dimaknai sebagai perubahan antar waktu dalam ukuran, komposisi atau struktur umur dan jenis kelamin, serta distribusi penduduk sebagai akibat kelahiran, kematian, dan migrasi.

“Saat ini, jumlah penduduk Indonesia mencapai 284,4 juta jiwa, artinya perlu pangan dalam jumlah besar. Dengan sekitar 60 persen penduduk menetap di perkotaan, perlu pula cermatan atas ragam dan perubahan pola konsumsi pangan desa kota,” papar Prof Ekawati saat konferensi pers pra orasi ilmiah yang digelar secara virtual pada Kamis, 12 Februari 2026.

Sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, lanjut Prof Ekawati, pemenuhan atas pangan yang cukup, bergizi dan aman merupakan hak asasi setiap warga negara. Dengan artinya urusan pangan adalah kuantitas sekaligus kualitas, jumlah sekaligus ragam konsumsi.

Menurut Guru Besar Tetap Fakultas Ekologi Manusia yang lahir di Solo 27 Agustus 1960 ini, dinamika penduduk Indonesia yang memengaruhi transformasi pangan setidaknya berkait dengan tiga hal, perubahan struktur umur, urbanisasi, dan penurunan ukuran rumahtangga.

Pertama, perubahan struktur umur akibat penurunan angka kelahiran dan angka kematian secara signifikan meningkatkan jumlah penduduk usia muda dan produktif atau dikenal dengan “bonus demografi” yang berpuncak pada sekitar 2030 hingga 2040 dan ke depan akan pula meningkatkan proporsi penduduk usia tua.

Dalam pilihan pangan, perbedaan selera muda dan tua yang secara umum juga terpengaruh peningkatan kesejahteraan, tampak pada terjadinya pergeseran pola makan. Per kategori produk terjadi ”transisi gizi” di mana konsumsi beras dan serealia bergeser menuju pangan bernilai tinggi seperti protein hewani dan buah-sayuran selain juga peningkatan konsumsi pangan padat kalori seperti gula.

Kedua, urbanisasi atau peningkatan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan mendorong pola konsumsi yang makin beragam, termasuk jenis pangan yang bahan bakunya yang tidak diproduksi di Indonesia.

Meningkatnya ketergantungan pada sumber eksternal ini menyiratkan peningkatan kerentanan terhadap gangguan rantai pasokan global dan fluktuasi harga, yang dapat berdampak langsung pada ketahanan dan keterjangkauan pangan terutama bagi penduduk perkotaan.

Pada saat yang sama, ketidakmerataan antardaerah dalam pembangunan dan hasilnya dapat memunculkan dampak yang disebut “beban ganda malnutrisi”, yaitu terdapatnya kekurangan gizi (seperti pertumbuhan terhambat) dan kelebihan gizi (seperti obesitas) dalam populasi yang sama.

Ketiga, penurunan ukuran rumahtangga bersamaan dengan masuknya perempuan ke sektor publik mengubah dinamika ekonomi dan reproduksi dalam rumahtangga. Ini semisal pergeseran pola penyediaan makanan ke pangan cepat saji.

Melalui orasi ilmiahnya yang akan digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026, Prof Ekawati yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi S2 dan S3 Sosiologi Pedesaan menegaskan pentingnya memiliki wawasan berbasis data mengenai perubahan struktur (atau dinamika) penduduk Indonesia untuk memahami transformasi permintaan dan konsumsi pangan.

”Hal ini perlu agar peluang yang berkembang dapat dimanfaatkan, sekaligus mengatasi tantangan gizi pangan dan beradaptasi dengan distribusi dan pergeseran perilaku konsumen,” jelas Prof Ekawati.

Merespons transisi demografi dan perubahan fundamental pola konsumsi pangan, pemerintah perlu untuk mereformasi kebijakan swasembada pangan menuju pendekatan keseimbangan pragmatis antara optimalisasi produksi domestik dan impor terukur untuk komoditas bernilai tinggi, sembari memperketat regulasi kesehatan masyarakat guna menanggulangi beban ganda malnutrisi dan memodernisasi infrastruktur logistik pertanian.

Selain itu, modernisasi sektor pertanian melalui dukungan terhadap petani muda dan adopsi teknologi harus menjadi prioritas, yang didukung oleh investasi masif pada infrastruktur logistik modern, demi menjamin efisiensi distribusi dan kualitas pangan bagi populasi yang menua dan terkonsentrasi di wilayah urban.

Sejalan dengan itu, sektor swasta dituntut untuk melakukan diversifikasi produk yang berorientasi pada kesehatan dan kepraktisan, serta memanfaatkan ekosistem digital secara masif untuk menjangkau konsumen urban.

“Di ranah akademis, IPB University berkomitmen memperkuat posisinya sebagai lembaga berbasis riset dengan terus mengembangkan inovasi produksi dan pengolahan pangan yang tidak hanya bernilai tambah ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas gizi unggul yang relevan dengan preferensi konsumen masa depan,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Mobil Ambulans Andalan PWI Kota Bogor Resmi Mengaspal

Published

on

By

Mobil Ambulans Andalan PWI Kota Bogor Resmi Mengaspal
Peluncuran mobil ambulans Andalan PWI Kota Bogor bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional dan HUT ke-80 PWI di Sekretariat PWI Kota Bogor, Rabu, 11 Februari 2026.

KlikBogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar tasyakuran peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI di Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Suryo, Kecamatan Tanah Sareal, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Kegiatan ini dirangkai dengan peluncuran mobil ambulans Andalan PWI Kota Bogor. Mobil ambulans ini difungsikan untuk melayani evakuasi medis serta kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya dengan sistem layanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakilnya Jenal Mutaqin, Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi, Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, jajaran wakil ketua dan anggota DPRD, pimpinan OPD, direksi BUMD, perwakilan Polresta Bogor Kota, Kodim 0606/Kota Bogor, serta mitra strategis lainnya.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan PWI Kota Bogor.

Dedie Rachim menilai, peran pers sangat penting dalam mendukung penyebaran informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Sinergitas Pemkot Bogor dengan PWI selama ini berjalan sangat baik. Setiap program dan kegiatan pemerintah selalu didukung oleh pemberitaan, sehingga informasi bisa sampai dengan cepat dan akurat kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah PWI Kota Bogor yang tidak hanya berfokus pada pemberitaan, tetapi turut menghadirkan aksi sosial nyata melalui penyediaan ambulans gratis.

“Ini luar biasa. Inilah wujud kepedulian teman-teman wartawan yang tergabung di PWI Kota Bogor. Saya sangat mengapresiasi, semoga ambulans gratis ini betul-betul bermanfaat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Selamat HUT ke-80 PWI, semoga sinergi dan kolaborasi terus meningkat demi kemajuan Kota Bogor,” katanya.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan peringatan HPN dan HUT PWI menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun Kota Bogor.

“Bogor Beres bukan hanya tanggung jawab Dedie dan Jenal, tetapi tugas kita semua, pemerintah, DPRD, insan pers, dunia usaha, hingga masyarakat. Kritik adalah energi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” katanya.

Ia juga menilai peluncuran ambulans gratis sebagai bukti nyata kepedulian sosial insan pers. Menurutnya, peran pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga hadir memberi solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Hari ini PWI membuktikan bahwa insan pers tidak hanya mengangkat isu dan berita, tapi juga menghadirkan manfaat langsung melalui ambulans gratis. Ini bentuk kolaborasi ideal yang kita harapkan,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Bogor, Aditiyawarman Adil, menyampaikan apresiasi kepada PWI Kota Bogor yang terus berinovasi dan memiliki gebrakan program yang bersifat kolaborasi dan sinergi.

“PWI Kota Bogor terus menunjukan eksistensinya, karena selalu eksis dan solid dengan beragam kegiatan kolaborasi dan sinergis,” ujar Adit.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, mengatakan peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI mengusung semangat “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, salah satunya layanan ambulans gratis.

“Ambulans ini kami persembahkan untuk masyarakat Kota Bogor. Kami ingin kehadiran PWI tidak hanya dirasakan melalui pemberitaan, tetapi juga aksi nyata yang membantu warga, terutama dalam kondisi darurat,” jelasnya.

Mobil ambulans Andalan PWI Kota Bogor telah dilengkapi dengan peralatan medis standar kegawatdaruratan, antara lain tabung oksigen, tandu pasien, serta perlengkapan pertolongan pertama.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer