Connect with us

Serba Serbi

Taman Pagentongan, Ruang Interaksi Warga dan Santri 

Published

on

Taman Pagentongan, Ruang Interaksi Warga dan Santri 
Taman Pagentongan ramai dikunjungi masyarakat usai diresmikan pada Sabtu, 14 Desember 2024.

KlikBogor – Taman Pagentongan resmi dibuka. Peresmian taman yang berada di area Pondok Pesantren Al Falak Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, langsung menyedot perhatian masyarakat untuk menggunakan fasilitas publik ini.

Taman Pagentongan diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor Hery Antasari dengan ditandai penandatanganan prasasti, pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Hery Antasari menyampaikan bahwa Taman Pagentongan dibangun di atas lahan land banking atau bank tanah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim).

“Ini best practice yang dilaksanakan dengan baik di Kota Bogor. Di tempat lain land banking ini tidak mudah dilaksanakan. Tetapi di Kota Bogor hadir taman publik yang tanahnya dibeli oleh Pemerintah Kota Bogor kemudian dibangun melalui APBD 2024,” ucap Hery.

Pembangunan taman ini juga, menurutnya, menjadi contoh yang baik dalam penataan kawasan padat penduduk dengan penambahan fasilitas untuk warga berkumpul dan berinteraksi.

Ia menambahkan bahwa rencana pembangunan taman ini mendapat dukungan dari Pondok Pesantren Al Falak Pagentongan yang dapat digunakan juga para santri.

“Alhamdulillah fasilitas ini juga berkat dukungan dan izin dari keluarga besar Pondok Pesantren Al Falak Pagentongan hadirnya taman untuk warga dan santri juga,” katanya.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih menjelaskan, taman ini memiliki beberapa fasilitas, seperti ayunan, sepeda statis, dua gazebo, dan permainan anak lainnya.

“Namun jika seandainya masih kurang, next kami tambahkan lagi khususnya alat fitnes yang memang untuk areal terbuka,” tambahnya.

Esti juga menjelaskan, pengadaan lahan land banking seluas 1.100 meter persegi dilaksanakan pada 2023. Sementara untuk pembangunan taman dilaksanakan tahun ini dengan anggaran Rp700 juta.

Pembangunan taman ini memakan waktu tiga bulan dari Agustus sampai November lalu. Taman ini disebut dibutuhkan masyarakat sebagai area publik untuk santai ataupun berkegiatan.

“Beberapa kegiatan memang bisa dipadukan di situ. Satu bisa untuk ngaji, bisa untuk posyandu, atau kegiatan sosialisasi. Dan alhamdulillah juga ada pihak swasta yang membantu memberikan wifi gratis,” ungkapnya.

Pengelolaan taman ini akan dilakukan oleh pemimpin wilayah setempat, Disperumkim hanya bertugas untuk mengawasi dan memantau. Bila perlu pengembangan lagi mereka akan turun untuk membantu.

“CCTV insyaallah ke depan, kita harus itu, karena untuk pemantauan dan sebagainya. Nanti kita komunikasikan dengan setempat,” ujar Esti.

Dirinya berharap Taman Pagentongan ini bisa membantu warga di pemukiman padat bisa mendapatkan ruang publik. Mereka sendiri akan melakukan penambahan ruang terbuka lagi untuk kawasan padat lainnya.

“Kita mencoba setiap tahun dianggarkan agar ruang publik bisa dinikmati untuk seluruh masyarakat,” harapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falak Pagentongan, KH. Asep Zulfiqor menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkot Bogor atas pembangunan Taman Pagentongan di wilayahnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkot Bogor yang telah memfasilitasi taman yang keberadaannya sangat dibutuhkan sekali baik oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falak Pagentongan dan juga lingkungannya,” ujarnya.

Senada dengan Pj Wali Kota, Asep juga mengatakan fasilitas yang ada di Taman Pagentongan tentu harus dijaga dengan baik dan dimanfaatkan untuk kepentingan warga sekitar.

Peresmian taman ini bertepatan dengan haul Almaghfulah KH. Tb. Muhammad Falak atau Abah Falak Pagentongan yang ke-53.

“Ini juga ada momentum religi sekaligus dengan haul, kami dari keluarga besar Pondok Pesantren Al Falak akan mengajukan kakek kami untuk menjadi pahlawan nasional kepada pemerintah,” ungkapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Zestera: “Jalan Tengah” Menikmati Minuman Soda Tanpa Gula

Published

on

By

Zestera: “Jalan Tengah” Menikmati Minuman Soda Tanpa Gula
Tim mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026 memperkenalkan Zestera, minuman infused lemon soda water dengan kadar gula 0 gram. Dok. IPB University.

KlikBogor – Kegemaran masyarakat Indonesia terhadap minuman manis kini mendapat tantangan baru yang lebih menyehatkan.

Tim mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026 memperkenalkan Zestera, minuman infused lemon soda water dengan kadar gula 0 gram.

Mengusung misi mengubah pola hidup masyarakat, Zestera hadir sebagai “jalan tengah” bagi mereka yang ingin menikmati kesegaran minuman soda tanpa risiko gula berlebih.

Inovasi ini diketuai oleh Nufail Raimy Aziz, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University.

Baca juga: Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya

Keunikan Zestera terletak pada penggunaan stevia sebagai pemanis alami. Stevia dipilih karena tidak mengandung kalori dan tidak memicu kenaikan gula darah, sehingga aman dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

“Zestera hadir sebagai jalan tengah agar tetap bisa minum enak tanpa harus khawatir gula berlebih. Kami memposisikan produk ini bukan sebagai ‘minuman orang sakit’, melainkan minuman sehari-hari yang lebih smart dan stylish,” ujar Nufail Raimy Aziz mewakili tim dikutip Selasa, 28 April 2026.

Menjaga cita rasa tetap lezat tanpa gula biasa tentu bukan perkara mudah. Nufail mengungkap, ia dan tim telah melakukan banyak eksperimen untuk menyeimbangkan rasa manis, asam, dan aroma buah guna menutupi rasa khas stevia. Hasilnya, sebuah minuman yang ringan, menyegarkan, dan tidak membuat enek di lidah.

Baca juga: Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang

Menyasar gen Z dan milenial, Zestera memanfaatkan edukasi santai melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih.

Dukungan dari PMW 2026 pun diakui sangat krusial dalam memvalidasi ide dan memberikan pendanaan awal agar usaha ini berkembang lebih terarah.

“Dukungan PMW membantu kami berkembang lebih terstruktur, tidak sekadar coba-coba. Ke depannya, kami berencana menambah varian rasa namun tetap setia pada konsep minuman sehat tanpa gula,” tambah Nufail.

Hadirnya Zestera menjadi bukti bahwa tren gaya hidup sehat bisa dimulai dari pilihan minuman yang tepat, tanpa harus mengorbankan kenikmatan waktu santai.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen

Published

on

By

Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen
Ilustrasi warung makan. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Tren “warteg fancy” yang belakangan ramai di berbagai kota. Guru Besar Ilmu Konsumen IPB University, Prof Ujang Sumarwan menilai fenomena ini sebagai bagian dari kreativitas pelaku usaha dalam merespons perubahan perilaku konsumen.

Menurutnya, pelaku usaha memang dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menarik perhatian konsumen.

“Konsumen selalu menginginkan hal-hal baru. Warteg fancy ini adalah bentuk kreativitas pengusaha dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Prof Ujang dikutip Jumat, 24 April 2026.

Dijelaskan, tren ini tidak hanya didorong oleh satu faktor, melainkan kombinasi dari berbagai aspek, mulai dari kebutuhan fungsional hingga faktor citra sosial.

Dalam perspektif bisnis, inovasi harus hadir baik secara fisik, seperti desain tempat yang lebih menarik, maupun nonfisik, seperti peningkatan layanan.

“Konsumen akan membandingkan berbagai pilihan tempat makan. Mereka mencari sesuatu yang baru, nyaman, dan tetap terjangkau. Di sinilah terjadi pertemuan antara kebutuhan konsumen dan strategi pelaku usaha,” imbuh Prof Ujang.

Lebih lanjut, Prof Ujang menekankan pentingnya pengalaman dalam memengaruhi keputusan konsumen. Ia menyebut bahwa suasana tempat dan pengalaman makan kini menjadi faktor penting yang mendorong konsumen bersedia membayar lebih.

“Ketika konsumen merasa cocok dengan rasa dan tempat, harga sering kali menjadi nomor dua. Konsumen bersedia mengeluarkan anggaran lebih untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda,” katanya.

Ia juga mengatakan, fenomena ini sangat relevan dengan karakteristik konsumen sekarang, terutama generasi muda seperti gen Z, yang cenderung mencari pengalaman unik dan suasana yang nyaman atau “cozy” saat menikmati makanan.

Terkait harga, ia menilai bahwa tarif yang lebih tinggi pada konsep warteg fancy merupakan hal yang wajar. Dalam persepsi konsumen, lanjutnya, harga sering kali diasosiasikan dengan kualitas.

“Ketika harga lebih tinggi, konsumen cenderung menganggap kualitas produk dan layanan juga lebih baik. Sebaliknya, harga yang terlalu murah justru bisa menimbulkan kecurigaan,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren ini sangat bergantung pada respons pasar. Dalam industri makanan dan minuman, siklus hidup tren cenderung berlangsung cepat sehingga pelaku usaha harus terus beradaptasi.

“Semuanya ditentukan oleh respons konsumen. Jika responsnya positif, konsep ini bisa bertahan dalam jangka panjang. Namun jika tidak, sangat mungkin tren ini hanya bersifat sementara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa enam bulan pertama menjadi periode krusial untuk melihat apakah sebuah konsep bisnis mampu bertahan atau tidak.

Hal tersebut mengingat konsumen bersifat dinamis dan terus mencari hal baru, inovasi berkelanjutan menjadi kunci utama.

“Bisnis kuliner harus terus berinovasi. Konsumen akan selalu membandingkan dan mencari pengalaman baru. Di situlah tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang

Published

on

By

Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Yantie Rachim bersama Ketua DWP Kota Bogor, Dewi Sondari Denny meresmikan Kebun Anggrek Kartini di Taman Heulang. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Seratus jenis tanaman anggrek kini memperkaya koleksi Kebun Anggrek Kartini di Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kehadiran kebun ini akan menjadi daya tarik baru sekaligus edukasi bagi masyarakat khususnya anggrek yang dikenal memiliki keindahan bentuk dan warna.

Kebun Anggrek Kartini diresmikan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Yantie Rachim bersama Ketua DWP Kota Bogor, Dewi Sondari Denny, pada Selasa, 21 April 2026.

Yantie Rachim mengatakan bahwa dengan semangat Hari Kartini, kebun anggrek menjadi simbol ketangguhan para perempuan.

“Karena anggrek itu bunga yang tangguh, dan ini menjadi simbol ketangguhan para perempuan yang bisa terus berkembang, maju, dan berdaya,” ucapnya.

Melalui Kebun Anggrek Kartini ini, ke depan juga akan diadakan berbagai kelas edukasi sebagai bentuk pemberdayaan perempuan dalam merawat tanaman.

Dengan begitu, keberadaan Kebun Anggrek Kartini ini menjadi wadah untuk menularkan energi positif kepada perempuan-perempuan di Kota Bogor agar terus menjaga dan mencintai lingkungan.

“Karena merawat bunga ini perlu ketekunan, ketelatenan, dan kesabaran. Hal itu harus kita tularkan sebagai energi positif kepada semua perempuan,” ujarnya.

Ketua DWP Disperumkim Kota Bogor, Debbi Chusnul Rozaqi, menambahkan Kebun Anggrek Kartini ini memiliki 100 jenis anggrek dengan total 250 koleksi tanaman.

Kebun ini pun akan dijaga secara khusus dan dirawat oleh tim Disperumkim. Meski demikian, masyarakat umum tetap bisa menikmati keberadaan dan keindahan anggrek.

“Masyarakat bisa melihat dan berkunjung, namun tetap harus menjaga dan merawat. Karena anggrek ini tidak bisa asal disentuh, sehingga perlu ada kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keindahan kebun anggrek ini,” ungkapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer