Berita
SPPG Baranangsiang Siap Layani 1.000 Penerima Manfaat MBG
KlikBogor – Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diresmikan di Kota Bogor tepatnya di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur.
Kehadiran SPPG ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah, mengatakan SPPG Baranangsiang Bogor Timur Polresta Bogor Kota menjadi yang kedua setelah sebelumnya hadir di wilayah Cibalagung, Kecamatan Bogor Barat.
“Alhamdulillah hari ini kami meresmikan SPPG Baranangsiang. Ini adalah bentuk kolaborasi antara Polresta dengan Kadin Kota Bogor. Sebelumnya sudah ada di Cibalagung dan ini yang kedua,” ujar Dona usai peresmian, Kamis, 7 Mei 2026.
SPPG ini direncanakan mulai beroperasi pada 10 Mei 2026 mendatang. Sebelum beroperasi, pihaknya telah melengkapi berbagai sertifikasi penunjang, mulai dari sertifikasi penjamah makanan, laboratorium air hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Mudah-mudahan berjalan normal dan lancar. Kami juga memastikan kualitas makanan terjaga. Sebelum distribusi dilakukan, makanan akan menjalani rapid test food setiap hari,” katanya.
Baca juga: Sayembara Logo Hari Jadi Bogor 544 Diikuti 117 Peserta
Ia menambahkan, fasilitas yang tersedia di SPPG telah memenuhi standar kualitas pelayanan gizi. Pada tahap awal, SPPG akan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat.
“Penerima manfaatnya ada anak sekolah, Posyandu, ibu hamil dan ibu menyusui. Namun sementara ini kami mulai dari 1.000 penerima manfaat terlebih dahulu,” katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor, Hanafi, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kehadiran SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Hari ini kita menambah lagi SPPG Baranangsiang di Kecamatan Bogor Timur. Ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, kepolisian dan Kadin untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui,” ucap Hanafi.
Ia mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang mulai dari pusat hingga daerah dengan melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
“Kalau dikerjakan pemerintah sendiri tidak mungkin. Karena itu BGN dibantu kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan,” katanya.
Baca juga: Dukung Gizi Ibu dan Anak, Polresta Bogor Kota Bangun SPPG
Hanafi mengatakan, target penerima manfaat program SPPG di Kota Bogor mencapai 380 ribu orang. Saat ini terdapat 134 SPPG yang beroperasi dan menjangkau sekitar 75 persen target penerima manfaat.
“Targetnya sampai 200 SPPG. Sekarang sudah ada 134 yang operasional dan sudah mengarah ke 350 ribu penerima manfaat atau sekitar 75 persen,” ungkapnya.
Selain meningkatkan layanan gizi masyarakat, SPPG juga dinilai memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku UMKM.
“Tenaga kerja yang terserap sudah mencapai 6.400 orang, khususnya dari desil 1 sampai desil 4. Jadi ada multiplier effect, baik untuk penerima manfaat maupun sektor usaha dan UMKM,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
NEST 2026 x COMBOOST by FMSC Wujudkan Aksi Lingkungan di Barengkok
KlikBogor – Forest Management Students’ Club (FMSC) melaksanakan kegiatan Aksi Lingkungan NEST 2026 x COMBOOST by FMSC melalui penanaman pohon di Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen anak-anak, masyarakat, mahasiswa, akademisi, Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Mekar Sari, serta perangkat RT dan RW setempat sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari rangkaian National Environomic and Social Talk (NEST) 2026, sebuah program yang diselenggarakan oleh Forest Management Students’ Club sebagai wadah kolaboratif yang mengintegrasikan aksi lingkungan, kompetisi ilmiah, dan seminar nasional dalam satu rangkaian kegiatan.
Baca juga: Kabupaten Bogor Lewat Sastra dan Data dalam Buku Bogor Belum Selesai Ditulis
Melalui program tersebut, FMSC berupaya menghadirkan ruang edukasi, diskusi, dan partisipasi aktif generasi muda dalam meningkatkan kesadaran, wawasan, serta kontribusi nyata terhadap pengelolaan hutan dan lingkungan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan aksi penanaman di Desa Barengkok menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari semangat NEST 2026 dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.
Selain bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi dan kualitas lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis partisipasi.
Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Kios dan Angkot di Kedunghalang, Lalin Sempat Macet
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis, sosial, serta ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
(rls/hrs)
Berita
Satpol PP Tertibkan PKL di Jalan Dewi Sartika, 15 Gerobak Diamankan
KlikBogor – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan trotoar sebagai tempat menyimpan barang dagangan di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa, 23 Juni 2026.
Kepala Seksi Deteksi Dini, Pencegahan, Pengaman dan Pengawalan Satpol PP Kota Bogor, Muhammad Ruslan mengatakan, penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat yang masuk, termasuk melalui aplikasi SiBadra.
“Kami berharap semua itu tidak ada lagi, karena ini menutup akses hak pejalan kaki. Fungsi dari bangunan ini untuk trotoar, masa pejalan kaki harus turun ke bahu jalan. Itu tidak mungkin,” tambah Ruslan.
Baca juga: Kabupaten Bogor Lewat Sastra dan Data dalam Buku Bogor Belum Selesai Ditulis
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sekitar 15 gerobak. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah sepeda motor yang diduga dititipkan di lokasi hingga berkarat dan tertutup gerobak.
Barang-barang yang diamankan dibawa ke Mako Satpol PP untuk pendataan dan pemiliknya akan dikenakan sanksi denda sesuai Peraturan Daerah (Perda).
Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Kios dan Angkot di Kedunghalang, Lalin Sempat Macet
Ia menegaskan, penertiban akan terus dilakukan bersama dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat guna menjaga kawasan Jalan Dewi Sartika.
“Kami akan terus fokus, benar-benar harus clear. Kami di sini juga ada dari wilayah, Kecamatan Bogor Tengah, Kelurahan Pabaton, dan juga Kelurahan Cibogor,” katanya.
Selain di kawasan Jalan Dewi Sartika, Satpol PP Kota Bogor juga melakukan penertiban di beberapa titik lain. Salah satunya kawasan Alun-Alun Empang, Kecamatan Bogor Selatan.
Satpol PP juga mengimbau para pedagang yang membutuhkan lokasi usaha agar berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin), karena pemerintah telah menyiapkan lokasi berjualan yang sesuai peruntukannya.
(hrs)
Berita
Pohon Tumbang Timpa Kios dan Angkot di Kedunghalang, Lalin Sempat Macet
KlikBogor – Sebuah pohon kicopong tumbang dan menimpa satu unit kios serta angkot di Jalan H. Iyah Salam, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa, 23 Juni 2026 pagi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 06.30 WIB. Pohon tersebut tumbang diduga akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.
Baca juga: Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Akibat kejadian itu, satu unit bangunan kios dan angkot trayek 32 mengalami kerusakan kategori sedang. Tumbangnya pohon kicopong setinggi sekitar 8 meter dan diameter sekitar 50 sentimen ini juga sempat membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut terjadi kemacetan.
BPBD Kota Bogor menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi pohon yang tumbang. Sebanyak lima personel diterjunkan ke lokasi kejadian.
Baca juga: BPBD Kota Bogor Evakuasi Pohon Tumbang Setinggi 15 Meter
Proses evakuasi melibatkan unsur lain antara lain Damkar Kota Bogor, Dishub Kota Bogor, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kedunghalang, serta aparat wilayah setempat.
“Kondisi saat ini assessment dan pemotongan pohon tumbang sudah selesai. Selesai penanganan pukul 08.15 WIB,” tambahnya.
Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi8 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita12 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
