Connect with us

Berita

BAZNAS Kota Bogor Salurkan Santunan untuk Keluarga Korban Turap Roboh di Pasirjaya

Published

on

BAZNAS Kota Bogor Salurkan Santunan untuk Keluarga Korban Turap Roboh di Pasirjaya
Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla (tengah) menyerahkan santunan santunan kepada keluarga korban musibah turap roboh di Kelurahan Pasirjaya. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor menyalurkan santunan kepada keluarga korban musibah turap roboh di Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat.

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.

​Korban Widya (24) meninggal dunia setelah turap di lingkungan sekitar roboh menimpanya. Insiden ini dipicu oleh struktur tanah yang tergerus aliran air akibat intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor belakangan ini.

​Ketua BAZNAS Kota Bogor hadir langsung di kediaman ahli waris untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.

​”Kami atas nama keluarga besar BAZNAS Kota Bogor mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Subhan dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

​Selain memberikan dukungan moril dan materil, pihak BAZNAS juga mengingatkan masyarakat Kota Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan.

Mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu, masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi infrastruktur di sekitar rumah, terutama tembok pembatas atau lereng yang rawan tergerus air.

​Masyarakat juga melaporkan segera jika melihat adanya retakan tanah atau struktur bangunan yang mulai miring akibat aliran air hujan.

“​Penyerahan bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban di masa sulit ini,” kata Subhan.

BAZNAS Kota Bogor berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, baik dalam program kemanusiaan maupun respon darurat bencana di wilayah Kota Bogor.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

KDM Tunggangi Kuda Putih di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Published

on

By

KDM Tunggangi Kuda Putih di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menunggang kuda putih dalam kirab budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Jumat, 8 Mei 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut memeriahkan gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor pada Jumat, 8 Mei 2026 malam.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut tampak berwibawa menunggangi kuda putih bersama jajaran tokoh lainnya.

Prosesi kirab budaya ini mengambil titik awal di kawasan Bumi Ageung Batutulis dan berakhir di Lawang Suryakencana, Jalan Suryakencana. Rute perjalanannya sejauh 3,2 kilometer.

Baca juga: Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bogor Dipadati Warga

Dalam prosesi tersebut, KDM yang mengenakan pakaian serba putih tampak sesekali melambaikan tangan dan menyapa warga yang telah memadati jalur kirab.

Antusiasme warga tinggi, banyak dari mereka yang mengabadikan momen kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menggunakan kamera ponsel.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bogor Dipadati Warga

Published

on

By

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bogor Dipadati Warga
Sejumlah warga memadati area Bumi Ageung Batutulis yang menjadi lokasi acara kirab budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Jumat, 8 Mei 2026 malam. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Sejumlah warga memadati kawasan Bumi Ageung Batutulis yang menjadi lokasi acara kirab budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Jumat, 8 Mei 2026 malam.

Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak sore hari untuk menyaksikan rangkaian kirab budaya. Mereka tampak memenuhi area depan Bumi Ageung Batutulis hingga sepanjang jalur kirab.

Sejumlah peserta mengenakan pakaian adat Sunda serta pasukan berkuda terlihat tengah bersiap untuk mengikuti kirab budaya. Alunan musik tradisional Sunda menambah semarak suasana acara.

Sementara petugas keamanan dan panitia acara tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus pengunjung agar kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, mengatakan, kirab budaya ini direncanakan memulai perjalanan dari Bumi Ageung Batutulis dan berakhir di Lawang Suryakencana.

Acara ini akan melibatkan ribuan peserta, di antaranya 885 penari dari berbagai wilayah di Jawa Barat, 14 kampung adat, dan 27 delegasi kesenian dari kabupaten/kota.

Selain itu, pasukan kavaleri dan kereta kencana serta 20 penari dari Bali yang turut memeriahkan kirab budaya tersebut.

“Lebih kurang 2.000 hingga 3.000 orang yang akan ikut pawai. Jadi bisa terbayangkan kemeriahannya dalam kirab budaya ini,” kata Firdaus kepada awak media.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Gerakan Indonesia ASRI di Bogor: Kemendagri Bebersih Situ Gede

Published

on

By

Gerakan Indonesia ASRI di Bogor: Kemendagri Bebersih Situ Gede
Kemendagri menggelar Gerakan Indonesia ASRI dengan aksi bersih-bersih di area Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat, 7 Mei 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanganan darurat sampah nasional, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar gerakan aksi nyata Indonesia ASRI.

Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi bersih-bersih massal di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Jumat, 8 Mei 2026.

Gerakan yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2026 ini merupakan inisiatif nasional untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan melalui visi Indonesia Incorporated.

Aksi bebersih di Situ Gede ini melibatkan ratusan elemen masyarakat, mulai dari aparat pemerintah, sektor swasta, komunitas, serikat buruh hingga pelajar.

​Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, dalam arahannya saat memimpin apel gabungan menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana alam akibat perubahan iklim yang ekstrem.

“Kita berupaya menjaga alam supaya alam menjaga kita. Kalau kita menjaga alam, Allah menjaga kita. Presiden memerintahkan untuk membuat gerakan bebersih yang diberi tajuk ASRI agar tempat tinggal kita memiliki risiko rendah terhadap bencana,” kata Safrizal.

Ia merefleksikan pengalamannya saat menangani bencana di Sumatera dan Aceh, di mana curah hujan ekstrem mencapai 400 mm yang memicu mega disaster.

Safrizal mengingatkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan risiko bencana tertinggi, sehingga tindakan preventif seperti menanam pohon dan mengelola sampah sangatlah krusial.

“Ayo kita mulai menanam pohon. Paling tidak seumur hidup pernah menanam satu kali dan pastikan itu tumbuh. Ini adalah investasi pahala sekaligus langkah konkret menjaga ekosistem kita,” tambahnya.

​Dalam pelaksanaannya, Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Ditpol PP dan Linmas) menjadi motor penggerak di lapangan.

Direktur Pol PP dan Linmas, Sri Handoko Taruna, menyatakan bahwa peran Satpol PP kini bertransformasi menjadi mitra masyarakat yang humanis.

“Harapannya gerakan ini menjadi gerakan masif lintas sektor. Tujuannya adalah agar masyarakat merasakan kenyamanan yang nyata, lingkungannya bersih, sehat, dan enak dilihat. Itulah esensi dari ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah),” ungkap Sri Handoko.

Gerakan ini juga menargetkan penghentian praktik open dumping dan mendorong transisi menuju sistem sanitary landfill serta teknologi pengolahan sampah skala mikro di tingkat kelurahan.

​Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik kolaborasi ini dan memaparkan sejumlah kebijakan strategis Pemkot Bogor dalam menangani timbulan sampah yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

Dedie Rachim mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor tengah memproses pembangunan dua titik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), salah satunya di lahan milik pemerintah daerah yang bekerja sama dengan TNI AD.

“Alhamdulillah, jika dua titik ini disetujui pusat, maka penanganan sampah harian hingga 2.500 ton akan lebih terarah. Kami juga sudah menertibkan 65 titik polusi visual berupa baliho dan videotron yang menyalahi aturan untuk mengembalikan estetika kota,” paparnya.

Ia juga menyoroti tantangan sampah kiriman dari wilayah hulu sungai dan anomali cuaca yang mengancam ketahanan pangan lokal.

“Sesuai filosofi ‘dinu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga‘, apa yang kita tanam hari ini adalah kebaikan untuk masa depan. Kami juga mengajak generasi muda, seperti adik-adik dari SMPN 14, untuk mulai sadar lingkungan sejak dini,” katanya.

Aksi bersih-bersih yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berhasil mengumpulkan sedikitnya dua ton sampah dari sekitar area Situ Gede. Sampah-sampah tersebut kemudian diangkut untuk dikelola lebih lanjut.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer