Connect with us

Serba Serbi

Jambu Biji Muda jadi Teh, Pakar IPB Jelaskan Potensi dan Tantangannya

Published

on

Jambu Biji Muda jadi Teh, Pakar IPB Jelaskan Potensi dan Tantangannya
Buah jambu biji muda. Foto: Pixabay/Najib Zamri

KlikBogor – Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Sandra Arifin Aziz, menjelaskan bahwa buah jambu biji muda memang kaya akan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, meski masih memerlukan lebih banyak pembuktian melalui uji klinis pada manusia.

“Teh yang dibuat dari buah jambu biji muda memiliki karakteristik berbeda dengan teh daun jambu maupun buah jambu matang. Perbedaan tersebut terletak pada kandungan senyawa metabolit sekunder, cita rasa, dan struktur fisiknya,” kata Prof Sandra menanggapi pemanfaatan buah jambu biji muda sebagai bahan teh di Tiongkok dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ia menjabarkan, buah jambu biji muda mengandung tanin, asam galat, asam elagat, flavonoid, serta pektin dalam kadar yang relatif tinggi. Pada fase ini, pembentukan gula belum optimal sehingga buah memiliki rasa yang lebih sepat dibandingkan buah matang.

“Pada buah jambu biji muda, proses pembentukan gula belum optimal, tetapi akumulasi senyawa pertahanan tanaman seperti fenolik dan tanin berada pada puncaknya. Pengolahan menjadi teh mempertahankan kestabilan senyawa fenolik ini dalam matriks kering,” ujarnya.

 Baca juga: Albumin Gabus Bantu Percepat Penyembuhan Luka Usai Melahirkan

Berdasarkan kajian fitokimia, terang Prof Sandra, seduhan teh buah jambu biji muda berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah melalui penghambatan enzim pemecah karbohidrat.

Selain itu, kandungan tanin berperan mendukung kesehatan saluran pencernaan, sedangkan senyawa fenolik memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa bukti ilmiah mengenai manfaat seduhan teh buah jambu biji muda pada manusia masih terbatas jika dibandingkan dengan penelitian terhadap ekstrak daun jambu. Karena itu, manfaat kesehatannya masih perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian klinis.

Menurut Prof Sandra, pemanfaatan buah jambu biji muda sebagai teh juga berpotensi dikembangkan di Indonesia.

Baca juga: Pemkot Bogor Minta Kepastian Pembangunan Terminal Baranangsiang

Dalam budi daya jambu biji, petani umumnya melakukan penjarangan buah (fruit thinning) untuk meningkatkan kualitas panen. Selama ini, buah muda hasil penjarangan tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

“Prospek riset komoditas ini sangat cerah karena sejalan dengan tren global upcycling food components, yaitu memanfaatkan bagian tanaman yang biasanya terbuang menjadi produk bernilai tambah tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan produk ini tetap menghadapi tantangan, seperti standardisasi bahan baku, pengendalian pencokelatan selama pengolahan, hingga formulasi agar rasa sepat buah muda lebih dapat diterima konsumen.

Menurut Prof Sandra, IPB University memiliki kapasitas riset untuk mendukung pengembangan teknologi pascapanen, pengujian khasiat, formulasi produk, hingga hilirisasi bersama mitra industri.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

FMP 2026 Wakafkan Alpukat untuk Rumah Ibadah di Kota Bogor

Published

on

By

FMP 2026 Wakafkan Alpukat untuk Rumah Ibadah di Kota Bogor
Festival Merah Putih 2026 mulai melaksanakan program wakaf pohon alpukat di area Masjid Agung Kota Bogor. Foto/Istimewa

KlikBogor – Program wakaf pohon alpukat untuk rumah ibadah dan fasilitas sosial, rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP) 2026 mulai dilaksanakan. Mengawali penanaman pohon alpukat secara simbolis dilaksanakan di area Masjid Agung Kota Bogor.

Ketua Panitia FMP 2026 Kota Bogor, Syahril M. Said mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya FMP menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Hari ini kita mulai adalah seremonial tanam alpukat di seluruh Kota Bogor. Jadi programnya adalah wakaf pohon alpukat untuk rumah ibadah dan tempat sosial,” kata Syahril kepada wartawan, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, alpukat dipilih karena karakter iklim dan ketinggian wilayah Kota Bogor dinilai sesuai untuk pengembangan tanaman bernama latin Persea americana ini.

“Kenapa harus kami lakukan alpukat? Karena Kota Bogor dari iklim dan ketinggian lahan sangat ideal dengan jenis tanaman tersebut,” ujarnya.

Pemilihan pohon alpukat juga telah didukung pengalaman penanaman di sejumlah lokasi di Kota Bogor. Bahkan, terdapat pohon alpukat yang telah berusia puluhan tahun dan mampu menghasilkan buah dalam jumlah besar.

“Hal ini sudah kami buktikan di beberapa tempat di Kota Bogor. Umur pohon 67 tahun bisa menghasilkan 500 kilogram,” katanya.

Wakaf pohon alpukat menjadi salah satu langkah awal FMP pada tahun ke-11 untuk menciptakan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh rumah ibadah dan fasilitas sosial di Kota Bogor.

Syahril mengharapkan program serupa dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Namun, jenis tanaman yang dikembangkan nantinya perlu disesuaikan dengan kondisi agroklimat masing-masing daerah.

“Kami berharap daerah-daerah lain mengikuti program yang kami lakukan. Daerah lain belum tentu cocok dengan alpukat, tapi melihat agroklimat daerah masing-masing,” katanya.

Ia juga menjelaskan, penanaman tidak dilakukan serentak di seluruh rumah ibadah pada hari yang sama. Penanaman perdana dilakukan secara simbolis, sedangkan pelaksanaan berikutnya berlangsung secara bertahap hingga 31 Agustus 2026.

Bagi rumah ibadah maupun tempat sosial yang berminat mengikuti program tersebut dapat mendaftarkan diri kepada panitia FMP 2026. Sebelumnya, tim akan melakukan survei untuk memastikan lokasi memenuhi persyaratan teknis.

“Kami datangi untuk teknisnya. Apakah tempat tersebut memungkinkan atau tidak. Karena pada saat ini kami tidak sekadar ngasih pohon, tapi kami menanam melihat di sekitar tempat tersebut apakah teknisnya cocok,” ujar Syahril.

Ia menambahkan, jika kondisi lokasi tidak memungkinkan, maka akan menyarankan tempat lain yang lebih sesuai. “Karena kita bukan hanya memberi pohon dan menanam, tapi memperkirakan pohon ini suatu saat akan menghasilkan sesuai yang kita prediksikan,” tambahnya.

Syahril menyebut, terdapat lebih dari 900 rumah ibadah di Kota Bogor. Untuk tahap awal, FMP 2026 menargetkan sekitar 30 persen dari jumlah tersebut dapat menjadi lokasi program wakaf pohon alpukat.

“Target kami pada tahun ini mungkin 30 persen,” ungkapnya.

Program tersebut tidak berhenti pada penanaman. Panitia FMP juga berencana melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan pohon secara berkala. Rumah ibadah yang mampu merawat dan mengembangkan tanaman dengan baik akan mendapatkan penghargaan.

“Langkah awal pertama FMP dalam memberdayakan rumah ibadah ini setiap tahun akan kami lakukan dan setiap tahun hal ini akan kami pantau. Siapa yang bagus itu akan kami berikan reward kepada mereka,” katanya.

Syahril menegaskan, hasil dari pohon alpukat yang ditanam di lingkungan rumah ibadah nantinya akan menjadi manfaat bagi rumah ibadah tersebut.

“Setelah kita tanam, misal di rumah ibadah, hasilnya akan disumbangkan ke rumah ibadah tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, program ini dirancang bukan sekadar memberikan bantuan berupa bibit atau pohon, tetapi juga mendorong rumah ibadah memiliki sumber pemberdayaan ekonomi dalam jangka panjang.

“Kami hanya memberi informasi, memberi gambaran bahwa alpukat ini akan membangkitkan ekonomi di tempat-tempat yang kita akan tanam. Jadi tidak kami ambil,” tegasnya.

Panitia juga menyatakan siap membantu apabila terdapat kendala dalam perawatan, termasuk kebutuhan pupuk. “Kalau ada masalah, kalau ada kekurangan pupuk, kami akan suplai,” ujarnya.

Untuk program tahun ini, jenis alpukat yang dipilih adalah alpukat mickey. Varietas tersebut dinilai sesuai dengan karakter wilayah Kota Bogor dan memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.

“Untuk tahun ini di Kota Bogor yang paling sesuai adalah jenis alpukat mickey,” katanya.

Alpukat mickey berasal dari Depok dan telah dikembangkan selama puluhan tahun. Berdasarkan pengalaman panitia, varietas tersebut memiliki rasa buah serta nilai jual yang menjanjikan.

“Sudah kita melihat seluruh Indonesia ini cocok dengan karakter Indonesia dan rasa buahnya juga paling baik. Rasa buah dan harga itu paling bagus di Indonesia,” ungkapnya.

Syahril mencontohkan harga alpukat di tingkat supermarket yang dapat mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram. Sementara di tingkat petani, ia memperkirakan harga berada di kisaran setengahnya.

Dengan produktivitas yang dapat mencapai ratusan kilogram per pohon, tanaman alpukat dinilai memiliki potensi ekonomi bagi rumah ibadah.

“Artinya satu pohon itu bisa menghasilkan mungkin 200 sampai 300 kilogram. Kita hitung Rp30.000 sekilo, jadi bisa sekitar Rp6 jutaan,” jelasnya.

Dari sisi perawatan, pohon alpukat relatif mudah dikembangkan. Syahril mengatakan, pemupukan dapat dilakukan secara berkala, terutama pada lokasi rumah ibadah yang tidak memiliki petugas khusus untuk merawat tanaman setiap hari.

“Cara merawat pohon alpukat setiap bulan ditabur pupuk saja. Tidak usah tiap bulan? Tapi kalau di rumah tangga boleh tiap hari, kalau di tempat ibadah karena tidak ada kami tiap minggu, tiap bulan kami berikan pupuk,” katanya.

Ia menjelaskan, pupuk organik dapat diberikan secara rutin dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman tanpa perlu menggali tanah.

“Misalnya ada pupuk organik. Pupuk organik setiap bulan sekali. Jadi ditabur saja, enggak usah digali-gali. Simpel akhirnya,” ujarnya.

Pohon ini mulai berbuah ketika memasuki usia sekitar dua tahun. Berdasarkan pengalaman yang dimiliki panitia, satu pohon berusia dua tahun dapat menghasilkan puluhan kilogram buah.

“Jadi mulai berbuah umur dua tahun. Kami punya pengalaman dua tahun dihasilkan sampai 50 kilo,” katanya.

Masyarakat yang ingin melihat contoh tanaman alpukat hasil program tersebut dapat mendatangi Masjid Al Kautsar di kawasan Perumahan Cipaku.

Menurut Syahril, lokasi tersebut menjadi salah satu contoh pohon alpukat yang telah berusia dua tahun, sementara contoh lainnya telah berusia enam tahun.

“Silakan lihat. Sudah ada contoh yang dua tahun, sudah ada contoh yang enam tahun,” ungkapnya.

Ia menegaskan, program wakaf pohon alpukat FMP 2026 merupakan bentuk pemberdayaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi rumah ibadah.

“Ini adalah hibah kami ke rumah ibadah. Daripada rumah ibadah terus mencari sumbangan, kami hibahkan tongkatnya, kami hibahkan pancingnya supaya rumah ibadah itu bisa memberdayakan dengan baik,” pungkasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Pemkot Bogor Gandeng IKIGAI Fitness untuk Pelatihan dan Pemulihan Atlet

Published

on

By

Pemkot Bogor Gandeng IKIGAI Fitness untuk Pelatihan dan Pemulihan Atlet
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor dengan IKIGAI Fitness yang secara resmi ditetapkan sebagai Official Gym Partner Pemkot Bogor untuk mendukung program pelatihan fisik dan recovery atau pemulihan atlet, Jumat, 6 Agustus 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor dengan IKIGAI Fitness yang secara resmi ditetapkan sebagai Official Gym Partner Pemkot Bogor untuk mendukung program pelatihan fisik dan recovery atau pemulihan atlet.

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Eko Prabowo, yang mewakili Wali Kota Bogor. Turut hadir Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, jajaran Pemkot Bogor, pengurus cabang olahraga, serta manajemen IKIGAI Fitness.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor yang dibacakan Aspemkesra Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, mengapresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembangunan olahraga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar para atlet memperoleh pembinaan yang semakin berkualitas.

“Prestasi olahraga merupakan hasil dari pembinaan yang berkelanjutan. Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan dunia usaha seperti IKIGAI Fitness menjadi langkah positif untuk memperkuat pembinaan atlet melalui penyediaan fasilitas latihan yang berkualitas. Kami berharap kerja sama ini mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” katanya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Baca juga: Ribuan Anak di Kota Bogor Ditarget Kembali Bersekolah

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana menegaskan bahwa fasilitas gym merupakan kebutuhan bagi seluruh cabang olahraga, bukan hanya olahraga yang identik dengan latihan beban.

“Masih ada anggapan bahwa gym hanya dibutuhkan oleh cabang olahraga tertentu. Padahal pada dasarnya semua cabang olahraga membutuhkan gym. Setiap atlet memerlukan kekuatan, daya tahan, keseimbangan, kelincahan, mobilitas, dan pemulihan yang baik agar dapat mencapai performa terbaiknya. Yang membedakan bukan kebutuhan akan gym, melainkan program latihan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga,” ujarnya.

la menambahkan bahwa penunjukan IKIGAI Fitness sebagai Official Gym Partner diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat pembinaan atlet Kota Bogor.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memberikan akses yang lebih baik bagi atlet-atlet Kota Bogor terhadap fasilitas latihan dan recovery yang berkualitas. Harapannya, mereka dapat berlatih secara optimal, meminimalkan risiko cedera, serta memiliki kesiapan fisik yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kompetisi,” katanya.

Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding

Sebagai Official Gym Partner, IKIGAI Fitness akan mendukung program pembinaan atlet melalui penyediaan fasilitas gym, pendampingan latihan fisik, serta layanan recovery yang dapat dimanfaatkan oleh atlet dari berbagai cabang olahraga sesuai dengan kebutuhan program pembinaan yang disusun oleh Dispora Kota Bogor.

Direktur IKIGAI Fitness, Ilham Gemilang menyampaikan, rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan Pemkot Bogor.

“Merupakan suatu kehormatan bagi IKIGAI Fitness untuk dipercaya menjadi Official Gym Partner Pemerintah Kota Bogor. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memberikan layanan terbaik dalam mendukung pembinaan atlet. Kami siap berkolaborasi dengan Dispora dan seluruh pemangku kepentingan demi menciptakan lingkungan latihan yang nyaman, aman, dan berkualitas bagi atlet-atlet Kota Bogor,” katanya.

Dengan terjalinnya kemitraan ini, Pemkot Bogor optimistis pembinaan atlet akan semakin terarah dan berkualitas, sehingga mampu melahirkan prestasi yang membanggakan serta memperkuat posisi Kota Bogor sebagai salah satu daerah dengan potensi olahraga yang terus berkembang.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Albumin Gabus Bantu Percepat Penyembuhan Luka Usai Melahirkan

Published

on

By

Albumin Gabus Bantu Percepat Penyembuhan Luka Usai Melahirkan
Channa limbata, salah satu jenis ikan gabus asal perairan tawar Indonesia. Foto/Istimewa

KlikBogor – Ikan gabus memiliki manfaat besar bagi ibu yang sedang menjalani masa pemulihan setelah melahirkan. Kandungan protein yang tinggi, terutama albumin, berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka, baik akibat persalinan normal maupun operasi sesar.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ahmad Sulaeman menjelaskan bahwa ikan gabus merupakan salah satu ikan air tawar dengan kandungan protein dan zat gizi yang sangat baik untuk mendukung proses pemulihan ibu setelah melahirkan. Hal tersebut disampaikannya dalam tayangan Perspektif di YouTube IPB TV.

“Di antara proteinnya itu adalah kandungan albumin. Termasuk ikan air tawar yang mengandung juga asam lemak omega-3. Semuanya itu penting untuk ibu yang baru melahirkan,” ujarnya dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Menteng, Kerugian Capai Rp150 Juta

Prof Ahmad menjelaskan, kandungan protein ikan gabus berkisar 15–25 persen dari berat segarnya. Di antara protein tersebut terdapat albumin yang berperan penting dalam regenerasi sel dan pembentukan jaringan baru.

“Albumin adalah salah satu jenis protein yang sangat penting dalam tubuh kita. Perannya sangat krusial dalam proses penyembuhan luka,” katanya.

Menurut Prof Ahmad, albumin menjadi bahan baku utama bagi tubuh untuk membentuk jaringan baru, sehingga luka lebih cepat menutup dan mengering.

Selain albumin, ikan gabus juga mengandung kalsium, fosfor, zat besi, serta asam lemak omega-3 yang turut mendukung proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan.

Baca juga: Sirih Merah Berpotensi jadi Bahan Kosmetik Lokal Pencerah Kulit

Prof Ahmad menyarankan ikan gabus dikonsumsi dengan cara direbus atau dikukus agar kandungan gizinya tetap terjaga. “Yang paling bagus adalah dikukus atau direbus. Bisa dibuat sop,” jelasnya.

Bagi yang mengonsumsi ekstrak ikan gabus, dosis sekitar 500 miligram per hari sudah mencukupi. Sementara itu, untuk membantu penyembuhan luka setelah operasi sesar, konsumsi ikan gabus segar sekitar 500 gram per hari dapat menjadi pilihan.

Dengan kandungan albumin, protein, mineral, dan omega-3 yang dimilikinya, ikan gabus dapat menjadi salah satu sumber pangan bergizi untuk mendukung proses pemulihan ibu setelah melahirkan.

Namun, terang Prof Ahmad, konsumsi ikan gabus sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer