Connect with us

Berita

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satpam di Lawanggintung: Tersangka Peragakan 33 Adegan

Published

on

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satpam di Lawanggintung: Tersangka Peragakan 33 Adegan
Tersangka A saat memperagakan salah satu adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan satpam yang digelar Satreskrim Polresta Bogor Kota, pada Jumat, 31 Januari 2025.

KlikBogor – Satreskrim Polresta Bogor Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Septian (37), petugas keamanan (satpam) rumah, Jumat, 31 Januari 2025.

Rekontruksi digelar di rumah tempat bekerja korban, Jalan Lawanggintung, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan. Tersangka A (26) dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut.

Dalam reka ulang tersebut, tersangka yang mengenakan baju oranye dan topi putih memperagakan adegan demi adegan sebelum hingga setelah peristiwa pembunuhan itu.

“Untuk adegan sendiri ada 33 adegan,” kata Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho usai rekonstruksi.

Aji menyebutkan, dari 33 adegan yang diperagakan tersangka, terdapat 13 adegan inti. Sedangkan aksi pembunuhan itu pada adegan 7 hingga 9.

“Intinya ada 13 adegan, pada saat pembunuhan itu di adegan 7, 8, dan 9,” kata Aji.

Dalam rekonstruksi yang melibatkan Tim Inafis Polresta Bogor Kota ini mengungkap fakta baru yang sebelumnya belum terungkap.

Usai pembunuhan itu, tersangka melakukan pecah kaca kamar ibunya. Aksi tersebut dilatari rasa sakit hati tersangka terhadap ibunya.

“Ada terjadi pecah kaca, setelah melakukan pembunuhan, kemudian membuang pakaian, lalu memecahkan kaca kamar ibunya, karena tersangka ini merasa sakit hati terhadap ibunya,” ungkap Aji.

Sebelum dini hari kejadian, tersangka juga sempat terlibat cekcok dengan ibunya dikarenakan anaknya kerap pulang malam dan dalam pengaruh ‘obat-obatan’.

“Jadi untuk permasalahan yang sebenarnya itu sebelumnya ada cekcok antara ibu tersangka dengan tersangka, dikarenakan tersangka sering pulang malam dan menggunakan obat-obatan. Cekcok itu sekitar pukul 16.00,” bebernya.

Dalam rekonstruksi, saksi-saksi tidak dihadirkan langsung dan diganti oleh pemeran pengganti. Reka ulang pembuangan sebilah pisau ke kali tak jauh dari lokasi kejadian juga dialihkan ke samping rumah tersangka.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal tidak diinginkan, mengingat banyaknya warga yang menyaksikan proses rekonstruksi dari luar garis polisi.

“Jadi tadi kita rekakan di samping rumah karena kita melihat situasi dan kondisi di sekitar TKP masyarakat cukup banyak, kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Aji mengatakan, rekonstruksi digelar untuk menguatkan bukti-bukti yang ada dalam proses penyidikan kasus pembunuhan berencana ini sebelum berkas perkara diserahkan ke kejaksaan.

“Pelimpahan berkas perkara dalam waktu dekat,” tandas Aji.

Proses rekonstruksi ini disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan kuasa hukum tersangka.

Diwartakan, aksi penusukan yang berujung tewasnya korban terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025 sekira pukul 02.30 WIB.

Korban saat ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di depan pintu pos satpam. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bogor Selatan.

Dalam kasus ini, A yang tak lain merupakan anak majikan korban dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

(hrs) 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter, Wanita di Parung Dievakuasi Selamat

Published

on

By

Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter, Wanita di Parung Dievakuasi Selamat
Petugas pemadam kebakaran tengah mengevakuasi seorang wanita yang tercebur ke dalam sumur di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 23 Agustus 2026 dini hari. Dok. Damkar Kabupaten Bogor

KlikBogor – Petugas pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi seorang wanita yang tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter di Kampung Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 23 Agustus 2026 dini hari.

Wakil Komandan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Sektor Parung, Iskandar mengatakan, korban berusia 40 tahun diduga terjatuh secara tidak sengaja saat berada di sekitar bibir sumur.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

“Korban ditemukan berada di dasar sumur dalam kondisi lemas dan mengalami sesak napas. Proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik mountaineering dengan sistem hauling,” kata Iskandar dalam keterangannya dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

Proses evakuasi yang melibatkan petugas Sektor Cibinong dan Parung berlangsung selama sekitar 25 menit. Korban berhasil dievakuasi ke permukaan dalam keadaan selamat.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Setelah dievakuasi, korban diketahui mengalami luka ringan dan selanjutnya diserahkan kepada petugas medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer

Published

on

By

Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Agus Kartono. Dok. IPB University

KlikBogor – Penurunan daya ingat dan kemampuan gerak kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu. Perbedaan antara perubahan akibat usia dan gejala awal penyakit neurodegeneratif dapat dipetakan melalui pola aktivitas sel saraf.

Pendekatan inilah yang dikembangkan Prof Agus Kartono, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, melalui pemodelan biofisik untuk diagnosis dan pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 20 Agustus 2026, Prof Agus menjelaskan bahwa pemodelan biofisik dikembangkan untuk memahami perubahan pola aktivitas listrik sel saraf sekaligus membantu menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.

Ketertarikannya berawal dari meningkatnya penelitian mengenai Parkinson dan Alzheimer. Saat membahas hasil penelitian bersama mahasiswa S2 dalam sebuah seminar, ia semakin menyadari bahwa kedua penyakit tersebut ternyata cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Dari seminar tersebut, salah satu moderator menyampaikan bahwa ibunya terkena Alzheimer. Kemudian audiens lain mengatakan mama dan neneknya juga mengalami hal serupa. Dari situ saya melihat bahwa penyakit ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita,” ujar Prof Agus dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Menurutnya, salah satu tantangan penting adalah membedakan perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pertambahan usia dengan gangguan neurodegeneratif. Pemodelan biofisik kemudian digunakan untuk menyimulasikan aktivitas sel saraf dan melihat pola rangsangan yang terjadi.

Simulasi juga dapat digunakan untuk menguji pola pemberian obat Parkinson, khususnya Levodopa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pemberian 125 mg sebanyak empat kali sehari mampu menghasilkan pola aktivitas saraf yang mendekati kondisi normal.

Sebaliknya, pemberian dosis lebih besar dalam frekuensi yang lebih sedikit dapat menghasilkan perubahan frekuensi aktivitas saraf yang lebih jauh dari kondisi normal.

“Yang bagus itu dosisnya kecil-kecil tetapi kontinu, supaya obatnya selalu ada di dalam tubuh untuk menggantikan jembatan antara dua sel saraf tadi,” jelas Prof Agus.

Selain terapi obat, pemodelan juga dikembangkan untuk menyimulasikan imunoterapi. Pada Parkinson, pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan pemulihan pola aktivitas listrik sel saraf melalui modulasi sistem imun.

Sementara pada Alzheimer, pemodelan digunakan untuk memahami interaksi obat dengan plak amiloid-beta yang menghambat komunikasi antarsel saraf.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

Prof Agus juga melihat peluang pemodelan biofisik untuk mendukung diagnosis lebih dini. Ke depan, data dari perangkat medis seperti Deep Brain Stimulation (DBS) akan dibandingkan dengan hasil simulasi untuk melihat apakah pola aktivitas saraf tertentu dapat menjadi indikator awal Parkinson atau Alzheimer.

“Ini masih berkembang. Kami baru serius sekitar dua sampai tiga tahun untuk Parkinson. Berikutnya, kami akan mencoba menggabungkan data dari DBS yang ada di rumah sakit dengan simulasi yang kami kembangkan,” katanya.

Menurut Prof Agus, pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan untuk penyakit diabetes. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemodelan biofisik ke penyakit neurodegeneratif.

Ia menegaskan, pemodelan biofisik bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menyediakan informasi ilmiah yang dapat membantu pengambilan keputusan medis secara lebih terukur.

Dengan pengembangan dan validasi data klinis lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang diagnosis yang lebih dini sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi bagi pasien Parkinson dan Alzheimer.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

Published

on

By

Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Minggu, 23 Agustus 2026. Foto/Tangkapan layar video Damkar Kota Bogor

KlikBogor – Satu unit rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terbakar, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 15.28 WIB.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekira pukul 15.32 WIB dan langsung mengerahkan tim dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 20 menit petugas berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.

“Lama pemadaman sekitar 20 menit. Kemudian dilakukan proses pendinginan selama kurang lebih 40 menit,” ujar Ade saat dikonfirmasi via aplikasi perpesanan.

Baca juga: Gudang Eks Pabrik Tekstil di Kota Bogor Terbakar, 10 Unit Pemadam Dikerahkan

Berdasarkan informasi di lokasi, ia mengatakan, api pertama kali diketahui berasal dari ruang tengah rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.

Akibat kejadian tersebut, dua wanita mengalami luka bakar ringan dan seorang anak mengalami luka ringan. Sementara kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer