Connect with us

Berita

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Kemasan Teh Cina di Kota Bogor 

Published

on

 Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Kemasan Teh Cina di Kota Bogor 
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso (tengah) didampingi Kasatresnarkoba Polresta Bogor Kota Kompol Eka Chandra (kedua dari kiri) saat menunjukan barang bukti sabu yang dibungkus kemasan Teh Cina, pada Selasa, 17 September 2024.

KlikBogor – Satresnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 784 gram di wilayah hukumnya.

Sabu tersebut diamankan dari dua tersangka berinisial YDP (28) dan WK (27) di sebuah kosan di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.

“Kedua pelaku ditangkap di daerah Bantarjati,” kata Kepala Satresnarkoba Polresta Bogor Kota Kompol Eka Chandra di Mapolresta Bogor Kota, Selasa, 17 September 2024.

Baca juga: Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 43 Tersangka di Kota Bogor 

Pada saat kedua pelaku ditangkap, terang Eka, petugas mendapati 10 paket sabu yang akan ditempel di lokasi yang sudah dijanjikan.

Setelah dilakukan penggeledahan di tempat kosnya kemudian ditemukan sabu seberat 784 gram yang dibungkus kemasan Teh Cina.

“Awalnya dari pelaku didapatkan hanya 10 paket, kemudian dikembangkan di kosannya kami mendapatkan sabu 784 gram,” katanya.

Sebelumnya, YDP mendapatkan sabu dari seseorang berinisial TB seberat satu kilogram. Adapun sabu sekitar 200 gram lebih sudah diedarkan di wilayah Kota Bogor.

“Sebelumnya pelaku ini sudah diberikan satu kilogram dan sudah nyeberang untuk dijual. Ini pengiriman yang kedua, tinggal sisa 784 gram,” paparnya.

Eka mengatakan, bisnis ‘gelap’ yang dijalankan YDP dikendalikan oleh TB termasuk dalam peredarannya.

“Jadi yang bersangkutan (YDP) hanya bertugas untuk menempelkan barang tersebut sesuai instruksi di wilayah A, B atau C,” katanya.

Pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap TB yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“DPO ini masih tetap kami kejar untuk mencari barang bukti yang lebih besar lagi,” tegasnya.

Baca juga: Kuras Isi ATM Wisatawan, Komplotan Penipuan Diringkus Polisi 

Dari barang bukti sabu yang dibungkus kemasan Teh Cina, ia mengatakan bisa saja mereka terindikasi jaringan internasional

“Kemungkinan (jaringan internasional),” kata Eka.

Terhadap para tersangka akan dijerat Pasal 112 ayat 1 UU 35/ 2009 dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 sampai 20 tahun.

Dari pengungkapan kasus narkoba jenis sabu seberat 1,5 kilogram dari 24 tersangka selama periode 1 Agustus sampai 16 September 2024, kata Eka, pihaknya telah menyelamatkan 2.000 jiwa.

(ckl/hrs)

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Polisi Tangkap Remaja Usai Bacok Korban di Sindang Barang

  2. Pingback: Pulang Kondangan Mabuk, Keroyok Warga di Balumbangjaya, 3 Pria Ini Diciduk Polisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kejar Aktivasi IKD, Kelurahan Cilendek Timur Jemput Bola

Published

on

By

Kejar Aktivasi IKD, Kelurahan Cilendek Timur Jemput Bola
Lurah Cilendek Timur, Dedy Rusmana. Foto/Istimewa

KlikBogor – Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terus berupaya meningkatkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan jemput bola atau door to door serta pelayanan langsung di kantor kelurahan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengaktifkan IKD sekaligus mendukung pencapaian target aktivasi yang ditetapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor.

Baca juga: Kadishub Sujatmiko Ungkap 3 Fokus Penataan Transportasi

Lurah Cilendek Timur, Dedy Rusmana mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan aktivasi IKD kepada warga yang didatangi langsung ke wilayah maupun masyarakat yang datang ke kantor kelurahan.

“Selama ini kami melakukan door to door ke wilayah. Warga yang datang ke kantor kelurahan juga kami layani. Kebetulan ada agen, operator, dan kepala seksi pemerintahan yang membantu pelayanan tersebut,” ujar Dedy, Rabu, 28 Oktober 2026.

Selain melakukan pelayanan secara langsung, pihak kelurahan juga telah mengimbau pengurus RT dan RW agar turut mendorong warga melakukan aktivasi IKD.

Baca juga: Datangi RW, Kelurahan Cilendek Barat Jemput Bola Aktivasi IKD

Berdasarkan informasi Disdukcapil Kota Bogor, target aktivasi IKD sebesar 30 persen dari sekitar 800.000 jiwa penduduk wajib KTP di Kota Bogor. Hingga saat ini, jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD mencapai 111.664 jiwa atau sekitar 13,14 persen.

Sementara itu, di Kelurahan Cilendek Timur, tercatat sebanyak 1.447 jiwa telah melakukan aktivasi IKD atau sebesar 9,78 persen dari jumlah penduduk wajib KTP di wilayah tersebut.

Dedy mengakui, pihaknya masih terus berupaya meningkatkan capaian aktivasi IKD. Namun, ia belum dapat memastikan apakah target yang ditetapkan dapat tercapai seluruhnya pada tahun ini.

Meski demikian, Kelurahan Cilendek Timur tetap menjalankan upaya sosialisasi dan pelayanan kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang memanfaatkan IKD sebagai bagian dari transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Kadishub Sujatmiko Ungkap 3 Fokus Penataan Transportasi

Published

on

By

Kadishub Sujatmiko Ungkap 3 Fokus Penataan Transportasi
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengungkapkan, langkah penataan lalu lintas dan transportasi publik di Kota Hujan berfokus pada tiga aspek utama.

Aspek tersebut meliputi penyelesaian masalah kemacetan untuk mendongkrak mobilitas lalu lintas, pengelolaan angkutan umum guna mengatasi over supply, serta integrasi layanan transportasi secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektoral.

​”Sasarannya ada tiga aspek utama. Pertama, bagaimana kami mampu menyelesaikan masalah kemacetan untuk meningkatkan mobilitas lalu lintas secara keseluruhan. Kedua, mengelola angkutan umum yang saat ini dihadapkan pada kondisi over supply melalui transformasi pelayanan publik. Ketiga, bagaimana semuanya ini terintegrasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Sujatmiko kepada awak media Selasa, 27 Oktober 2026.

​Baca juga: Trase Baru Batutulis Diuji Coba, Berlakukan Sistem Buka Tutup

Sebagai langkah nyata, Dishub Kota Bogor telah dan akan terus mengeksekusi rekayasa lalu lintas di sejumlah simpul kemacetan. Beberapa titik yang menjadi fokus penanganan meliputi kawasan Alun-Alun Kota Bogor, di mana aktivitas parkir liar di bahu jalan yang sempat memicu penyempitan lajur telah ditertibkan guna mengembalikan kelancaran arus kendaraan.

​Selain itu, rekayasa geometri jalan dan pembongkaran median jalan yang dinilai tidak efektif turut dilakukan di beberapa titik strategis, seperti di Simpang Ekalokasari, Jalan Martadinata, Simpang Jambu Dua, Simpang Lippo Mall, hingga kawasan Kebon Pedes dan Ciawi.

Langkah tersebut diambil untuk mendongkrak kapasitas lajur, mengurangi antrean kendaraan, serta memangkas waktu tundaan traffic light atau lampu lalu lintas.

​”Kami melakukan evaluasi dan penyesuaian infrastruktur jalan berdasarkan data riil di lapangan. Tujuannya jelas, yakni mempercepat mobilitas, mengurai titik-titik simpul kemacetan, dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan,” imbuhnya.

​Baca juga: Kue Semprong Rumahan dari Tajur, Dirintis Sejak 2015

Dalam hal penegakan aturan parkir liar yang kerap dikeluhkan masyarakat, Sujatmiko menegaskan, pihaknya segera memperketat instrumen pengawasan di lapangan, termasuk penerapan sanksi gembok kendaraan dengan denda administratif langsung ke kas daerah guna memberikan efek jera.
​
​Menyoroti dinamika angkutan kota (angkot) di Kota Bogor yang mengalami tantangan besar akibat pertumbuhan transportasi berbasis daring serta masalah kelebihan suplai (over supply), Dishub menggalakkan program konversi dan rasionalisasi armada.

​Pihaknya mencatat bahwa sebagian besar armada angkot konvensional telah berusia di atas 20 tahun. Melalui program transformasi yang digulirkan secara bertahap hingga penghujung tahun ini, Dishub mengarahkan peremajaan armada ke arah angkutan yang lebih ramah lingkungan, terintegrasi, dilengkapi fasilitas pembayaran nontunai (e-money), serta ramah kaum difabel.

​Langkah ini juga diselaraskan dengan penguatan trayek pengumpan (feeder) dan koridor angkutan massal agar tercipta keseimbangan pasokan dan permintaan yang sehat bagi para pengusaha maupun pengguna jasa transportasi.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Trase Baru Batutulis Diuji Coba, Berlakukan Sistem Buka Tutup

Published

on

By

Trase Baru Batutulis Diuji Coba, Berlakukan Sistem Buka Tutup
Sejumlah kendaraan tengah melintas Jalan Saleh Danasasmita atau trase baru Batutulis pada masa uji coba, Selasa, 27 Oktober 2026 sore. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah berkoordinasi pascauji coba Jalan Saleh Danasasmita atau trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Pembangunan jalan ini berada di bawah pengelolaan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Promix Prima Karya sebagai kontraktor pelaksana dan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2026.

Baca juga: Kue Semprong Rumahan dari Tajur, Dirintis Sejak 2015

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa setelah uji coba, terdapat sejumlah segmen yang perlu disempurnakan.

“Sehingga kenapa diujicobakan dulu sambil penyempurnaan segmen-segmen yang perlu memang ada dirapihkan. Nah, untuk terkait pembukaan ini kami sudah berkoordinasi juga dengan pelaksana dan UPT, untuk hari ini dibuka hingga pukul 19.00 WIB dan besok pagi dari pukul 07.00 sampai pukul 19.00 WIB,” ujar Esti dalam keterangannya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Baca juga: Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah

Segmen yang memerlukan perapian berada di perbatasan antara jalan eksisting dan trase atau jalur baru. Pada bagian tersebut, perlu dilakukan pemadatan sebelum dilapisi aspal.

Sistem buka tutup dan penyesuaian waktu secara situasional diterapkan agar masyarakat tetap dapat melintasi jalan dengan aman selama masa uji coba, sembari dilakukan penyempurnaan dan perapian.

“Kenapa buka tutup, karena memang ada beberapa segmen penyempurnaan sampai tanggal 1 nanti. Dan untuk pekerjaan konstruksi berakhir di 30 Oktober,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer