Berita
Peneliti IPB University Ciptakan Robot Pendeteksi Penyakit Cabai
KlikBogor – Peneliti dari IPB University menciptakan sebuah robot cerdas yang dapat mendeteksi penyakit antraknosa pada tanaman cabai.
Robot cerdas berbasis kecerdasan buatan (Al) ini dikembangkan oleh peneliti dan juga dosen IPB University dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, Sekolah Vokasi, Ridwan Siskandar bersama tim.
Diketahui, penyakit antraknosa merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh petani cabai di Indonesia, yang dapat mengakibatkan kerugian signifikan jika tidak ditangani dengan cepat.
Dengan lahirnya inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan hasil panen. Robot ini diluncurkan dalam acara Inovasi IPB 2025 di Kampus Dramaga pada Rabu, 14 Mei 2025.
Peneliti Ridwan Siskandar, menerangkan robot yang dikembangkannya dilengkapi dengan teknologi computer vision yang memungkinkan pemindaian visual terhadap tanaman cabai.
“Dengan menggunakan algoritma machine learning, robot dapat menganalisis gambar dan mengenali gejala awal penyakit antraknosa, seperti bercak hitam pada buah (cabai),” ujar Ridwan dalam keterangannya dikutip Jumat, 16 Mei 2025.
Ia menambahkan dengan proses deteksi yang cepat dan akurat ini memungkinkan petani untuk segera mengambil tindakan pencegahan sebelum penyakit menyebar lebih luas.
Dalam tahap pengujian, robot ini menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dalam mendeteksi penyakit. Robot juga dapat beroperasi di lahan pertanian melalui kendali remote kontrol, sehingga mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manual.
Ridwan menyebut, hal ini tidak hanya efisien, tetapi juga memungkinkan petani untuk lebih fokus pada aspek lain dari pengelolaan pertanian mereka. Dengan demikian, diharapkan produktivitas pertanian cabai dapat meningkat secara signifikan.
“Robot cerdas ini juga dilengkapi dengan model skid steering, yang memungkinkan manuver yang lebih fleksibel dan efisien di berbagai jenis medan pertanian,” jelasnya.
Sistem skid steering memungkinkan robot untuk berbelok dengan lebih tajam dan bergerak di ruang yang sempit, sehingga dapat menjangkau area yang sulit diakses oleh kendaraan besar.
Dengan kemampuan ini, lanjut Ridwan, robot dapat melakukan pemindaian dan deteksi penyakit antraknosa secara lebih efektif di seluruh kebun, tanpa merusak tanaman atau tanah.
Keunggulan model skid steering ini juga terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi lahan, baik yang datar maupun berbukit.
Hal tersebut membuat robot lebih andal dalam menjalankan tugasnya, terutama di lahan pertanian yang sering kali memiliki kontur yang bervariasi.
“Dengan desain ini, kami berharap robot dapat beroperasi secara optimal, meningkatkan efisiensi dalam deteksi penyakit dan mendukung keberlanjutan pertanian cabai di Indonesia,” harapnya.
Selain itu, Ridwan berkata pengembangan robot ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong adopsi teknologi dalam sektor pertanian.
Melalui program-program Inovatif seperti ini, ia berharap para petani dapat lebih mudah mengakses teknologi yang dapat membantu mereka dalam mengatasi berbagai tantangan di lapangan.
Menurutnya, robot cerdas ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia juga mengatakan keberhasilan pengembangan robot deteksi penyakit ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang pertanian presisi.
“Kami berencana untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk petani dan industri, untuk mengimplementasikan teknologi ini secara luas. Dengan mengedepankan inovasi, kami berharap dapat mengurangi dampak negatif dari penyakit tanaman dan meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya.
Inovasi ini dihasilkan lewat pendanaan Hibah Penelitian Terapan Vokasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2024.
Dalam perjalanannya, Ridwan menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Bogor dan CV Benih Dramaga sebagai mitra.
Melihat potensi yang dimiliki, robot cerdas ini tidak hanya memberikan manfaat bagi petani cabai, tetapi juga menjadi harapan baru bagi sektor pertanian Indonesia secara keseluruhan.
Inovasi seperti ini membuktikan bahwa dengan kombinasi antara teknologi dan pengetahuan, ia dan tim berkeyakinan dapat menghadapi tantangan pertanian modern dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi para petani dan konsumen.
(ckl/hrs)
Berita
Damkar Sektor Parung Evakuasi King Kobra yang Muncul di Sekitar Pot Tanaman
KlikBogor – Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi seekor ular king kobra ‘raksasa’ yang ditemukan di pemukiman warga di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Wakil Komandan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Sektor Parung, Iskandar, menjelaskan evakuasi dilakukan setelah adanya laporan dari Kepala Desa (Kades) setempat yang panik melihat ular tersebut berada di sekitar pot tanaman milik warga.
Ular king kobra atau bernama latin Ophiophagus hannah ini ditemukan pelapor pada Jumat, 13 Maret 2026 sekira pukul 23.35 WIB. Karena khawatir membahayakan, pelapor kemudian segera menghubungi layanan Emergency Call 112.
“Kronologinya, pelapor melihat ular berada di sekitar pot tanaman milik warga. Pelapor panik dan segera menghubungi Emergency Call 112,” kata Iskandar saat dikonfirmasi Sabtu, 14 Maret 2026.
Baca juga: Mudik Bersama Anak? Simak Tips Penting bagi Orang Tua
Ia menambahkan, laporan tersebut langsung direspons oleh petugas Disdamkar Sektor Parung yang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Kami tiba di lokasi sekira pukul 00.07 WIB,” jelasnya.
Setibanya, petugas langsung melakukan penanganan dengan peralatan khusus untuk mengamankan ular tersebut.
Proses evakuasi berlangsung dengan aman dan ular king kobra yang berukuran besar tersebut berhasil diamankan oleh petugas.
“Evakuasi dilakukan selama 45 menit. Ular berhasil dievakuasi,” kata Iskandar.
(hrs)
Berita
Proyek Sampah jadi Energi di Bogor Raya Segera Dibangun, Operasi Ditargetkan 2027
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) terpilih dalam agenda Project Overview Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan rencana investasi proyek PSEL yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa melalui proses yang telah dilakukan, akhirnya Danantara bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mendapatkan mitra yang akan berinvestasi dalam proyek PSEL, yaitu Zheijang Weiming Environment Protection.
Zhejiang Weiming Environment Protection adalah perusahaan besar asal Tiongkok yang bergerak di bidang industri perlindungan lingkungan, khususnya dalam PSEL dan pengolahan limbah padat.
“Alhamdulillah kesempatan hari ini antara Danantara dan Pemerintah Kota Bogor sudah mendapatkan satu mitra untuk berinvestasi di waste to energy project di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Yang ditunjuk oleh Danantara adalah Zhejiang Weiming dari Tiongkok,” ujar Dedie Rachim di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut direkomendasikan oleh Danantara sebagai pelaksana proyek dan dalam waktu dekat atau pada 6 April mendatang akan segera dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara seluruh pihak yang terlibat dalam proyek PSEL Bogor Raya.
Dedie Rachim pun menilai bahwa proyek tersebut menjadi momentum penting dan bersejarah bagi Kota Bogor dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis energi.
“Ini sebuah momentum sejarah bagi Kota Bogor, khususnya karena Kota Bogor masuk ke dalam salah satu dari tiga atau empat kota yang masuk ke dalam batch pertama dari program waste to energy,” tutur Dedie Rachim.
Sementara itu, Director Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, menyampaikan bahwa proses pemilihan mitra telah dilakukan secara intensif selama empat bulan terakhir.
Melalui serangkaian proses yang telah dilakukan, Danantara memilih Zheijang Weiming sebagai operator maupun investor untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan proyek PSEL Bogor Raya.
Ia menambahkan, proyek tersebut ditargetkan segera memasuki tahap pembangunan pada pertengahan tahun ini.
“Kedepannya nanti akan kita mulai lakukan groundbreaking pada bulan Juli dan diharapkan bisa segera beroperasi pada akhir tahun 2027,” katanya.
Sementara itu, Vice President Zhejiang Weiming Environment Protection, Xiang Yihao, mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat berkontribusi dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi di Bogor.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa berkontribusi dalam program waste to energy di Bogor. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap program ini untuk bisa memberikan air yang bersih dan langit yang biru serta cerah bagi Kota Bogor. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaannya,” kata Simon sapaan akrabnya.
(rls/hrs)
Berita
Polresta Bogor Kota Gelar Balap Lari Malam di Alun-Alun, Warga Diajak Ikut
KlikBogor – Polresta Bogor Kota akan menggelar kegiatan balap lari malam. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 di kawasan Alun‑Alun Kota Bogor mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Rio Wahyu Anggoro, mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan kegiatan yang digelar pada malam hari selama bulan suci Ramadan tersebut.
Ia menambahkan, acara tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan disiapkan berbagai hadiah menarik bagi para peserta.
“Silakan datang, akan ada hadiah-hadiah menarik. Kami membuka seluas-luasnya, kita akan buka setelah salat Tarawih dan kita akan selesaikan di jam-jam 1 atau jam 2,” ujar Rio dikutip Jumat, 13 Maret 2026.
Rute balap lari malam ini akan dimulai dari depan Alun-Alun Kota Bogor dan mengarah ke depan kantor Polresta Bogor Kota.
“Treknya depan Alun-alun, dari Alun-alun ke depan Polres. Ya, Jalan Dewi Sartika ya. Oke, silakan nanti diajak teman-teman semua, kita akan membuat terobosan-terobosan baru,” ujarnya.
Kapolresta juga menyebut, kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar di Kota Bogor. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan.
“Setiap bulan suci Ramadan,” kata Kapolresta saat ditanya kemungkinan kegiatan ini digelar secara rutin.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
