Connect with us

Serba Serbi

Nasi Lemak Bahru Kini Hadir di Bogor

Published

on

Nasi Lemak Bahru Kini Hadir di Bogor
Restoran Nasi Lemak Bahru resmi dibuka di Jalan Pajajaran Indah V, Baranangsiang, Kota Bogor. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Nasi Lemak Bahru resmi dibuka di Jalan Pajajaran Indah V, Baranangsiang, Kota Bogor, dengan menghadirkan pengalaman bersantap Peranakan melalui konsep prasmanan ikonik.

Restoran ini secara khusus menyajikan hidangan Peranakan dengan booth prasmanan terkurasi, memungkinkan pengunjung melihat langsung ragam sajian sebelum memilih menu.

Salah satu menu andalan Nasi Lemak Bahru adalah Paket Nasi Lemak Ayam Rempah, yang menjadi signature restoran. Paket ini terdiri dari nasi lemak, ayam rempah, kulit ayam crispy, perpaduan dua sambal, timun, kacang goreng, telur mata sapi, ikan bilis goreng, serta kremesan.

Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menghadirkan keseimbangan rasa gurih, aromatik, dan tekstur renyah dalam satu sajian lengkap. Konsep dan menu Nasi Lemak Bahru dikembangkan melalui proses riset dan pengembangan selama enam bulan.

Dalam periode tersebut, para pendiri mengunjungi enam merek nasi lemak berbeda di Malaysia untuk mempelajari karakter rasa, metode pengolahan, serta tradisi penyajiannya. Hasilnya adalah produk yang tetap berakar pada cita rasa Peranakan, namun disesuaikan dengan preferensi lidah masyarakat Indonesia.

Nasi Lemak Bahru didirikan oleh Bisma Adi Putra, seorang pengusaha F&B dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam membangun dan mengembangkan berbagai konsep kuliner di Indonesia.

Hingga kini, Bisma telah terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan lebih dari 200 outlet di berbagai kota dan dipercaya sebagai salah satu advisor F&B di wilayah Jabodetabek.

Ia berkolaborasi dengan Aryani Farsyah, seorang pengusaha kuliner sekaligus chef dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengolah hidangan berbasis ayam, yang berasal dari keluarga pemilik usaha restoran ayam legendaris di Indonesia.

Kolaborasi ini memadukan kekuatan perancangan konsep bisnis dengan penguasaan teknis rasa, sehingga setiap hidangan di Nasi Lemak Bahru disajikan secara autentik, konsisten, dan relevan dengan selera lokal.

Dengan menu yang terfokus dan pendekatan penyajian yang berpengalaman, Nasi Lemak Bahru diharapkan dapat menjadi referensi baru kuliner Peranakan di Bogor, sekaligus destinasi bagi masyarakat yang merindukan cita rasa khas masakan Malaysia.

“Untuk harga dari Rp50.000 sudah dapat satu nasi lemak dengan satu protein bisa pilih udang, ayam, rendang, cumi, atau kerang. Sementara untuk paket spesial dengan sembilan kondimen mulai dari Rp65.000,” kata Bisma, Minggu, 25 Januari 2026.

Selama periode grand opening yang berlangsung pada 24–25 Januari, Nasi Lemak Bahru menghadirkan sejumlah promo menarik. Pengunjung dengan minimum pembelanjaan Rp200.000 akan mendapatkan voucher senilai Rp50.000 untuk kunjungan berikutnya tanpa syarat dan ketentuan. Selain itu, pembelanjaan minimal Rp350.000 berhak memperoleh satu piring keramik edisi khusus.

Tak hanya itu, Nasi Lemak Bahru juga memberikan diskon 50 persen Moon Beef Roti yang berlaku pukul 08.00–11.00 WIB, serta potongan harga 50 persen untuk minuman tertentu selama periode promo berlangsung.

Ke depannya, Nasi Lemak Bahru berencana menggelar weekend pop-up market secara rutin setiap akhir pekan. Kegiatan ini akan menghadirkan tenant yang berganti setiap satu hingga dua minggu guna memberikan variasi pengalaman bagi pengunjung.

Khusus Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, sementara pada Senin hingga Jumat jam operasional dimulai pukul 11.00 WIB.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Zestera: “Jalan Tengah” Menikmati Minuman Soda Tanpa Gula

Published

on

By

Zestera: “Jalan Tengah” Menikmati Minuman Soda Tanpa Gula
Tim mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026 memperkenalkan Zestera, minuman infused lemon soda water dengan kadar gula 0 gram. Dok. IPB University.

KlikBogor – Kegemaran masyarakat Indonesia terhadap minuman manis kini mendapat tantangan baru yang lebih menyehatkan.

Tim mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026 memperkenalkan Zestera, minuman infused lemon soda water dengan kadar gula 0 gram.

Mengusung misi mengubah pola hidup masyarakat, Zestera hadir sebagai “jalan tengah” bagi mereka yang ingin menikmati kesegaran minuman soda tanpa risiko gula berlebih.

Inovasi ini diketuai oleh Nufail Raimy Aziz, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University.

Baca juga: Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya

Keunikan Zestera terletak pada penggunaan stevia sebagai pemanis alami. Stevia dipilih karena tidak mengandung kalori dan tidak memicu kenaikan gula darah, sehingga aman dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

“Zestera hadir sebagai jalan tengah agar tetap bisa minum enak tanpa harus khawatir gula berlebih. Kami memposisikan produk ini bukan sebagai ‘minuman orang sakit’, melainkan minuman sehari-hari yang lebih smart dan stylish,” ujar Nufail Raimy Aziz mewakili tim dikutip Selasa, 28 April 2026.

Menjaga cita rasa tetap lezat tanpa gula biasa tentu bukan perkara mudah. Nufail mengungkap, ia dan tim telah melakukan banyak eksperimen untuk menyeimbangkan rasa manis, asam, dan aroma buah guna menutupi rasa khas stevia. Hasilnya, sebuah minuman yang ringan, menyegarkan, dan tidak membuat enek di lidah.

Baca juga: Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang

Menyasar gen Z dan milenial, Zestera memanfaatkan edukasi santai melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih.

Dukungan dari PMW 2026 pun diakui sangat krusial dalam memvalidasi ide dan memberikan pendanaan awal agar usaha ini berkembang lebih terarah.

“Dukungan PMW membantu kami berkembang lebih terstruktur, tidak sekadar coba-coba. Ke depannya, kami berencana menambah varian rasa namun tetap setia pada konsep minuman sehat tanpa gula,” tambah Nufail.

Hadirnya Zestera menjadi bukti bahwa tren gaya hidup sehat bisa dimulai dari pilihan minuman yang tepat, tanpa harus mengorbankan kenikmatan waktu santai.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen

Published

on

By

Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen
Ilustrasi warung makan. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Tren “warteg fancy” yang belakangan ramai di berbagai kota. Guru Besar Ilmu Konsumen IPB University, Prof Ujang Sumarwan menilai fenomena ini sebagai bagian dari kreativitas pelaku usaha dalam merespons perubahan perilaku konsumen.

Menurutnya, pelaku usaha memang dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menarik perhatian konsumen.

“Konsumen selalu menginginkan hal-hal baru. Warteg fancy ini adalah bentuk kreativitas pengusaha dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Prof Ujang dikutip Jumat, 24 April 2026.

Dijelaskan, tren ini tidak hanya didorong oleh satu faktor, melainkan kombinasi dari berbagai aspek, mulai dari kebutuhan fungsional hingga faktor citra sosial.

Dalam perspektif bisnis, inovasi harus hadir baik secara fisik, seperti desain tempat yang lebih menarik, maupun nonfisik, seperti peningkatan layanan.

“Konsumen akan membandingkan berbagai pilihan tempat makan. Mereka mencari sesuatu yang baru, nyaman, dan tetap terjangkau. Di sinilah terjadi pertemuan antara kebutuhan konsumen dan strategi pelaku usaha,” imbuh Prof Ujang.

Lebih lanjut, Prof Ujang menekankan pentingnya pengalaman dalam memengaruhi keputusan konsumen. Ia menyebut bahwa suasana tempat dan pengalaman makan kini menjadi faktor penting yang mendorong konsumen bersedia membayar lebih.

“Ketika konsumen merasa cocok dengan rasa dan tempat, harga sering kali menjadi nomor dua. Konsumen bersedia mengeluarkan anggaran lebih untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda,” katanya.

Ia juga mengatakan, fenomena ini sangat relevan dengan karakteristik konsumen sekarang, terutama generasi muda seperti gen Z, yang cenderung mencari pengalaman unik dan suasana yang nyaman atau “cozy” saat menikmati makanan.

Terkait harga, ia menilai bahwa tarif yang lebih tinggi pada konsep warteg fancy merupakan hal yang wajar. Dalam persepsi konsumen, lanjutnya, harga sering kali diasosiasikan dengan kualitas.

“Ketika harga lebih tinggi, konsumen cenderung menganggap kualitas produk dan layanan juga lebih baik. Sebaliknya, harga yang terlalu murah justru bisa menimbulkan kecurigaan,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren ini sangat bergantung pada respons pasar. Dalam industri makanan dan minuman, siklus hidup tren cenderung berlangsung cepat sehingga pelaku usaha harus terus beradaptasi.

“Semuanya ditentukan oleh respons konsumen. Jika responsnya positif, konsep ini bisa bertahan dalam jangka panjang. Namun jika tidak, sangat mungkin tren ini hanya bersifat sementara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa enam bulan pertama menjadi periode krusial untuk melihat apakah sebuah konsep bisnis mampu bertahan atau tidak.

Hal tersebut mengingat konsumen bersifat dinamis dan terus mencari hal baru, inovasi berkelanjutan menjadi kunci utama.

“Bisnis kuliner harus terus berinovasi. Konsumen akan selalu membandingkan dan mencari pengalaman baru. Di situlah tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang

Published

on

By

Seratus Jenis Anggrek jadi Koleksi Kebun Anggrek Kartini Taman Heulang
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Yantie Rachim bersama Ketua DWP Kota Bogor, Dewi Sondari Denny meresmikan Kebun Anggrek Kartini di Taman Heulang. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Seratus jenis tanaman anggrek kini memperkaya koleksi Kebun Anggrek Kartini di Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kehadiran kebun ini akan menjadi daya tarik baru sekaligus edukasi bagi masyarakat khususnya anggrek yang dikenal memiliki keindahan bentuk dan warna.

Kebun Anggrek Kartini diresmikan oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bogor Yantie Rachim bersama Ketua DWP Kota Bogor, Dewi Sondari Denny, pada Selasa, 21 April 2026.

Yantie Rachim mengatakan bahwa dengan semangat Hari Kartini, kebun anggrek menjadi simbol ketangguhan para perempuan.

“Karena anggrek itu bunga yang tangguh, dan ini menjadi simbol ketangguhan para perempuan yang bisa terus berkembang, maju, dan berdaya,” ucapnya.

Melalui Kebun Anggrek Kartini ini, ke depan juga akan diadakan berbagai kelas edukasi sebagai bentuk pemberdayaan perempuan dalam merawat tanaman.

Dengan begitu, keberadaan Kebun Anggrek Kartini ini menjadi wadah untuk menularkan energi positif kepada perempuan-perempuan di Kota Bogor agar terus menjaga dan mencintai lingkungan.

“Karena merawat bunga ini perlu ketekunan, ketelatenan, dan kesabaran. Hal itu harus kita tularkan sebagai energi positif kepada semua perempuan,” ujarnya.

Ketua DWP Disperumkim Kota Bogor, Debbi Chusnul Rozaqi, menambahkan Kebun Anggrek Kartini ini memiliki 100 jenis anggrek dengan total 250 koleksi tanaman.

Kebun ini pun akan dijaga secara khusus dan dirawat oleh tim Disperumkim. Meski demikian, masyarakat umum tetap bisa menikmati keberadaan dan keindahan anggrek.

“Masyarakat bisa melihat dan berkunjung, namun tetap harus menjaga dan merawat. Karena anggrek ini tidak bisa asal disentuh, sehingga perlu ada kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keindahan kebun anggrek ini,” ungkapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer