Connect with us

Berita

Diskusi Kampoong Ecopreneur-Muhsinin Club: Industri Wakaf Produktif Indonesia Dinilai Tertinggal 

Published

on

Diskusi Kampoong Ecopreneur-Muhsinin Club: Industri Wakaf Produktif Indonesia Dinilai Tertinggal 
Direktur STIFIn Genetic Indonesia Burhan Sholihin, pendiri Arunami Investment Eko Pratomo, dan pendiri Yayasan Kampoong Ecopreneur Jamil Azzaini (dari kiri ke kanan) berdikusi di acara Muhisinin Club soal wakaf produktif di Bandung. Foto/Istimewa

KlikBogor – Industri wakaf produktif di Indonesia dinilai masih tertinggal jauh dari potensinya. Hal itu mengemuka dalam acara Muhsinin Circle yang digelar Muhsinin Club, yang mempertemukan para pengelola trust fund konglomerat dengan penggerak modal ventura wakaf produktif.

Founder Arunami Investment dan Yayasan Syamsi Dhuha, Eko Pratomo, dalam paparannya menyebut potensi makro wakaf nasional mencapai sekitar Rp2.000 triliun per tahun, dengan potensi wakaf uang Rp181 triliun per tahun. Namun realisasi aktualnya hanya Rp3,5 triliun, atau tingkat konversi di bawah 2 persen.

“Masalah utama bukan pada ketiadaan dana masyarakat, melainkan pada kelangkaan tata kelola dan kanal institusional yang kredibel untuk menyerapnya,” ujarnya saat berbicara di diskusi Muhsinin Circle yang diadakan di Bandung, Sabtu, 20 Juni 2026 di kantor Yayasan Syamsi Dhuha.  Eko juga menyebut kondisi tersebut sebagai krisis kanal kepercayaan.

Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini mengungkapkan keprihatinan serupa. Karena itulah lewat Yayasan Kampoong Ecopreneur, pihaknya mendorong semakin banyak orang terjun di sektor wakaf produktif.

Jamil mencontohkan, “Salah proyek wakaf produktif yang berhasil adalah salah satu resto makan Ampera di Bandung yang sampai sekarang terus mengalirkan manfaat wakafnya.”

Baca juga: Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya

Ia menambahkan infrastruktur institusional industri wakaf masih dangkal. Saat ini hanya terdapat 505 nazhir aktif dan 5.273 nazhir bersertifikasi SKKNI.

Dari sekitar 451.000 titik aset wakaf nasional, 90 persen masih bersifat konsumtif dan statis berupa lahan kosong dan makam dengan pertumbuhan hanya 4–5 persen per tahun. Hanya 10 persen aset yang dinilai memiliki potensi strategis untuk diproduktifkan.

Ia mendorong transisi paradigma dari aset diam menuju mesin ekonomi melalui konsep modal abadi atau perpetual capital. Dalam skema ini, aset pokok dipertahankan dan tidak boleh berkurang nilainya, sementara hasil investasinya diputar untuk membiayai misi wakaf.

“Pokok dilindungi penuh oleh syariat. Hanya hasil investasi yang dikonsumsi untuk operasional misi wakaf,” kata Eko.

Ia menilai regulator mulai membuka ruang modernisasi lewat instrumen baru seperti CWLS, securities crowdfunding, saham, dan reksadana.

Baca juga: Angkot Usia di Atas 20 Tahun Dilarang Mengaspal

Ia juga menyoroti banyaknya trust fund milik warga Indonesia yang justru ditempatkan di luar negeri, terutama Singapura.

Menurut dia, idealnya pembentukan trust fund berjalan beriringan dengan kebijakan tax amnesty agar dana yang diparkir di luar negeri terdorong kembali dan terdaftar di dalam negeri.

“Mau nggak mau, mereka yang mau bikin seperti itu, trust fund-nya ada di luar negeri, di Singapura kebanyakan,” ucapnya.

Senada, Widjajanto, mantan Direktur PT Pindad yang pernah mengelola trust fund dua konglomerat, mengisahkan pengalamannya. Ia menyebut dua konglomerat yang dikelolanya satu bergerak di bidang energi dan satu lagi pengusaha yang meninggalkan bisnis rokok mendaftarkan lebih dari Rp200 triliun aset pribadi yang sebelumnya diparkir di luar negeri saat program tax amnesty pada era pemerintahan Joko Widodo.

Widjajanto mengusulkan agar gagasan tax amnesty jilid ketiga disuarakan kembali kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan pengawasan ketat untuk mencegah penyalahgunaan, agar trust fund di luar negeri bisa dialirkan untuk mendorong lahirnya wakaf produktif baru.

Acara ini turut menyoroti upaya pengembangan wakaf produktif yang dirintis Jamil Azzaini bersama Kampoong Ecopreneur. Salah satu yang tengah berjalan adalah bisnis ekspor ubi ungu ke Singapura. Adapun tim Eko Pratomo disebut telah melakukan investasi berdampak di sekitar 15 perusahaan.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Warga Babakan Pasar Ikuti Pemeriksaan Kanker Gratis 

Published

on

By

Warga Babakan Pasar Ikuti Pemeriksaan Kanker Gratis 
Kelurahan Babakan Pasar menggelar pelayanan pemeriksaan kanker payudara dan serviks melalui pemeriksaan SADANIS serta HPV DNA Co-Testing/IVA. Foto/Istimewa

KlikBogor – Memperingati Bulan Peduli Kanker Payudara dan Serviks, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menggelar pelayanan pemeriksaan kanker payudara dan serviks melalui pemeriksaan SADANIS serta HPV DNA Co-Testing/IVA.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, ruang kerja lurah dan staf Kelurahan Babakan Pasar disulap menjadi tempat pemeriksaan kesehatan. Pelayanan sengaja digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2026, agar tidak mengganggu pelayanan administrasi kepada masyarakat.

Lurah Babakan Pasar, Kartini Wulandari mengatakan, pemilihan kantor kelurahan sebagai lokasi pemeriksaan bertujuan memberikan kenyamanan bagi warga sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kita memilih di kantor kelurahan walaupun puskesmas dekat, karena terasa lebih nyaman bagi warga yang ingin memeriksakan kondisinya dan bisa bersilaturahmi dengan jajaran Kelurahan Babakan Pasar,” kata Kartini.

Baca juga: PKK Kota Bogor Dilatih Tangguh Bencana, 80 Orang Disiapkan jadi Kader KUJANG

Pemeriksaan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Belong dan sejumlah pihak terkait.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Kelurahan Babakan Pasar bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah mensosialisasikan kegiatan tersebut sejak dua pekan sebelum pelaksanaan. Sosialisasi kemudian diintensifkan pada satu pekan menjelang pemeriksaan.

“Bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kita tidak hanya mensosialisasikan melalui media sosial, tetapi juga turun langsung ke lapangan, berkeliling menemui warga. Tidak hanya ke posyandu, kita juga mendatangi tempat tongkrongan bapak-bapak. Imbauan tidak hanya ditujukan kepada para istri, tetapi juga kepada para suami agar menyarankan dan mendorong istrinya untuk memeriksakan kesehatan. Bahkan, ada juga suami yang secara langsung mengantar istrinya,” jelas Kartini.

Baca juga: Malahayati Consultants Edukasi Warga Bogor soal Dampak Pinjol dan Pemulihan Mental

Melihat antusiasme masyarakat, termasuk para suami yang mengantar istrinya untuk menjalani pemeriksaan, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor, Yantie Rachim, menyampaikan apresiasi kepada para perempuan di Kelurahan Babakan Pasar yang telah peduli terhadap kesehatan diri.

Ia mengatakan, sepanjang Oktober 2026, YKI Kota Bogor bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara dan serviks.

“Terima kasih kepada Ketua TP PKK Kecamatan dan Ibu Lurah, karena sudah menggerakkan masyarakatnya. Jika masih ada warga yang ingin memeriksakan kesehatannya, silakan dijadwalkan kembali pada hari lain. Semoga semua perempuan di Babakan Pasar sehat,” ujar Yantie Rachim.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis perlu dimanfaatkan masyarakat sebagai langkah deteksi dini. Pemeriksaan sejak awal menjadi penting agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Yantie Rachim juga meminta jajaran TP PKK kecamatan, lurah, dan TP PKK kelurahan untuk terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Jika hasil pemeriksaan ditemukan sesuatu yang kurang baik, maka akan langsung ditindaklanjuti. Semua perempuan harus berani memeriksakan kesehatannya,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

PKK Kota Bogor Dilatih Tangguh Bencana, 80 Orang Disiapkan jadi Kader KUJANG

Published

on

By

PKK Kota Bogor Dilatih Tangguh Bencana, 80 Orang Disiapkan jadi Kader KUJANG
Anggota TP PKK Kota Bogor tengah mengikuti pelatihan untuk tanggap dan tangguh menghadapi bencana di Plaza Balaikota Kota Bogor, Sabtu, 10 Oktober 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bogor dilatih untuk tanggap dan tangguh menghadapi bencana. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan kader dalam melakukan mitigasi dini jika terjadi bencana di wilayah masing-masing.

Pelatihan tersebut diberikan melalui kegiatan Gebyar Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) yang dirangkaikan dengan gerakan cek kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Bogor.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, didampingi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan para camat.

“Di tahun ini sampai hari ini sudah ada 600 kejadian bencana di Kota Bogor. Mulai dari kebakaran, longsor, dan lain-lain,” papar Jenal di Plaza Balai Kota Bogor, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Baca juga: Trase Baru Batutulis Bakal Diuji Coba Sebelum Beroperasi

Ia mengatakan, pelatihan ini menjadi pemicu kesadaran bahwa keselamatan, keberlangsungan hidup, dan nasib masyarakat merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian bersama.

“Bencana tidak bisa kita hindari. Maka dengan kesiapsiagaan dan jangan panik ketika bencana datang, butuh pelatihan dan ilmu,” ujar Jenal.

Upaya penanganan kebencanaan yang selama ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini diperkuat dengan keterlibatan kader PKK. Dengan demikian, langkah mitigasi dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Selain kesiapsiagaan bencana, Jenal juga menekankan pentingnya kesehatan masyarakat dalam upaya mitigasi maupun penanganan bencana. Ia mengapresiasi pelaksanaan cek kesehatan gratis yang dirangkaikan dengan pelatihan tersebut.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim berharap pelatihan ini dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.

“Melalui sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader, masyarakat, serta dunia usaha, diharapkan terbentuk masyarakat Kota Bogor yang semakin tanggap, tangguh, mandiri, dan senantiasa siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ucapnya.

Baca juga: Batuk dan Pilek “Membandel”, Dokter IPB Jelaskan Penyebabnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rakhmawati menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap isu kesehatan, perlindungan keluarga, serta upaya menghadapi bencana.

“PKK Kota Bogor sebagai mitra pemerintah berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan keluarga serta memperkuat peran kader sebagai penggerak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi dan risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ucapnya.

Rakhmawati menambahkan, pelatihan ini sekaligus memberikan edukasi komprehensif, khususnya kepada anggota Pokja IV di tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga menghasilkan 80 kader GKSTTB.

“Yang selanjutnya disebut sebagai Kader KUJANG (Kader Kesiapsiagaan untuk Jangka Panjang). Untuk mewujudkan keluarga yang sehat, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi bencana di Kota Bogor,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Trase Baru Batutulis Bakal Diuji Coba Sebelum Beroperasi

Published

on

By

Trase Baru Batutulis Bakal Diuji Coba Sebelum Beroperasi
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor serta UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat di lokasi pembangunan trase baru Batutulis, Jumat, 9 Oktober 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pembangunan Jalan Saleh Danasasmita atau trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, telah mencapai progres 84 persen hingga Jumat, 9 Oktober 2026.

Proyek yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat 2026 senilai Rp21,2 miliar ini ditargetkan rampung pada November dan akan diuji coba sebelum dioperasikan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, sisa pekerjaan sekarang tinggal konstruksi. Dengan waktu yang tersisa, diupayakan target penyelesaian hingga 100 persen.

“21 hari lagi kita harapkan target capaian 100 persen itu bisa terkejar,” ujar Dedie Rachim dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.

Baca juga: Progres Capai 84 Persen, Trase Baru Batutulis Siap Beroperasi 

Setelah konstruksi rampung, trase baru Batutulis akan memasuki tahap uji coba sebelum resmi dioperasikan. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan kesiapan jalur, pemasangan dan perlengkapan rambu lalu lintas, marka jalan serta penerangan jalan umum (PJU).

“Setelah itu tentu akan ada uji coba termasuk juga mungkin melengkapi rambu dan marka serta PJU,” papar Dedie Rachim.

Pemerintah Kota Bogor menargetkan trase baru Batutulis sudah bisa digunakan oleh masyarakat pada 1 November 2026. Namun, sebelum tanggal tersebut, penyelesaian konstruksi dan kesiapan infrastruktur pendukung akan menjadi perhatian.

“Jadi memang kita harapkan di tanggal 1 November, secara resmi mungkin nanti kita bisa buka untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Pasar Gembrong Sukasari Raih Sertifikat SNI Pasar Rakyat

Dari sisi teknis, Dedie Rachim mengatakan, trase baru Batutulis dapat dilalui kendaraan dengan bobot 8 ton. Dengan kapasitas tersebut, bus juga dimungkinkan melintas di jalur tersebut.

“Secara teknis, 8 ton bisa lewat. Jadi artinya bus pun bisa,” ujarnya.

Meski demikian, Dedie Rachim mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas jalur baru tersebut. Ia menegaskan bahwa trase baru Batutulis merupakan jalan skala kota, bukan jalan bebas hambatan.

“Yang penting, kita sama-sama melihat bahwa ini merupakan jalan skala kota, bukan termasuk jalan bebas hambatan dan lain sebagainya. Memang kita perlu untuk kehati-hatian dan kewaspadaan,” pungkasnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer