Connect with us

Serba Serbi

Momen Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Bogor

Published

on

Momen Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim tengah melihat mekarnya Amorphophallus titanum atau dikenal dengan bunga bangkai raksasa di Kebun Raya Bogor. Dok. Pemkot Bogor.

KlikBogor – Amorphophallus titanum atau dikenal dengan bunga bangkai raksasa mekar di Kebun Raya Bogor. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang tengah mengikuti fun walk, turut mengantre bersama masyarakat untuk melihat mekarnya bunga langka itu.

Di waktu yang sama, para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga terlihat tengah melakukan penelitian.

Berdasarkan informasi yang diterima olehnya dari para peneliti, bunga tersebut sudah mulai mekar sejak beberapa hari lalu dan selanjutnya akan berangsur-angsur menguncup serta mati.

“Saya juga sempat bertemu dengan para peneliti yang sedang melakukan penelitian. Saat ini sedang diupayakan apakah memungkinkan bunga bangkai ini tidak hanya bisa tumbuh di Bogor, Jambi, dan Bengkulu, tetapi juga di banyak tempat lain, dan mungkin dapat dikembangkan dari Kebun Raya Bogor,” ungkapnya dikutip Sabtu, 7 Februari 2026.

Dengan begitu, lanjut Dedie Rachim, bunga yang menjadi kebanggaan Indonesia ini tidak hanya dapat dinikmati masyarakat Kota Bogor, tetapi juga oleh masyarakat di daerah lain.

Dedie Rachim juga mengatakan, mekarnya Amorphophallus titanum merupakan momen yang sangat langka karena terjadi dalam siklus antara enam hingga 12 tahun.

“Alhamdulillah, Kota Bogor melalui Kebun Raya Bogor berkesempatan menikmati mekarnya bunga bangkai yang hanya berlangsung selama empat sampai lima hari,” ujarnya.

Amorphophallus titanum mekar di area koleksi bunga bangkai pada fase awal di tebingan Mata Air Kahuripan pada 25 Januari dan mencapai fase mekar pada malam hari tanggal 5 Februari.

Dikutip dari siaran pers BRIN, bunga bangkai raksasa tersebut mencapai fase mekar penuh dengan tongkol menjulang hingga 140 sentimeter dan diameter bunga mencapai 56 sentimeter.

Tumbuhan ini merupakan salah satu koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 11 September 1992 dengan bibit berasal dari Jambi, Sumatera.

Peneliti Ahli Madya BRIN, Dian Latifah, mengatakan bahwa masyarakat sangat dianjurkan untuk melihat langsung bunga ini karena peristiwa mekarnya sangat dinantikan.

Bunga bangkai terakhir mekar pada tahun 2020 di Kebun Raya Bogor. Saat ini, bunga dengan nomor koleksi 382 sedang mekar setelah penantian selama 12 tahun. Siklus hidupnya unik karena memiliki fase vegetatif dan generatif yang diselingi fase dorman (istirahat).

“Masyarakat dapat melihat perbedaannya dengan bunga bangkai lainnya seperti suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dan Rafflesia arnoldii atau Rafflesia hasseltii. Meskipun disebut bunga bangkai raksasa, sebenarnya bunga jantan dan betinanya berukuran kecil dan mengelompok di bagian bawah spadiks yang menjulang tinggi,” papar Dian, dikutip dari siaran pers BRIN.

Ia menambahkan bahwa penyerbukan di alam dibantu oleh serangga penyerbuk yang harus terbang berpuluh-puluh kilometer membawa serbuk sari dari bunga lain yang mekar bersamaan agar dapat menghasilkan buah dan biji.

“Sementara di Kebun Raya, penyerbukan harus dibantu oleh manusia (hand pollination), karena bunga jantan dan betinanya tidak masak pada waktu yang bersamaan,” imbuhnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Ratusan Petarung Nasional hingga Mancanegara Adu Kekuatan di B2 Unleashed

Published

on

By

Ratusan Petarung Nasional hingga Mancanegara Adu Kekuatan di B2 Unleashed
Ratusan petarung dari pelbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ambil bagian dalam B2 Unleashed Sports Combat di Nako Arena, Kota Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Ratusan petarung dari pelbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara ambil bagian dalam ajang B2 Unleashed Sports Combat yang digelar di Nako Arena, Kota Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Promotor yang juga Founder Aira Pro, Toto Sugianto mengatakan, antusiasme peserta B2 Unleashed cukup tinggi hingga jumlahnya melampaui target. Bersama International Sport Karate Association (ISKA), panitia awalnya menargetkan 100 peserta.

“Jumlah peserta ada 250 orang. Ini sebenarnya di luar target. Awalnya kami menargetkan 100 fight, naik lagi jadi 200 dan akhirnya 250 fight. Ini (pendaftaran) harus kami closed karena memang overload,” ujar Toto kepada awak media, Jumat, 30 Oktober 2026 malam.

Para peserta yang akan bertarung datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Timur, Semarang, Jawa Timur, Surabaya, Solo, hingga Nusa Tenggara. Selain itu, terdapat pula peserta dari luar negeri, yakni Timor Leste.

Dalam kompetisi tersebut, panitia menghadirkan tiga jenis pertandingan, yakni boxing, kickboxing, dan muay thai dengan menggunakan regulasi ISKA Indonesia. Terdapat 10 kelas pertandingan untuk setiap kategori yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Baca juga: Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha

Selain pertandingan di atas ring, penyelenggara juga menyediakan fasilitas tatami bagi peserta pemula, anak-anak, hingga kategori beginners yang ingin mencoba olahraga bela diri sebelum melangkah ke level pertandingan ring.

Dari sisi keamanan, penyelenggara telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit mitra, menyiapkan tenaga medis profesional, serta kendaraan siaga untuk mengantisipasi kemungkinan cedera selama pertandingan. Tim keamanan khusus juga disiapkan guna mengantisipasi kejadian di luar kendali.

Toto menjelaskan bahwa B2 Unleashed tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan potensi dan bakat melalui kegiatan positif.

Melalui kompetisi ini, para petarung diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta meraih prestasi mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional.

“Kami memiliki visi agar kegiatan ini bisa diselenggarakan secara rutin. Bahkan, ada rencana untuk menggelarnya di beberapa kota di Indonesia,” imbuh Toto.

Baca juga: B2 Unleashed Siap Digelar di Kota Bogor, Diikuti 250 Petarung

Ajang tersebut juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah atlet nasional yang telah menorehkan prestasi di tingkat internasional. Salah satunya Mitra, peraih gelar juara Asia-Pasifik, yang turut menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun penonton.

Sementara itu, Presiden ISKA Indonesia, Mustadi Anetta mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bela diri yang digelar di Kota Bogor.

Menurutnya, pada awalnya potensi petarung di Bogor diperkirakan belum sebesar seperti penyelengaraan di Bandung. Namun, jumlah peserta yang membludak dalam ajang ini justru menunjukkan perkembangan dan besarnya minat terhadap olahraga combat.

“Antusiasmenya luar biasa. Ternyata bukan hanya dari Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ada yang menghubungi dari Iran dan Afghanistan untuk ikut serta, tetapi terkendala administrasi penerbangan,” ungkap Mustadi.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Perumda PPJ Terus Berbenah, Revitalisasi Pasar Tradisional Digenjot

Published

on

By

Perumda PPJ Terus Berbenah, Revitalisasi Pasar Tradisional Digenjot
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor terus berbenah dengan melakukan revitalisasi pasar guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjawab perubahan kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin mengatakan, beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh pasar tradisional saat ini kaitannya dengan dinamika kebutuhan masyarakat modern yang pastinya lebih menginginkan tempat perbelanjaan yang bersih, terawat, bebas dari bau sampah menyengat, dan seterusnya.

Baca juga: Pasar Bersih Jambu Dua jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor

“Dua pasar tradisional di bawah naungan PPJ yang sudah lebih modern yakni Pasar Gembrong dan Pasar Jambu Dua sudah lebih menjawab tantangan dan banyak fasilitas dengan berbagai pilihan belanja sesuai kebutuhan konsumen bahkan untuk Pasar Gembrong dilengkapi dengan playground anak jadi semua bisa dilakukan di satu tempat, sedangkan Pasar Jambu Dua menjadi spot aneka kuliner kekinian yang tidak ada di tempat lain,” ujar Jenal kepada awak media dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.

Menurut Jenal, meski pasar modern dikenal memiliki rantai pasok yang lebih efisien dan terstruktur. Hal tersebut membuat pedagang kecil sering mengalami kesulitan ketika harus bersaing terkait harga dan jaminan kualitas produk segar.

Baca juga: Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026

“Di mana transaksi jual beli lebih terjamin karena langsung melihat barang yang diperjualbelikan,” kata Alumni IPB University itu menambahkan.

Menyikapi perihal munculnya tren belanja online juga secara tidak langsung ikut mempengaruhi jumlah pengunjung pasar tradisional. “Bagi kalangan muda yang mengutamakan kepraktisan dan kemudahan dalam berbelanja memang belanja online adalah solusi, namun bagi kalangan usia lainnya masih menjadi tempat yang terjamin untuk membeli dan memilih kebutuhan sehari-hari karena di pasar tradisional tak hanya sebagai tempat transaksi tapi juga ada interaksi bahkan silahturahmi,” katanya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026

Published

on

By

Kota Bogor Jadi Tuan Rumah 28 Cabor Porprov Jabar 2026
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana (ketiga kiri) tengah memaparkan kesiapan sebagai tuan rumah Porprov XV Jabar di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat, 30 Oktober 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memastikan kesiapan sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Tercatat 7.800 atlet dan official dijadwalkan bertanding di Kota Bogor dalam ajang Porprov Jabar. Termasuk lebih dari 500 atlet yang diturunkan tuan rumah.

Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan, secara umum persiapan Kota Bogor sudah matang, mulai dari venue hingga penyusunan anggaran. Meski begitu, masih ada kekurangan anggaran Rp2,8 miliar yang harus dipenuhi.

“Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik,” ujar Anas di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat, 30 Oktober 2026.

Anas menjelaskan, Kota Bogor mempertandingkan 25 cabor dan 3 anak cabor. Sehingga totalnya mencapai 28 cabor.

Sebagian besar pertandingan dipusatkan di GOR Pajajaran yang menjadi arena untuk beberapa cabor. Diantaranya, pentaque, panahan, drumband, panjat tebing, tarung derajat, dan judo.

Baca juga: Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar

Sedangkan pertandingan lain memanfaatkan Gymnasium. Sejumlah cabor yang membutuhkan fasilitas khusus digelar di luar Kota Bogor.

Cabor gantole dipertandingkan di Majalengka, paralayang di Puncak, menembak di Cimahi, sedangkan dayung digelar di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.

“Ada cabor yang memang tidak bisa digelar di Kota Bogor karena butuh lokasi khusus,” imbuh Anas.

Selain itu, tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat telah melakukan penilaian dan menyatakan Kota Bogor secara umum siap menjadi tuan rumah.

Anas menambahkan, Kota Bogor sebelumnya juga pernah ditunjuk sebagai chief of the meeting, serta tercatat sebagai daerah yang paling awal merampungkan penyusunan SOP keolahragaan, SOP keuangan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Penilaian TD menjadi pegangan kami bahwa persiapan sudah di jalur yang benar,” ungkapnya.

Baca juga: Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha

Dari sisi pendanaan, Anas memaparkan bahwa anggaran sempat mengalami penyesuaian dari komitmen awal sekitar Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar, dengan kekurangan awal sekitar Rp8 miliar.

Melalui langkah efisiensi dan dukungan sponsor, kekurangan tersebut berhasil ditekan hingga tersisa Rp2,8 miliar.

“Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil,” ungkap Anas.

Bantuan hibah pakaian PBD untuk cabor naik dari Rp500 juta menjadi di atas Rp1 miliar, sedangkan anggaran kegiatan naik dari Rp1 miliar menjadi Rp3,8 miliar.

Terkait kendala jalur akses di sekitar arena panjat tebing (wall climbing) dan area jalur sungai Cisadane, Anas menjelaskan kondisi tersebut disebabkan proyek galian yang tengah berjalan, di antaranya pemasangan jalur trotoar.

“Kami pastikan area yang terdampak diperbaiki, termasuk tanah dan rumputnya, sebelum pertandingan dimulai,” ujar Anas.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer