Connect with us

Berita

Harganas 2026, Pemkot Bogor Edukasi Warga Lewat Aksi Bebersih Ciliwung

Published

on

Harganas 2026, Pemkot Bogor Edukasi Warga Lewat Aksi Bebersih Ciliwung
Peringati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar aksi bebersih Sungai Ciliwung, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu, 18 Juli 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar aksi bebersih Sungai Ciliwung yang dipusatkan di Saung Alkesa, Kampung Bebek, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026. Aksi lingkungan ini berhasil memobilisasi sekitar 1.000 peserta yang berasal dari berbagai unsur pemerintah, komunitas, hingga elemen masyarakat luas.

​Dalam momentum Harganas tahun ini, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor mengusung program unggulan bertajuk “9 Klaster Peduli”.

Program ini mencakup Klaster Peduli Stunting, Klaster Peduli Remaja, Klaster Peduli Lansia, Klaster Peduli Lingkungan, Klaster Peduli Hunian, Klaster Peduli Anak, Klaster Peduli Keluarga, Klaster Peduli Pendidikan, serta Klaster Peduli Ekonomi.

Kesembilan klaster tersebut diintegrasikan secara nyata di lapangan untuk merespons berbagai isu sosial dan memperkuat ketahanan keluarga di masyarakat.

Baca juga: Nobar Spanyol Vs Argentina di Balai Kota Bogor, 5 Kantong Parkir Tersedia

Aksi bersih-bersih sungai yang menjadi representasi dari Klaster Peduli Lingkungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy.

Agenda ini juga diikuti oleh jajaran DPPKB, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kader PKK, Posyandu, Pramuka, Generasi Berencana (Genre), komunitas pesepeda, hingga kalangan pemuda setempat.

Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang matang melalui serangkaian rapat koordinasi.

​Menurut Jenal, rangkaian peringatan Harganas tahun ini sengaja dirancang agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan wajib memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat.

“Melalui implementasi sembilan klaster kegiatan yang bergerak simultan, aksi nyata bebersih Sungai Ciliwung ini juga dinilai sangat tepat karena momentumnya berdekatan dengan peringatan Hari Sungai Nasional yang jatuh pada 28 Juli mendatang,” terang Jenal.

​Selain fokus pada kebersihan sungai, kegiatan di Kampung Bebek ini juga diintegrasikan dengan beragam pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat.

Beberapa di antaranya meliputi penyediaan dapur pangan untuk penanganan stunting, pembagian 200 paket sembako bagi keluarga berisiko stunting, pemberian makanan tambahan bagi balita, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program dapur berbagi.

“Salah satu daya tarik utama dalam acara ini adalah kehadiran program Ayah Tangguh, di mana para ayah menumpahkan kepeduliannya dengan memasak bersama untuk menyajikan makanan bergizi kepada 1.000 warga yang hadir,” ujarnya.

Baca juga: Kemarau, TMA Bendung Katulampa Turun hingga 0 Sentimeter

Di sisi lain, Jenal Mutaqin tidak menampik kondisi Sungai Ciliwung di kawasan Kedunghalang yang saat ini masih dipenuhi tumpukan sampah. Rendahnya debit air akibat dampak musim kemarau membuat visualisasi pencemaran limbah tersebut terlihat semakin jelas.

“Bahwa persoalan sampah di aliran sungai tidak akan pernah bisa diselesaikan hanya melalui satu kali aksi temporer, melainkan menuntut konsistensi gerakan yang berkelanjutan serta kepedulian kolektif dari seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.

​Oleh karena itu, Pemkot Bogor sengaja melibatkan generasi muda, pegiat lingkungan, Genre, hingga komunitas pesepeda demi menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Jenal juga mengingatkan pentingnya tata kelola sampah yang ketat sejak dari hulu agar potensi pencemaran ke badan sungai dapat diminimalkan.

“Terkait solusi jangka panjang, kami berharap proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota dan Kabupaten Bogor, termasuk rencana groundbreaking di Galuga pada awal Agustus nanti, dapat segera direalisasikan sesuai arahan pemerintah pusat,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Jenal menekankan bahwa esensi mendasar dari Hari Keluarga Nasional adalah memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi utama dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Keluarga yang harmonis dan solid diyakini akan melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungan. Konsep ini juga disinergikan dengan Hari Anak Nasional yang sebelumnya telah diperingati Pemkot Bogor melalui aksi sosial bersama anak-anak yatim dan penyandang disabilitas,” tandasnya.

Baca juga: Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Bogor, Marse Hendra Saputra menambahkan bahwa kesuksesan agenda Harganas 2026 ini tidak lepas dari sinergi kokoh bersama 14 instansi dan 21 mitra strategis.

“Seluruh komponen, mulai dari sektor pemenuhan gizi, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sederhana pada klaster hunian, pemberdayaan UMKM lokal pada klaster ekonomi, hingga gerakan Ayah Teladan, bergerak bersama untuk menumbuhkan kesejahteraan keluarga,” ucapnya.

Kata Marse, lewat edukasi langsung di lapangan ini, para remaja diharapkan dapat mengadopsi gaya hidup sehat dan cinta lingkungan demi masa depan mereka.

Seluruh volume sampah yang berhasil diangkat dalam aksi ini nantinya akan ditimbang guna mengetahui tonase kepedulian yang telah dihasilkan.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Ketua Kwarcab Kota Bogor: Pramuka Rumah bagi Semua Anak Tanpa Terkecuali

Published

on

By

Ketua Kwarcab Kota Bogor: Pramuka Rumah bagi Semua Anak Tanpa Terkecuali
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi saat membuka kegiatan Latihan Gabungan dan Gebyar Pramuka Berkebutuhan Khusus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor di SDN Papandayan, Sabtu, 25 Juli 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan rumah bagi semua anak tanpa terkecuali.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Latihan Gabungan dan Gebyar Pramuka Berkebutuhan Khusus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor di SDN Papandayan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Denny menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, pelatih, pendamping, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Pramuka Berkebutuhan Khusus di Kota Bogor.

“Gerakan Pramuka adalah rumah bagi semua anak tanpa terkecuali. Melalui kegiatan ini, kita menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berprestasi, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Anak Meriahkan Puncak HAN 2026 di Alun-Alun Kota Bogor

Menurutnya, kegiatan Latihan Gabungan dan Gebyar Pramuka Berkebutuhan Khusus memiliki makna penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, kemandirian, dan kepercayaan diri para peserta.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan. Melalui Pramuka, adik-adik belajar bahwa kita adalah keluarga besar yang saling menghargai, saling membantu, dan saling menguatkan. Keberagaman bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mencoba hal-hal baru, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

“Dengan semangat, disiplin, dan ketekunan, saya yakin adik-adik akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan,” jelas Denny.

Baca juga: Mengenal PSEL, Teknologi Pengubah Sampah jadi Listrik 

Selain itu, Gebyar Pramuka juga menjadi ruang untuk melestarikan budaya dan memperkuat identitas bangsa. Melalui berbagai kreativitas dan penampilan seni, para peserta menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki setiap anak.

Denny percaya bahwa penampilan hari ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang patut diapresiasi dan dibanggakan.

Kepada para peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus, Denny berpesan agar terus semangat belajar dan berkarya.

“Teruslah belajar, berkarya, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jadikan Dasa Dharma Pramuka sebagai pedoman hidup agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama,” pesannya.

Di akhir, Denny mengajak untuk bersama-sama terus membangun Gerakan Pramuka yang inklusif, ramah, dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Ratusan Anak Meriahkan Puncak HAN 2026 di Alun-Alun Kota Bogor

Published

on

By

Ratusan Anak Meriahkan Puncak HAN 2026 di Alun-Alun Kota Bogor
Salah satu peserta tengah tampil dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional di Alun-Alun Kota Bogor, Sabtu, 25 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu, 25 Juli 2026.

​Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”, kegiatan ini diisi dengan beragam atraksi seni, fashion show anak, panggung kreativitas, hingga pembagian doorprize menarik bagi para peserta.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa tanggung jawab dalam membangun masa depan anak tidak hanya berada di pundak orang tua maupun guru, tetapi juga lingkungan dan pemerintah melalui kebijakan yang berpihak kepada anak.

“Segala sesuatu terkait dengan anak memang harus dipersiapkan. Bukan hanya urusan orang tua, bukan hanya urusan guru di sekolah, tetapi lingkungan dan juga pemerintah harus ikut serta dalam merumuskan kebijakan yang ramah kepada anak,” ujar Dedie Rachim.

Ia menyampaikan, saat ini Kota Bogor telah menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Bogor untuk terus meningkatkan berbagai indikator agar dapat meraih predikat KLA kategori Utama.

“Alhamdulillah Kota Bogor predikatnya Kota Layak Anak Nindya. Artinya masih ada beberapa target yang harus kita selesaikan supaya ke depan bisa meraih predikat utama. Kita masuk di dalam Nindya dan boleh dibilang cukup baik, dan hanya empat di Jawa Barat,” katanya.

Baca juga: 20 Tahun Berbenah, Kampung Pancuran jadi Inspirasi Kota Bogor

Dedie Rachim menambahkan, Pemkot Bogor akan terus berikhtiar menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sehingga mereka dapat hidup lebih sejahtera.

Menanggapi adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap anak sebagaimana disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), Dedie Rachim mengakui bahwa persoalan tersebut masih menjadi tantangan yang dipengaruhi berbagai faktor sosial dan ekonomi di masyarakat.

“Di dalam dinamika kehidupan bermasyarakat masih banyak aspek sosial, ekonomi, dan beban-beban yang ada di masyarakat. Kadang-kadang eksesnya adalah kekerasan dan kita harus bisa menekan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Untuk memperkuat perlindungan anak, Pemkot Bogor melalui DP3A telah menyediakan layanan yang mencakup konsultasi, pendampingan psikologis, advokasi, hingga penanganan kasus yang memerlukan proses hukum.

“Kalau terjadi kasus-kasus itu bisa dikonsultasikan, kemudian ada psikolognya juga. Secara administrasi kita menganggarkan untuk langkah-langkah pencegahan, advokasi, termasuk tindak lanjut apabila ada kasus yang harus dibawa ke ranah hukum,” tutur Dedie Rachim.

Baca juga: Mengenal Yalanda-Nabila IPB, 2 Varietas Okra Unggul Berpotensi Ekspor

​Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati menjelaskan, puncak peringatan HAN 2026 ini sengaja dirancang secara khusus sebagai wadah inklusif bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung publik.

​”Hari ini dilaksanakan Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor. Kami menampilkan beberapa pertunjukan dari anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota. Kita memang memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujarnya.

​Rakhmawati memaparkan, puncak acara ini merupakan rangkaian penutup dari berbagai kegiatan peringatan HAN yang telah diselenggarakan sebelumnya oleh Pemkot Bogor bersama berbagai komunitas.

​”Sebelumnya sudah ada beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari penjaringan Suara Anak Kota Bogor, nonton bersama anak yatim dan difabel di Mall BTM, hingga kegiatan ‘Bermain Bersama Anak Panti’. Selain itu, ada juga Festival Edukasi Anak di Lippo Mall. Total ada sekitar 700 sampai dengan 800 anak yang terlibat langsung, baik sebagai penampil maupun panitia,” ungkapnya.

​Melalui panggung kreasi di kawasan Alun-Alun dan depan Balai Kota Bogor ini, DP3A Kota Bogor berharap seluruh aspirasi dan ekspresi anak dapat terdengar langsung oleh para pemangku kebijakan, sehingga tercipta Kota Bogor yang semakin ramah dan membahagiakan bagi tumbuh kembang anak.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Jaga Trantibum Kota Bogor, Petugas Gabungan Sisir Lokasi Berkumpul

Published

on

By

Jaga Trantibum Kota Bogor, Petugas Gabungan Sisir Lokasi Berkumpul
Petugas Satpol PP Kota Bogor tengah melaksanakan patroli gabungan penanggulangan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum). Foto/Istimewa

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Polresta Bogor Kota, Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar patroli gabungan penanggulangan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) di sejumlah titik di Kota Bogor.

Patroli dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan, ketenteraman, dan kenyamanan masyarakat.

Selain menyasar potensi gangguan trantibum, petugas juga melakukan pemantauan di beberapa lokasi yang sebelumnya diinformasikan sebagai titik berkumpul sejumlah individu yang diduga berpotensi melakukan penyimpangan perilaku sosial.

Kepala Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas) Satpol PP Kota Bogor, Andry Sinar Wahyudianto mengatakan bahwa patroli dilakukan secara terpadu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang publik yang aman dan kondusif.

“Kegiatan ini merupakan patroli gabungan yang melibatkan Satpol PP, Polresta Bogor Kota, Dinas Sosial, dan Bakesbangpol. Kami menyisir beberapa titik di wilayah Kota Bogor untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum,” ujar Andry dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam kegiatan pada Rabu, 22 Juli 2026 malam itu, petugas melakukan pemantauan di lima titik yang sebelumnya disinyalir menjadi lokasi berkumpul sejumlah individu, seperti di wilayah Pakuan, Ciawi (perbatasan), terminal Baranangsiang, Jalan Sambu, Pasar Kebon Kembang atau sekitar Alun-Alun.

Namun, berdasarkan hasil patroli, tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun aktivitas yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum.

“Patroli ini merupakan upaya pencegahan. Dari hasil pemantauan di lima lokasi tersebut, tidak ditemukan pelanggaran trantibum,” katanya.

Andry menambahkan, apabila di kemudian hari ditemukan indikasi persoalan sosial di lapangan, Pemkot Bogor akan mengedepankan pendekatan yang humanis melalui pembinaan dan pendampingan.

“Penanganannya tidak semata-mata bersifat penegakan, tetapi juga mengedepankan pembinaan. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan asesmen, konseling, maupun pendampingan sesuai kebutuhan,” katanya.

Pemerintah Kota Bogor juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan dengan memperkuat fungsi keluarga, meningkatkan kepedulian sosial, serta melaporkan apabila menemukan potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban kepada instansi yang berwenang.

Melalui patroli rutin dan sinergi lintas instansi, Pemkot Bogor berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga sehingga ruang-ruang publik dapat dimanfaatkan secara aman, nyaman, dan tertib oleh seluruh warga.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer