Berita
Kota Bogor Diterpa 19 Bencana, Puluhan KK Terdampak
KlikBogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat ada 19 kejadian bencana alam atau non alam yang telah di asesmen atau ditangani.
Kejadian ini disebabkan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor, pada Sabtu, 7 November 2024.
“Rincian jenis bencana antara lain dahan patah atau pohon tumbang 9 kejadian, 5 tanah longsor, 4 angin kencang, dan 1 banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh, Minggu, Minggu, 10 November 2024.
Kejadian tersebut berdampak terhadap 17 kepala keluarga (KK) atau 61 jiwa, 1 korban luka ringan, 4 unit mobil, serta 8 rumah dengan rincian rusak ringan 6 unit, rusak sedang 1 unit dan rusak berat 1 unit.
Berikut rincian kejadian bencana di Kecamatan Bogor Utara
1. Pohon tumbang terjadi di wilayah Jalan Pandu Raya, Kelurahan Tanah Baru.
2. Dahan patah terjadi di wilayah Jalan Kol. Ahmad Syam, No. 55, Kampung Parung Jambu, RT. 05 / RW. 06, Kelurahan Tanah Baru.
3. Tanah longsor terjadi di wilayah Kampung Babakan, RT. 02 / RW. 10, Kelurahan Cimahpar.
4. Dahan patah terjadi di wilayah Kampung Babakan Habib, RT. 05 / RW. 09, Kelurahan Cimahpar.
Kecamatan Tanah Sareal
1. Dahan patah terjadi di wilayah Jalan Bincarung, No.4, Dekat Taman Heulang, RT. 05 / RW. 03, Kelurahan Tanah Sareal.
Kecamatan Bogor Selatan
1. Pohon tumbang terjadi di wilayah Kampung Mekarjaya, RT. 03 / RW. 09, Kelurahan Ranggamekar.
2. Pohon tumbang terjadi di wilayah Kampung Ranggamekar, RT. 02 / RW. 10, Kelurahan Ranggamekar.
3. Pohon tumbang terjadi di wilayah Kampung Warung Bandrek, RT. 01 / RW. 11, Kelurahan Bondongan.
4. Angin kencang terjadi di wilayah RT. 03, 04 / RW. 09, Kelurahan Ranggamekar.
5. Pohon tumbang terjadi di wilayah Jalan Margasari Tugu, Kampung Margasari, RT. 01 / RW. 07, Kelurahan Kertamaya.
6. Angin kencang terjadi di wilayah Kampung Cikaret Timur, RT. 02/ RW. 09, Kelurahan Cikaret.
7. Angin kencang terjadi di wilayah Kampung Pangumbahan, RT. 07/ RW. 04, Kelurahan Cikaret.
Kecamatan Bogor Tengah
1. Tanah longsor terjadi di wilayah Kampung Balivet Bawah, RT. 03 / RW. 11, Kelurahan Ciwaringin.
2. Angin kencang terjadi di wilayah Jalan Malabar, RT. 01 / RW. 05, Kelurahan Tegallega.
Kecamatan Bogor Barat
1. Pohon tumbang terjadi di wilayah Jalan Aria Surialaga, Kampung Batutapak , RT. 03 / RW. 03, Kelurahan Pasirjaya.
2. Tanah longsor terjadi di wilayah Belakang Komplek Bumi Menteng Asri, RT. 04 / RW. 11, Kelurahan Menteng.
3. Banjir terjadi di wilayah Belakang Komplek Bumi Menteng Asri, RT. 03 / RW. 11, Kelurahan Menteng.
4. Tanah longsor terjadi di wilayah Belakang Komplek Bumi Menteng Asri, RT. 01 / RW. 11, Kelurahan Menteng.
5. Tanah longsor terjadi di wilayah Gang Rante , RT. 03 / RW. 05, Kelurahan Gunung Batu.
Hidayatulloh mengatakan pihaknya sudah mendata dan memeriksa laporan kejadian bencana alam atau non alam yang terlapor.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi untuk segera ditindaklanjuti serta melaporkan kepada pimpinan sebagai pelaporan.
“Tim personel piket TRC – PB BPBD Kota Bogor melaksanakan himbauan, assesmen, dokumentasi, koordinasi tanggap darurat kejadian bencana alam atau non alam bersama dengan pihak terkait, unsur relawan kebencanaan lainnya, warga sekitar, pihak terdampak dan melaksanakan penanganan darurat ke lokasi kejadian serta memberikan bantuan darurat kepada pihak terdampak,” imbuhnya.
(ckl/hrs)
Berita
Tragedi Kebakaran di Tegallega, Wali Kota Minta Warga Waspadai Kebocoran Tabung Gas
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, terlebih karena memakan korban jiwa.
Diketahui, kebakaran yang melanda tiga unit rumah kontrakan pada Kamis malam, 5 Maret 2026 ini mengakibatkan seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar.
Dedie Rachim mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan tabung gas di rumah tangga.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan memastikan kondisi tabung serta regulator gas aman digunakan,” ucap Dedie Rachim.
Baca juga: Kebakaran 3 Rumah di Tegallega, Balita Meninggal dan 2 Orang Luka Bakar
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi tabung gas, selang, dan regulator, serta memastikan tidak ada bau gas yang menyengat di dalam rumah.
Apabila tercium bau gas, warga diminta segera mematikan sumber api, membuka ventilasi, dan tidak menyalakan peralatan listrik untuk menghindari percikan api.
Selain itu, warga juga diminta menggunakan perlengkapan gas yang memenuhi standar keamanan serta segera mengganti jika ditemukan kerusakan pada selang maupun regulator.
Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan gas di rumah tangga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(ckl/hrs)
Berita
Kebakaran 3 Rumah di Tegallega, Balita Meninggal dan 2 Orang Luka Bakar
KlikBogor – Kebakaran melanda tiga unit rumah warga di Jalan Babakan Sirna, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis, 5 Maret 2026 malam.
Dalam peristiwa tersebut, seorang balita berusia 1,4 tahun dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka bakar.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, menjelaskan kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 19.25 WIB.
Menerima laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
Setelah berjibaku sekitar 20 menit melakukan penyemprotan air, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Ade mengungkapkan, berdasarkan data sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas saat pemilik rumah tengah tertidur.
“Menurut pelapor kebakaran terjadi karena kebocoran tabung gas dan pemilik rumah sedang tertidur (laporan sementara),” katanya.
Pada saat itu, api yang dengan cepat membesar kemudian merembet ke bangunan di sekitarnya. Akibatnya, tiga unit rumah terbakar.
Kebakaran juga mengakibatkan seorang balita berinisial Z (1 tahun 4 bulan) meninggal dunia dan dua warga lainnya berinisial RJ dan SM mengalami luka bakar.
Para korban setelah dievakuasi oleh petugas pemadam kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI untuk penanganan lebih lanjut.
Ade mengatakan, penanganan kebakaran ini melibatkan lima unit mobil pemadam kebakaran serta petugas dari Mako Sukasari, Pos Yasmin, dan Pos CIbuluh.
“Untuk kerugian materi (akibat kebakaran) diperkirakan Rp50 juta,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Proyek PSEL Bogor Raya Masuk Tahap Akhir Lelang
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, membahas proses akhir lelang pengembang program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya di Gedung Danantara, Jakarta.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa proyek PSEL merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mendukung kebijakan nasional terkait pengembangan energi baru dan terbarukan sekaligus menyelesaikan persoalan persampahan secara berkelanjutan.
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, terang Dedie Rachim, pemerintah menargetkan produksi listrik dari sumber energi baru dan terbarukan dapat dicapai melalui program PSEL.
“Kota Bogor masuk dalam batch pertama bersama empat kota lainnya yang ditunjuk pemerintah pusat,” ujarnya menambahkan, pada Kamis, 5 Maret 2026.
Berbagai persiapan teknis untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan meminimalkan kendala di lapangan disebut turut dibahas dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: Pemkab-Pemkot Bogor Teken Kerja Sama Kelola TPAS Galuga Menuju PSEL
Ia menegaskan pentingnya kesiapan lahan dan dukungan teknis sejak awal agar proyek strategis nasional ini dapat segera direalisasikan.
Menurutnya, PSEL tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi daerah.
Sementara itu, Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung sangat produktif dan fokus pada aspek teknis lapangan. Salah satu yang dibahas adalah kesiapan lahan calon lokasi pembangunan instalasi PSEL, termasuk proses land clearing serta pekerjaan cut and fill.
Pihaknya berkomitmen mendukung percepatan proyek PSEL Bogor Raya sebagai bagian dari investasi strategis di sektor energi bersih dan pengelolaan lingkungan.
Melalui proyek PSEL ini, Pemerintah Kota Bogor berharap dapat mengurangi beban TPA, meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, serta menghasilkan energi listrik ramah lingkungan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
