Serba Serbi
Ini Sebab Daging Ayam Pejantan vs Broiler Beda Tekstur
KlikBogor – Daging ayam pejantan kerap dianggap lebih alot dibanding ayam broiler. Perbedaan tekstur ini dipengaruhi faktor genetik dari kedua jenis unggas tersebut.
Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Tuti Suryati, mengatakan bahwa faktor utama penyebabnya adalah perbedaan genetik.
“Daging ayam pejantan berasal dari bangsa ayam petelur yang genetiknya dimurnikan untuk menghasilkan galur ayam dengan produktivitas telur sangat tinggi,” kata Tuti dikutip Rabu, 29 Oktober 2025.
Adapun, lanjutnya, ayam broiler berasal dari bangsa ayam tipe pedaging. Ayam ini dikembangkan melalui proses pemuliaan dalam waktu yang panjang untuk menghasilkan bibit ayam pedaging dengan pertumbuhan yang cepat dan efisien.
“Sehingga mampu mencapai bobot potong dalam waktu yang singkat (30–42 hari atau 5–6 minggu) dengan daging yang sangat empuk,” tambah Tuti.
Sementara ayam pejantan yang berasal dari ayam tipe petelur pertumbuhannya tidak seefisien ayam broiler. “Karena dipelihara lebih lama, tekstur daging ayam pejantan menjadi lebih alot, tetapi lemaknya relatif lebih rendah dibandingkan ayam broiler,” ujarnya.
Dari sisi biologis, terang Tuti, perbedaan kadar kolagen sangat berpengaruh. Kolagen merupakan komponen penyusun jaringan ikat yang jumlahnya meningkat seiring pertambahan usia ternak.
“Semakin tua umur potong ayam, jaringan ikatnya semakin banyak. Hal ini menyebabkan tingkat kealotan daging meningkat,” katanya.
Selain faktor usia, aktivitas fisik ayam juga berpengaruh terhadap tekstur daging. Ayam yang lebih aktif memiliki otot yang sering berkontraksi, sehingga teksturnya lebih keras.
“Aktivitas tinggi membuat otot ayam lebih kuat, dan otomatis dagingnya lebih alot,” jelas Tuti.
Meski demikian, kualitas daging ayam pejantan masih bisa ditingkatkan dengan teknik pengolahan yang tepat.
Ia merekomendasikan pemasakan dengan teknik perebusan atau dengan menambahkan air, seperti gulai, sop, atau opor.
Sedangkan untuk olahan goreng atau bakar, sebaiknya dilakukan perebusan pendahuluan dengan bumbu atau teknik ungkep.
“Bisa juga menggunakan panci presto, atau bahan alami seperti buah nanas dan daun pepaya untuk mengempukkan daging,” sarannya.
Ia mengingatkan proses penggorengan atau pemanggangan sebaiknya tidak terlalu lama atau hingga daging kering. Cara tersebut justru membuat tekstur semakin keras.
Meski dikenal lebih alot, Tuti menyebut, daging ayam pejantan tetap diminati sebagian konsumen.
“Ada yang lebih menyukai tekstur ayam pejantan karena mirip ayam kampung, teksturnya lebih berserat, lemaknya lebih sedikit, dan tidak terlalu lembut,” tandasnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
PPJ-BSI Hadirkan Layanan Perbankan di Pasar Kebon Kembang
KlikBogor – Semangat penguatan ekosistem perdagangan rakyat kembali ditunjukkan melalui peresmian Sales Outlet Lapak Bank Syariah Indonesia (BSI) di Blok F Trade Center, Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor.
Peresmian tersebut menjadi langkah strategis dalam mendekatkan layanan keuangan syariah kepada para pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Bogor.
Kehadiran Sales Outlet Lapak BSI di lingkungan pasar diharapkan mampu memberikan akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan perbankan syariah, mulai dari pembukaan rekening, layanan pembiayaan, hingga edukasi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan peresmian turut dihadiri oleh Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya beserta Direksi dan jajaran, perwakilan Bank Syariah Indonesia, serta para pedagang dan pengunjung Pasar Kebon Kembang yang menyambut baik hadirnya layanan tersebut.
Dalam suasana yang penuh optimisme, peresmian Sales Outlet Lapak BSI menjadi simbol kolaborasi antara sektor perbankan dan pengelola pasar rakyat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih modern, aman, dan berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Kehadiran layanan perbankan di tengah aktivitas pasar diharapkan mampu menjawab kebutuhan transaksi yang semakin dinamis sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi para pelaku usaha.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama yang baik antara Perumda Pasar Pakuan Jaya dan Bank Syariah Indonesia.
“Kami menyambut baik hadirnya Sales Outlet Lapak Bank Syariah Indonesia di Pasar Kebon Kembang. Kehadiran layanan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan kepada para pedagang dan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung pengembangan usaha para pedagang, meningkatkan transaksi non-tunai, serta mendorong terciptanya ekosistem perdagangan yang lebih modern, tertib, dan inklusif,” ujar Jenal, Selasa, 2 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pasar rakyat saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas jual beli, tetapi juga sebagai ruang pertumbuhan ekonomi yang harus didukung oleh berbagai layanan penunjang, termasuk sektor perbankan dan keuangan.
Peresmian Sales Outlet Lapak BSI di Blok F Trade Center Pasar Kebon Kembang menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing pasar rakyat sekaligus mendukung transformasi digital dan keuangan yang tengah berkembang di berbagai sektor perdagangan.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, Pasar Kebon Kembang semakin menegaskan perannya sebagai pusat perdagangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan dan pelayanan yang menjadi denyut utama kehidupan pasar rakyat.
(ckl/hrs)
Serba Serbi
Kopi Nusantara Diperkenalkan IPB ke Mahasiswa Internasional
KlikBogor – Delegasi IPB University berkesempatan berinteraksi langsung dengan sejumlah mahasiswa Shanghai Jiao Tong University (SJTU), salah satu universitas terkemuka di dunia.
Dalam kesempatan itu, delegasi IPB University memperkenalkan program One Village One CEO (OVOC) Internasional beserta produk-produk unggulannya kepada mahasiswa SJTU dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Pakistan, Brasil, dan Ghana.
Keberagaman latar belakang peserta menjadikan sesi tersebut sebagai ruang dialog yang kaya perspektif mengenai potensi produk lokal Indonesia di pasar global.
Baca juga: Dari Balai Kota ke Tegar Beriman, HJB Run 2026 Perkuat Sinergi Bogor
Produk yang diperkenalkan adalah kopi unggulan Indonesia dari tiga daerah penghasil kopi ternama, yaitu Garut, Lampung, dan Flores yang masing-masing memiliki karakteristik cita rasa khas yang mencerminkan kekayaan agrikultur Indonesia.
Sesi pengenalan produk ini dilengkapi dengan kegiatan cupping kopi. Para mahasiswa internasional diajak untuk merasakan langsung dan memberikan pendapat mereka terhadap cita rasa kopi Indonesia.
Respons yang diberikan para mahasiswa menjadi masukan berharga bagi pengembangan strategi pemasaran produk kopi binaan OVOC Internasional di pasar global, sekaligus membuka peluang untuk membangun jaringan di kalangan komunitas akademik internasional.
“Mendengar langsung pendapat anak muda dari berbagai negara tentang kopi Indonesia memberikan perspektif yang tidak bisa kita dapatkan dari data semata. Ini adalah cara paling autentik untuk memahami pasar,” ujar Danang Aria Nugroho, Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University dikutip Minggu, 31 Mei 2026.
Baca juga: Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan
“Melihat antusias mahasiswa internasional saat mencoba kopi dari Garut, Lampung, dan Flores membuat saya semakin yakin bahwa produk kita punya tempat di pasar global. Tinggal bagaimana kita konsisten memperkenalkannya ke lebih banyak orang,” tambah Diki Renaldi Maulana, staf LPA2I yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kunjungan ini mencerminkan semangat OVOC Internasional dalam membangun jembatan antara produk desa Indonesia dengan komunitas global, melalui pendekatan yang inklusif, berbasis pengalaman, dan berakar pada kekuatan lokal selaras dengan misi From Local Roots to Global Routes yang menjadi roh program OVOC Internasional IPB University.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Dari Balai Kota ke Tegar Beriman, HJB Run 2026 Perkuat Sinergi Bogor
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali memperkuat sinergi dan kolaborasi melalui pelaksanaan HJB Run 2026.
HJB Run 2026 ajang lari lintas wilayah dari Balai Kota Bogor hingga Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor dengan jarak tempuh 21 kilometer (half marathon).
HJB Run 2026 menjadi napak tilas sejarah yang menghubungkan gedung bersejarah di Kota Bogor dengan sejarah baru yang diukir di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta.
Baca juga: Festival Kecamatan Tangguh Bencana Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Warga
Flag off dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi dan unsur Forkopimda di Plaza Balai Kota Bogor.
Di kawasan Tegar Beriman, warga telah berkumpul untuk menikmati berbagai pertunjukan hiburan dalam kegiatan Car Free Night sekaligus menyambut kedatangan para peserta di Skywalk Tegar Beriman yang baru selesai dibangun.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyambut langsung para pelari dan mengalungkan medali kepada peserta yang berhasil mencapai garis finis.
“Hari ini luar biasa. Terima kasih kepada Pak Bupati yang selalu peduli terhadap bagaimana Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dapat terus bersinergi. Ini juga merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Bogor ke-544,” ujar Dedie Rachim, Sabtu, 30 Mei 2026.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Sempur Diduga Akibat Korsleting Listrik
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa baik secara pribadi maupun kedinasan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor, masih banyak hal yang harus dituntaskan bersama.
Karena itu, kolaborasi antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan terus diperkuat dan dirawat untuk menyelesaikan berbagai tugas serta pekerjaan rumah dalam mewujudkan Bogor yang lebih baik bagi masyarakat.
“Masih banyak sarana dan prasarana di wilayah barat, timur, utara, dan selatan yang harus kita bangun bersama agar Bogor semakin maju, aman, amanah, dan sejahtera lahir batin. Sukses HJB ke-544,” katanya.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi7 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita11 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
