Serba Serbi
Itik dan Entok: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Perbedaannya
KlikBogor – Itik dan entok merupakan dua jenis unggas air yang banyak diternakkan di Indonesia. Keduanya berperan penting sebagai sumber daging dan telur bagi pemenuhan protein hewani masyarakat.
Meski sering dianggap serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi ilmiah, morfologi, hingga karakteristik produksi.
Menurut dosen Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi IPB University, Gilang Ayuningtyas, itik dan entok berasal dari famili yang sama, tetapi berbeda genus.
“Keduanya memang berasal dari famili yang sama, yaitu Anatidae, namun berbeda genus. Itik termasuk genus Anas, sedangkan entok termasuk Cairina,” jelas Gilang dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Karena itu, sambung Gilang, itik memiliki nama latin Anas platyrhynchos, sedangkan entok bernama Cairina moschata.
Secara asal-usul, Gilang mengatakan itik banyak ditemukan di Eropa, China, dan sebagian Afrika, sedangkan entok berasal dari Amerika Tengah. Kini, keduanya telah menjadi unggas lokal Indonesia.
“Itik lokal Indonesia antara lain itik Cihateup, Alabio, Tegal, Mojosari, dan Magelang. Sementara entok dikenal masyarakat sebagai itik Manila karena masuk ke Indonesia melalui Filipina,” terangnya.
Baca juga: Mengenal Burung Wiwik Kelabu: Dari Perilaku Unik Hingga Cerita Mistis
Perbedaan fisik kedua unggas ini juga cukup mencolok. Itik memiliki tubuh ramping, leher panjang, dan memiliki suara nyaring.
Sementara entok berotot lebih besar, kepalanya dihiasi benjolan merah di sekitar paruh yang disebut caruncle, serta suaranya lebih parau.
Dari sisi perilaku, itik dikenal lebih waspada dan hidup berkelompok, sedangkan entok lebih tenang dan memiliki naluri mengeram yang kuat. Karena itu, entok kerap digunakan sebagai induk pengeram telur itik atau digantikan dengan mesin tetas buatan.
Dari segi produksi, itik unggul dalam jumlah telur, sementara entok lebih menonjol sebagai penghasil daging.
“Telur itik memiliki kerabang berwarna biru kehijauan dengan kandungan protein 12–13 persen dan lemak 12–14 persen. Entok menghasilkan telur lebih sedikit karena sifat mengeramnya, namun kandungan proteinnya bisa mencapai 14–15 persen dengan lemak lebih rendah,” ungkapnya.
Ia menambahkan daging entok lebih merah karena didominasi serat daging merah hingga 75 persen. “Kandungan protein daging entok sekitar 18–20 persen, sedangkan lemaknya 3–5 persen. Daging itik sedikit lebih berlemak, tetapi sama-sama bernilai gizi tinggi,” ujarnya.
Masyarakat juga banyak melakukan persilangan antara entok jantan dan itik betina untuk menghasilkan itik serati atau tiktok.
“Tujuannya agar diperoleh keturunan dengan pertumbuhan lebih cepat dan efisien. Namun hasil persilangan ini bersifat mandul, sehingga harus dilakukan persilangan ulang setiap kali ingin menghasilkan keturunan baru,” jelas Gilang.
Ia menegaskan pengembangan kedua jenis unggas ini secara seimbang dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Itik dan entok berperan penting dalam diversifikasi sumber protein hewani dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan berbasis sumber daya genetik unggas lokal Indonesia,” tandasnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Pelihara Ikan Hias Bisa Jadi Sarana Relaksasi Juga Peluang Usaha
KlikBogor – Memelihara ikan hias tidak hanya tentang menikmati keindahan warna dan bentuk ikan. Aktivitas ini juga dapat menjadi sarana relaksasi, mengembangkan keterampilan, hingga membuka peluang usaha.
Hal tersebut dijelaskan dosen Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Fajar Maulana dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, ketertarikan seseorang terhadap ikan hias dapat muncul dari berbagai hal, mulai dari keindahan visual, perilaku ikan yang menarik, hingga kepuasan saat berhasil merawatnya.
Berbeda dengan hewan peliharaan lainnya, ikan hias juga menawarkan pengalaman menikmati kehidupan dalam sebuah ekosistem kecil yang dibentuk melalui akuaskap.
“Ketertarikan terhadap ikan hias tidak hanya berasal dari keindahan ikannya, tetapi juga dari proses merawat, memahami perilaku, dan keberhasilan menciptakan lingkungan yang membuat ikan dapat hidup dengan baik,” jelasnya.
Baca juga: Pasar Benih Ikan Ciseeng Bersolek, Kini Lebih Modern dan Nyaman
Dari sisi psikologis, mengamati ikan di dalam akuarium berpotensi membantu seseorang merasa lebih rileks dan memperbaiki suasana hati. Fajar menjelaskan, gerakan ikan, perpaduan warna, serta dinamika lingkungan akuatik dapat menarik perhatian tanpa menuntut konsentrasi yang terlalu berat.
Ia merujuk pada penelitian Cracknell et al. yang dipublikasikan dalam jurnal Environment and Behavior pada 2016. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengamati akuarium berpotensi memberikan manfaat psikologis dan fisiologis, termasuk perubahan suasana hati dan denyut jantung.
“Gerakan ikan yang relatif lembut dan dinamika lingkungan akuatik dapat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari aktivitas yang menuntut perhatian terus-menerus,” ujarnya.
Baca juga: Pedagang Eksisting Segera Tempati Pasar Merdeka Kota Bogor
Meski demikian, manfaat tersebut tidak selalu sama pada setiap orang. Menurut Fajar, hobi ikan hias juga bisa memunculkan sensasi berbeda, bergantung pada jenis ikan yang dipelihara dan karakteristik perilakunya (ikan predator/agresif, misalnya).
Karena itu, aktivitas ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengisi waktu luang, tetapi bukan pengganti penanganan profesional bagi seseorang yang mengalami gangguan psikologis.
Lebih dari sekadar hiburan, pemeliharaan ikan hias turut melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Penghobi perlu memahami kualitas air, kebutuhan nutrisi, kesehatan, serta kondisi lingkungan yang sesuai dengan jenis ikan. Pengetahuan tersebut menjadi penting agar ikan dapat tumbuh dengan baik.
Fajar menegaskan bahwa kesejahteraan ikan harus menjadi prioritas. Pemilihan jenis ikan perlu disesuaikan dengan kapasitas akuarium dan kemampuan pemilik dalam melakukan perawatan.
Penghobi juga perlu memilih ikan dari sumber yang legal dan berkelanjutan serta tidak melepaskannya ke perairan umum.
“Di Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB University, pengetahuan mengenai ikan hias dan akuaskap juga dipelajari melalui mata kuliah Ikan Hias dan Akuaskap. Pembelajaran ini diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi ikan hias Indonesia menjadi komoditas budi daya yang bernilai ekonomi dan berdaya saing global,” ungkapnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Pedagang Eksisting Segera Tempati Pasar Merdeka Kota Bogor
KlikBogor – Ratusan pedagang eksisting Pasar Merdeka akan berpindah untuk menempati pasar yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor tersebut pada November 2026 mendatang.
Manager Divisi Teknik Pembangunan dan Pemeliharaan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Ruly Indrawan mengatakan bahwa Pasar Merdeka telah siap untuk ditempati oleh pedagang eksisting yang berada di tempat penampungan sementara (TPS). Perpindahan pedagang direncanakan pada November 2026 mendatang.
“Saat ini pasar sudah siap difungsikan secara operasional oleh pedagang eksisting. Rencananya pedagang akan menempati Pasar Merdeka bulan November 2026,” ujar Ruly, Kamis, 29 Oktober 2026.
Sementara itu, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat (FAM), Martin Rustandi menyatakan secara utilitas utama pasar telah tersedia dan diuji coba. Namun, kemarin ada sejumlah penyempurnaan yang dilakukan berdasarkan masukan pedagang, seperti perubahan meja, juga penambahan stopkontak untuk menunjang kegiatan berjualan.
“Kalau dari utilitas, sudah siap. Listrik dan air sudah mengalir dan sudah dites juga. Tinggal beberapa perubahan kecil sesuai permintaan pedagang. Mudah-mudahan November sudah tidak ada kendala dan pedagang sudah bisa masuk,” kata Martin.
Baca juga: EIGER Nature Diresmikan, Padukan Petualangan, Edukasi dan Pelestarian Alam
Pasar Merdeka dirancang memiliki beberapa lantai dengan peruntukan berbeda. Lantai dasar dengan kapasitas 255 los meja dan los lesehan diperuntukkan bagi sebagai besar pedagang basah dan sembako.

Suasana lantai dasar Pasar Merdeka Kota Bogor. Foto/Klikbogor
Sementara itu, lantai satu memiliki 166 kios yang diperuntukkan bagi pedagang onderdil, pisang, dan pakaian. Pengelola juga menyiapkan sekitar 30 unit tempat bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Merdeka, dekat kawasan PGN.
“Lantai dua rooftop lebih untuk pedagang non eksisting, makanya desainnya tergantung kepada penyewa. Tempat itu kami siapkan lebih untuk pedagang kuliner,” imbuh Martin.
Martin menjelaskan, konsep penataan Pasar Merdeka tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat berjualan, tetapi juga menciptakan lingkungan pasar yang bersih, nyaman, dan menarik bagi pengunjung seperti adanya gambar mural sayuran dan buah di area lantai dasar.
“Kami tidak hanya menyediakan tempat untuk berjualan saja, tapi ada sesuatu yang bikin orang tertarik datang ke pasar, jika pasarnya bersih, nyaman, dan ada hal baru yang menarik bagi pembeli,” katanya.
Baca juga: Pusat Kuliner Pasar Jambu Dua Dibuka, Pengunjung 1.800 Orang Sehari
Menurut Martin, desain dan fasilitas pasar yang disiapkan tersebut agar masyarakat merasa nyaman saat berbelanja. Pengelola juga mempersiapkan fasilitas pendukung, termasuk kebersihan, tempat sampah, serta sarana air dan listrik untuk memenuhi kebutuhan operasional pasar.
Selain itu, pengelola menyiapkan berbagai persyaratan untuk mendukung penilaian pasar berstandar nasional Indonesia (SNI).
Setelah perpindahan pedagang selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembongkaran TPS serta penataan area parkir, taman, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat sampah, drainase, dan jalur pedestrian di luar gedung.
(hrs/ckl)
Serba Serbi
Lewat Hope For Generations, THE 1O1 Bogor Suryakancana Dukung Nutrisi Ibu dan Anak
KlikBogor – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, THE 1O1 Bogor Suryakancana menggelar kegiatan Hope For Generations sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk Hope – Stay With Purpose.
Program tersebut merupakan wujud komitmen hotel dalam menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mendukung pemenuhan nutrisi ibu hamil dan tumbuh kembang anak.
Melalui program Hope – Stay With Purpose, setiap pemesanan kamar di THE 1O1 Bogor Suryakancana turut berkontribusi dalam aksi sosial melalui donasi satu kotak susu. Para tamu diajak untuk menjadi bagian dari gerakan berbagi, sehingga pengalaman menginap tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai bentuk realisasi program tersebut, THE 1O1 Bogor Suryakancana menyalurkan bantuan nutrisi secara langsung kepada masyarakat di wilayah Kelurahan Babakan Pasar dan Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Baca juga: EIGER Nature Diresmikan, Padukan Petualangan, Edukasi dan Pelestarian Alam
Bantuan tersebut diberikan kepada anak-anak yang mengalami kondisi stunting dan wasting, serta ibu hamil yang membutuhkan dukungan pemenuhan nutrisi. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 95 kotak susu balita, 5 kotak susu ibu hamil, dan 95 kotak telur omega.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi penerima manfaat sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pentingnya kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Marketing Communication Manager THE 1O1 Bogor Suryakancana, Reyza Christian mengatakan, program Hope – Stay With Purpose bertujuan menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya berkesan bagi tamu, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Melalui program Hope – Stay With Purpose, kami ingin menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya berkesan bagi para tamu, tetapi juga memberikan makna dan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Setiap pemesanan kamar menjadi bagian dari kontribusi nyata untuk mendukung pemenuhan nutrisi ibu hamil dan anak-anak,” ujar Reyza dalam keterangannya, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan semangat kepedulian bersama, karena kami percaya bahwa masa depan yang lebih baik dimulai dari perhatian terhadap generasi sejak dini,” imbuhnya.
Baca juga: Kejar Aktivasi IKD, Kelurahan Cilendek Timur Jemput Bola
Kegiatan Hope For Generations turut dihadiri Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama serta perwakilan bidang pemerintahan dan pembangunan manusia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari dukungan bersama terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di lingkungan sekitar hotel.
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa membangun masa depan bangsa membutuhkan kepedulian dan kontribusi dari berbagai pihak. Melalui Hope – Stay With Purpose, THE 1O1 Bogor Suryakancana berharap setiap kontribusi yang diberikan dapat menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam mendukung generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Lebih dari sekadar program sosial, Hope – Stay With Purpose mencerminkan komitmen THE 1O1 Bogor Suryakancana untuk menghadirkan pengalaman menginap yang memiliki makna lebih luas. Dengan melibatkan tamu dalam setiap kontribusi, hotel berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menciptakan hubungan yang lebih bermakna antara hotel, tamu, dan masyarakat sekitar.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi12 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
