Berita
Hibah Softskill IPB University, SKPM-SII Gelar Pelatihan SROI untuk Mahasiswa
KlikBogor – Direktorat Kemahasiswaan IPB University melalui Sub Direktorat Pembinaan Karakter, Organisasi Kemahasiswaan dan Olahraga dan Kesenian menyelenggarakan program Hibah Softskill.
Hibah Softskill adalah program yang bertujuan untuk mengembangkan softskill mahasiswa IPB melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pembinaan karakter yang diinisiasi oleh fakultas.
Program ini berfokus pada pengembangan karakter positif mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Program ini juga diikuti seluruh komisi kemahasiswaan dari berbagai fakultas dan departemen di IPB University.
Sebagai implementasi program ini, Komisi Kemahasiswaan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB University bekerjasama dengan Social Invesment Indonesia (SII) menyelenggarakan pelatihan Social Return on Investment (SROI) di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai 25 26 April dan 3 Mei 2025, dengan agenda penyampaian materi pada hari pertama dan kedua, lalu sesi presentasi peserta untuk hari ketiga.
Hari pertama pelatihan SROI pada 25 April 2025 dilaksanakan di Ruang Sidang FEMA IPB University. Kegiatan ini dibuka oleh Profesor Anna Fachtiya selaku Ketua Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB Univeristy.
Profesor Anna dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mahasiswa mendapatkan materi secara lengkap langsung dari ahli dan praktisi meskipun secara teori sudah disampaikan di kelas perkuliahan.
Setelah itu, kegiatan diserahkan kepada tim dari Social Investment Indonesia (SII). Selaku pemateri, tim SII yang hadir dipimpin oleh Purnomo selaku senior advisor dan pembicara utama.
Kemudian Jumadi Wuja selaku Product Innovation & Project Development Co-Team Leader, Dinda Fitri Nazlatun-nuha selaku Partnership Development Lead, Muhammad Hafidz selaku Digital Transformation Lead, Rizal Choirul Insani selaku Digital Strategist Lead, dan Dwi Andharie R. selaku Associate Social Value Indonesia.
Materi diawali dengan pengantar penilaian dampak program investasi sosial yang disampaikan oleh senior advisor dan pembicara utama. Purnomo mengajak peserta untuk memahami alasan pentingnya pengukuran dampak suatu program, konsep pengukuran dampak program, dan beberapa metode pengukuran dampak program.
Peserta kemudian diajak mendiskusikan beberapa konsep umum yang seringkali digunakan dalam program, seperti input, proses, output, outcome dan impact.
Peserta dipaparkan pada beberapa metode pengukuran dampak yang familiar digunakan di masyarakat, salah satunya metoda yang dianggap paling diterima dan banyak digunakan yaitu Social Return on Investment (SROI).
Materi selanjutnya, Purnomo memaparkan The Principal of Social Values atau delapan prinsip yang digunakan dalam SROI. Peserta diajak memahami urgensi dari delapan prinsip SROI dan elaborasi dari setiap prinsip yang digunakan.
Sesi selanjutnya tentang tahap perhitungan SROI, scope dan stakeholders. Peserta diajak memahami bagaimana menentukan batas-cakupan (scope) dalam SROI. Lalu mengidentifikasi pemangku kepentingan (stakeholders) program dan perannya dalam program.
Terakhir, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan outcomes mapping dengan mengidentifikasi outcome atau dampak atas keseluruhan aktivitas program dan pemangku kepentingan. Peserta juga diminta agar mampu mendeskripsikan outcome program.
Hari kedua atau Sabtu, 26 April 2025 diisi dengan sesi wrap-up materi hari pertama. Pada sesi ini, pemateri dari SII mengulas kembali poin-poin penting yang telah dibahas, khususnya konsep dasar dampak sosial, prinsip-prinsip SROI, serta identifikasi outcome dan stakeholder.
Tujuan dari sesi ini adalah untuk memastikan seluruh peserta memiliki pemahaman yang kuat sebelum masuk ke materi teknis yang lebih mendalam.
Setelah sesi pembukaan, peserta langsung masuk ke materi Indikator Kuantitatif dan Kuantifikasi Materialitas. Peserta dibimbing untuk memahami pentingnya mengidentifikasi dan merumuskan indikator kuantitatif sebagai alat ukur kunci dalam penghitungan dampak.
Peserta diajak untuk menyusun indikator yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (smart indicators) terkait dengan outcome program.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada konsep kuantifikasi outcome, yaitu proses mengukur hasil-hasil nyata dari sebuah aktivitas sosial secara numerik.
Selanjutnya, peserta mendalami metode pengujian materialitas dampak, yakni proses untuk menentukan dampak mana yang paling signifikan dan perlu dimasukkan dalam analisis SROI.
Dalam sesi ini, dijelaskan bagaimana menguji seberapa besar, penting, dan berpengaruhnya suatu dampak terhadap pemangku kepentingan. Pendekatan terhadap pengukuran kejadian, jumlah kejadian, serta sumber data juga dibahas untuk memperkuat validitas hasil analisis.
Pelatihan dilanjutkan dengan topik Pendekatan Monetisasi (financial proxy). Peserta dikenalkan pada konsep financial proxy, yaitu metode untuk menerjemahkan dampak sosial yang bersifat kualitatif ke dalam nilai moneter. Hal ini penting untuk memungkinkan perbandingan nilai antara investasi yang dilakukan dan dampak yang dihasilkan.
Para peserta dilatih memilih proxy yang kredibel dan sesuai dengan konteks lokal, berdasarkan data pasar, studi literatur, atau konsultasi dengan para ahli.
Seusai istirahat, pelatihan dilanjutkan dengan materi lanjutan tentang monetisasi. Pada sesi ini, peserta mulai diajak untuk melakukan fiksasi dampak, yaitu proses menyesuaikan nilai dampak dengan memperhitungkan faktor-faktor seperti deadweight (apa yang akan terjadi tanpa intervensi program), attribution (seberapa besar kontribusi program terhadap hasil), dan displacement (adakah hasil yang hanya menggantikan kegiatan lain).
Tahap berikutnya adalah menghitung present value dari dampak sosial, menggunakan pendekatan discount rate untuk mengkalkulasi nilai kini dari manfaat-manfaat yang terjadi di masa depan.
Peserta kemudian mempraktikkan penghitungan nilai akhir SROI, yaitu rasio antara total nilai manfaat bersih sosial terhadap total investasi yang dilakukan. Materi hari kedua ini menjadi pondasi penting sebelum peserta mempresentasikan hasil simulasi analisis mereka pada sesi hari ketiga.
(ckl/hrs)
Berita
Dari SMPN 18, Wali Kota Dedie Rachim Ajak Pelajar Peduli Lingkungan
KlikBogor – Penanaman pohon dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara simbolis dilaksanakan di SMP Negeri 18 Kota Bogor, Rabu, 15 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan bibit pohon kepada pengurus OSIS SMPN 18 Kota Bogor.
Didampingi Dedie Rachim, Ketua OSIS beserta jajaran pengurus langsung melakukan penanaman pohon yang telah diterima di area sekolah.
Baca juga: Kekeringan Landa 2 Kelurahan di Kota Bogor, BPBD Salurkan 12.000 Liter Air Bersih
Dedie Rachim mengatakan, kegiatan penanaman pohon menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak bahwa pemanasan global atau global warming serta perubahan iklim yang saat ini dihadapi merupakan dampak dari aktivitas manusia.
Menurutnya, generasi penerus sebagai pemilik masa depan perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan agar dapat menikmati kehidupan dengan kondisi iklim yang lebih baik.
“Di masa depan itu jangan kondisi global warming menjadi global disaster. Sehingga penyadaran ini harus juga muncul dari generasi muda. Kita mengajak siswa siswi SMP di Bogor untuk peduli, mau melestarikan lingkungan. Kita mulai dari SMPN 18, mudah-mudahan bisa direplikasi di semua sekolah hingga pada akhirnya Bogor akan tetap hijau lestari,” ujarnya.
Baca juga: Perumda Pasar Pakuan Jaya Fungsikan Lahan Eks Pasar dan Plaza Bogor jadi Area Parkir Sementara
Pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut merupakan jenis pohon buah dan pohon pelindung atau pohon peneduh. Agar gerakan tersebut dapat diterapkan di seluruh sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor telah mengeluarkan surat edaran. Dengan demikian, pelaksanaannya akan dilakukan secara konsisten dan masif.
“Karena tidak bisa setengah-setengah, tapi harus konsisten dilakukan tahun ajaran baru. Yang penting memastikan tanaman yang ditanam itu dimonitor pertumbuhannya, perkembangannya, sampai betul-betul dirawat dengan baik dan menghasilkan oksigen,” katanya.
Dedie Rachim berharap, melalui kegiatan ini para pelajar dapat semakin peduli dan mencintai lingkungan.
(rls/hrs)
Berita
Pohon Tumbang di Kebon Pedes Sempat Tutup Kali Cipakancilan
KlikBogor – Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup aliran Kali Cipakancilan pada Selasa, 14 Juli 2026. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Kedungjaya, Kelurahan Kebonpedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, sekira pukul 13.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, pohon tersebut tumbang akibat kondisi pohon yang sudah rapuh serta dipicu angin.
“Penyebab kejadian akibat angin dan kondisi batang pohon sudah rapuh,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya.
Baca juga: Ratusan Angkot di Kota Bogor “Pensiun” Tak Lagi Mengaspal
Akibat kejadian tersebut, pohon setinggi 12 meter dan diameter 50 sentimeter ini ambruk hingga menutup aliran Kali Cipakancilan.
Tumbangnya pohon jenis kicopong ini juga menimpa atap pinggir rumah warga sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal
Dimas Tiko mengatakan, enam personel diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan dan RT RW setempat. Saat ini, proses evakuasi telah selesai.
“Assessment dan pemotongan pohon tumbang sudah selesai oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” katanya.
(hrs/ckl)
Berita
Perumda Pasar Pakuan Jaya Fungsikan Lahan Eks Pasar dan Plaza Bogor jadi Area Parkir Sementara
KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor memfungsikan sementara lahan eks Pasar Bogor dan Plaza Bogor sebagai area parkir.
Kebijakan ini merupakan langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan kesemrawutan parkir di kawasan Jalan Suryakencana, khususnya pada periode libur panjang sekolah yang diperkirakan meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat dan wisatawan.
Baca juga: Ratusan Angkot di Kota Bogor “Pensiun” Tak Lagi Mengaspal
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menjelaskan bahwa pemanfaatan sementara lahan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan daerah dan dilaksanakan sesuai arahan untuk mengoptimalkan fungsi lahan yang telah dibersihkan.
“Lahan eks Pasar dan Plaza Bogor yang telah dibongkar untuk sementara kami manfaatkan sebagai area parkir. Langkah ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset sekaligus membantu mengurai kesemrawutan dan kemacetan di kawasan Jalan Suryakencana, terutama pada masa libur panjang sekolah ketika aktivitas masyarakat dan wisatawan meningkat,” ujar Jenal Abidin dikutip Selasa, 14 Juli 2026.
Baca juga: Kekeringan Landa 2 Kelurahan di Kota Bogor, BPBD Salurkan 12.000 Liter Air Bersih
Lebih lanjut, Jenal Abidin menegaskan bahwa penggunaan lahan sebagai area parkir bersifat sementara. Perumda Pasar Pakuan Jaya saat ini tetap fokus mempersiapkan konsep revitalisasi kawasan melalui tahapan beauty contest sebagai proses pencarian investor yang akan mengembangkan kembali kawasan eks Pasar dan Plaza Bogor.
“Pemanfaatan lahan sebagai area parkir ini merupakan kebijakan sementara. Di sisi lain, kami terus mempersiapkan konsep dan tahapan beauty contest untuk mendapatkan investor terbaik yang akan merevitalisasi kawasan Pasar dan Plaza Bogor sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan Kota Bogor,” tambahnya.
Baca juga: 2 Daerah Akselerasi Persiapan Pembangunan PSEL Bogor Raya, Target Agustus
Perumda Pasar Pakuan Jaya berharap keberadaan area parkir sementara ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Suryakencana, sehingga aktivitas ekonomi, perdagangan, dan pariwisata di kawasan tersebut dapat berjalan lebih tertib, nyaman, dan lancar.
Perumda Pasar Pakuan Jaya juga mengajak seluruh pengguna area parkir untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi8 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
