Connect with us

Berita

Gelapkan Uang 2 Miliar, Oknum Staf Koperasi di Kota Bogor Dipolisikan

Published

on

Gelapkan Uang 2 Miliar, Oknum Staf Koperasi di Kota Bogor Dipolisikan
Ketua KSU Karya Mandiri, Atty Somaddikarya tengah melakukan musyawarah bersama para korwil dengan salah satu oknum staf. Namun oknum staf tersebut tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.

KlikBogor – Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Mandiri akhirnya menempuh jalur hukum lantaran mengalami kerugian hampir Rp2 miliar selama periodik 2020 hingga 2025 akibat penggelapan uang oleh sejumlah oknum staf di sejumlah kantor cabang di Kota Bogor.

Dampak dari kerugian ini menyebabkan gagalnya pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) bagi anggota sukarela di Kota Bogor selama lima tahun terakhir.

Hal itu dikatakan Ketua sekaligus Penanggung Jawab KSU Karya Mandiri, Atty Somaddikarya saat dikonfirmasi, Kamis, 3 April 2025.

Atty mengungkapkan bahwa kerugian tersebut tidak pernah diumumkan secara terbuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Selama ini kerugian itu ditutup oleh anggaran pribadinya demi menjaga kepercayaan kepada anggota.

“Dari tahun ke tahun tidak disampaikan dan diumumkan secara terbuka, saya tutup pakai uang pribadi saya, agar kepercayaan dari anggota kepada KSU Karya Mandiri tetap terjaga,” ujarnya.

Ia mengatakan, modus yang dilakukan para pelaku terbilang sistematis dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka  melakukan transaksi fiktif terkait pengambilan tabungan dengan mencatut nama koordinator wilayah (Korwil).

“Caranya dengan membuat transaksi fiktif pengambilan tabungan, kita sebutnya pengambilan CH dengan mencatut nama koordinator wilayahnya,” katanya.

Ia mengatakan bahwa para pelaku merupakan oknum staf senior yang ditugaskan di bagian administrasi dan keuangan.

“Detail transaksi fiktifnya dengan mengubah data angka, semisal uang keluar Rp 300.000, dia ubah jadi Rp 2.300.000, dilakukan di semua kantor saat dia bertugas selama hampir lima tahun,” imbuhnya.

Meski ada rotasi penugasan setiap beberapa bulan, masih kata Atty, transaksi fiktif tetap dilakukan oleh oknum staf tersebut di beberapa kantor saat mereka bertugas.

Ia mengungkapkan bahwa upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak dapat ditempuh lantaran para pelaku tidak menunjukkan rasa penyesalan atas perbuatannya.

“Pernah dimusyawarahkan bersama untuk ditempuh jalur kekeluargaan, namun para pelaku tidak menunjukan penyesalannya. Akhirnya terpaksa kita laporkan,” tegasnya.

Kejadian ini, sambungnya, telah merugikan ratusan pengurus KSU Karya Mandiri termasuk Korwil serta ribuan anggota koperasi di enam kecamatan di Kota Bogor.

Kerugian juga berdampak besar terhadap operasional koperasi yang telah berdiri sejak 1995 itu, termasuk terhambatnya program pinjaman tanpa bunga bagi perempuan pelaku UMKM di Kota Bogor.

“Sebagai langkah hukum, saya telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukasari, Polsek Bogor Timur, serta Kapolresta Bogor untuk menempuh proses hukum demi menjaga tindakan main hakim sendiri dari para pengurus yang namanya dicatut dalam perbuatan jahat dari pelaku,” jelasnya.

Anggota DPRD Kota Bogor ini mengapresiasi atas kinerja Polresta Bogor Kota di bawah komando Kombes Pol. Eko Prasetyo yang responsif dalam menangani laporan kerugian anggota koperasi.

Dengan langkah hukum ini, Atty berharap ada efek jera bagi seluruh jajaran staf dan seluruh pengurus khususnya para Korwil KSU Karya Mandiri.

Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik dan kepercayaan anggota terhadap koperasi yang sudah sangat di percaya anggota karena berbadan hukum.

Seluruh staf dan pengurus juga diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap jujur, dan amanah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

(hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jenal Mutaqin Dorong Kolaborasi CSR untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Published

on

By

Jenal Mutaqin Dorong Kolaborasi CSR untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri kegiatan CSR pemeriksaan kesehatan gratis, posyandu balita, pemeriksaan tulang gratis, serta pemberian bantuan makanan tambahan bagi lansia dan paket sembako di RW 03 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar peningkatan kesehatan warga.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri kegiatan CSR pemeriksaan kesehatan gratis, posyandu balita, pemeriksaan tulang gratis, serta pemberian bantuan makanan tambahan bagi lansia dan paket sembako di RW 03 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Jenal mengatakan, Pemkot Bogor terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk perusahaan, untuk bersama-sama menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pemkot terus berikhtiar dan berkolaborasi dengan stakeholder dalam rangka upaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Kami sangat terbuka bagi para perusahaan yang ingin berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan

Menurutnya, kolaborasi seperti ini juga menjadi peluang untuk memperkuat intervensi penanganan stunting di Kota Bogor. Sebab, wilayah Bogor Selatan menjadi salah satu wilayah yang masih memiliki angka stunting cukup tinggi selain Bogor Barat.

“Ke depan, kami ingin CSR dari Indomaret atau PT Indomarco bisa terus kita arahkan untuk bersama-sama melakukan intervensi penanganan stunting di Kota Bogor, khususnya wilayah Bogor Selatan,” katanya.

Sementara itu, Branch Manager Indomaret Wilayah Bogor I, Sidik Permana, mengatakan kegiatan CSR tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat.

“Kegiatan CSR pemeriksaan kesehatan gratis, Posyandu Balita, dan pemeriksaan tulang gratis yang kita laksanakan hari ini bukan hanya sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Sidik.

Ia menuturkan, kesehatan menjadi salah satu modal utama dalam menjalani kehidupan. Dengan kondisi tubuh yang sehat, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, orang tua dapat menjalankan aktivitas secara optimal, serta para lansia dapat menikmati masa tua dengan sehat, nyaman, dan bahagia.

Melalui kegiatan ini, lanjut Sidik, pihaknya ingin membantu memantau kesehatan serta tumbuh kembang anak sejak usia dini. Pemeriksaan rutin penting dilakukan agar kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak dapat diketahui lebih awal.

Sementara bagi lansia, pemeriksaan kesehatan gratis diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara berkala serta mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

Baca juga: Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pemeriksaan tulang gratis untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi kesehatan tulang, khususnya bagi para lansia, sehingga dapat lebih peduli terhadap kesehatan tulang dan menerapkan pola hidup sehat.

Sidik menyampaikan apresiasi kepada Wakil Wali Kota Bogor atas dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk Anlene, Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Batutulis, Puskesmas Bogor Selatan, kader Posyandu, serta masyarakat.

“Semoga sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat seperti ini dapat terus kita tingkatkan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan saja, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Bersama-sama kita membangun kebiasaan hidup sehat, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tutupnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan

Published

on

By

Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan
Tim SAR gabungan tengah melakukan penyelaman dalam pencarian korban diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Bayu Zulkarnaen (36), warga yang diduga terjatuh ke Sungai Cisadane dari jembatan penghubung Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, belum ditemukan hingga hari kedua pencarian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, pencarian pada hari kedua dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB.

Sejumlah metode telah dilakukan tim SAR gabungan, mulai dari penyelaman, penyisiran menggunakan perahu motor, hingga penyisiran aliran sungai dengan berjalan kaki.

“Tentunya metode utama yaitu penyelaman. Beberapa personel dari Basarnas, Damkar, dan BPBD secara bergantian melakukan penyelaman, melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang diduga cukup dalam dan memiliki sedongan atau celukan,” kata Dimas Tiko, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca juga: ASN Kota Bogor Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane saat Melintas Jembatan 

Menurut Dimas Tiko, proses penyelaman menghadapi kendala karena kondisi dasar Sungai Cisadane dipenuhi sedimen dan sampah yang bercampur dengan bilah-bilah bambu.

“Di bawah itu memang terdapat banyak sedimen sampah bercampur dengan bilah-bilah bambu di bawahnya. Jadi, cukup sedikit menyulitkan,” ujarnya.

Selain penyelaman, tim SAR juga menggunakan metode “blender” dengan memanfaatkan perahu motor untuk mengangkat atau mengaduk material yang berada di dasar sungai. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Tim kemudian melakukan penyisiran permukaan air dengan berjalan kaki dalam rentang sekitar 10 meter. Penyisiran dilakukan dari titik awal pencarian hingga diperluas sekitar 300-400 meter.

“Namun memang ikhtiarnya sampai dengan saat ini kita masih belum menemukan tanda-tanda saudara kita,” imbuhnya.

Baca juga: Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum

Dimas Tiko memastikan tim SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban. Evaluasi dan pengarahan kembali akan dilakukan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan memperluas area pencarian atau menggunakan metode lain.

“Kalau perlu besok nanti kita coba brief lagi. Malam ini kita brief, kalau perlu melakukan perluasan lagi ataupun dengan teknik lain, nanti akan kita tentukan juga,” jelasnya.

Mengenai durasi pencarian, Dimas menyebut berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dapat dilakukan selama tiga sampai empat hari. Namun, pihaknya menegaskan upaya pencarian akan terus dioptimalkan.

“Secara SOP sendiri, pencarian itu bisa tiga sampai empat hari. Tapi tentunya ikhtiarnya enggak berhenti. Bagaimana ikhtiarnya tim operasi ini menjadi satu semangat untuk keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari tim penyelam, kedalaman Sungai Cisadane di sejumlah titik lokasi pencarian mencapai sekitar 4-5 meter. Bahkan, di beberapa sisi diperkirakan mencapai hingga 6 meter.

Korban yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor diduga terjatuh ke Sungai Cisadane saat melintas di turunan jembatan pada Kamis, 13 Agustus 2026 malam. Saat itu korban hendak pulang ke rumahnya di Kelurahan Pamoyanan.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum

Published

on

By

Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum
Kepala Satpol PP Kota Bogor, Pupung W. Purnama. Foto/Istimewa

KlikBogor – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor tengah menggembleng pembinaan masyarakat di wilayah Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara.

Program bertajuk “Kampung Trantibum” ini disiapkan untuk mencetak rukun warga (RW) percontohan dalam penegakan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum).

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Pupung W. Purnama menjelaskan bahwa program pembinaan ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kondusivitas serta ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Saat ini kami sedang melaksanakan kegiatan pembinaan di salah satu RW Kelurahan Ciluar untuk pembentukan Kampung Trantibum. Targetnya, kita ingin menjadikan RW tersebut sebagai RW percontohan, di mana seluruh warga terlibat dan berpartisipasi aktif menjaga trantibum di lingkungannya,” ujar Pupung, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca juga: ASN Kota Bogor Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane saat Melintas Jembatan 

Ia menambahkan, proses pembinaan tersebut telah berjalan selama satu bulan terakhir. Dalam program ini, pengurus RT/RW serta warga setempat mendapatkan berbagai pembekalan teknis mengenai regulasi ketertiban umum, edukasi hukum, hingga pelatihan peran serta masyarakat dalam deteksi dini gangguan ketertiban.

“Masyarakat dan pengurus lingkungan diberikan pelatihan, pembinaan, serta edukasi terkait regulasi. Hal ini penting agar mereka paham bagaimana cara berpartisipasi secara aktif menjaga lingkungannya sendiri,” jelasnya.

Jika pembentukan Kampung Trantibum di Kelurahan Ciluar ini berjalan sukses, Satpol PP Kota Bogor berencana meluncurkan program tersebut. Keberhasilan di Kelurahan Ciluar nantinya akan dijadikan acuan bagi RW lain di seluruh wilayah Kota Bogor.

Baca juga: Ngadu ke Dewan, Zenal Abidin Cari Solusi Relokasi Pedagang Tanaman Hias

Tak menutup kemungkinan, kata Pupung, ke depan program Kampung Trantibum akan dikembangkan menjadi ajang perlombaan antarkelurahan atau kecamatan, menyerupai lomba pos kamling atau ronda yang biasa digelar kepolisian.

“Tahun ini baru kita garap sebagai proyek percontohan. Mudah-mudahan berhasil, sehingga semua RW bisa benchmark ke sana. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kegiatan seperti ini bisa dilombakan antarwilayah untuk memicu semangat warga menjaga ketertiban,” katanya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer