Berita
CGM BSF Kembali Digelar, Usung Tagline ‘New Beginning’
KlikBogor – Cap Go Meh Bogor Street Fest (CGM BSF) akan kembali digelar pada Februari 2025 mendatang. Menjelang acara tersebut, panitia CGM BSF melakukan audiensi persiapan dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor.
Sebagai informasi, CGM BSF merupakan salah satu ikon dari tiga festival besar di Kota Bogor yang sudah masuk dalam Calendar of Event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.
Dalam pertemuan tersebut, Hanafi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan CGM BSF 2025. Ia meminta kepada panitia untuk terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar kebutuhan sarana dan prasarana di lapangan dapat diinventarisasi.
Selain itu, Hanafi juga berharap pelaksanaan CGM BSF 2025 dapat dilakukan setelah Wali Kota Bogor terpilih resmi dilantik.
“Harapan kami dan kita semua tentunya agar acara ini meriah seperti pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Hanafi, Selasa, 17 Desember 2024.
Sementara itu, Ketua Panitia CGM BSF 2025, Arifin Hilmawan menyampaikan rencana acara besar ini akan diselenggarakan pada Februari 2025 dengan tagline ‘New Beginning’, mengingat Kota Bogor akan memiliki pemimpin baru.
“Selain Kota Bogor memiliki pimpinan baru, tagline yang diusung menjadi harapan untuk menyongsong era baru menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Kang Ahim sapaan akrabnya.
Adapun rute CGM BSF 2025 dari Suryakencana sampai dengan Simpang Tiga Batu Tulis, dengan target pengunjung tidak kurang dari 80 ribu orang dan akan berlangsung selama kurang lebih 8 jam.
Acara tersebut akan melibatkan 70 pengisi acara, 5.000 personel penampil seni budaya, dan 1.000 personel pengamanan terbuka yang terdiri dari aparat TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan (ormas).
Dalam perjalanannya, CGM BSF sempat dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya presiden, ketua MPR, menteri agama, dan wakil menteri.
Pada tahun 2024, seperti dijelaskan oleh Kang Ahim, CGM BSF Kota Bogor ditiadakan karena adanya pemilihan umum presiden dan wakil presiden.
Kang Ahim berharap CGM BSF 2025 bisa dihadiri oleh tiga kementerian terkait, yaitu Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Ekonomi.
Untuk menyambut dan mempersiapkan CGM BSF 2025, panitia bersama pihak terkait akan menghias kawasan Suryakencana dengan ornamen khusus.
“Suasana menjelang CGM akan kami coba bentuk dengan ornamen tertentu, dengan tujuan untuk menarik para wisatawan ke Kota Bogor,” kata Kang Ahim yang hadir bersama jajaran kepanitiaan CGM BSF 2025.
(red)
Berita
Pemkot Pastikan Penataan di Bogor Barat Terus Berlanjut
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memastikan penataan wilayah di Kecamatan Bogor Barat terus berlanjut. Hal ini disampaikannya usai memimpin apel pagi di lahan eks Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan dibangun Pos Pemadam Kebakaran Sektor Bogor Barat, Senin, 20 April 2026.
“Jalan KH Abdullah Bin Nuh itu merupakan area masuk Kota Bogor atau etalase Kota Bogor. Jadi saya ingin memastikan bahwa jalan ini semakin hari semakin tertata,” kata Dedie Rachim.
Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim mengecek jalur hijau, saluran air, trotoar, serta pos pemadam kebakaran.
Ia mendapati adanya saluran air yang tertutup oleh tumpukan batu di area jalur hijau yang sebelumnya ditempati oleh PKL. Beberapa lapak bekas PKL yang sudah ditertibkan beberapa waktu lalu pun kembali dibersihkan.
“Sudah kita tertibkan, kemudian keindahannya juga kita jaga dan rawat. Karena di Jalan Abdullah Bin Nuh terdapat beberapa unit kerja Pemkot Bogor, mulai dari Damkar hingga puskesmas kelurahan, yang menurut saya juga harus mendapat perhatian,” ucapnya.
Sementara itu, kantor pemadam kebakaran di Jalan Abdullah Bin Nuh saat ini akan segera dipindahkan, karena kondisinya sudah tidak layak akibat mengalami longsor di bagian depan. Tahun ini akan dilakukan perencanaan sekaligus pembangunan.
“Tahun ini perencanaan sekaligus pembangunan di atas lahan 2.000 meter persegi, sedangkan yang sekarang hanya 500 sampai 600 meter persegi,” ujarnya.
(ckl/hrs)
Berita
Longsor Gerus Rumah Warga di Gunung Batu, Penghuni Mengungsi
KlikBogor – Hujan deras yang melanda wilayah Kota Bogor mengakibatkan tanah longsor di Gang Kutilang, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Satu keluarga terpaksa harus mengungsi setelah rumah yang ditinggalinya mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan kejadian ini terjadi pada Minggu malam. Kondisi tersebut dipicu tanah yang labil serta diguyur hujan lebat.
“Kami terima laporan Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB dari warga sekitar via media sosial. Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tanah yang labil,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ia menambahkan, tanah longsor tersebut terjadi di belakang rumah yang dihuni oleh lima jiwa hingga mengalami kerusakan.
“Kejadian ini mengakibatkan bagian dapur, kamar, dan kamar mandi rumah menggantung,” katanya.
Selain itu, Tembok Penahan Tanah (TPT) serta rumpun bambu yang berada di lokasi sekitar ikut terbawa longsoran.
BPBD Kota Bogor menerima laporan tersebut langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat berupa terpal.
Baca juga: Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
Pihaknya mencatat kebutuhan mendesak di lokasi saat ini adalah hunian sementara (Huntara), terpal tambahan, serta perbaikan TPT.
Penanganan kejadian tersebut turut melibatkan unsur kelurahan, Polmas Bogor Raya, OneKes AMKB, serta pengurus wilayah setempat.
Dimas Tiko menambahkan, warga terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya.
“Pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah saudaranya,” kata Dimas Tiko.
(ckl/hrs)
Berita
Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
KlikBogor – Satu unit rumah warga di Kampung Cipaku Skip, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami kerusakan akibat tembok bagian kamar tidur dan ruang tengah ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekira pukul 23.30 WIB.
Namun, laporan baru diterima oleh petugas pada Senin, 20 April 2026 sekira pukul 09.10 WIB. Warga sekitar melaporkan via media sosial.
Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ambruknya tembok rumah warga ini diduga akibat kondisi bangunan telah lapuk ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tembok rumah sudah lapuk,” katanya, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, kejadian ini berdampak pada rumah yang ditempati oleh empat jiwa terdiri satu keluarga. Kerusakan tembok terjadi di dua titik, yakni bagian kamar tidur dan ruang tengah.
Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan
Petugas BPBD yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen terhadap rumah yang terdampak. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat.
Selain itu, Disperumkin Kota Bogor juga terlibat dalam penanganan ini. Hasil penilaian di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak hunian sementara atau Huntara.
‘Saat ini assessment sudah selesai dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” tandasnya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
