Connect with us

Berita

Cegah Food Waste, Kota Bogor Dorong Surat Edaran Penyelamatan Pangan 

Published

on

Cegah Food Waste, Kota Bogor Dorong Surat Edaran Penyelamatan Pangan 
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor menggelar Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Selamatkan Pangan untuk Cegah Food Waste di Auditorium Bogor Creative Center, pada Kamis, 13 Februari 2025.

KlikBogor – Sisa pangan atau biasa disebut dengan food waste menjadi masalah serius bagi Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor. Hal ini dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Selamatkan Pangan untuk Cegah Food Waste yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor.

Direktur Kewaspadaan Pangan, Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis mengatakan bahwa di Indonesia setiap tahunnya, makanan yang terbuang menjadi sampah sebesar 24-48 ton. Hal tersebut juga menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari 200 triliun rupiah atau setara dengan 4-5% PDB.

“Setiap harinya orang indonesia menyisakan pangan sebesar 500 gram. Jika dikalkulasi, makanan yang terbuang sebesar 24–48 ton yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang setara dengan 4-5% PDB Indonesia,” ungkap Nita dikutip Jumat, 14 Februari 2025.

Nita juga mengatakan bahwa masalah serius ini menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk akademisi, entitas bisnis, komunitas atau masyarakat sipil, pemerintah, dan masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Plh. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor, Rahmat Hidayat menegaskan bahwa upaya penyelamatan pangan harus segera dilakukan di Kota Bogor.

Dirinya mendorong agar nantinya surat edaran yang akan dibuat dapat dinaikkan menjadi peraturan daerah (Perda) atau peraturan wali kota (Perwali).

“Gerakan selamatkan pangan harus segera dilakukan. Upaya ini akan mengurangi volume sampah secara keseluruhan di Kota Bogor. Kalau bisa jangan hanya sekedar surat edaran, tetapi bisa dibuat menjadi peraturan daerah atau peraturan wali kota,” ujar Rahmat.

Pertemuan yang dilaksanakan di Auditorium Bogor Creative Center ini juga memberikan kesempatan berbagi praktik baik dalam penanganan food waste di kota lain. Seperti yang diungkapkan oleh Eli Suminar, Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tasikmalaya.

“Kota Tasikmalaya menggandeng hotel dan pihak swasta lain untuk mendistribusikan sisa pangan kepada masyarakat kurang mampu,” kata Eli.

Sementara itu, Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Said Abdullah mengatakan pentingnya penanganan food waste untuk mengurangi risiko perubahan iklim yang juga akan berdampak kepada petani.

Dirinya juga berharap bahwa Pemerintah Kota Bogor dapat memperkuat kebijakan dalam penanganan food waste dengan kolaborasi multipihak.

“Sisa pangan menyumbang emisi yang memperbesar risiko perubahan iklim. Hal ini akan berpengaruh juga kepada petani sebagai produsen pangan yang ada di desa. Pemerintah bisa memperkuat kebijakan penanganan food waste dari surat edaran menjadi peraturan wali kota. Tentu harus melibatkan berbagai pihak,” tegas Said.

Kegiatan FGD dihadiri oleh berbagai pihak baik dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah Kota Bogor, akademisi kampus, organisasi masyarakat sipil, komunitas, perusahaan swasta, dan para pihak lain yang memiliki komitmen dalam mendukung penanganan food waste di Kota Bogor melalui diterbitkannya surat edaran penyelamatan pangan.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bukber Korsa PAN, Safrudin Bima Tekankan Pentingnya Kebersamaan

Published

on

By

Bukber Korsa PAN, Safrudin Bima Tekankan Pentingnya Kebersamaan
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima saat menyantuni anak yatim dalam bukber Korsa PAN, Minggu sore, 15 Maret 2026.

KlikBogor – Komite Relawan Safrudin (Korsa) Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar buka puasa bersama (bukber) DPC PAN dan DPRT PAN se-Kecamatan Tanah Sareal.

Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, pada Minggu, 15 Maret 2026.

Safrudin Bima mengatakan bahwa Korsa PAN adalah orang-orang yang berjuang bersamanya untuk kepentingan masyarakat.

“Menjelang lebaran tentu saya kumpulkan konstituen untuk berdoa bersama. Paling tidak saling mendorong untuk membangun senyuman,” ujarnya.

Baca juga: Balap Lari Malam Akan Diusulkan di Setiap Kecamatan Kota Bogor 

Menurutnya, kebersamaan dan solidaritas antarwarga harus terus dijaga, tidak hanya dalam momentum agenda politik saja.

“Politik kan lima tahun sekali, tapi kebaikan harus selamanya. Kebersamaan ini yang harus terus dijaga, saling menguatkan, saling menopang dan saling mendukung,” katanya.

Selain buka puasa bersama juga digelar santunan serta paket bingkisan yang berisi perlengkapan ibadah dan kebutuhan lainnya kepada masyarakat yang hadir.

“Ini ada santunan juga. Bukan paket yang terlalu besar, tapi ini uang kadeduh. Ada paket berisi sarung, mukena dan lainnya menyesuaikan kebutuhan,” kata Safrudin.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kecamatan Tanah Sareal, di antaranya dari Kebon Pedes dan Sukaresmi.

“Ini ada yang dari Kebon Pedes, ada dari Sukaresmi, dan hampir satu kecamatan Tanah Sareal yang berkumpul di sini,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

6 Poin Seruan Forum Akademisi IPB University untuk Kedaulatan Bangsa, Salah Satunya BoP Perlu Dikaji

Published

on

By

6 Poin Seruan Forum Akademisi IPB University untuk Kedaulatan Bangsa, Salah Satunya BoP Perlu Dikaji
Forum Akademisi IPB University saat menyampaikan seruan dari Bogor di IPB International Convention Center, Minggu, 15 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Forum Akademisi IPB University menyampaikan enam poin seruan kepada pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam menyikapi situasi nasional dan global saat ini.

Juru Bicara Forum Akademisi IPB University, Prof Herry Purnomo, mengatakan bangsa dan negara Indonesia saat ini sedang menghadapi dinamika geopolitik global, tantangan kedaulatan ekonomi, serta perkembangan kebijakan nasional dan global.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi dengan wawasan luas, kehati-hatian, kebijaksanaan, kedaulatan data, dan dasar keilmuan yang kuat dalam pengambilan keputusan.

Ia menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk menjaga komitmen terhadap nilai-nilai konstitusi hingga kepentingan nasional.

“Seluruh elemen bangsa dari pemerintah hingga rakyat kecil, penting untuk “bersatu” dalam menjaga komitmen terhadap konstitusi, permusyawaratan, demokrasi, dan kepentingan nasional jangka panjang,” ungkapnya di IPB International Convention Center, Minggu, 15 Maret 2026.

Forum Akademisi IPB University juga menegaskan bahwa dalam pandangannya mereka menjunjung tinggi prinsip kejujuran, etika-moral, objektivitas ilmiah, serta keberpihakan pada kepentingan bangsa.

Selain itu, orientasi forum pada masa depan bangsa dan dunia yang damai, lebih sejahtera, dan berkeadilan.

“Forum Akademisi IPB University memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menyampaikan pandangan berbasis ilmu pengetahuan demi menjaga arah pembangunan bangsa dan peran Indonesia dalam pergaulan dunia yang beradab,” imbuhnya.

Memperhatikan perkembangan situasi nasional dan global saat ini serta komitmen para akademisi IPB University dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara, Forum Akademisi IPB University menyampaikan enam poin seruan dari Bogor.

Pertama, meneguhkan komitmen pada konstitusi dan kedaulatan bangsa.

Forum Akademisi IPB University menilai kebijakan luar negeri Indonesia terombang-ambing oleh dinamika geopolitik global jika tidak konsisten berlandaskan pada amanat Pancasila yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945.

Hal ini melemahkan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta perlindungan terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional.

Karena itu, setiap hubungan bilateral, keputusan multilateral, dan komitmen internasional perlu diuji kesesuaiannya dengan amanat konstitusi sebagai “cahaya penuntun” arah diplomasi Indonesia yang disegani dunia.

Dua, mendorong tata kelola negara yang transparan, akuntabel, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Forum Akademisi IPB University mendorong agar setiap keputusan strategis negara harus diambil secara permusyawaratan terbuka, berlandaskan hukum dan bukti ilmiah, serta didukung oleh kajian akademik yang dapat diakses publik.

Menurutnya, proses perumusan kebijakan perlu melibatkan secara nyata perguruan tinggi, komunitas ilmiah, dan masyarakat madani melalui konsultasi publik dan mekanisme partisipatif secara permusyawaratan yang demokratis.

Kebijakan strategis, terkait perjanjian perdagangan internasional atau kebijakan impor yang berdampak luas, terutama hajat hidup rakyat banyak, tidak diputuskan secara tertutup tanpa kajian ilmiah dan permusyawaratan dengan partisipasi publik yang memadai.

Tiga, menyatakan keprihatinan terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Forum Akademisi IPB University menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP perlu dikaji secara kritis, konstruktif, terbuka, dan akuntabel untuk memastikan partisipasi tersebut tidak melemahkan kedaulatan bangsa dan negara, sejalan dengan amanat konstitusi, serta tidak bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Forum juga menegaskan bahwa Indonesia perlu tetap konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif dengan mengutuk segala bentuk genosida di Palestina dan di seluruh dunia serta mendorong penyelesaian konflik secara adil melalui solusi dua negara (two-state solution) yang menjamin hak rakyat Palestina atas tanah dan kedaulatannya.

Empat, menyatakan keprihatinan terhadap penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Forum Akademisi IPB University menilai kesepakatan ART perlu dikaji secara kritis dan konstruktif karena sangat merugikan kepentingan ekonomi nasional, membatasi ruang kebijakan negara, serta berdampak pada perlindungan industri dan konsumen termasuk jaminan produk halal dan kedaulatan data (perlindungan data pribadi serta tata kelola transfer data lintas batas), serta merugikan kepentingan politik dan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, setiap komitmen perdagangan internasional harus dipastikan tetap memprioritaskan untuk melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Lima, mendorong DPR RI untuk menjalankan kewenangan konstitusionalnya dalam meninjau kembali kebijakan ART yang berpotensi besar merugikan kepentingan nasional.

Forum Akademisi IPB University mendorong DPR perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan Indonesia dalam ART serta, apabila terbukti bertentangan dengan konstitusi dan kepentingan rakyat, mengambil langkah konstitusional untuk membatalkan atau menegosiasikan kembali kebijakan tersebut.

Enam, menegaskan peran perguruan tinggi dan masyarakat sipil madani dalam menjaga masa depan bangsa.

Akademisi dan masyarakat madani dinilai memiliki bertanggung jawab secara moral untuk menyuarakan pandangan kritis dan konstruktif berbasis ilmu pengetahuan serta menjaga kebebasan berpendapat sebagai pilar demokrasi yang dijamin oleh pemerintah dan konstitusi.

Sementara perguruan tinggi menjadi ruang yang aman, bebas, tapi tertib bagi diskusi ilmiah dan kritik kebijakan publik agar arah pembangunan Indonesia tetap berpihak pada kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian dunia, sesuai dengan cita-cita Pancasila.

“Seruan ini disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan bangsa sebagai wujud tanggung jawab moral dan intelektual kami. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi,” pungkas Prof Herry.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Balap Lari Malam Akan Diusulkan di Setiap Kecamatan Kota Bogor 

Published

on

By

Balap Lari Malam Akan Diusulkan di Setiap Kecamatan Kota Bogor 
Peserta tengah adu balap lari malam di kawasan Alun-Alun Kota Bogor tepatnya Jalan Dewi Sartika, Sabtu, 14 Maret 2026. Foto/KlikBogor.

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Muttaqin, mengatakan akan mengusulkan kegiatan balap lari malam yang mendapat antusias dari masyarakat dapat digelar di setiap kecamatan di Kota Bogor.

Hal itu dikatakan Jenal usai menghadiri kegiatan tersebut di kawasan Alun-Alun Kota Bogor tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Sabtu malam, 14 Maret 2026.

“Kalau ini (balap lari malam) sebagai alternatif dan evaluasi ke depan ternyata respons pemuda pemudi cukup positif dan tidak disalahgunakan dan disalahartikan, insyaallah saya akan sampaikan ke Pak Wali Kota di setiap kecamatan ada,” ujarnya.

Baca juga: Polresta Bogor Kota Gelar Balap Lari Malam di Alun-Alun, Warga Diajak Ikut

Jenal mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini di luar perkiraan. Awalnya ia memperkirakan peserta yang hadir hanya puluhan orang, namun kenyataannya jumlah warga yang datang jauh lebih banyak.

“Pikir saya yang hadir puluhan, tapi faktanya antusias warga para pemuda-pemudi Kota Bogor dengan kegiatan positif ini mereka datang secara sukarela dan menyaksikan bahkan peserta terus bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data awal jumlah peserta yang mendaftar sekitar 100 orang. Namun saat pelaksanaan di lapangan, jumlah tersebut bertambah secara spontan.

“Dari hasil diskusi, yang daftar awalnya 100 orang, tapi secara on the spot di lapangan bertambah 50 orang dan bahkan terus bertambah,” katanya.

Meski begitu, durasi kegiatan tetap dibatasi mengingat pelaksanaan masih dalam suasana bulan Ramadan.

“Cuman durasi tetap dibatasi karena ini masih bulan Ramadan untuk persiapan sahur,” jelas Jenal.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat menjadi alternatif aktivitas positif bagi para pemuda di Kota Bogor sehingga terhindar dari kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Baca juga: Balap Lari Malam Perdana di Kota Bogor Disambut Antusias Warga

Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan banyak manfaat, mulai dari mempererat persaudaraan antarwarga hingga menghadirkan aktivitas olahraga yang menyehatkan.

“Manfaatnya tentu mempererat tali persaudaraan, ada aktivitas olahraga juga, dan ini menjadi momen yang cukup membanggakan,” katanya.

Jenal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Balap lari malam ini diinisiasi oleh Polresta Bogor Kota bekerjasama dengan Pemkot Bogor, Kormi Kota Bogor, dan KNPI Kota Bogor.

“Saya mewakili Pemkot Bogor, juga Pak Wali Kota, mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Dengan anggaran yang minim tapi hasilnya luar biasa, masyarakat ikut senang, pedagang juga banyak yang jajan,” ujarnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer